Pengertian Teknik Analisis Data, Jenis, dan Cara Menulisnya

Diposting pada

Teknik Analisis Data Adalah

Analisis data adalah proses inspeksi, pembersihan, transformasi, dan pemodelan data dengan tujuan menemukan informasi yang berguna, menginformasikan kesimpulan, dan mendukung pengambilan keputusan. Analisis data memiliki banyak sisi dan pendekatan, mencakup beragam teknik dengan berbagai nama, dan digunakan dalam berbagai bidang bisnis, ilmu pengetahuan, dan ilmu sosial.

Dalam dunia bisnis saat ini, analisis data berperan dalam membuat keputusan lebih ilmiah dan membantu bisnis beroperasi lebih efektif.  Analisis data merupakan suatu pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus. Bagaimana tidak, jika sedikit saja kita melakukan kesalahan dalam menganalisis data, maka hasil dan interprtasi yang dihasilkan pun tidak akan sempurna atau bahkan bisa berakibat fatal. Artikel ini akan menguals tentang pengertian teknik analisis data, jenis, dan cara menulisnya.

Teknik Analisis Data

Analisis data adalah proses penerapan secara sistematis teknik statistik dan logis untuk menggambarkan dan mengilustrasikan, menyingkat dan merekap, serta mengevaluasi data.

Komponen penting untuk memastikan integritas data adalah analisis yang akurat dan sesuai dari temuan penelitian. Analisis statistik yang tidak tepat mendistorsi temuan ilmiah, menyesatkan pembaca biasa (Shepard, 2002), dan dapat secara negatif mempengaruhi persepsi publik tentang penelitian. Masalah integritas juga relevan untuk analisis data non-statistik.

Pengertian Teknik Analisis Data

Teknik analisis data adalah metode atau cara untuk mendapatkan sebuah data menjadi informasi sehingga karakteristik data tersebut menjadi mudah untuk dipahami dan juga bermanfaat untuk menemukan solusi permasalahan, yang terutama adalah masalah yang tentang sebuah penelitian.

Pengertian Teknik Analisis Data Menurut Para Ahli

Adapun definisi teknik analisis data menurut para ahli, antara lain adalah sebagai berikut;

John Tukey (1961)

Analisis data adalah prosedur untuk menganalisis data, teknik untuk menafsirkan hasil dari prosedur tersebut, cara merencanakan teknik pengumpulan data untuk membuat analisisnya lebih mudah, lebih tepat atau lebih akurat, dan semua mesin dan hasil statistik (matematika) yang berlaku untuk menganalisis data.

Taylor (1975)

Analisis data didefinisikan sebagai proses yang merinci usaha secara formal untuk menemukan tema dan merumuskan hipotesis (ide) seperti yang disarankan dan sebagai usaha untuk memberikan bantuan dan tema pada hipotesis.

Patton (1980)

Pengertian teknik analisis data adalah sebagai proses mengatur urutan data, mengorganisasikannya ke dalam suatu pola, kategori, dan satuan uraian dasar.

Moleong (2007)

Definisi teknik analisis data ialah kegiatan analisis-analisis dalam penelitian yang dilakukan dengan  menelaah seluruh data yang tersedia dari instrumen penelitian, yang terdiri dari cacatan, rekaman, dokumen, tes, dan lain sebaginya.

Sugiyono (2010)

Teknik analisis data ialah proses penelitian yang sangat sukar dilakukan hal ini lantaran membutuhkan kerja keras, fikiran yang kreatif, dan kemampuan pengetahuan yang tinggi. Dalam pandangannya dalam teknik analisis data tidak bisa disamakan antara satu penelitian dengan peneliti yang lainnya, terutama mengenai metode yang dipergunakan

Komaruddin

Teknik analisis data yaitu suatu kegiatan berfikir untuk menguraikan sesuatu keseluruhan untuk dijadikan menjadi komponen sehingga agar lebih mengenal tanda-tanda komponen, hubungan antara satu dengan yang lain dan juga fungsi masing-masing didalam satu keseluruhan yang sudah teratur.

Macam Teknik Analisis Data

Berikut ini beragam teknik analisis data dalam penelitian kualitatif dan kualitataif, antara lain adalah sebagai berikut;

Teknik Analisis Data Kuantiatif

Untuk teknik analisis data dalam metode penelitian kuantitatif, terdiri atas;

Data kuantiatif

  1. Analisis Kuantitatif Deskriptif

Dalam menggunakan analisis statistik deskriptif peneliti perlu memperhatikan terlebih dahulu jenis datanya. Apabila data yang dimiliki peneliti adalah data diskrit, penyajian data yang bisa dilakukan yaitu mencari frekuensi mutlak, frekuensi relatif (mencari persentase), dan mencari ukuran tendensi sentralnya yaitu mode, median dan mean.

Statistik deskriptif berfungsi untuk mengklasifikasikan suatu data variabel berdasarkan masing-masing kelompok dari yang semula belum teratur dan mudah diinterpretasikan maksudnya oleh orang yang memerlukan informasi tentang keadaan variabel penelitian tersebut.

Selain itu, statistik deskriptif berfungsi pula dalam menyajikan informasi sedemikian rupa, sehingga data yang dihasilkan dari penelitian bisa dimanfaatkan oleh orang lain yang membutuhkan.

  1. Analisis Kuantitatif Inferensial

Analisis inferensial digunakan dengan tujuan untuk menghasilkan suatu temuan yang bisa digeneralisasikan  secara lebih luas ke dalam wilayah populasi. Dalam hal ini, seorang peneliti akan selalu berhadapan dengan hipotesis nihil (Ho) sebagai dasar penelitiannya untuk diuji secara empirik dengan statistik inferensial.

Statistik inferensial memiliki jenis yang cukup beragam. Peneliti memiliki peluang sebebas-bebasnya dalam memilih teknik mana yang paling sesuai (bukan yang paling disukai) dengan sifat/jenis data yang telah dikumpulkan. Secara garis besar, teknik analisis ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu untuk penelitian korelasional dan untuk komparasi dan/atau eksperimen.

Teknik Analisis Data Kualitatif

Data kualitatif merupakan data yang mengacu pada informasi non-numerik seperti transkrip wawancara, catatan, rekaman video dan audio, gambar dan dokumen teks. Analisis data penelitian kualitatif dapat dibagi menjadi 5 kategori yaitu sebagai berikut:

  1. Analisis konten

Analisis konten atau disebut juga analisis isi merupakan penelitian yang bersifat pembahasan mendalam terhadap isi suatu informasi tertulis atau tercetak dalam media massa. Teknik ini dipelopori oleh Harold D. Lasswell, yang menjadi pelopor teknik symbol coding, yaitu pencatatan lambang atau pesan secara sistematis, kemudian diberi interpretasi.

Analisis konten mengacu pada proses pengkategorian data verbal atau perilaku untuk mengklasifikasikan, meringkas dan mentabulasi data.

  1. Analisis naratif

Analisis naratif merupakan bagian dari kritik sastra yang dilakukan melalui pendekatan terhadap teks dengan menggunakan kategori-kategori struktur penyusun suatu kisah, seperti plot, narator, tokoh, pembaca, sudut pandang, waktu, dan tempat.

Analisis memusatkan perhatian pada teks secara keseluruhan untuk menguak dunia kisah yang disajikan pengarang sebagai suatu makna permukaan (surface meaning).

Teknik analisis ini melibatkan reformulasi cerita yang disajikan oleh responden dengan mempertimbangkan konteks setiap kasus dan pengalaman yang berbeda-beda dari tiap-tiap responden. Dengan kata lain, analisis naratif merupakan revisi data kualitatif primer oleh peneliti.

  1. Analisis wacana

Analisis wacana adalah suatu kajian yang meneliti atau menganalisis bahasa yang digunakan secara alamiah, baik dalam bentuk tulis maupun lisan terhadap para pengguna sebagai suatu elemen masyarakat.

  1. Analisis kerangka kerja

Analisis kerangka kerja merupakan metode yang lebih maju yang terdiri atas beberapa tahap seperti sosialisasi, mengidentifikasi kerangka kerja tematik, coding, charting, pemetaan dan interpretasi.

  1. Teori Beralas

Teori beralas merupakan metode analisis data kualitatif yang dimulai dengan analisis satu kasus untuk merumuskan teori. Kemudian, kasus-kasus tambahan diperiksa untuk melihat apakah mereka berkontribusi pada teori.

Teori beralas dapat pula diartikan sebagai metode sistematis dalam ilmu sosial yang membutuhkan konstruksi teori berdasarkan pengumpulan dan analisis data. Hal ini berbeda dengan metode deduktif hipotetis, ini merupakan metodologi penelitian induktif.

Cara Menuliskan Teknik Analisis Data

Langkah-langkah dalam menuliskan teknik analisis data, antara lain:

Pengolahan Data

Data yang telah selesai dikumpulkan melalui proses pengumpulan data, selanjutnya data tersebut harus diolah. Pengolahan data bertujuan agar data menjadi lebih sederhana, sehingga seluruh data yang telah terkumpul dapat disusun dengan baik dan rapi, kemudian barulah data tersebut  dianalisis.

Dalam melakukan pengolahan data, ada tahapan yang harus diikuti, yaitu:

  1. Penyuntingan (editing) yaitu kegiatan memeriksa seluruh daftar pertanyaan yang dikembalikan responden.
  2. Pengkodean (coding) yaitu kegiatan yang dilakukan dengan menggunakan cara memberikan simbol atau tanda yang berupa angka terhadap jawaban responden yang diterima. Pengkodean dapat dijelaskan sebagai kategorisasi data. Ada tiga jenis pengkodean:
  • Pengodean terbuka (open coding) yaitu bagian analisis yang secara khusus  berkaitan dengan pemberian nama dan kategorisasi pada suatu fenomena melalui  pengujian data.
  • Pengodean berporos (axial coding) yaitu seperangkat prosedur penempatan data kembali dengan cara-cara baru dengan membuat kaitan antarkategori yang diawali dari penentuan jenis kategori kemudian dilanjutkan dengan penemuan hubungan antar kategori atau antarsubkategori.
  • Pengodean selektif (selective coding) yaitu pada tahapan ini kemungkinan peneliti menemukan sejumlah besar data dengan kategori dan hubungan antarkategori/subkategori yang banyak serta bervariasi sangat besar.

Pengodean dapat dilakukan secara manual atau menggunakan perangkat lunak analisis data kualitatif seperti NVivo, Atlas ti 6.0, HyperRESEARCH 2.8, Max QDA dan lainnya.

  • Tabulasi (tabulating) yaitu kegiatan menyusun dan juga menghitung data dari hasil pengkodean, kemudian akan ditampilkan dalam wujud tabel.

Penganalisisan Data

Jika proses pengolahan data telah selesai, maka langkah berikutnya adalah menganalisis data. Analisis data bertujuan untuk mengungkapkan data apa yang masih perlu dicari, hipotesis penelitian apa yang perlu diuji, pertanyaan apa yang perlu dijawab, metode apa yang harus digunakan untuk mendapatkan informasi baru dan kesalahan apa yang harus segera diperbaiki.

Setelah datanya sudah terkumpul, maka dikelompokkan menjadi dua kelompok, yakni data kuantitatif dengan bentuk angka-angka dan data kualitatif yang lebih dinyatakan dalam bentuk kata-kata atau simbol.

Penafsiran Hasil Analisis

Jika data telah selesai dianalisis, yang harus dilakukan selanjutnya adalah menafsirkan hasil analisa data tersebut. Penafsiran hasil analisis data bertujuan untuk memberikan kesimpulan dari penelitian kualitatif yang sudah dikerjakan.

Pemgambilan kesimpulan tersebut dilakukan dengan cara membandingkan anggapan yang telah dirumuskan dengan hasil analisis data yang telah diperoleh, sehingga akhirnya peneliti dapat mengambil kesimpulan apakah menerima atau menolak anggapan yang sudah dirumuskan.

Nah, itulah tadi serangkaian artikel yang telah kami selesaikan secara lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian teknik analisis data menurut para ahli, jenis, contoh, dan cara menuliskannya. Semoga melalui materi ini memberikan wawasan serta pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *