Pengertian Jurnal Internasional, Ciri, Struktur, dan Cara Membuatnya

Diposting pada

Jurnal Internasional Adalah

Kata jurnal berasal dari bahasa Perancis Kuno “journal” yang artinya “harian”. Jurnal dapat merujuk pada beberapa hal. Dalam arti aslinya, ini mengacu pada catatan harian kegiatan, tetapi istilah tersebut telah berkembang berarti catatan kegiatan apa pun, terlepas dari waktu yang berlalu di antara entri, misalnya diary, jurnal umum, buku catatan, jurnal transaksi.

Dalam kaitannya dengan penerbitan, jurnal juga bisa mengacu pada berbagai majalah atau serial, salah satunya adalah jurnal akademik, yaitu istilah umum yang merujuk pada majalah akademik dan berkala ilmiah pada umumnya. Termasuk dalam hal ini adalah jurnal ilmiah, yaitu jurnal akademik yang berfokus pada sains yang dimaksudkan untuk memajukan kemajuan ilmu pengetahuan, biasanya dengan melaporkan metode penelitian baru. Jurnal ilmiah itu sendiri ada yang bertaraf nasional maupun internasional.

Jurnal Internasional

Definisi umum untuk jenis jurnal dapat dimasukkan sebagai:

Jurnal Kelembagaan (Institutional Journals)

  1. Milik dan dimulai oleh sebuah lembaga
  2. Biasanya menerbitkan makalah dari institut fakultas dan kadang-kadang oleh orang luar juga
  3. Sirkulasi biasanya di dalam lembaga dan negara
  4. Pengindeksan – biasanya tidak diindeks
  5. Editor – biasanya milik lembaga itu – dan hanya satu
  6. Dimulai oleh individu
  7. Faktor dampak – biasanya tidak tersedia
  8. Peer Review jurnal– Ya, mungkin butuh waktu

Jurnal Nasional

  1. Milik dan dimulai oleh lembaga nasional atau Masyarakat Ilmiah yang bekerja di Tingkat Nasional
  2. Biasanya mempublikasikan makalah dari negara tersebut dan dari luar juga
  3. Sirkulasi biasanya di dalam negeri tetapi tidak terbatas
  4. Pengindeksan – biasanya diindeks oleh lembaga nasional dan kadang-kadang oleh lembaga internasional, diindeks oleh 1 sampai dengan 5 lembaga atau lebih
  5. Editor/Dewan editorial – biasanya milik suatu kelompok di negara tersebut
  6. Faktor Dampak – Biasanya kecil
  7. Peer Review – Ya, mungkin butuh waktu
  8. Nomor ISSN

Jurnal Internasional

  1. Milik dan dimulai oleh penerbit / Masyarakat Ilmiah yang bekerja di Tingkat Internasional / Nasional
  2. Biasanya terbuka untuk menerbitkan makalah dari seluruh dunia
  3. Sirkulasi di seluruh dunia
  4. Pengindeksan – biasanya diindeks oleh paling banyak agen pengindeksan utama
  5. Editor / Dewan editorial – biasanya milik kelompok di negara tersebut
  6. Faktor Dampak – Biasanya lebih tinggi
  7. Peer Review – Ya, cepat, publikasi online tersedia dengan sangat cepat.
  8. Nomor ISSN

Pengertian Jurnal Internasional

Jurnal internasional termasuk jurnal ilmiah karena sesuatu yang ditulis di dalam jurnal internasional adalah sebuah hal baru dan bersifat ilmiah, serta dapat dipertanggungjawabkan. Dalam hal ini tentu saja jurnal internasional bersifat mendunia, dengan seleksi isi atau konten yang sangat ketat dan bersifat baru.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa jurnal internasional ini memiliki tingkatan yang cukup tinggi (paling tinggi diantara jurnal yang lainnya). Tingkatan ini didapatkan bukan hanya secara tertulis saja melainkan juga bisa dilihat dari seberapa ketat jurnal ini dapat diterbitkan.

Pengertian Jurnal Internasional Menurut para Ahli

Adapun definisi jurnal internasional menurut para ahli, antara lain adalah sebagai berikut;

Samir Raouf (2012)

Beliau adalah Kementerian Sains dan Teknologi, Irak, mengemukakan bahwa suatu jurnal dikatakan “internasional” hal ini terkait dengan penulis, pembaca, anggota dewan, bahasa dan memiliki nomor ISSN dan apakah termasuk dalam layanan abstrak ilmiah.

Beliau berpendapat bahwa membatasi definisi jurnal yang termasuk dalam layanan abstrak ilmiah internasional dan memiliki nomor ISSN harus dianggap sebagai persyaratan minimum untuk memenuhi syarat sebagai jurnal internasional.

Rathinasabapathy (2018)

Beliau dari Universitas Kedokteran Hewan dan Ilmu Kedokteran Tamil Nadu mengemukakan bahwa meskipun tidak ada definisi khusus untuk “jurnal internasional”, kriteria berikut sesuai dan relevan, antara lain:

  1. Jurnal harus memiliki Dewan Editorial Internasional
  2. Jurnal harus memiliki ISSN atau eISSN saat ini
  3. Jurnal harus diindeks oleh setidaknya satu Database Internasional
  4. Jurnal harus menerbitkan setidaknya beberapa makalah di setiap volume yang ditulis oleh penulis asing (di luar negara penerbitannya).

Dr.Fahimuddin Shaik (2017)

Beliau dari Annamacharya Institute of Technology & Sciences, Rajampet mengemukakan beberapa kriteria/aturan untuk mendefinisikan jurnal sebagai “internasional” dengan mengacu pada berbagai komentar, ulasan dan artikel dari berbagai beberapa bagian dunia dan menggabungkan pengalaman beliau yang terakumulasi. Kriteria / aturan tersebut antara lain:

  1. Seperempat (25%) dari dewan editorial / associate atau asisten editor tinggal / dipekerjakan di luar negara penerbitan, atau lebih dari sepertiga (33%) dari jumlah makalah yang diterbitkan berasal dari luar negara publikasi atau lebih besar dari setengah (50%) jumlah total langganan berasal dari lembaga atau individu di luar negara penerbitan.
  2. Signifikansi pekerjaan penelitian dalam hal penerimaan yang lebih luas dan kutipan.
  3. Journals diindeks dalam layanan terkenal seperti WOS, SCOPUS, PubMed Central, DBLP dan Crossref.
  4. Penerbit ternama seperti ACM, SPRINGER, IEEE, TAYLOR DAN FRANCIS, ELSEVIER dll.
  5. Terkadang Jurnal dapat ditegaskan sebagai nasional atau internasional jurnal berdasarkan tingkat sirkulasi dan Berlangganan.

Ciri Jurnal Internasional

Jurnal internasional memiliki ciri-ciri atau kriteria, diantaranya adalah sebagai berikut;

  1. Karya ilmiah yang diterbitkan ditulis sesuai dengan kaidah ilmiah dan etika keilmuan.
  2. Mempunyai ISSN
  3. Ditulis dengan menggunakan bahasa resmi PBB, yang meliputi Bahasa Arab, Inggris, Perancis, Rusia, Spanyol dan Tiongkok
  4. Mempunyai terbitan versi online
  5. Dewan Redaksi (Editorial Board) ialah pakar di bidangnya paling sedikit berasal dari 4 (empat) negara
  6. Artikel ilmiah yang diterbitkan dalam 1 (satu) nomor terbitan paling sedikit penulisnya berasal dari 2 (dua) negara
  7. Terindeks oleh database internasional: Web of Science, Scopus, Microsoft Academic Search, dan/atau laman sesuai dengan pertimbangan Ditjen Dikti.

Jurnal internasional bereputasi ialah jurnal yang memenuhi kriteria jurnal internasional sebagaimana yang telah disebutkan di atas (no 1 sampai 7), dengan tambahan kriteria, antara lain:

  1. Terindeks pada Web of Science dan/atau Scopus serta memiliki faktor dampak (impact factor) dari ISI Web of Science (Thomson Reuters) atau memiliki faktor dampak (impact factor) dari Scimago Journal Rank (SJR) sampai dengan tahun 2013 dan di atas 0,100 setelah tahun 2013 dinilai paling tinggi 40.
  2. Jurnal yang memenuhi kriteria jurnal internasional tersebut dan terindeks oleh database internasional (Web of Science, Scopus, atau Microsoft Academic Search) tapi belum memiliki faktor dampak (impact factor) dari ISI Web of Science (Thomson Reuters) atau Scimago Journal Rank (SJR) dengan faktor dampak (impact factor) 0,100 setelah tahun 2013 dalam penilaian karya ilmiah dan dinilai paling tinggi 30.

Struktur Jurnal Internasional

Berikut ini sistematika penulisan jurnal internasional secara umum, yaitu:

  • Judul Artikel
  • Nama Penulis
  • Unit Kerja, Alamat Lengkap
  • Abstrak
  • Bab I. Pendahuluan
  • Bab II. Metode Penelitian
  • Bab III. Hasil Dan Pembahasan
  • Bab IV. Kesimpulan Dan Saran
  • Daftar Pustaka

Cara Membuat Jurnal Internasional

Terdapat beberapa saran tentang cara menulis yang lebih efektif untuk jurnal internasional, antara lain:

Gunakan tools modern

Inti dari penulisan akademis adalah re-use: kita membangun ide, kata-kata dan bahasa orang lain. Tidak mungkin bagi para sarjana pemula untuk menulis secara memadai tanpa terlebih dahulu merasa nyaman dengan menggunakan kembali literatur penelitian yang ada.

Tools modern tersebut misalnya Zotero, Mendeley dan EndNote. Alat-alat ini tidak hanya menghasilkan referensi untuk penulis secara otomatis dalam pengolah kata, tetapi juga memungkinkan para peneliti untuk membangun perpustakaan pribadi terkait makalah akademik dan membuat catatan tentang bagaimana kutipan artikel penelitian dapat digunakan kembali dalam naskah masa depan.

Dengan menggunakan fungsi Zotero seperti koleksi, tag, dan item terkait, peneliti juga dapat membangun perpustakaan digital dari item penelitian yang ditautkan.

Belajar dari artikel penelitian di jurnal target

Setelah membangun perpustakaan literatur penelitian mereka, para peneliti kemudian dapat belajar bagaimana menganalisis bahasa artikel yang diterbitkan dalam jurnal target mereka, sebagai lawan dari konten.

Cobalah untuk memahami konstruksi teks: tanyakan apa yang penulis katakan; periksa bagaimana mereka mengatakannya. Peneliti harus melihat ‘tahapan’ argumen yang dibuat oleh penulis lain melalui struktur dan format kalimat tertentu, yang dapat didaur ulang.

Sebagai contoh, pengantar makalah biasanya memiliki awal yang umum (“Satu bidang yang semakin meningkat perhatian adalah …”); tengah (“Sebagian besar studi kasus sebelumnya tidak secara langsung membahas masalah …”); dan akhir (“Penelitian ini bertujuan untuk …”).

Para peneliti tidak boleh menyalin ini secara langsung – yang dapat membentuk plagiarisme – tetapi memperhatikan pola makalah yang diterbitkan sebelumnya dan membuat upaya sadar untuk mengarahkan kembali makalah itu bermanfaat.

Gunakan tools elektronik untuk meningkatkan pilihan kata dan variasi kalimat

Mengakses koleksi artikel penelitian dalam bentuk elektronik dapat membantu para sarjana memilih kata-kata yang tepat dan memvariasikan struktur kalimat dalam makalah mereka.

Database online bernama Corpus of Contemporary American English, misalnya, menampilkan sub-koleksi artikel penelitian (berisi 112 juta kata) dengan fungsi pencarian di mana pengguna dapat memasukkan satu kata dan mencari tahu apa yang biasa terdapat di sekitar kata itu, yang akan menunjukkan bagaimana orang lain menyusun kalimat mereka.

Fungsi pencarian lanjutan Google Scholar juga dapat membantu mahasiswa untuk meniru kalimat dalam jurnal tertentu.

Sebagai contoh, pencarian Google Scholar untuk ““increasing attention” source: Nature” menghasilkan 3.160 kalimat yang mengandung frasa ini dalam artikel Nature, dengan demikian menampilkan berbagai struktur tata bahasa untuk digunakan kembali oleh penulis pemula.

Dapatkan umpan balik dari pengawas dan guru bahasa

Akhirnya, mahasiswa yang melakukan penelitian harus mencari umpan balik pada naskah mereka dari pengawas awal, untuk memastikan bahwa bagian Pendahuluan dan Diskusi mereka berisi kasus yang meyakinkan untuk penelitian mereka.

Namun, bagi banyak sarjana pemula, kesulitan utama bukanlah ketepatan tata bahasa, tetapi bagaimana mengekspresikan ide-ide mereka dengan jelas dan koheren. Para penulis dapat mengambil manfaat lebih banyak dari diskusi tatap muka dengan guru bahasa tentang cara merevisi naskah mereka daripada membayar untuk mengedit. Layanan yang disediakan oleh korektor anonim.

Demikianlah serangkain artikel yang sudah kami tuliskan dengan lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian jurnal internasional menurut para ahli, ciri, struktur kepenulisan, dan cara membuatnya. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan mendalam bagi segenap pembava sekalian. Trimakasih,

Referensi Tulisan
  • Difference Between National Journal And International Journal: An Unsolved Misleading Mystery Simplified Based Upon Literature Reviews dari https://www.Researchgate.Net/Publication
  • Quite often we heard that Journal X is an international …. dari https://www.researchgate.net/post
  • How to write effectively for international journals dari https://www.nature.com/articles/d41586-019-00359-8

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *