Pengertian Rancangan Penelitian, Jenis, Format, dan Contohnya

Diposting pada
Rate this post

Pengertian Rancangan Penelitian

Rancangan yang juga dikenal dengan desain penelitian sejatinya lebih mengacu pada strategi keseluruhan yang dipilih seorang peneliti untuk mengintegrasikan berbagai komponen studi dengan cara yang logis. Sehingga dengan demikianlah keberadaan peneliti secara efektif mengatasi rumusan masalah penelitian yang ada.

Disisi lainnya, rancangan penelitian juga menjadi blue print untuk metode pengumpulan data, pengukuran, dan analisisan data. Oleh karena itulah dalam penelitian ilmu sosial, memperoleh informasi yang relevan dengan masalah penelitian umumnya mencakup penentuan jenis bukti yang diperlukan untuk menguji suatu teori, untuk mengevaluasi suatu program, atau untuk secara akurat menggambarkan dan menilai makna yang berkaitan dengan fenomena yang dapat diamati.

Rancangan Penelitian

Rancangan penelitian bisa dikatakan sebagai kerangka berfikir terkait metode penelitian dan teknik sampling yang dipilih oleh seorang peneliti untuk menggabungkan berbagai komponen penelitian dengan cara yang cukup logis sehingga masalah penelitian ditangani secara efisien.

Penjelasan ini setidaknya memberikan wawasan tentang “bagaimana” melakukan arti penelitian dengan menggunakan metodologi tertentu. Dimana setiap peneliti memiliki daftar tabel pertanyaan penelitian yang perlu dinilai dan dapat dilakukan dengan rancangan penelitian.

Pengertian Rancangan Penelitian

Rancangan penelitian adalah pendekatan sistematis yang digunakan peneliti untuk melakukan studi ilmiah, sehingga nantinya terjadi sinkronisasi atas keseluruhan komponen dan jenis data penelitian yang diidentifikasi menghasilkan hasil penelitian yang masuk akal.

Pengertian Rancangan Penelitian Menurut Para Ahli

Adapun definisi rancangan penelitian menurut para ahli, antara lain;

  1. Sekaran (2003)

Rancangan penelitian adalah proses untuk memutuskan, di antara isu-isu yang ada terkait dengan bagaimana mengumpulkan data lebih lanjut, menganalisis dan menafsirkannya, dan akhirnya, untuk memberikan jawaban atas masalah tersebut. Sehingga dalam hal ini untuk mengidentifikasinya terdapat 6 elemen desain penelitian, yang meliputi;

  1. Tujuan penelitian
  2. Jenis penyelidikan
  3. Tingkat campur tangan peneliti
  4. Pengaturan studi
  5. Unit analisis
  6. Cakrawala waktu
  1. Cavana (2001)

Rancangan penelitian adalah set terstruktur dari pilihan pengambilan keputusan rasional, atau pedoman, untuk membantu dalam menghasilkan hasil penelitian yang valid dan dapat diandalkan. Desain penelitian dalam pengaturan positivis mencakup keputusan tentang pilihan metode pengumpulan data, dan tentang prosedur pengukuran dan penskalaan, instrumen penelitian, sampel dan analisis data.

Desain penelitian yang baik harus memastikan bahwa informasi yang diperoleh relevan dengan masalah penelitian, dan dikumpulkan melalui prosedur objektif.

  1. Wikipedia

Rancangan penelitian adalah serangkaian metode dalam prosedur riset yang dipergunakan dalam mengumpulkan dan menganalisis ukuran variabel penelitian. Dimana dalam hal ini nantinya akan ditentukan dalam rumusan masalah.

Ciri Rancangan Penelitian

Rancangan penelitian memiliki beberapa karaktersitik utama, antara lain:

  1. Netralitas: Hasil yang diproyeksikan dalam tujuan rancangan penelitian harus bebas dari bias dan netral
  2. Reliabilitas: Jika penelitian dilakukan secara teratur, peneliti yang terlibat mengharapkan hasil yang sama dihitung setiap waktu
  3. Validitas: Ada beberapa alat pengukur yang tersedia untuk desain penelitian tetapi alat pengukur yang valid adalah alat yang membantu peneliti dalam mengukur hasil sesuai dengan tujuan penelitian dan tidak ada yang lain
  4. Generalisasi: Hasil desain penelitian harus dapat diterapkan pada populasi dan bukan hanya sampel terbatas. Generalisasi adalah salah satu karakteristik kunci dari contoh desain penelitian yang ada.

Jenis Rancangan Penelitian

Macam bentuk rancangan dalam penelitian. Antara lain;

  1. Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif dilaksanakan dalam kasus-kasus di mana hubungan antara data yang dikumpulkan dan pengamatan didirikan berdasarkan perhitungan matematika. Teori-teori yang berkaitan dengan fenomena yang ada secara alami dapat dibuktikan atau dibantah menggunakan perhitungan matematis.

Para peneliti bergantung pada rancangan penelitian kualitatif di mana mereka diharapkan untuk menyimpulkan “mengapa” ada teori tertentu bersama dengan “apa” yang responden katakan tentang hal itu.

  1. Penelitian Kuantitatif

Penelitian kuantitatif biasanya dilaksanakan dalam kasus-kasus di mana penting bagi seorang peneliti untuk memiliki kesimpulan atas pengelolaan data statistik dan statistika dalam mengumpulkan wawasan yang dapat ditindaklanjuti.

Sedangkan secara lebih spesifik, rancangan penelitian dapat dibagi menjadi lima jenis:

  1. Penelitian Deskriptif

Dalam desain penelitian deskriptif, seorang peneliti semata-mata tertarik untuk menggambarkan situasi atau kasus di bawah studi penelitiannya. Ini adalah desain penelitian berbasis teori yang dibuat dengan mengumpulkan, menganalisis dan menyajikan data yang dikumpulkan. Dengan menerapkan desain penelitian mendalam seperti ini, seorang peneliti dapat memberikan wawasan tentang mengapa dan bagaimana penelitian.

  1. Penelitian Eksperimental

Desain penelitian eksperimental digunakan untuk membangun hubungan antara sebab dan akibat dari suatu situasi. Ini adalah desain penelitian kausal di mana efek yang disebabkan oleh variabel independen terhadap variabel dependen diamati.

Misalnya, pengaruh variabel independen seperti harga pada variabel dependen seperti kepuasan pelanggan atau loyalitas merek dipantau.

Ini adalah metode desain penelitian yang sangat praktis karena berkontribusi terhadap pemecahan masalah yang dihadapi. Variabel independen dimanipulasi untuk memantau perubahan yang dimilikinya pada variabel dependen. Ini sering digunakan dalam ilmu sosial untuk mengamati perilaku manusia dengan menganalisis dua kelompok-pengaruh satu kelompok pada yang lain.

  1. Penelitian Korelasional

Penelitian korelasional adalah teknik desain penelitian non-eksperimental yang membantu para peneliti untuk membangun hubungan antara dua variabel yang terhubung erat. Diperlukan dua kelompok yang berbeda untuk melakukan metode desain penelitian ini. Tidak ada asumsi saat mengevaluasi hubungan antara dua variabel yang berbeda dan teknik analisis statistik digunakan untuk menghitung hubungan di antara mereka.

Korelasi antara dua variabel disimpulkan menggunakan koefisien korelasi, yang nilainya berkisar antara -1 dan +1. Jika koefisien korelasi menuju +1, itu menunjukkan hubungan positif antara variabel dan -1 menunjukkan hubungan negatif antara kedua variabel.

  1. Penelitian Diagnostik

Dalam desain penelitian diagnostik, seorang peneliti cenderung mengevaluasi akar penyebab topik tertentu. Unsur yang berkontribusi terhadap situasi yang bermasalah dievaluasi dalam metode desain penelitian ini. Ada tiga bagian desain penelitian diagnostik:

  1. Dimulainya masalah
  2. Diagnosis masalah
  3. Solusi untuk masalah ini
  1. Penelitian Eksplorasi

Dalam desain penelitian eksploratori, gagasan dan pemikiran peneliti adalah kuncinya karena terutama tergantung pada kecenderungan pribadi mereka tentang suatu topik tertentu. Penjelasan tentang aspek-aspek subjek yang belum dijelajahi disediakan bersama dengan perincian tentang apa, bagaimana dan mengapa terkait dengan pertanyaan penelitian.

Format Rancangan Penelitian

Format Penulisan Rancangan Penelitian
Format Rancangan Penelitian

Pada umumnya, format penulisan rancangan penelitian dibuat sebagai berikut:

  1. Judul
  2. Latar belakang masalah
  3. Rumusan masalah
  4. Definisi operasional
  5. Definisi konseptual
  6. Kisi-kisi instrumen

Contoh Rancangan Penelitian

Berikut ini beberapa contoh desain atau rancangan suatu penelitian. Yakni;

  1. Deskrptif

Misalnya suatu sekolah yang ingin mengevaluasi sikap guru tentang penggunaan teknologi di kelas. Dengan melakukan survei dan mengamati kenyamanan mereka menggunakan teknologi melalui metode observasi.

Ada pula beberapa contoh permasalahn yang mengarah pada desain penelitian deskriptif misalnya:

  1. Peneliti pasar yang ingin mengamati kebiasaan konsumen
  2. Perusahaan yang ingin mengevaluasi moral stafnya
  3. Distrik sekolah yang ingin memahami apakah siswa akan mengakses pelajaran online daripada buku teks.
  1. Eksperimental

Misalnya, peneliti ingin mengetahui efektifitas penggunaan alarm rokok di ruang publik untuk mengurangi konsumsi rokok penduduk di ruang publik.

Beberapa ruang publik dipasang alam rokok dan beberapa yang lain dengan karakteristik sama tidak dipasangi alarm rokok. Eksperimen ini akan menunjukkan hasil seberapa efektif alarm rokok dapat mengurangi konsumsi rokok di ruang publik.

  1. Korelasional

Misalnya pertimbangkan secara hipotesis penelitian, seorang peneliti sedang mempelajari korelasi antara kanker dan pernikahan. Dalam penelitian ini, ada dua variabel: kanker dan pernikahan. Katakanlah perkawinan memiliki korelasi negatif dengan kanker. Ini berarti bahwa orang yang menikah memiliki kemungkinan lebih kecil untuk terkena kanker.

Namun, ini tidak berarti bahwa pernikahan secara langsung menghindari kanker. Dalam penelitian korelasional, tidak mungkin menetapkan fakta, apa yang menyebabkan apa.

  1. Diagnostik

Misalnya dalam hal ini terkait dengan adanya penelitian kelompok yang berfokus pada pengembangan dan investigasi metode untuk mengevaluasi tes medis dalam perawatan kesehatan, termasuk penelitian yang mempergunakan data primer dan data sekunder.

  1. Eksplorasi

Misalnya sebuah perusahaan periklanan mendapat akun untuk kopi baru yang mengandung chicory, perusahaan memulai proses penyelidikan dengan penelitian eksplorasi untuk mengidentifikasi situasi.

Para peneliti menemukan bahwa hampir tidak ada yang pernah mendengar tentang chicory. Itu tidak digunakan, dan sepertinya tidak ada yang tahu bagaimana menggunakannya. Hal ini menghasilkan hipotesis bahwa iklan dapat menggambarkan bahan chicory dengan cara apa pun yang diinginkan pelanggan.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan. Dapatlah dikatakan bahwa rancangan penelitian dapat meminimkan bias dalam data dan meningkatkan kepercayaan pada informasi penelitian yang dikumpulkan dan dianalisis. Sehingga dalam hal ini seorang peneliti harus memiliki pemahaman yang jelas tentang berbagai jenis rancangan penelitian untuk memilih jenis desain penelitian yang akan diterapkan untuk studi.

Alasannya karena rancangan penelitian dilihat dari dua perspektif, desain penelitian kuantitatif atau desain penelitian kualitatif, yang keduanya memiliki komponen yang diperluas. Keduanya dapat digunakan atau diterapkan secara berbeda atau bersama-sama.

Oleh karena itulah jika sebelumnya peneliti tidak memikirkan fungsi rancangan penelitian yang akan digunakan, masalah penelitian yang muncul keseluruhan tidak akan ditangani secara memadai dan kesimpulan yang diambil akan berisiko lemah dan tidak meyakinkan. Sebagai konsekuensinya, validitas keseluruhan penelitian akan dirusak. Dimana untuk secara meyakinkan menghasilkan hasil yang otentik dan akurat, rancangan penelitian harus mengikuti metodologi strategis, sesuai dengan jenis penelitian yang dipilih.

Sebagimana cama seperti cara seorang arsitek memilih tata letak dari banyak desainnya agar sesuai dengan lansekap tertentu, cara yang sama desain penelitian dipilih dari banyak desain agar sesuai dengan jenis penelitian yang dilakukan.

Hingga akhirnya, desain penelitian mendefinisikan jenis penelitian deskriptif, korelasi, semi-eksperimental, eksperimental, ulasan, meta-analitik dan sub-tipe. Misalnya, studi kasus deskriptif longitudinal, masalah penelitian, hipotesis, variabel independen dan dependen, desain eksperimental, dan, jika berlaku, metode pengumpulan data dan rencana analisis statistik. Desain penelitian adalah kerangka kerja yang telah dibuat untuk menemukan jawaban atas pertanyaan penelitian.

Itulah tadi artikel yang telah kami berikan kepada segenap segenap pembaca terkait dengan materi pengertian rancangan penelitian menurut para ahli, ciri, jenis, format, dan contohnya. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan kepada segenap pembaca sekalian.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

2 thoughts on “Pengertian Rancangan Penelitian, Jenis, Format, dan Contohnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *