Contoh Desain Penelitian Karya Ilmiah/Makalah

Diposting pada

Desain Penelitian

Desain penelitian menjadi salah satu bagian penting dalam kepenulisan metode penelitian yang ada di BAB 3. Penjabaran struktur riset yang akan dilakukan oleh seorang penelitian tentusaja ada dalam sub bab ini. Bahkan hampir setiap bentuk karya ilmiah yang dibuat seperti penulisan skripsi, makalah, laporan praktikum, sampai dengan karya tulis ilmiah kadangkala ada bagian penjelasan terkait desain penelitian.

Desain Penelitian

Desain penelitian adalah kaidah ilmiah yang dibuat oleh penelitian sebagai penjabaran atas prosedur atau teknik pengumpulan data di lapangan. Bagian ini pula dilengkapi dengan perencanaan penelitian yang fungsinya untuk membangun strategi yang menghasilkan catatan penting (blue print) penelitian.

Setidaknya dalam berbagai jenis metode penelitian yang dipilih, ada beberapa macam kepenulisan untuk desain penelitian menurut Zainal, A (2007). Antara lain;

  1. Study cross sectional
  2. Study case control
  3. Study cohort

Contoh Desain Penelitian

Sebagai upaya untuk memperjelas beragam bentuk desain yang ada dalam metode penelitian kualitatif, kuantitatif, eksperimen, studi kasus, dan lainnya. Maka berikut ini kami sajikan struktur kepenulisan yang benar.

Karya Ilmiah

Bagian kepenulisan desain penelitian dalam karya tulis ilmiah biasanya mencangkup jalannya laporan penelitian yang akan diselesaikan. Karya ilmiah ini bisa dalam jenis skripsi, thesis, jurnal penelitian, dan lain sebagainya.

  1. Penelitian Kualitatif

Kepenulisan desain penelitian dalam berbagai macam metode kualitatif bisa dibuat dengan mudah dan tidak berhubungan dengan angka-angka, beda hal dengan penelitian kuantitatif. Kepenulisannya tersebut misalnya saja bisa dilakukan sebagai berikut;

Desain Penelitian Kualitatif

Dengan digunakan metode kualitatif ini maka data yang didapatkan akan lebih lengkap, lebih mendalam, kredibel, dan bermakna, sehingga tujuan penelitian dapat dicapai. Desain penelitian kualitatif ini dibagi dalam empat tahap, yaitu:

  1. Perencanaan

Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini adalah sebagai berikut : analisis standar sarana dan prasarana, penyusunan rancangan penelitian, penetapan tempat penelitian.

  1. Pelaksanaan

Pada tahap ini peneliti sebagai pelaksana penelitian sekaligus sebagai human instrument mencari informasi data, yaitu wawancara pengurus Yayasan, penyandang tunanetra, dan sopir angkutan kota. Selain itu peneliti juga mendata kekurangan dan kelebihan pada transportasi public darat khususnya angkutan kota.

  1. Analisis Data

Teknik analisis data dilakukan setelah peneliti melakukan wawancara mendalam terhadap penyandang tunanetra yang berprofesi sebagai tukang pijat dan tukang kerupuk di kawasan Cinere, pengurus Yayasan, dan sopir angkutan kota di Halte Ragunan. Hasil wawancara tersebut kemudian dihubungkan dengan konsep teknologi yang dirancang oleh peneliti, sehingga dapat diketahui kebermanfaatan teknologi identifikasi angkutan kota dan navigasi tunanetra bagi penyandang tunanetra.

  1. Evaluasi

Semua data permasalahan, kekurangan, dan kelebihan pelayanan transportasi publik darat khususnya angkutan kota yang telah dianalisis kemudian dievaluasi sehingga diketahui apakah pemanfaatan teknologi berbasis Internet of Things sudah dapat menyelesaikan permasalahan penggunaan angkutan kota bagi penyandang tunanetra.

  1. Penelitian Eksperimen

Dalam penelitian yang berhubungan dengan ilmu eksakta pada dasarnya metode eksperimen banyak dikenal oleh semua kalangan. Bahkan dengan konsep ini pula laporan praktikum karya ilmiah juga kerapkali mempergunakannya.

Desain Penelitian Eksperimen

Proses pembuatan pakan dilaksanakan pada tanggal 28 Januari 2019. Proses ini diawali dengan menghancurkan zeolit dan pakan komersil bermerek FF-999 dengan menggunakan mesin grinder sebanyak 20 kg. Selanjutnya adalah proses penimbangan setiap bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan pakan setiap perlakuan. Jumlah pakan setiap perlakuan berjumlah 5 kg. Kemudian bahan-bahan tersebut dicampur menggunakan mixer sampai seluruh bahan tercampur homogen.

Untuk mempermudah pencampuran ditambahkan air sebanyak 1500 ml. Setelah proses mixing dilakukan sekitar ± 15 menit, bahan yang sudah homogeny dimasukkan perlahan ke dalam mesin pelleting dengan ukuran pellet akhir berdiameter 2 mm. Setelah dicetak, pakan dimasukkan ke dalam oven untuk mengurangi kadar air dan proses pengeringan. Kemudian tahap terakhir adalah pengemasan pakan perlakuan dalam wadah yang berbeda untuk proses pemeliharaan ikan uji.

Tahap awal persiapan wadah dalam dalam penelitian ini dilakukan pada tanggal 30 Januari 2019 yang bertempat di kediaman salah satu peneliti. Tahap ini meliputi pembersihan akuarium dengan cara dicuci menggunakan sabun untuk memutuskan mata rantai penyakit. Setelah akuarium dicuci dilakukan desinfeksi wadah dengan menggunakan Kalium Permanganat (KMnO4) kemudian didiamkan dan diaerasi selama 24 jam. Akuarium kemudian diisi air hingga ketinggian 25 cm. Air yang digunakan adalah air PAM yang telah diendapkan dan diaerasi. Ikan model untuk uji perlakuan zeolit yang digunakan adalah ikan lele dumbo (Clarias sp.) yang didapatkan dari Pembenihan Ikan di Tanjung Morawa. Ikan diseleksi berdasarkan panjang yaitu sekitar 9-11 cm.

Pemeliharaan ikan uji dimulai pada tanggal 01 Februari 2016 hingga tanggal 21 Maret 2016 (50 hari). Pakan diberikan 2 kali sehari pukul 07.00-08.00 WIB dan sore pukul 16.00-17.00 WIB. Pakan diberikan dengan metode Ad Satiation, yaitu pemberian pakan ikan hingga kenyang. Pemberian pakan berhenti bila pakan tidak lagi dimakan. Perhitungan jumlah konsumsi pakan dimonitor setiap minggu dan dicatat untuk pendataan.

  1. Proposal Penelitian

Selanjutnya dalam upaya untuk mempermudah pembaca sekalian untuk desain penelitian yang bisa dibuat dalam proposal penelitian, semacam rencana penyususnan dan penyelesaian tugas akhir/skripsi. Bisa meniru pada bagian ini.

Desain Proposal Penelitian Skripsi

Adapun langkah-langkah penyelesaian proposal penelitian ini diawali dengan studi literatur yang diterapkan pada penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut;

  • Menilik pada permasalahan produksi dan kegiatan impor beras di Indonesia.
  • Ide dan gagasan yang dapat berperan dalam upaya meminimalisisr kegiatan impor beras sebagai solusi masalah, yaitu pembuatan beras analog.
  • Mengidentifikasi kandungan dari berbagai macam beras analog yang memiliki manfaat dalam upaya mencari manfaat lain yang belum ada dan dapat diterapkan dalam beras analog, yaitu beras analog yang memiliki kadar antosianin tinggi.
  • Mengidentifikasi bahan pangan yang mengandung antosianin tinggi, yaitu ubi jalar ungu dan kedelai hitam.
  • Mengidentifikasi kandungan antosianin dari kombinasi ubi jalar ungu dan kedelai hitam dengan menggunakan hasil penelitian terkait, yaitu snackbar ubi jalar kedelai hitam.
  • Mempelajari dan memahami cara pembuatan beras analog.
  1. Penelitian Kuantitatif

Sedangkan untuk membuat desain penelitian dalam berbagai jenis metode kuantitatif yang terpenting adalah menyusun variabel penelitian terdahulu. Proses penulisannya sebagai berikut;

Desain Penelitian Kuantitatif

Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian kuantitatif ini terapkan pada penulisan skripsi adalah sebagai berikut.

  1. Mengumpulkan bahan utama yang dibutuhkan yaitu ubi jalar ungu dan kedelai hitam
  2. Menimbang berat bahan dengan perbandingan dari kombinasi ubi jalar ungu dan kedelai hitam yaitu 2:1
  3. Menentukan tiga variabel utama menurut epidemiologi, yaitu :
  • Variabel person : Seseorang yang rentan terpapar akan radikal bebas, seperti polisi lalu lintas, juru parkir, pekerja loket tol, dan sebagainya.
  • Variabel waktu : Lama seseorang tersebut terpapar oleh radikal bebas
  • Variabel tempat : Lokasi yang terdapat bahan kimia berupa gas, uap, cair, dan kabut, seperti di jalan raya, laboratorium, bengkel, dan sebagainya.

Terdapat empat percobaan yang akan dilakukan :

  1. Kombinasi ubi jalar ungu dan kedelai hitam
  2. Kombinasi ubi jalar ungu dan kedelai hitam ditambahkan dengan garam
  3. Kombinasi ubi jalar ungu dan kedelai hitam ditambahkan dengan tepung terigu.
  4. Kombinasi ubi jalar ungu dan kedelai hitam ditambahkan dengan bawang putih 1 siung, tepung terigu, dan garam.

Melaksanakan empat percobaan tersebut, lalu menjemur dari empat percobaan di bawah terik sinar matahari dan dikukus dengan perbandingan kombinasi dan air 1:1

  1. Makalah

Terakhir yang bisa menjadi contoh dalam kepenulisan desain penulisan untuk sebuah jenis makalah bisa dibuat dengan sekma bagan, tetapi meski demikian lebih disarankan untuk mempergunakan poin by poin. Kepenulisannya sebagai berikut;

Desain Penulisan Makalah

Proses ini digunakan untuk mengubah kebutuhan di tahap makalah menjadi representasi hasil penelitian setidaknya ada tiga tahapan yang dilakukan. Antara lain;

  1. Desain Proses Sistem

Desain proses sistem merupakan desain atau perancangan terhadap alur dan logika sistem.Pada desain proses sistem, disusun alur proses sistem dalam bentuk program

  1. Desain Database

Desain database adalah desain dari sebuah tempat penyimpanan data (storage) dimana data dari sebuah aplikasi disimpan.

  1. Desain User Interface

Desain user interface adalah rancangan tampilan anatarmuka dari makalah ini dapat dibuat sebagai impelemntasi akhir dari tugas yang diberikan.

Nah, itulah tadi uraian lengkap yang bisa kami sajikan pada segenap pembaca yang berkaitan dengan contoh penulisan desain dalam penelitian untuk karya ilmiah, makalah, skripsi, laporan penelitian, proposal, dan lain sebagainya.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *