Jenis Data Penelitian dan Contohnya

Diposting pada

Macam Data Penelitian

Data adalah sekumpulan nilai subjek yang berkaitan dengan variabel untuk penelitian kualitatif atau penelitian kuantitatif. Data juga dapat diartikan sebagai fakta mentah dan tidak terorganisir yang perlu diproses. Sehingga dalam hal ini data bisa menjadi sesuatu yang sederhana dan tampak acak dan tidak berguna sampai data itu diatur untuk menghasilkan infommasi tertentu.

Dalam penelitian, data dengan beragam jenisnya menjadi hal yang utama untuk bisa menghasilkan pengetahuan baru berdasarkan hasil analisis terhadap data tersebut. Salah satu definisi dari data penelitian adalah “materi faktual yang tercatat yang diterima secara umum dalam komunitas ilmiah yang diperlukan untuk memvalidasi temuan penelitian“. Data penelitian mencakup berbagai jenis informasi, baik yang tercetak maupun berbentuk data digital yang dapat disusun dan disimpan dalam berbagai format file.

Data Penelitian

Data penelitian pada dasarnya bisa tersedia dalam berbagai format dan dikumpulkan menggunakan berbagai metodologi penelitian. Banyak orang menganggap penelitian berbasis data sebagai sesuatu yang terutama terjadi dalam sains. Hal ini sering dianggap melibatkan spreadsheet yang berisi angka. Kedua keyakinan ini tidak benar.

Data penelitian dikumpulkan dan digunakan dalam studi atau penelitian di semua disiplin ilmu dan, meskipun dapat terdiri dari angka-angka dalam spreadsheet, data tersebut juga menggunakan berbagai format, termasuk video, gambar, artefak, dan buku harian.

Baik seorang psikolog mengumpulkan data survei untuk lebih memahami perilaku manusia, seorang seniman menggunakan data untuk menghasilkan gambar dan suara, atau seorang antropolog menggunakan file audio untuk mendokumentasikan pengamatan tentang budaya yang berbeda, penelitian ilmiah di semua bidang akademik semakin didorong oleh keberadaan data.

Jenis Data Penelitian

Adapun untuk macam-macam data penelitian, diantaranya yaitu:

  1. Primer

Data primer merupakan data asli dan unik yang dikumpulkan langsung oleh peneliti dari suatu contoh sumber data sesuai dengan kebutuhannya. Hal ini mengindikasikan bahwa data yang dikumpulkan oleh peneliti ​​sendiri untuk tujuan tertentu.

Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengetahui langsung sikap masyarakat misalnya terhadap pelayanan kesehatan, mengetahui kebutuhan kesehatan masyarakat, mengevaluasi program sosial, menentukan kepuasan kerja pegawai suatu organisasi, dan memastikan kualitas pelayanan yang diberikan oleh suatu organisasi pekerja.

  1. Sekunder

Data sekunder mengacu pada data yang telah dikumpulkan untuk tujuan tertentu dan di dokumentasikan oleh orang lain. Atau dengan kata lain, data sekunder adalah data yang dikumpulkan oleh orang lain, misalnya peneliti atau lembaga lain untuk tujuan lain pula (tetapi digunakan oleh peneliti ​​karena mendukung dan relevan dengan penelitian yang dilakukan).

Pengumpulan informasi dengan menggunakan data sensus untuk memperoleh informasi tentang struktur umur-jenis kelamin suatu populasi, penggunaan catatan rumah sakit untuk mengetahui pola morbiditas dan mortalitas suatu komunitas, pengumpulan data dari sumber seperti artikel, jurnal internasional, majalah, buku dan terbitan berkala untuk memperoleh informasi sejarah dan jenis lainnya, merupakan contoh data sekunder.

  1. Lintas Bagian (Cross-Sectional)

Data cross-sectional merupakan salah satu bentuk data yang pengumpulannya dilakukan dengan cara melakukan pengamaan/mengobservasi banyak subjek (seperti individu, perusahaan, negara, atau wilayah) pada satu titik waktu yang sama. Atau bisa juga dilakukan tanpa memperhatikan perbedaan waktu. Ini adalah data untuk satu titik waktu atau satu titik spasi.

Jenis data ini memiliki keterbatasan yaitu tidak dapat menggambarkan perubahan dari waktu ke waktu atau hubungan sebab dan akibat di mana satu variabel mempengaruhi variabel penelitian lainnya.

  1. Kategorikal (Atribut)

Variabel kategori mewakili jenis data yang dapat dibagi menjadi beberapa kelompok. Contoh variabel kategori adalah ras, jenis kelamin, kelompok umur, dan tingkat pendidikan. Data yang tidak dapat diukur secara numerik disebut sebagai data kategorikal. Data kategoris bersifat kualitatif.

Data kategorikal juga dikenal sebagai atribut. Kumpulan data yang terdiri dari observasi atas satu karakteristik adalah kumpulan data univariat. Kumpulan data univariat dikategorikan jika pengamatan individu merupakan tanggapan kategorikal. Contoh data kategorikal misalnya Kecerdasan, Kecantikan, Literasi, Pengangguran.

  1. Deret Waktu (Time Series)

Data deret waktu terjadi di mana pun pengukuran yang sama dicatat secara teratur. Kuantitas yang mewakili atau melacak nilai yang diambil oleh variabel selama periode seperti bulan, kuartal, atau tahun.

Nilai fenomena yang berbeda seperti suhu, berat, populasi, dan lain-lain dapat direkam dalam periode waktu yang berbeda. Nilai variabel tetap meningkat atau menurun atau konstan. Data menurut periode waktu disebut data time-series, misalnya jumlah populasi dalam periode waktu yang berbeda.

  1. Spasial

Juga dikenal sebagai data geospasial atau informasi geografis, ini adalah data atau informasi yang mengidentifikasi lokasi geografis fitur dan batas di Bumi, seperti fitur alami atau buatan, lautan, dan lainnya.

Data spasial biasanya disimpan sebagai koordinat dan topologi serta merupakan data yang dapat dipetakan. Data spasial digunakan dalam sistem informasi geografis (GIS) dan layanan geolokasi atau pemosisian lainnya.

Data spasial terdiri dari titik, garis, poligon, dan data geografis dan geometris primitif lainnya, yang dapat dipetakan berdasarkan lokasi, disimpan dengan objek sebagai metadata, atau digunakan oleh sistem komunikasi untuk menemukan perangkat pengguna akhir.

Data spasial dapat diklasifikasikan sebagai data skalar atau vektor. Masing-masing memberikan informasi berbeda yang berkaitan dengan lokasi geografis atau spasial.

Jenis Data Penelitian Berdasarkan Teknik Pengumpulan

Selain jenis-jenis data seperti yang telah disebutkan di atas, dapat penelitian juga dapat dibedakan berdasarkan metode pengumpulannya. Yang terdiri atas observasi, eksperimental, simulasi, dan turunan.

Berikut penjelasannya:

  1. Data Observasi (Pengamatan)

Jenis data yang satu ini diperoleh melalui observasi terhadap suatu perilaku atau aktivitas. Data ini dikumpulkan menggunakan metode seperti observasi manusia, survei terbuka, atau penggunaan instrumen penelitian atau sensor untuk memantau dan mencatat informasi.

Seperti penggunaan sensor untuk mengamati tingkat kebisingan di bandara Sokearno-Hatta. Karena data jenis observasi diambil secara real time, akan sangat sulit atau tidak mungkin untuk dibuat ulang jika hilang.

  1. Data eksperimental 

Data eksperimental dikumpulkan melalui intervensi aktif oleh peneliti untuk menghasilkan dan mengukur perubahan atau untuk menciptakan perbedaan saat variabel diubah.

Data eksperimental biasanya memungkinkan peneliti untuk menentukan hubungan sebab akibat dan biasanya dapat diproyeksikan ke populasi yang lebih besar. Jenis data ini seringkali dapat direproduksi, tetapi seringkali mahal untuk melakukannya.

  1. Data Simulasi

Data simulasi dihasilkan dengan meniru operasi proses atau sistem dunia nyata dari waktu ke waktu menggunakan model pengujian komputer. Misalnya untuk memprediksi kondisi cuaca, model ekonomi, reaksi kimia, atau aktivitas seismik.

Metode ini digunakan untuk mencoba menentukan apa yang akan, atau bisa, terjadi dalam kondisi tertentu. Model pengujian yang digunakan sering kali, atau bahkan lebih, penting daripada data yang dihasilkan dari simulasi.

  1. Data Turunan/Kompilasi

Data yang diperoleh melibatkan penggunaan titik data yang ada, seringkali dari sumber data yang berbeda, untuk membuat data baru melalui beberapa jenis transformasi, seperti rumus aritmatika atau agregasi.

Misalnya menggabungkan data area dan populasi dari area metro Twin Cities untuk membuat data kepadatan populasi. Meskipun jenis data ini biasanya dapat diganti jika hilang, mungkin akan sangat memakan waktu (dan mungkin mahal) untuk melakukannya.

Contoh Data Penelitian

Beberapa contoh data penelitian, diantaranya yaitu:

  1. Dokumen (teks, Word). Seperti spreadsheet
  2. Buku catatan laboratorium, buku catatan lapangan, buku harian
  3. Kuesioner, transkrip, buku kode
  4. Rekaman audio, kaset video
  5. Foto, film
  6. Protein atau urutan genetik
  7. Spectra (spektrum)
  8. Uji tanggapan
  9. Slide, artefak, spesimen, sampel
  10. Koleksi benda digital yang diperoleh dan dihasilkan selama proses penelitian
  11. Isi database (video, audio, teks, gambar)
  12. Model, algoritma, skrip
  13. Isi aplikasi (input, output, file log untuk perangkat lunak analisis, perangkat lunak simulasi, skema)
  14. Metodologi dan alur kerja
  15. Prosedur dan protokol operasi standar

Selain catatan lain yang harus dikelola (di bawah), beberapa jenis data mungkin tidak dapat dibagikan karena sifat catatan itu sendiri, atau karena masalah etika dan privasi. Sebagaimana didefinisikan oleh OMB (Office Of Management And Budget Circulars And Guidance), ini mengacu pada:

  1. Analisis awal,
  2. Draf karya ilmiah,
  3. Rencana untuk penelitian masa depan,
  4. Ulasan sejawat, atau
  5. Komunikasi dengan rekan kerja

Penting juga untuk kita ketahui bahwa data penelitian juga tidak termasuk:

  1. Rahasia dagang, informasi komersial, materi yang perlu dirahasiakan oleh peneliti sampai dipublikasikan, atau informasi serupa yang dilindungi undang-undang; dan
  2. Informasi personalia dan medis serta informasi serupa yang pengungkapannya akan merupakan pelanggaran privasi pribadi yang tidak beralasan, seperti informasi yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi orang tertentu dalam studi penelitian.
  3. Beberapa jenis data, terutama perangkat lunak, mungkin memerlukan lisensi khusus untuk dibagikan. Dalam kasus tersebut, hubungi Office of Technology Transfer untuk meninjau pertimbangan untuk perangkat lunak yang dihasilkan dalam penelitian kita.

Manfaat Data Penelitian

Pengelolaan validasi data penelitian yang baik membawa banyak manfaat, tidak hanya bagi proyek tetapi juga bagi peneliti masa depan dan masyarakat luas. Beberapa kegunaan tersebut diantaranya yaitu:

  1. Meningkatkan transparansi
  2. Membuat data dapat diakses dengan lenih mudah
  3. Menghemat waktu kita saat menulis
  4. Mengurangi risiko kehilangan data
  5. Memfasilitasi penggunaan kembali dan berbagi di masa mendatang
  6. Meningkatkan kutipan
Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan dapatlah dikatakan bahwa data penelitian adalah semua fakta dan angka yang bisa dijadikan bahan untuk menyusun suatu informasi. Sehingga dalam hal ini data penelitian menjadi materi faktual yang direkam yang umumnya disimpan dan diterima dalam komunitas ilmiah sebagaimana diperlukan untuk memvalidasi temuan penelitian. Meskipun sebagian besar data tersebut dibuat dalam format digital, semua data penelitian disertakan terlepas dari format yang digunakan.

Oleh karena itulah data penelitian adalah setiap informasi yang telah dikumpulkan, diamati, dihasilkan, atau dibuat untuk memvalidasi temuan penelitian asli. Meski biasanya digital, data penelitian juga mencakup format non-digital seperti buku catatan laboratorium dan buku harian.

Itulah tadi artikel lengkap yang bisa kami kemukakan pada segenap pembaca berkenaan dengan macam-macam data penelitian, contoh, dan manfaatnya. Semoga saja memberikan edukasi serta literasi untuk semua pembaca yang sedang membutuhkannya.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *