Kelebihan dan Kekuarangan Probability Sampling

Diposting pada
Rate this post

Keunggulan dan Kelemahan Probability Sampling

Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah salah satu elemen terpenting dari setiap proyek pebuatan laporan penelitian. Alasannya karena sampel penelitian ini menjadi bagian dalam studi dalam penggunaan metode penelitian tertentu, sehingga prihal ini sangat memungkinkan si peneliti untuk melakukan studi populasi besar tanpa perlu menjangkau setiap orang dalam suatu populasi. Disisi lainnya, dalam teknik sampling bisa dilakukan dengan probability sampling dan non probability sampling.

Adapun penggunaan untuk jenis probability sampling sendiri memiliki sejumlah kelebihan dan juga kelamahan. Tetapi yang pasti, semuanya tergantung daripada objek penelitian dan subjek penelitian itu sendiri.

Probability Sampling

Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel di mana si peneliti memilih sampel dari populasi yang lebih besar dengan menggunakan metode yang didasarkan pada teori distribusi probabilitas. Hal ini dilakukan agar seorang partisipan penelitian dapat dianggap sebagai sampel probabilitas, ia harus dipilih dengan menggunakan pemilihan acak.

Kelebihan dan Kekuarangan Probability Sampling

Pengambilan sampel probabilitas dengan mempergunakan teori statistik dan statistika untuk secara acak memilih sekelompok kecil orang (sampel) dari populasi besar yang ada dan kemudian memprediksi bahwa semua tanggapan akan cocok dengan populasi keseluruhan. Sehingga prihal penggunaannya memiliki sejumlah kelebihan dan kelamahan. Penjelasan lengkapnya. Yakni;

Kelebihan

Kelebihan yang menjadi keunggulan penggunaan probability sampling yaitu;

  1. Menghemat biaya

Probability sampling dapat menghemat biaya karena tugas pemberian nomor acak ke item populasi yang berbeda selesai, maka prosesnya setengah selesai. Proses tersebut sangat menghemat biaya dan waktu. Karakteristik sampel yang lebih besar juga dapat dipilih berdasarkan nomor yang ditetapkan untuk sampel dan kemudian memilih nomor acak dari sampel yang lebih signifikan.

  1. Melibatkan tingkat penilaian yang lebih rendah

Saat menetapkan nomor ke item dalam jenis populasi dan sampel maka si peneliti harus terlebih dahulu menetapkannya dalam tren acak yang membuat proses pengambilan sampel probabilitas lebih efektif dan lebih akurat.

  1. Pengambilan sampel yang relatif lebih mudah

Penerapan untuk penggunaan probability sampling tidak melibatkan proses yang rumit dan panjang, oleh karena alasan itulah teknik pengumpulan data ini menjadi cara yang tidak terlalu sulit (mudah) untuk proses pengambilan sampel.

  1. Menghemat waktu

Diakui ataupun tidak probability sampling merupakan proses yang sederhana dan singkat. Hal ini lantaran hanya membutuhkan waktu lebih sedikit untuk menyelesaikannya. Waktu yang dihemat dapat digunakan untuk kegiatan analisis dan interpretasi. 

  1. Dapat dilakukan bahkan oleh orang non teknis

Pemberian nomor acak dapat dilakukan oleh siapa saja setelah briefing singkat karena tidak memerlukan proses yang panjang, rumit dan krusial. Atau dengan kata lain, metode pengambilan sampel ini tidak memerlukan pengetahuan teknis apa pun karena kesederhanaannya, sehingga tidak membutuhkan keahlian yang rumit dan sama sekali tidak panjang.

  1. Sampel mewakili populasi

Probability sampling menggunakan angka acak yang memastikan bahwa sampel bervariasi sebanyak populasi itu sendiri. Sehingga penggunaan ini berbeda dengan metode dalam jenis non probability sampling, dimana populasi belum tentu menjadi perwakilan sampel.

  1. Menghindari pertimbangan

Salah satu teknik probability sampling adalah random sampling sistematis yang melibatkan probabilitas ke tingkat yang lebih besar. Jadi, pertimbangan (judgment) dapat dihindari. Setelah sampel pertama dipilih, peran pertimbangan selesai.

  1. Tingkat Kontrol yang lebih tinggi

Dalam simple random sampling sistematis, sejatinya setiap si peneliti senantisa dapat mengontrol ukuran sampel, sampel pertama, dan cara kontrol lainnya untuk menyelesaikan proses. Dengan demikian tingkat kontrol selalu lebih tinggi.

  1. Memberikan presisi yang lebih baik

Pengambilan sampel acak berstrata (stratified random sampling) yang merupakan salah satu bentuk teknik probability sampling dapat memberikan presisi yang lebih baik karena mengambil sampel yang proporsional dengan populasi acak.

  1. Memberikan tingkat akurasi yang lebih besar

Karena metode untuk pengambilan sampel berstrata memberikan presisi yang lebih besar, tingkat akurasi yang lebih besar dapat dicapai bahkan dengan menggunakan sampel berukuran kecil. Proses ini juga dapat menghemat sumber daya.

Kekurangan

Kekurangan yang menjadi kelemahan dalam probability sampling yaitu;

  1. Peluang memilih kelas sampel tertentu saja

 Apabila seorang peneliti atau surveyor diminta untuk mensurvei tentang data apapun yang berkaitan dengan anggota keluarga, maka ada kemungkinan besar bahwa ia akan mengembangkan tren mulai dari jumlah anggota tertua hingga termuda dan jumlahnya hanya akan bertambah atau berkurang saja. Dalam hal ini, hanya generasi tertua atau generasi terbaru yang akan diambil sebagai sampel.

  1. Pekerjaan yang berlebihan dan monoton

Karena peneliti atau dalam hal ini seorang surveyor melakukan pekerjaan berulang untuk menetapkan angka dan mengambil informasi, maka secara otomatis ada kemungkinan bahwa mereka mengalami monoton dan efektivitas sistem akan berkurang.

  1. Bias dalam pemilihan sampel

Penerapan simple random sampling dapat menyebabkan bias. Meskipun pengambilan sampel tersebut dimaksudkan untuk menjadi pendekatan survei yang tidak bias, tapi bias pemilihan sampel dapat terjadi. Ketika kumpulan sampel dari populasi yang lebih besar tidak cukup inklusif, representasi dari populasi penuh menjadi miring dan membutuhkan teknik pengambilan sampel tambahan.

  1. Kesulitan mengakses daftar populasi penuh

Selain bias dalam pengambilan sampel acak sederhana (simple random sampling), ukuran statistik yang akurat dari populasi besar hanya dapat diperoleh ketika daftar lengkap dari seluruh populasi yang akan dipelajari tersedia. Dalam beberapa kasus, rincian populasi mahasiswa di universitas atau sekelompok karyawan di perusahaan tertentu dapat diakses melalui organisasi yang menghubungkan setiap populasi.

  1. Ukuran populasi mungkin tidak diketahui

Dalam menerapkan random sampling sistematis salah satu kekurangannya adalah ukuran populasinya mungkin tidak diketahui sebelum pengambilan sampel dimulai. Misalnya kita ingin mensurvei merek rokok yang diinginkan para perokok. Kita mungkin tidak tahu berapa banyak penduduk yang merokok atau semua merek rokok yang ada di pasaran.

  1. Asumsi bahwa populasinya seragam mungkin tidak selalu terbukti benar

Dalam menerapkan random sampling sistematis kita tidak bisa mengatakan bahwa populasinya cukup seragam. Kadang-kadang juga benar bahwa item luar biasa muncul pada bagian populasi yang diambil sebagai sampel. Ini membuat sistem mati.

  1. Membutuhkan lebih banyak pekerjaan administratif

Penerapan stratified random sampling dalam metode sampling ini senantisa membutuhkan lebih banyak pekerjaan untuk perizianan administratif dibandingkan dengan simple random sampling atau pengambilan sampel acak sederhana.

  1. Membosankan dan memakan waktu

Stratified random sampling sebagai salah satu teknik probability sampling bisa saja menjadi menjadi pekerjaan yang membosankan, alasannya karena dalam hal ini peneliti memakan waktu bagi mereka yang tidak tertarik untuk menangani data tersebut.

  1. Mungkin tidak berfungsi dengan baik jika tidak homogen

Kelemahan atau kekurangan yang satu ini terjadi pada pengambilan sampel kluster (cluster sampling). Atau dengan kata lain, cluster sampling mungkin tidak berfungsi dengan baik jika anggota populasi tidak homogen (yaitu jika mereka berbeda satu sama lain).

  1. Mengurangi efektivitas teknik

Dalam pengambilan sampel kluster (cluster sampling, kemungkinan perbedaan unit atau anggota populasi dapat mengurangi efektivitas teknik. Sehingga dalam hal ini jenis data penelitian yang dipergunakan perlu untuk dilakukan telaah yang lebih mendalam.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa probability sampling adalah metode pengambilan sampel yang memungkinkan kita untuk mendapatkan informasi tentang populasi berdasarkan statistik dari suatu himpunan bagian dari populasi (sampel), tanpa harus menyelidiki setiap individu.

Sehingga, yang perlu diketahui bahwa persyaratan paling kritis dari pengambilan sampel probabilitas adalah bahwa setiap orang dalam populasi mempunyai peluang yang diketahui dan sama untuk dipilih. Misalnya, jika kita mempunyai populasi 100 orang, setiap orang akan memiliki peluang 1 banding 100 untuk terpilih.

Nah, itulah tadi artikel yang bisa bagikan pada terkait dengan keunggulan dan kelemahan penggunaan probability sampling beserta dengan penjelasannya.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *