5 Contoh Tinjauan Pustaka Makalah, Proposal, Skripsi, Karya Ilmiah, Jurnal, dan Cara Menulisnya

Diposting pada

Tinjauan Pustaka Penelitian

Tinjauan pustaka dalam jenis karya ilmiah kerapkali dimaknai sebagai penegasan atas adanya batasan-batasan dalam proposal penelitian maupun laporan penelitian. Oleh karena itulah, intisari pada bagian ini termuat secara utuh dalam keyword yang ada di bagian abstrak.

Disisi lainnya, setiap contoh penyusunan karya ilmiah, seperti skripsi, tesis, makalah, tugas akhir (TA), laporan penelitian, proposal penelitian, jurnal, dan lain sebaginya sentiasa berkewajiban untuk membuat studi kepustakaan. Oleh karena itulah sebagai penjelasan lebih lanjut tulisan ini akan memaparakan beragam contoh penulisan yang bisa dijadikan pedoman dalam membuat tinjauan pustaka.

Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka adalah bagian bab penelitian yang mampu memperjelas serta mengemukakan sejumlah landasan teori serta pendapat ahli terhadap fokus penelitian yang ingin dilakukan. Biasanya bagian tinjauan pustaka yang juga dikenal dengan studi literatur, studi pustaka, ulasan kepustakaan, dan studi kepustakaan ini berada di BAB II dalam penulisan karya ilmiah.

Untuk penggunaan dalam tinjauan pustaka ini beranekaragam bentuknya. Bahkan seperti jurnal pun haruslah membuat tinjauan pustaka, agar apa yang disampaikan memberikan manfaat yang cukup besar dalam kehidupan manusia.

Contoh Tinjauan Pustaka

Adapun untuk contoh kalimat penulisan dalam tinjauan pustaka yang baik dan benar. Misalnya saja;

  1. Makalah

Penulisan makalah dalam bagian tinjauan pustaka senantisa mudah ditemukan. Contoh sistematika penulisannya misalnya saja;

Tinjauan Pustaka Makalah

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Jenitri (Elaeocarpus ganitrus)

Jenitri (elaeocarpus ganitrus) merupakan salah satu tanaman kehutanan yang habitat aslinya berasal dari negara subtropis dengan penyebaran yang cukup luas terutama di beberapa negara di Asia. Daerah penyebaran Jenitri (elaeocarpus ganitrus) di Indonesia meliputi daerah Jawa Tengah, Kalimantan, Bali, dimana tempat tumbuh dari Jenitri (elaeocarpus ganitrus) biasanya berada pada ketinggian 500 sampai 1000 m di atas permukaan laut bahkan
bisa juga tumbuh pada ketinggian 1200 m di atas permukaan laut (Sutarman, 2010).

Jenitri (Elaeocarpus ganitrus) memiliki buah berwarna biru, berbentuk bulat sedangkan bijinya memiliki kekhasan tersendiri yaitu ornamen berbentuk garis yang tidak beraturan. Tumbuhan Jenitri (Elaeocarpus ganitrus) dapat sering kita jumpai di daerah Banyumas, Jawa Tengah.

Jamu

Jamu adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan serian (generik), atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat (Permenkes No. 003/Menkes/Per/I/2010)

Pemanfaatan Jenitri (Elaeocarpus ganitrus)

Menurunkan tingkat pencemaran atau penghisap polusi (Dwiarum Setyoningtyas, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, ITB), Tanaman penghijauan hutan kota, Sumber makanan bagi binatang (Contohnya, kelelawar), Komponen sesajen di India, Manik-manik dan perhiasan.

  1. Proposal Penelitian

Kepenulisan bagian studi literatur dalam BAB 2 untuk tinjauan pustaka misalnya saja adanya keminatan seseorang untuk meneliti tentang adanya ketahanan pangan di Indonesia. Maka sistematika kepenulisannya;

Tinjauan Pustaka Proposal Penelitian

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Ketahanan Pangan dan Pentingnya Diversifikasi Pangan

Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan menyatakan bahwa ketahanan pangan merupakan
kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan
yang cukup, baik dari segi jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata dan terjangkau serta
tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat untuk hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan (Santi danAndrias 2015).

Ketahanan pangan akan berkaitan dengan kemampuan pemenuhan pangan setiap individu dalam rumah tangga sehingga rumah tangga menjadi aspek penting dalam pemenuhan pangan nasional atau pun komunitas (Purwaningsih, 2008).

Pemenuhan pangan akan selalu berkaitan dengan kesesuaian lahan produksi sektor pertanian dan kebutuhan pangan masyarakat. Artinya, semakin masifnya permasalahan degradasi lahan pertanian menjadi salah satu penyebab produksi komoditas pangan mengalami penurunan dari tahun ke tahun (Pujiati dkk., 2020). Pemerintah bahkan mengimpor beras sebanyak 356.286,3 ton pada tahun 2020 untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri (BPS, 2020).

Diversifikasi pangan menjadi solusi pengurangan konsumsi beras yang akan berdampak positif terhadap ketergantungan impor beras dari negara lain. Diversifikasi pangan menjadi hal yang sangat penting karena (1) pengurangan konsumsi beras akan memberikan dampak positif terhadap ketergantungan impor beras
dari negara lain, (2) diversifikasi pangan akan mengubah alokasi sumber daya ke arah yang lebih efisien,
fleksibel, dan stabil jika didukung pemanfaatan potensi lokal, dan (3) diversifikasi konsumsi pangan penting
dilihat dari segi nutrisi untuk mewujudkan pola pangan harapan.

Ketahanan pangan harus diupayakan sebesar mungkin secara mandiri berdasar pada sumber daya nasional
karena ketergantungan impor menyebabkan kerentanan terjadinya gejolak ekonomi, sosial, dan politik (Suyastiri, 2008)

  1. Skripsi

Penulisan skripsi meletakan sudi literatur dalam bagian kepenulisan di BAB II. Adapun spesifiknya isi yang ada dalam tinjauan pustaka untuk skripsi ini disesuaikan dengan subjek penelitian dan objek penelitiannya. Misalnya saja kajian tentang radikaslime dalam agama. Maka studi literaturanya;

Tinjauan Pustaka Skripsi

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Radikalisme Islam

Munculnya berbagai gerakan-gerakan mengenai keagamaan yang bersifat radikal merupakan fenomena cukup penting yang turut melukai perkembangan agama-agama yang terdapat didunia, terlebih lagi agama Islam, dikarenakan beberapa dekade ini terus menerus menjadi objek, sehingga diberikan lebel sebagai agama garis keras oleh bangsa-bangsa barat.

Dampak dari hal tersebut, menjadikan muncul berbagai sebutan Islam, misalnya “Islam Revivalis” atau “Islam Funamentalis” menjadi hal menegangkan karena penuh dengan hal-hal keburukan, tentu istilah tersebut akan memberikan rmakna gambaran yang buruk dan menyudutkan kelompok-kelompok Islam.

Istilah Islam radikal yang dikemukakan oleh Jamri dan Jajang Jahroni (2004:23) merupakan suatu kelompok yang mempunyai keyakinan ideologis dan fanatik yang mereka perjuangkan untuk menggantikan tatanan nilai dan sistem yang sedang berlangsung, dalam kegiatannya seringkali mengunakan aksi-aksi yang cukup keras, bahkan tidak menutup kemungkinan kasar terhadap kegiatan kelompok lain yang dinilai cukup bertentangan dengan keyakinan meraka.

Maka, sangatlah wajar jika terdapat praktek-praktek kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok Islam tertentu dengan membawa simbol-simbol agama yang telah dimanfaatkan oleh orang-orang  yang tidak bertanggungjawab dan orang-orang radikal dengan memanfaatkan media massa sebagai alat utama dalam memegang tampuk wacana peradaban sekligus penanaman ideologi.

  1. Karya Ilmiah

Penulisan tentang kajian pustaka dalam karya ilmiah tentusaja berhubungan dengan solusi yang ingin digagas oleh seorang penulis. Misalnya saja ide tentang Program Pengembangan Pertanian Lahan Rawa. Maka, kepenulisannya;

Tinjauan Pustaka Karya Ilmiah

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Lahan Rawa

Lahan rawa merupakan lahan yang selalu jenuh air sepanjang tahun atau selama waktu yang panjang dalam setahun. Lahan rawa dikelompokkan menjadi dua yaitu lahan rawa lebak dan pasang surut. Lahan rawa pasang surut dicirikan dengan letaknya yang berada di dekat pantai, dipengaruhi oleh pasang surut air laut, sebagian besar berupa tanah mineral dan sebagian lagi berupa gambut, serta mempunyai bahan besi sulfida yang lebih dikenal dengan pirit yang umumnya bereaksi masam ekstrim (pH < 4) sehingga sering disebut tanah sulfat masam.

Sementara itu, wilayah yang dekat dengan laut dipengaruhi oleh garam atau dikenal dengan payau sehingga pH tanah netral atau cenderung alkalis (pH 6,5-7,5). Lahan rawa pasang surut ini umumnya mempunyai tingkat kesuburan dan produktivitas rendah sehingga diperlukan input teknologi seperti varietas yang tahan masam dan genangan, tahan salinitas tinggi, dan diperlukan drainase serta tata air mikro untuk pengembangan pertanian (Subagyo, 2006).

Lahan rawa lebak adalah lahan rawa yang dipengaruhi oleh sungai yang sangat dominan berupa banjir besar yang secara periodik minimal tiga bulan menggenangi wilayah setinggi 50 cm. Rawa lebak umumnya terletak pada kiri kanan sungai. Lahan rawa lebak selalu digenangi air selama musim hujan dan air akan surut perlahan seiring perubahan musim hujan ke musim kemarau.

Berdasarkan tinggi genangan dan lama genangan, lahan ini dikelompokan lebih lanjut menjadi lebak dangkal (tinggi genangan < 50 cm, lama genangan < 3 bulan), lebak tengahan (50-100 cm, 3-6 bulan), dan lebak dalam (> 100 cm, > 3-6 bulan) (Subagyo 2006).

Program Pengembangan Pertanian Lahan Rawa

Program Serasi (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani) merupakan program terbaru dari Kementan untuk mengembangkan pertanian di lahan rawa. Dikutip dari Tabloidsinartani (2019), dalam penerapan program serasi diperkenalkan teknologi padi rawa pasang surut intensif, super, dan aktual (RAISA) yang mampu mendorong peningkatan hasil dan peluang peningkatan indeks pertanaman.

Komponen teknologi ini terdiri dari persiapan lahan, pengelolaan tata air mikro, pengaturan cara tanam dan populasi tanaman, varietas unggul baru dengan potensi hasil tinggi, aplikasi pupuk hayati, ameliorasi dan remediasi, pemupukan berimbang berdasarkan perangkat uji tanah rawa, pengendalian organisme pengganggu tanaman terpadu, serta alat dan mesin pertanian khususnya untuk tanam dan panen.

Selain itu, ada pula teknologi yang telah dikenalkan dan dikembangkan Balitbangtan melalui unit kerja Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian untuk optimalisasi lahan rawa yaitu traktor perahu yang cocok untuk lahan berlumpur dalam. Teknologi ini mampu mengolah tanah dengan konsep traktor roda dua tapi mengapung seperti perahu. Badan dengan bentuk perahu berfungsi menambah kontak dengan tanah agar gaya tekan ke tanah lebih kecil (Balitbangtan, 2020).

Balitbangtan juga telah mengenalkan drone atau pesawat tanpa awak yang dikendalikan dari jarak jauh dengan menggunakan komputer atau remote control, yang bisa digunakan untuk membawa muatan sebagai penebar benih padi dan pupuk granuler dengan kapasitas muat 15 kg, kecepatan tanam 2-3 km/jam dengan ketinggian 1,5-2,0 m dari permukaan tanah, lebar kerja 4 meter, kapasitas kerja 0,8-1 ha/jam (Balitbangtan, 2020).

  1. Jurnal

Pembuatan bagian studi literatur dalam jurnal biasanya dibuat sebagai penguat adanya landasan teori yang dikemukakan oleh seorang penulisnya. Prihal ini sistematika kepenulisan yang baik dan benar, misalnya saja keterterikan seseorang dalam melakukan kajian tentang tanaman ubi jalar. Maka bagian studi keputsakaannya;

Tinjauan Pustaka Jurnal

Ubi Jalar

Ubi jalar dengan nama latin Ipomoea batatas L. merupakan jenis tanaman yang memerlukan penyinaran hari pendek, sekitar 11 jam/hari. Tingginya kalori yang diasimilasikan per satuan luas dan waktu yakni mencapai 215 kg/kal/ha/hari menunjukkan bahwa ubi jalar sangat efisien dalam mengubah energi matahari ke bentuk energi kimia berupa karbohidrat. Sementara itu, tanaman lainnya hanya bisa mencapai 150 kg/kal/ha/hari sehingga para ahli menyebutkan ubi jalar sebagai tanaman yang paling efisien dalam menyimpan energi matahari dalam bentuk bahan makanan.

Selain itu, ubi jalar merupakan tanaman yang mudah untuk dibudidayakan karena bisa tumbuh pada semua jenis tanah. Umbi terbaik dapat dihasilkan pada tanah dengan kesuburan sedang dan cukup mengandung air. Di tanah yang kurus atau tidak subur, ubi jalar juga bisa tumbuh tapi hasil umbinya lebih sedikit (Lingga dalam Kurniawan, 2008). Dengan teknologi yang tepat, varietas unggul ubi jalar dapat menghasilkan lebih dari 30 ton umbi basah per hektar (Balitkabi, 2010).

Dalam budidayanya, ubi jalar membutuhkan input dan tenaga kerja yang lebih sedikit jika dibandingkan tanaman pangan lainnya. Tanaman ini dapat bertahan pada kondisi lahan marginal, seperti tanah kering atau tanah dengan kesuburan rendah. Kemampuannya untuk berproduksi dalam kondisi buruk dengan sedikit tenaga kerja membuat ubi jalar sangat cocok sebagai tanaman untuk daerah marginal (Widhi dan Dahrul dalam Hayati dkk., 2016).

Menurut Balitbangtan, keunggulan ubi jalar dibanding umbiumbian lain di antaranya mengandung karbohidrat dan energi yang tinggi serta beberapa zat yang sangat bermanfaat bagi tubuh seperti vitamin, mineral, serat dan antosianin terutama pada jenis ubi berwarna merah dan ungu yang berfungsi sebagai antioksidan. Ubi jalar juga merupakan sumber kalsium yang baik yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Karbohidrat yang terkandung dalam ubi jalar termasuk Low Glycemix Index (LGI, 54) sehingga sangat cocok untuk penderita diabetes.

Ubi jalar juga memiliki sifat fleksibilitas yang cukup tinggi. Selain dapat diolah langsung untuk dimakan, ubi jalar juga dapat di olah menjadi tepung sebagai bahan subtitusi terigu untuk bahan baku industri pengolahan makanan (Rosidah, 2014).

Cara Menulis Tinjauan Pustaka

Cara menyusun tinjauan pustaka yang baik dan benar. Antara lain;

  1. Mencatat

Pada tahap awal peneliti mencatat semua data yang terdapat dalam asal informasi sebagimana dalam topik penelitian. Misalnya saja mulai dari menelaah tentang intisari, pengarang, tahun terbit, halaman, kota tempat diterbitkan, dan nama penerbitnya.

  1. Mengikhtisar

Selanjutnya membuat tinjauan pustaka adanya keinginan peneliti yang harus memahami intisari makna isi buku atau sumber bacaaan yang bertalian dengan penelitian yang dilakukan. Mengikhtisar bertujuan untuk meringkas isi dari suatu pustaka.

  1. Mensintesis

Pada bagian ini panduan penulisannya ialah keminantan peneliti menyatukan dan membandingkan semua sumber bacaaan yang telah dikutip dalam klasifikasi topik yang relevan. Sehingga nantinya dalam memilah sekaligus memilih bagian apasaja yang berkaitan.

  1. Menganalisis secara umum

Pada tahap ini peneliti memecah informasi menjadi bagian-bagian kecil dengan tujuan agar terlihat hubungan yang jelas antara bagian-bagian tersebut.

Misalnya analisis mengenai perkembangan isu topik penelitian tersebut dari waktu ke waktu, temuan penting yang diperoleh dari penelitian sebelumnya, teknik pengumpulan data dan analisis data, temuan penting dari penelitian tersebut, dan apa yang membedakan penelitian sebelumnya dengan penelitan saat ini yang akan diteliti dari segi teori, konsep, metodologi atau empiris.

  1. Menganalisis secara tajam

Terakhir peneliti melakukan evaluasi secara kritis terhadap hasil karya penelitian sebelumnya dan juga hasil karya peneliti sendiri. Jangan lupa untuk menggunakan argumentasi yang kuat serta dukungan bukti-bukti data yang kuat saat mengkritik secara konstruktif.

Nah, demikinalah artikel yang bisa dibagikan pada semua kalangan berkenaan dengan contoh tinjauan pustaka dalam makalah, proposal penelitian, skripsi, karya tulis ilmiah, jurnal beserta dengan panduan kepenulisannya. Semoga saja bisa memberikan wawasan bagi kalian.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.