Pengertian Penelitian Sosial, Macam, Ciri, dan Cara Menulisnya

Diposting pada

Penelitian Sosial Adalah

Penelitian atau dalam Bahasa Inggris yaitu Research, merupakan gabungan dari dua kata “re” yang berarti “lagi” dan “search” yang berarti “menemukan atau menggali”. Jadi kata reserach berarti proses menemukan atau menggali lagi dan lagi. Secara harfiah, research atau penelitian berarti penyelidikan yang dilakukan untuk menemukan fakta baru atau informasi tambahan. Terdapat beragam bentuk penelitian. Salah satunya yaitu penelitian sosial, yaitu penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan sosial mengikuti rencana sistematis.

Ilmuwan sosial menggunakan berbagai metode untuk menganalisis luasnya fenomena sosial: dari data survei sensus yang berasal dari jutaan orang, hingga analisis mendalam tentang pengalaman sosial agen tunggal; dari memantau apa yang terjadi di jalanan kontemporer, hingga penyelidikan dokumen-dokumen sejarah kuno. Untuk memperjelas pemahaman kita tentang penelitian sosial, artikel ini akan mengulas tentang pengertian penelitian sosial, macam, ciri, dan cara menulisnya.

Penelitian Sosial

Penelitian Sosial adalah metode yang digunakan oleh para ilmuwan dan peneliti sosial untuk belajar tentang orang-orang dan masyarakat sehingga mereka dapat merancang produk atau layanan yang memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat.

Kelompok sosial-ekonomi pada daerah yang berbeda akan memiliki pola berpikir yang berbeda pula. Berbagai aspek perilaku manusia tersebut perlu diatasi untuk memahami pemikiran dan umpan balik mereka tentang dunia sosial. Hal tersebut dapat dilakukan menggunakan Penelitian Sosial, dengan mengikuti rencana tindakan sistematis yang mencakup metode observasi kualitatif dan kuantitatif.

Metode kualitatif mengandalkan komunikasi langsung dengan subjek penelitian, observasi, analisis teks. Hasil dari metode ini lebih difokuskan pada akurasi daripada generalisasi untuk seluruh populasi. Sedangkan Metode kuantitatif menggunakan teknik analisis statistik untuk mengevaluasi data yang dikumpulkan melalui survei, jajak pendapat, atau kuesioner.

Pengertian Penelitian Sosial

Penelitian sosial merupakan istilah luas yang merujuk pada berbagai jenis penyelidikan ilmiah yang dilakukan di bidang ilmu sosial dan ilmu perilaku/behavioral (perbedaan antara ilmu sosial dan ilmu perilaku/behavioral itu sendiri tidak terlalu jelas).

Penelitian sosial memiliki referensi ke penyelidikan yang berfokus pada proses fenomena sosial dan organisasi yang bertujuan untuk menemukan fakta-fakta baru tentang realitas sosial atau memverifikasi yang lama, untuk menganalisis urutan, hubungan timbal balik, hubungan sebab akibat dan undang-undang yang mengaturnya dengan cara logis dan sistematis.

Jelaslah bahwa penelitian sosial tidak bertujuan menemukan kebenaran tertinggi. Alih-alih, ini bertujuan untuk memahami dan memperjelas perilaku manusia, dunia sosial tempat mereka tinggal, hubungan yang dipertahankan, pengaruh yang diberikan kepadanya dan dampak yang ditimbulkannya terhadap dirinya dan selanjutnya, pada lembaga sosial tempat manusia berada.

Pengertian Penelitian Sosial Menurut Para Ahli

Adapun definisi penelitian sosial menurut para ahli, antara lain adalah sebagai berikut;

C.A. Moser

Penelitian sosial adalah penyelidikan sistematis untuk mendapatkan pengetahuan baru tentang fenomena dan masalah sosial.

Pauline V. Young

Penelitian sosial adalah metode sistematis untuk mengeksplorasi, menganalisis dan mengkonseptualisasikan kehidupan sosial untuk memperluas, memperbaiki atau memverifikasi pengetahuan, apakah pengetahuan itu membantu dalam pembangunan teori atau dalam praktik atau tindakan.

Penelitian sosial dapat didefinisikan sebagai usaha yang melalui teknik logis dan sistematis bertujuan untuk beragam hal, antara lain;

  1. Menemukan fakta baru atau memverifikasi dan menguji fakta lama
  2. Menganalisis urutan, keterkaitan, dan penjelasan sebab akibat
  3. Mengembangkan alat ilmiah baru, konsep dan teori-teori yang akan memfasilitasi studi perilaku manusia yang andal dan valid.

Macam Penelitian Sosial

Di bawah ini adalah 4 jenis desain penelitian yang digunakan ilmuwan sosial untuk mengumpulkan data di lapangan secara sistematis untuk menghasilkan hasil yang andal dan valid. Keempat jenis desain penelitian tersebut antara lain:

Desain Penelitian Eksperimental

Desain penelitian eksperimen merupakan penelitian yang dilakukan untuk menemukan hubungan sebab akibat antarvariabel yang dilakukan dengan cara memberikan kontrol secara langsung terhadap faktor penyebab. Eksperimen digunakan untuk menguji hipotesis baru atau teori yang ada dengan tujuan untuk mengkonfirmasi atau membantahnya.

Eksperimen dimulai dengan pernyataan masalah, perumusan hipotesis, kemudian eksperimen dilakukan untuk mengetahui apakah hipotesis itu benar atau tidak. Hasilnya dianalisis menggunakan statistik yang membentuk dasar dalam menghasilkan kesimpulan. Ketika banyak percobaan telah dilakukan dan mendapatkan hasil yang sama, sebuah teori dapat dibentuk yang kemudian disampaikan melalui publikasi temuan.

Desain Penelitian Studi Kasus

Desain penelitian studi kasus berfokus pada satu kasus daripada berurusan dengan sampel dari populasi besar. Dalam ilmu sosial studi kasus melibatkan pemeriksaan yang mendalam, dan rinci dari subjek studi (kasus), serta kondisi kontekstual yang terkait.

Studi semacam itu biasanya bersifat kualitatif, menghasilkan deskripsi naratif tentang perilaku atau pengalaman. Penelitian studi kasus tidak digunakan untuk menentukan sebab dan akibat, juga tidak digunakan untuk menemukan kebenaran yang dapat digeneralisasikan atau membuat prediksi.

Desain Penelitian Longitudinal

Desain penelitian longitudinal melibatkan pengumpulan data selama periode waktu tertentu. Desain ini dibagi lagi menjadi tiga jenis yaitu studi tren atau kecenderungan, studi kohort, dan studi panel.

Trend study (Studi Tren atau Kecenderungan)

Studi tren adalah jenis desain penelitian longitudinal yang melihat dinamika karakteristik tertentu dari populasi dari waktu ke waktu. Misalnya, seorang peneliti mungkin ingin mempelajari preferensi orang untuk proyek, baik pemerintah atau non-pemerintah, di komunitas mereka. Responden penelitian bervariasi pada periode studi.

Cohort study (Studi kohor)

Studi kohor adalah jenis desain penelitian longitudinal di mana sebuah kohor dilacak selama periode waktu yang lama. Kohor adalah sekelompok individu yang telah berbagi waktu bersama selama rentang waktu tertentu, misalnya, sekelompok masyarakat adat yang tinggal di hutan selama beberapa dekade.

Dalam ilmu sosial, kohor dapat didefinisikan sebagai sekelompok orang yang mempunyai karakteritik atau pengalaman yang sama dalam periode tertentu (seperti waktu lahir, lulus sekolah, menikah, dan sebagainya).

Panel study (Studi panel)

Studi panel adalah jenis desain penelitian longitudinal yang melibatkan pengumpulan data dari panel, atau kumpulan orang yang sama pada beberapa titik waktu dengan mengukur variabel dependen spesifik yang diidentifikasi oleh peneliti untuk mencapai tujuan studi.

Dari data yang dikumpulkan, dimungkinkan untuk memprediksi hubungan sebab-akibat setelah waktu tertentu. Studi panel biasanya dilakukan ketika sulit untuk menganalisis studi kasus yang hanya merupakan kesepakatan sekali pakai. Sikap dan perilaku orang yang berubah dapat dideteksi.

Desain Penelitian Cross-sectional

Desain penelitian cross-sectional adalah desain penelitian umum yang digunakan oleh para ilmuwan sosial. Studi cross-sectional bersifat observasional dan dikenal sebagai penelitian deskriptif, bukan kausal atau relasional, artinya kita tidak dapat menggunakannya untuk menentukan penyebab sesuatu, seperti penyakit. Peneliti mencatat informasi yang ada dalam suatu populasi, tetapi mereka tidak memanipulasi variabel.

Jenis penelitian ini dapat digunakan untuk menggambarkan karakteristik yang ada dalam suatu komunitas, tetapi tidak untuk menentukan hubungan sebab-akibat antara variabel yang berbeda. Metode ini sering digunakan untuk membuat kesimpulan tentang kemungkinan hubungan atau untuk mengumpulkan data awal untuk mendukung penelitian dan eksperimen lebih lanjut.

Ciri Penelitian Sosial

Penelitian sosial memiliki ciri-ciri atau karakteristik yang membedakannya dengan penelitian dalam ilmu-ilmu eksakta. Karakteristik tersebut, antara lain:

  1. Diarahkan untuk mencari solusi masalah sosial. Tujuan utamanya adalah untuk menemukan hubungan sebab-akibat antara masalah sosial.
  2. Menekankan pengembangan generalisasi, prinsip atau teori yang akan membantu dalam memprediksi kejadian di masa depan. Hal ini didasarkan pada pengalaman yang dapat diamati atau bukti empiris.
  3. Menuntut pengamatan dan deskripsi yang akurat. Peneliti dapat memilih dari variasi atau deskripsi non-kualitatif dari pengamatan observasi.
  4. Melibatkan pengumpulan data baru dari sumber primer atau menggunakan data yang tersedia untuk tujuan baru.
  5. Membutuhkan keahlian. Peneliti tahu apa yang sudah diketahui tentang masalah dan bagaimana orang lain telah melakukan penyelidikikan sebelumnya.
  6. Berupaya untuk objektif dan logis dalam menerapkan setiap instrumen penelitian uji yang mungkin untuk memvalidasi prosedur yang digunakan, data yang dikumpulkan dan kesimpulan tercapai.
  7. Dicatat dan dilaporkan dengan cermat. Setiap istilah penting didefinisikan, faktor pembatas diakui, prosedur dijelaskan secara rinci, rujukan didokumentasikan dengan cermat, hasilnya dicatat secara obyektif dan kesimpulan disajikan dengan kehati-hatian dan pengendalian diri secara ilmiah.
  8. Bersifat interdisipliner

 Cara Menuliskan Penelitian Sosial

Berikut ini proses atau langkah-langkah penting dalam melakukan penelitian, yaitu:

Perumusan Masalah Penelitian

Secara nyata penelitian dimulai dengan masalah yang membutuhkan solusi. Pertama-tama, peneliti menunjukkan minat umum yang sesuai bidangnya untuk menemukan beberapa masalah praktis, seperti mencari solusi praktis untuk masalah, evaluasi suatu program berdasarkan fakta baru, pengumpulan fakta yang relevan untuk perencanaan sosial atau bahkan untuk pembuatan kebijakan.

Tinjauan Literatur Terkait

Karena penelitian yang efektif didasarkan pada pengetahuan masa lalu, seorang simpatisan harus selalu mengambil keuntungan dari pengetahuan yang telah disimpan atau diakumulasikan sebelumnya.

Ini tidak hanya membantu peneliti dalam menghindari duplikasi dan merumuskan hipotesis yang bermanfaat, tetapi juga memberinya bukti bahwa peneliti telah akrab dengan apa yang sudah diketahui dan apa yang masih belum diketahui dan belum diuji di lapangan. Tinjauan literatur terkait menyiratkan analisis ringkasan tulisan otoritas yang diakui dan penelitian sebelumnya di bidang tertentu.

Perumusan Hipotesis

Langkah selanjutnya dalam proses penelitian adalah perumusan penjelasan tentatif dari masalah dalam bentuk proposisi. Penjelasan atau asumsi tentatif atau proposisi ini merujuk pada pernyataan dugaan tentang hubungan antara dua variabel atau lebih.

Untuk merumuskan hipotesis, peneliti mengumpulkan informasi dari beberapa sumber, seperti teori yang ada, laporan penelitian sebelumnya tentang masalah analog, informasi dari orang yang berpengetahuan, keyakinan dan wawasan peneliti sendiri.

Merancang Desain Penelitian

Desain penelitian adalah cetak biru umum untuk pengumpulan, pengukuran, dan analisis data yang menggabungkan apa yang harus dilakukan peneliti dari merumuskan generalisasi sementara dan definisi operasionalnya hingga analisis akhir data.

Menentukan Populasi

Dalam istilah statistik, ‘populasi’ mengacu pada agregat individu atau unit dari mana ‘sampel’ diambil dan untuk mana hasil dan analisis harus diterapkan. Peneliti dapat membedakan antara populasi target dan populasi survei sehingga dapat dengan jelas mendefinisikan semesta studi. Populasi target adalah populasi yang memerlukan hasil penelitian.

Menentukan Desain Sampling

Dalam praktiknya, peneliti tidak akan mampu untuk menyelidiki semua benda di ‘alam semesta’ karena keterbatasan keadaan, misalnya dalm hal waktu, uang, dan energi.

Oleh karena itu, peneliti memulai setelah memutuskan cara memilih sampel yang representatif yang dikenal sebagai desain sampel. Ini adalah rencana yang pasti yang dilakukan sebelum pengumpulan data aktual untuk mendapatkan sampel dari alam semesta. Sampel harus representatif dan memadai.

Mengelola Alat Pengumpulan Data

Diperlukan data yang memadai dan sesuai untuk setiap penelitian standar. Data dapat sangat berbeda mengingat aspek keuangan, waktu dan sumber daya lain yang tersedia untuk peneliti.

Peneliti, sambil mengumpulkan data mempertimbangkan sifat penyelidikan, tujuan dan ruang lingkup penyelidikan, sumber daya keuangan, waktu yang tersedia dan tingkat akurasi yang diinginkan. Terlepas dari kemampuan dan pengalamannya sendiri juga sangat penting dalam pengumpulan data yang diperlukan.

Analisis Data

Setelah menyelesaikan pengumpulan data, peneliti memulai analisis data ini. Ini melibatkan sejumlah operasi seperti pembentukan kategori, penerapan kategori ini ke data mentah melalui pengkodean, tabulasi. Setelah itu ditarik kesimpulan statistik.

Pengujian Hipotesis

Studi sosiologis tidak selalu menghasilkan data yang mengkonfirmasi hipotesis asli. Dalam banyak contoh, sebuah hipotesis ditolak dan para peneliti harus merumuskan kembali kesimpulan mereka. Dalam ilmu perilaku tidak mungkin untuk menguji beberapa hipotesis secara langsung. Ilmuwan sosial hanya dapat menguji hipotesis penelitian dengan menetapkan semacam sampel perilaku untuk mengamatinya secara langsung.

Generalisasi dan Interpretasi

Setelah hipotesis diuji dan dinyatakan valid, menjadi mungkin bagi peneliti untuk mencapai tahap generalisasi, yang dapat ditafsirkan sebagai nilai nyata dari penelitian. Tetapi dalam studi merumuskan hipotesis di mana peneliti tidak memiliki hipotesis untuk memulai, ia dapat berusaha untuk menafsirkan temuannya.

Dengan kata lain, berusaha untuk menjelaskan temuan-temuan penelitiannya berdasarkan beberapa kerangka teori, yang mungkin dapat menimbulkan beberapa pertanyaan baru untuk penelitian lebih lanjut.

Melaporkan Penelitian

Laporan penelitian adalah produk akhir dari aktivitas penelitian yang memberikan penjelasan tentang perjalanan panjang di jalur menemukan pengetahuan baru atau pengetahuan yang dimodifikasi.

Nah, demikianlah artikel yang dapat dituliskan kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian penelitian sosial menurut para ahli, macam, ciri, contoh, dan cara menulisnya. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan mendalam. Trimakasih,

Referensi Tulisan
  1. Nature of Social Research: Meaning, Objectives, Characteristics dari https://aleemakhtaramu.weebly.com/uploads/9/3/5/5/93558310/social_research.pdf
  2. Types of Social Research Design dari https://college.knoji.com/4-types-of-social-research-design/
  3. Social Research – Definition, Types and Methods dari https://www.questionpro.com/blog/social-research/
  4. Social research dari https://en.wikipedia.org/wiki/Social_research
  5. Social Research: Meaning, Nature and Its Utility dari http://www.yourarticlelibrary.com/social-research/social-research-meaning-nature-and-its-utility/92733
  6. Steps Involved in the Process of Social Research: 11 Steps dari http://www.yourarticlelibrary.com/social-research/steps/steps-involved-in-the-process-of-social-research-11-steps/64499
  7. What Is Social Research Definition Objectives And Scope dari http://studysociology.com/social-research-methodology/social-research-definition-objectives-scope/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *