Ciri Penelitian Etnografi dan Penjelasannya

Diposting pada

Ciri Penelitian Etnografi

Penelitian etnografi merupakan salah satu macam metode penelitian kualitatif yang memungkinkan peneliti untuk melakukan observasi dan dengan peserta studi di lingkungan kehidupan nyata mereka. Beberapa karakteristik penelitian etnogtafi, diantaranya yaitu metode yang bisa digunakan meliputi observasi langsung, rekaman video, fotografi dan analisis artefak seperti perangkat yang digunakan seseorang sepanjang hari.

Pengamatan dalam hal dapat dilakukan di mana saja dari tempat kerja pengguna, rumah mereka atau saat mereka keluar bersama keluarga dan teman. Lamanya studi dapat bervariasi tergantung pada penelitian yang sedang dilakukan. Mereka dapat berkisar dari beberapa jam pengamatan, hingga studi yang berlangsung beberapa bulan. Dalam melakukan penelitian ini sangat penting bagi peneliti ketika mengamati dan berinteraksi dengan audiens target di lingkungan kehidupan nyata mereka.

Penelitian Etnografi

Penelitian etnografi mengambil lensa budaya untuk mempelajari kehidupan orang-orang dalam komunitas mereka (Hammersley dan Atkinson, 2007; Fetterman, 2010). Akar etnografi terletak pada studi antropologis yang berfokus pada mempelajari aspek sosial dan budaya masyarakat kecil di negara asing.

Para peneliti tinggal di antara penduduk dengan tujuan penelitian memahami budaya yang dibagikan orang-orang ini. Jadi, para antropolog klasik adalah orang asing di lokasi ladang mereka. Seringkali butuh waktu bertahun-tahun bagi peneliti untuk memasuki budaya masyarakat yang mereka pelajari.

Untuk melakukannya, mereka harus belajar bahasa yang diperlukan untuk bersosialisasi dengan penduduk dan memahami kebiasaan sehari-hari, ritual, norma dan tindakan mereka. Oleh karena itulah medel pendekatan penelitian ini terbagi dalam 2 bentuk, yaitu;

  1. Etnografi Kritis
  2. Etnografi Realis

Bahkan, pada 1930-an, para sosiolog kritis dari sekolah Chicago memperkenalkan aliran baru studi etnografi ketika mereka mulai mengeksplorasi sudut jalan mereka sendiri seolah-olah mereka adalah tempat yang tidak diketahui (Deegan, 2007). Saat ini, bidang penelitian etnografi dapat di mana saja, termasuk pengaturan yang sudah dikenal.

Penelitian etnografi dapat dilakukan di banyak jenis komunitas termasuk kajian terkait organisasi formal dan informal seperti tempat kerja, komunitas perkotaan, klub penggemar, ongkos perdagangan, pusat perbelanjaan, dan media sosial.

Selain itu, penelitian ini sering dilakukan dalam bahasa asli peneliti. Namun, tujuan utama para etnograf tetap sama: untuk mengamati dan menganalisis bagaimana orang berinteraksi satu sama lain dan dengan lingkungan mereka untuk memahami budaya mereka.

Ciri Penelitian Etnografi  

Berikut ini karakteristik penelitian etnografi, antara lain:

  1. Kontekstual, Penelitian ini dilakukan dalam konteks di mana subjek biasanya hidup dan bekerja. Objek diteliti dalam pengaturan alami, bukan di laboratorium.
  2. Ramah (Unobtrusive), Penelitian ini menghindari manipulasi fenomena yang sedang diselidiki.
  3. Longitudinal, Hasil penelitian etnografi biasanya membutuhkan waktu yang relatif lama.
  4. Kolabirasi, Penelitian ini melibatkan partisipasi pemangku kepentingan selain peneliti.
  5. Interpretasi, Peneliti melakukan interpretasi atas tindakan dan perilaku orang yang harus digali melalui penyelidikan tentang apa yang dilakukan orang dan alasan mereka di balik melakukannya. Proses analisis data melibatkan interpretasi eksplisit tentang makna dan fungsi tindakan manusia. Interpretasi terjadi dalam konteks atau grup dan disajikan dalam deskripsi tema.
  6. Organik, Ada interaksi antara pertanyaan/hipotesis penelitian dan teknik pengumpulan data/interpretasi.

Selain beberapa ciri tersebut, terdapat beberapa ciri yang perlu kita ketahui terkait penelitian etnografi, yaitu:

  1. Etnografi terdiri dari pengumpulan data dan analisis tidak terstruktur yang induktif, interaktif dan berulang untuk membangun teori budaya lokal. Data tersebut dikumpulkan melalui beberapa metode seperti wawancara, observasi, meninjau artefak, dan bahan visual.
  2. Penelitian ini membingkai semua perilaku dan kepercayaan manusia dalam konteks sosial-politik dan historis.
  3. Ini juga menawarkan representasi kehidupan dan perilaku seseorang yang bukan milik peneliti maupun orang tersebut. Sebaliknya, representasi didasarkan pada titik-titik pemahaman dan kesalahpahaman yang terjadi antara peneliti dan peserta.
  4. Penelitian etnografi tidak dapat menghasilkan deskripsi eksklusif dan absolut tentang apa pun. Melainkan memberikan deskripsi parsial sebagaimana diharuskan oleh batasan waktu dan keadaan tertentu.

Keunggulan dan Kekurangan Penelitian Etnografi  

Adapun keunggulan dan kelemahan penelitian etnografi, antara lain;

Keunggulan:

  1. Memberikan perspektif komprehensif
  2. Mengamati perilaku di lingkungan alami mereka
  3. Menjelaskan kompleksitas perilaku kelompok, mengungkapkan hubungan timbal balik di antara berbagai dimensi interaksi kelompok, dan menyediakan konteks untuk perilaku.

Kelemahan:

  1. Bergantung pada pengamatan dan interpretasi peneliti
  2. Sulit untuk memeriksa validitas kesimpulan peneliti
  3. Bias pengamat hampir tidak mungkin untuk dihilangkan
  4. Mungkin kurang transferabilitas
  5. Etnografi memakan waktu serta membutuhkan peneliti yang terlatih

Itulah ulasan lengkap yang bisa kami bagikan pada semua pembaca. Berkaitan dengan ciri model penelitian etnografi, kelebihan, kelemahan, dan penjelasannya. Semoga melalui postingan ini bisa memberikan referensi bagi semuanya.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *