Pengertian Kerangka Berpikir, Jenis, Ciri, dan Cara Menuliskannya

Diposting pada

Kerangka Berpikir Adalah

Dalam melakukan penelitian, kita perlu membuat kerangka berpikir sebagai suatu tolok ukur yang paling mudah bagi kita apakah kita telah mempunyai pemahaman yang paling mendasar tentang teori yang akan kita jadikan sebagai pijakan dalam penelitian atau apakah kita mengetahui pemahaman apa yang mendasari pemahaman-pemahaman selanjutnya. Kerangka berpikir berguna untuk menghindari kesalahan-kesalahan dalam berargumen. Beberapa kesalahan yang dapat terjadi misalnya tidak konsisten, parsial, kadaluarsa, generalisasi, dan standar ganda.

Meskipun kerangka berpikir lebih banyak diterapkan dalam penelitian kuantitatif, tapi pada penelitian kualitatif juga menerapkan kerangka berpikir yang terletak pada kasus yang diamati secara langsung oleh penulis. Dengan kerangka berpikir  yang tepat, maka dapat digunakan untuk menurunkan hipotesis. Untuk memperjelas pemahaman kita tentang kerangka berpikir, artikel ini akan mengulas tentang pengertian kerangka berpikir, jenis, ciri, dan cara menuliskannya.

Kerangka Berpikir

Secara sederhana kerangka berpikir merupakan sintesis tentang hubungan antarvariabel yang disusun dari berbagai teori yg telah dideskripsikan. Kerangka berpikir dapat diartikan sebagai penggambaran alur berpikir peneliti yang memberikan penjelasan tentang objek (variabel/fokus) permasalahan, mengapa peneliti mempunyai anggapan sebagaimana diutarakan dalam hipotesis penelitian.

Kerangka berpikir yang baik dapat menjelaskan secara teoritis hubungan antar variabel yang akan diteliti, sehingga dapat dikatakan bahwa secara teoritis perlu dijelaskan hubungan antara variable bebas dan variabel terikat, jika dalam penelitian ada variabel moderator dan intervening, maka ini juga perlu dijelaskan, mengapa variabel tersebut diikutsertakan.

Hubungan antar variabel penelitian tersebut tersebut selanjutnya dirumuskan kedalam bentuk paradigma penelitian yang didasarkan pada kerangka berpikir.

Kerangka berpikir memiliki beberapa manfaat, diantaranya yaitu:

  1. Kerangka menentukan apa dan siapa yang akan atau tidak akan dikaji
  2. Kerangka menegaskan adanya hubungan yang ditunjukkan dengan tanda panah
  3. Sebagai dasar rumusan hipotesis
  4. Penjelasan tentang hal-hal yang berhubungan dengan  variabel pokok, sub variabel pokok/pokok masalah yang ada dalam penelitian

Pengertian Kerangka Berpikir

Kerangka berpikir adalah penjelasan sementara terhadap suatu gejala yang menjadi objek permasalahan yang akan kita kaji. Kerangka berpikir disusun berdasarkan pada tinjauan pustaka dan hasil penelitian yang relevan atau terkait.

Kerangka berpikir ini sebagai argumentasi kita dalam merumuskan hipotesis. Dalam merumuskan suatu hipotesis, argumentasi kerangka berpikir menerapkan logika deduktif (untuk metode kuantitatif) dengan menggunakan pengetahuan ilmiah sebagai premis premis dasarnya.

Dalam menyusun kerangka berpikir terdapat beberapa hal yang harus dicantumkan sebagai isi dari kerangka berpikir, isi tersebut mencakup:

  1. Variabel-variabel atau dimensi/fokus kajian yg akan diteliti
  2. Hubungan antar variabel&ada teori yg mendasarinya
  3. Menampakkan apakah hubungan (+) atau (-), berbentuk simetris,kausal atau timbal balik
  4. Menampakkan pelaku dan aktivitasnya akan dikaji
  5. Hubungan dan hasil yang diharapkan.

Pengertian Kerangka Berpikir Menurut Para Ahli

Adapun definisi kerangka berpikir menurut para ahli, antara lain adalah sebagai berikut;

Uma Sekaran (1992) dalam Sugiyono (2011)

Kerangka berpikir adalah model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan beragam faktor yang telah diidentifikasi sebagai hal yang penting,  dengan demikian dapat dikatakan bahwa kerangka berpikir ialah sebuah pemahaman yang melandasi pemahaman-pemahaman yang lainnya, sebuah pemahaman yang paling mendasar dan menjadi pondasi bagi setiap pemikiran atau suatu bentuk proses dari keseluruhan dari penelitian yang akan dilakukan.

Suriasumantri (2001)

Suriasumantri mengemukakan bahwa seorang peneliti harus menguasai teori-teori ilmiah yang dijadikan sebagai dasar untuk menyusun kerangka pemikiran yang membuahkan hipotesis. Kerangka berpikir ialah penjelasan sementara terhadap gejala yang menjadi objek permasalahan.

Kriteria utama agar suatu kerangka pemikiran dapat meyakinkan ilmuwan adalah alur-alur pemikirannya harus logis dalam membangun suatu pemikiran agar dapat membuahkan kesimpulan berupa hipotesis.

Sugiyono (2009)

Langkah dalam penyusunan kerangka berpikir terdiri atas:

  1. Menetapkan variabel yang diteliti
  2. Membaca buku dan hasil penelitian
  3. Mendeskripsikan teori dan hasil penelitian
  4. Analisis kritis terhadap teori dan hasil penelitian
  5. Analisis komparatif terhadap teori dan hasil penelitian
  6. Sintesa kesimpulan
  7. Membuat kerangka berpikir
  8. Membuat hipotesis.

Jenis Kerangka Berpikir

Terdapat tiga jenis kerangka berpikir, yaitu:

  1. Kerangka berpikir deskriptif
  2. Kerangka berpikir assosiatif/hubungan
  3. Kerangka berpikir komparatif/perbandingan

Ciri Kerangka Berpikir

Kerangka berpikir memiliki beberapa ciri, antara lain dirumuskan dalam bentuk kalimat pernyataan, sekurang-kurangnya terdiri dari 3 paragraf, biasanya dimulai dengan kata diduga, tidak memuat teori lagi, mengarah pada rumusan masalah, dan sebaiknya sama banyak dengan rumusan hipotesis penelitian.

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun kerangka berpikir, yaitu kerangka berpikir harus menerangkan:

  1. Mengapa penelitian dilakukan?

Tujuan dilakukannya penelitian adalah untuk mencari kebenaran dari data atau permasalahan yang ditemukan, misalnya untuk membandingkan hasil penelitian yang sudah ada dengan penelitian yang sedang atau yang akan dilakukan, untuk membantah atau membenarkan hasil penelitian sebelumnya, atau untuk menemukan suatu kajian baru (ilmu baru) yang akan digunakan dalam menjawab permasalahan yang ada. 

  1. Bagaimana proses penelitian dilakukan?

Proses penelitian dilakukan melalui beragam cara sesuai dengan kebutuhan yang akan diperlukan, ada yang melakukan penelitian dengan metode sampling, studi pustaka, studi kasus dan lain sebagainya.

  1. Apa yang akan didapatkan dari penelitian tersebut?

Untuk mengetahui apa yang akan didapatkan dari suatu penelitian, hal tersebut tergantung pada pemikiran yang sudah tercantum sebelumnya dalam kerangka berpikir, meskipun secara umum tidak seluruh hal yang diinginkan sesuai dengan apa yang dipikirkan sebelumnya.

  1. Untuk apa hasil penelitian diperoleh?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut kita dapat kembali ke point pertama yaitu “mengapa penelitian itu dilakukan”? adalah untuk mencari kebenaran akan sesuatu masalah yang kontroversi di kalangan masyarakat atau untuk membantah opini atau mitos yang tersebar sejak turun-temurun.

Pada intinya hasil penelitian yang didapatkan seharusnya memberikan manfaat bagi banyak kalangan masyarakat, sehingga penelitian tersebut tidak di anggap sia-sia.

Cara Menuliskan Kerangka Berpikir

Penyusunan kerangka berpikir secara sederhana dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini, yaitu:

Menentukan  paradigma atau kerangka teoretis yang akan digunakan, kerangka konseptual dan kerangka operasional variabel yang akan diteliti.

  1. Kerangka teoritis atau paradigm, ialah uraian yang menegaskan tentang teori apa yang dijadikan landasan (grand theory) yang akan digunakan untuk menjelaskan fenomena yang diteliti.
  2. Kerangka konseptual, ialah uraian yang menjelaskan konsep-konsep apa saja yang terkandung di dalam asumsi teoretis yang akan digunakan untuk mengabstraksikan (mengistilahkan) unsur-unsur yang terkandung di dalam fenomena yang akan diteliti dan bagaimana hubungan di antara konsep-konsep tersebut.
  3. Kerangka operasional, ialah uraian tentang variabel-variabel apa saja yang diturunkan dari konsep-konsep terpilih tadi dan bagaimana hubungan di antara variabel-variabel tersebut, serta hal-hal apa saja yang dijadikan indikator untuk mengukur variabel-variabel yang bersangkutan.

Menjelaskan secara deduktif tentang hubungan antarvariabel penelitian

Tahapan berpikir deduktif mencakup tiga hal yaitu:

  1. Tahap penelaahan konsep (conceptioning), ialah tahap penyusunan konsepsi-konsepsi (mencari konsep-konsep atau variabel dari proposisi yang telah ada, yang telah dinyatakan benar).
  2. Tahap pertimbangan atau putusan (judgement), ialah tahap penyusunan ketentuan-ketentuan (mendukung atau menentukan masalah akibat pada konsep atau variabel dependen).
  3. Tahapan penyimpulan (reasoning), ialah tahap pemikiran untuk menyatakan hal-hal yang berlaku pada teori, berlaku pula bagi hal-hal yang khusus.

Memberikan argumen teoritis tentang hubungan antar variabel yang diteliti

Argumen teoritis dalam kerangka pemikiran adalah sebuah upaya untuk mendapatkan jawaban atas rumusan masalah. Pada prakteknya, membuat argumen teoritis membutuhkan kajian teoretis atau hasil-hasil penelitian yang relavan. Hal tersbeut dilakukan sebagai petunjuk atau arah bagi pelaksanaan penelitian. 

Hal lain yang harus diperhatikan yaitu karena argumen teoritis sebagai upaya untuk mendapatkan jawaban atas rumusan masalah, maka hasil dari argumen teoritis tersebut merupakan sebuah jawaban sementara atas rumusan masalah penelitian, sehingga pada akhirnya produk dari kerangka pemikiran ialah sebuah jawaban sementara atas rumusan masalah (hipotesis).

Merumuskan model penelitian

Model merupakan konstruksi kerangka pemikiran atau konstruksi kerangka teoretis yang digambarkan dalam bentuk diagram dan atau persamaan-persamaan matematik tertentu. Esensinya untuk menyatakan hipotesis penelitian.

Sebagai suatu kontruksi kerangka pemikiran, suatu model harus menampilkan beberapa hal, yaitu:

  1. Jumlah variabel yang diteliti
  2. Prediksi tentang pola hubungan antar variabel
  3. Dekomposisi hubungan antar variabel
  4. Jumlah parameter yang diestimasi.

Nah, itulah tadi artikel yang dapat kami tuliskan kepada segenap pembaca terkait dengan penjelasan pengertian kerangka berpikir menurut para ahli, jenis, ciri, contoh, dan cara menuliskannya. Semoga melalui materi ini memberikan wawasan serta pengetahuan mendalam. Trimakasih,

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *