Macam Teknik Pengambilan Sampel dan Contohnya

Diposting pada

Macam Teknik Pengambilan Sampel

Saat kita melakukan berbagai macam metode penelitian tentang sekelompok orang, tentusaja teknik mengumpulkan data dari setiap orang dalam kelompok itu seringkali sulit dilakukan. Sebagai gantinya, kita memilih sampel. Cara-cara yang dapat kita lakukan untuk menentukan sampe penelitian kita itulah yang dinamakan teknik pengambilan sampel.

Untuk menarik kesimpulan yang valid dari hasil penelitian kita, kita harus hati-hati memutuskan bagaimana kita akan memilih sampel yang mewakili kelompok secara keseluruhan. Secaragaris besar, ada dua jenis metode pengambilan sampel, yaitu Probability Sampling, yang melibatkan pemilihan acak, memungkinkan kita untuk membuat kesimpulan statistik tentang seluruh kelompok dan Non-Probability Sampling yang melibatkan pemilihan non-acak berdasarkan kenyamanan atau kriteria lain, memungkinkan kita untuk dengan mudah mengumpulkan data awal.

Teknik Pengambilan Sampel

Sampel adalah sebagian atau sebagai wakil populasi yang kana diteliti. Apabila penelitian yang dilakukan sebagian dari populasi maka dapat dikatakan bahwa penelitian tersebut penelitian Sampel (Arikunto, 2006). Pengambilan sampel adalah teknik memilih anggota individu atau bagian dari populasi untuk membuat kesimpulan statistik dari populasi tersebut dan memperkirakan karakteristik seluruh populasi.

Metode pengambilan sampel yang berbeda banyak digunakan oleh peneliti dalam riset pasar sehingga mereka tidak perlu meneliti seluruh populasi untuk mengumpulkan wawasan yang dapat ditindaklanjuti.

Penjelasan ini juga merupakan metode yang tepat waktu dan hemat biaya dan karenanya membentuk dasar dari setiap desain penelitian. Teknik pengambilan sampel dapat digunakan dalam perangkat lunak survei penelitian untuk penurunan yang optimal.

Contoh Teknik Pengambilan Sampel

Misalnya, jika produsen obat ingin meneliti efek samping obat yang merugikan terhadap populasi suatu negara, hampir tidak mungkin untuk melakukan studi penelitian yang melibatkan semua orang. Dalam hal ini, peneliti memutuskan sampel orang dari setiap demografi dan kemudian menelitinya, memberikan umpan balik indikatifnya tentang perilaku obat.

Macam Teknik Pengambilan Sampel

Teknik sampling adalah proses yang digunakan dalam analisis statistik di mana sejumlah pengamatan yang telah ditentukan diambil dari populasi yang lebih besar. Metodologi pengambilan sampel dari populasi yang lebih besar tergantung pada jenis analisis data yang dilakukan, tapi bisa mencakup pengambilan sampel acak sederhana atau pengambilan sampel sistematis.

Teknik Pengambilan Sampel dan Contohnya

Demi memberikan penjelasan lebih lengkap. Berikut ini adalah teknik-teknik yang dapat dilakukan dalam pengambilan sampel beserta masing-masing contohnya, antara lain:

Probability Sampling

Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel di mana seorang peneliti menetapkan pilihan beberapa kriteria dan memilih anggota populasi secara acak. Semua anggota mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi bagian dari sampel dengan parameter pemilihan ini.

Probability sampling juga bisa diartikan teknik pengambilan sampel dimana peneliti memilih sampel dari populasi yang lebih besar dengan menggunakan metode yang didasarkan pada teori probabilitas. Metode pengambilan sampel ini mempertimbangkan setiap anggota populasi dan membentuk sampel berdasarkan proses tetap.

Contoh Probability Sampling

Contohnya, dalam populasi dengan 1000 anggota, setiap anggota akan memiliki 1/1000 peluang untuk dipilih menjadi bagian dari sampel. Pengambilan sampel probabilitas menghilangkan bias dalam populasi dan memberikan semua anggota kesempatan yang adil untuk disertakan dalam sampel.

Ada empat jenis teknik pengambilan sampel probabilitas:

  1. Pengambilan Sampel Acak Sederhana (Simple Random Sampling)

Salah satu teknik pengambilan sampel probabilitas terbaik yang membantu menghemat waktu dan sumber daya, adalah metode pengambilan sampel acak sederhana. Langkah ini adalah metode yang dapat diandalkan untuk memperoleh informasi di mana setiap anggota populasi dipilih secara acak, hanya secara kebetulan. Setiap individu memiliki probabilitas yang sama untuk dipilih menjadi bagian dari sampel.

Contoh Simple Random Sampling

Peneliti ingin memilih sampel acak sederhana dari 100 karyawan Perusahaan X. Peneliti menetapkan nomor untuk setiap karyawan dalam database perusahaan dari 1 hingga 1000, dan menggunakan generator nomor acak untuk memilih 100 angka.

  1. Pengambilan Sampel Acak Berdasar Area (Cluster Random Sampling)

Cluster sampling adalah suatu metode dimana peneliti membagi seluruh populasi menjadi beberapa bagian atau kluster yang mewakili suatu populasi. Kluster diidentifikasi dan dimasukkan dalam sampel berdasarkan parameter demografis seperti usia, jenis kelamin, lokasi, dan lain-lain. Hal ini mempermudah pembuat survei untuk mendapatkan kesimpulan yang efektif dari umpan balik.

Contoh Cluster Random Sampling

Misalnya, perusahaan memiliki kantor di 10 kota di seluruh negeri (semuanya dengan jumlah karyawan yang kira-kira sama dengan peran yang sama). Peneliti tidak memiliki kapasitas untuk pergi ke setiap kantor untuk mengumpulkan data, jadi peneliti menggunakan pengambilan sampel acak untuk memilih 3 kantor – ini adalah kelompok Anda.

  1. Pengambilan Sampel Acak Sistematis (Systematic Random Sampling)

Peneliti menggunakan metode pengambilan sampel sistematis untuk memilih anggota sampel suatu populasi secara berkala. Hal ini memerlukan pemilihan titik awal untuk sampel dan ukuran sampel yang dapat diulangi secara berkala. Jenis metode pengambilan sampel ini memiliki rentang yang telah ditentukan, dan karenanya teknik pengambilan sampel ini memakan waktu paling sedikit.

Contoh Systematic Random Sampling

Misalnya, seorang peneliti bermaksud untuk mengumpulkan sampel sistematis dari 500 orang dalam populasi 5000. Peneliti menomori setiap elemen populasi dari 1-5000 dan akan memilih setiap 10 individu untuk menjadi bagian dari sampel (Total populasi / Ukuran Sampel = 5000/500 = 10).

  1. Pengambilan Sampel Acak Berstrata (Stratified Random Sampling)

Pengambilan sampel acak berstrata adalah metode yang digunakan peneliti untuk membagi populasi menjadi kelompok-kelompok kecil yang tidak tumpang tindih tetapi mewakili seluruh populasi. Saat pengambilan sampel, kelompok-kelompok ini dapat diatur dan kemudian mengambil sampel dari setiap kelompok secara terpisah.

Contoh Stratified Random Sampling

Misalnya, perusahaan ini memiliki 800 karyawan wanita dan 200 karyawan pria. Peneliti ingin memastikan bahwa sampel mencerminkan keseimbangan gender perusahaan, jadi peneliti mengurutkan populasi menjadi dua strata berdasarkan gender.

Kemudian peneliti menggunakan pengambilan sampel acak pada setiap kelompok, memilih 80 wanita dan 20 pria, yang memberi peneliti sampel 100 orang yang representatif.

Non-Probability Sampling

Dalam non-probability sampling, peneliti memilih anggota untuk penelitian secara acak. Metode pengambilan sampel ini bukan proses seleksi tetap atau standar. Dalam teknik yang satu ini, tidak semua elemen populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dimasukkan dalam sampel.

Terdapat beberapa jenis teknik pengambilan sampel non-probabilitas:

  1. Convenience sampling

Metode ini bergantung pada kemudahan akses ke subjek seperti survei pelanggan di mal atau orang yang lewat di jalan yang sibuk. Biasanya disebut sebagai convenience sampling, karena kemudahan peneliti dalam melakukan dan berhubungan dengan subjek. Peneliti hampir tidak memiliki kewenangan untuk memilih elemen sampel, dan ini murni dilakukan berdasarkan kedekatan dan bukan keterwakilan.

Metode pengambilan sampel non-probabilitas ini digunakan ketika ada batasan waktu dan biaya dalam mengumpulkan umpan balik. Dalam situasi dimana terdapat keterbatasan sumber daya seperti pada tahap awal penelitian, digunakan convenience sampling.

Contoh Convenience sampling

Misalnya, startup dan LSM biasanya melakukan pengambilan sampel di mal untuk mendistribusikan selebaran acara yang akan datang atau promosi suatu alasan – mereka melakukannya dengan berdiri di pintu masuk mal dan membagikan pamflet secara acak.

  1. Judgemental atau Purposive Sampling

Metode ini dibentuk oleh kebijaksanaan peneliti. Peneliti hanya mempertimbangkan tujuan penelitian, bersama dengan pemahaman khalayak sasaran.

Contoh Purposive Sampling

Misalnya, ketika peneliti ingin memahami proses berpikir orang yang tertarik belajar untuk gelar masternya.

Kriteria seleksi akan menjadi: “Apakah Anda tertarik untuk melanjutkan studi untuk mendapatkan gelar master Anda di …?” . Mereka yang memberikan respon “Tidak”, akan dikeluarkan dari sampel.

Contoh lain, misalnya peneliti ingin mengetahui lebih banyak tentang pendapat dan pengalaman mahasiswa penyandang disabilitas di suatu universitas, jadi peneliti sengaja memilih sejumlah mahasiswa dengan kebutuhan dukungan yang berbeda untuk mengumpulkan berbagai data tentang pengalaman mereka dengan layanan mahasiswa.

  1. Snowball Sampling

Snowball sampling adalah metode pengambilan sampel yang peneliti terapkan ketika subjek sulit dilacak. Misalnya, akan sangat menantang untuk mensurvei orang-orang yang tidak memiliki perlindungan atau imigran ilegal. Dalam kasus seperti itu, menggunakan teori bola salju, peneliti dapat melacak beberapa kategori untuk mewawancarai dan mendapatkan hasil.

Peneliti juga menerapkan metode pengambilan sampel ini dalam situasi di mana topiknya sangat sensitif dan tidak didiskusikan secara terbuka.

Contoh Snowball Sampling

Misalnya, survei untuk mengumpulkan informasi tentang HIV Aids.

Tidak banyak korban yang bersedia menanggapi pertanyaan tersebut. Namun, para peneliti dapat menghubungi orang yang mungkin mereka kenal atau relawan yang terkait dengan penyebab untuk menghubungi para korban dan mengumpulkan informasi.

  1. Accidental Sampling

Accidental Sampling merupakan metode pengambilan sampel yang dipilih secara kebetulan (tanpa sengaja) yang ditemukan oleh peneliti. Teknik pengambilan sampe ini cocok untuk meneliti jenis kasus penyakit langka yang sampelnya sulit didapatkan.

Contoh Accidental Sampling

Misalnya, peneliti ingin meneliti tentang kebersihan di Kota Jakarta. Selanjutnya dia menanyakan tentang kebersihan Kota Jakarta pada warga Bandung yang dia temui saat itu.

 

  1. Quota Sampling

Dalam Pengambilan sampel kuota, pemilihan anggota dalam teknik pengambilan sampel ini dilakukan berdasarkan standar yang telah ditentukan sebelumnya. Dalam hal ini, ketika sampel dibentuk berdasarkan atribut tertentu, sampel yang dibuat akan memiliki kualitas yang sama dengan yang ditemukan dalam total populasi. Langkah adalah metode pengumpulan sampel yang cepat.

Contoh Quota Sampling

Misalnya yaitu suatu survei yang memerlukan sampel lima puluh laki-laki dan lima puluh perempuan, sampel kuota akan mensurvei responden sampai jumlah yang tepat dari setiap jenis telah disurvei. Tidak seperti pengambilan sampel bertingkat, sampel tidak selalu diacak.

 

  1. Voluntary Response Sampling

Mirip dengan convenience sample, teknik sampling yang satu ini terutama didasarkan pada kemudahan akses. Alih-alih peneliti memilih peserta dan langsung menghubungi mereka, orang-orang menjadi sukarelawan sendiri (misalnya dengan menanggapi survei online publik).

Contoh Voluntary Response Sampling

Contohnya yaitu peneliti mengirimkan survei ke semua mahasiswa di suatu universitas dan banyak mahasiswa memutuskan untuk menyelesaikannya. Hal ini tentunya dapat memberi peneliti beberapa wawasan tentang topik tersebut.

Akan tetapi, orang yang menanggapi kemungkinan besar adalah mereka yang memiliki pendapat yang kuat tentang layanan dukungan mahasiswa, jadi peneliti tidak dapat memastikan bahwa pendapat mereka mewakili semua siswa.

Tujuan Pengambilan Sampel

Adapaun pengambilan sampel dalam penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif dilakukan dengan beberapa tujuan, diantaranya yaitu:

  1. Keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya.
  2. Populasi terlalu banyak atau jangkauan terlalu luas sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan pengambilan data pada seluruh posisi.
  3. Adanya asumsi bahwa semua populasi seragam atau sama, sehingga dapat diwakili oleh sampel.

Sedangkan untuk tahapan yang perlu dilakukan dalam pengambilan sampel, yaitu:

  1. Mendefinisikan populasi yang akan diamati
  2. Menentukan kerangka sampel dan kumpulan semua peristiwa yang mungkin
  3. Menentukan teknik atau metode sampling yang tepat
  4. Melakukan pengambilan sampel (pengumpulan data)
  5. Melakukan pemeriksaan ulang pada proses sampling
Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan dapatlah dikatakan bahwa teknik sampling dibentuk sebagai cara untuk menentukan sampel yang jumlahnya sesuai dengan ukuran sampel yang akan dijaikan sumber data penelitian yang sebenarnya. Hal ini dilakukan tentusaja dengan memperhatikan sifat-sifat dan penyebaran populasi agar didapatkan sampel yang representative.

Demikianlah artikel yang bisa kami uraikan pada segenap pembaca berkenaan dengan macam-macam teknik pengambilan sampel dalam penelitian dan contohnya. Semoga saja memberikan edukasi dan pemahaman bagi kalian yang membutuhkannya.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *