Jenis Populasi dan Sampel dalam Penelitian

Diposting pada

Jenis Populasi dan Sampel

Dalam statistik yang merujuk pada penelitian kuantitatif, istilah “populasi” memiliki arti yang sedikit berbeda dari yang diberikan dalam bahasa biasa. Hal ini umumnya tidak hanya mengacu pada manusia atau makhluk hidup, tapi ahli statistik juga berbicara tentang jenis populasi objek, atau peristiwa, prosedur, pengamatan, termasuk hal-hal seperti jumlah timbal dalam urin, kunjungan ke dokter, dan operasi pembedahan.

Dengan demikian, populasi adalah kumpulan makhluk, benda, kasus, dan seterusnya. Sedangkan untuk penelitian, secara praktis tidak mungkin seorang peneliti memilih semua elemen individu dalam suatu populasi untuk metode pengumpulan data. Sebaliknya mereka memilih kelompok perwakilan individu/elemen yang termasuk dalam populasi tertentu untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan mengenai kelompok tersebut, yang disebut sampel. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menggeneralisasi karakteristik kelompok perwakilan sebagai karakteristik populasi.

Populasi dan Sampel

Dalam definisi penelitian, populasi dapat diartikan sebagai sekelompok individu, lembaga, objek dan sebagainya yang memiliki kesamaan karakteristik yang menjadi minat seorang peneliti. Ciri umum kelompok membedakan mereka dari individu lain, lembaga, objek, dan lain sebagainya.

Sehingga dalam hal ini terkadang populasi dapat dihitung dengan mudah, yang disebut populasi terbatas. Populasi mahasiswa kedokteran di Univertas A adalah contoh populasi terbatas. Ada pula pumlah populasi yang tidak terbatas atau tidak diketahui yang disebut sebagai populasi yang tidak terbatas. Misalnya para remaja, yang terdapat di Negara B, meskipun dapat dihitung tetapi dalam prosedur yang rumit.

Untuk mengantisipasi kerumitan atas populasi yang didapatkan, seorang peneliti akan senantiasa memilih sampel untuk diteliti. Sehingga sampel adalah sebagian kecil dari populasi yang dipilih untuk studi tertentu. Sampel harus secara jelas mewakili karakteristik kelompok yang dituju.

Jenis Populasi dan Sampel dalam Penelitian

Khususnya dalam penelitian istilah populasi dan sampel terbagi menjadi berbagai bentuk. Berikut penjelasannya lebih lanjut;

Secara umum terdapat dua jenis populasi dalam sebuah penelitian, yaitu:

  1. Populasi Target (Target Population)

Populasi target mengacu pada seluruh kelompok individu atau objek yang menarik minat peneliti untuk menggeneralisasi kesimpulan. Populasi target biasanya memiliki karakteristik yang berbeda-beda dan disebut juga dengan populasi teoritis. 

  1. Populasi yang Dapat Dicapai (Accessible Population)

Populasi yang dapat dicapai adalah populasi dalam penelitian yang kesimpulannya dapat diterapkan oleh peneliti. Populasi ini adalah bagian dari populasi target dan disebut juga populasi studi. Dari populasi yang dapat diakses itulah peneliti menarik sampel mereka.

Sedangkan untuk pengambilan sampel dalam penelitian terbagi atas dua jenis. Antara lain;

  1. Sampling Probabilitas

Idealnya, sampel harus dipilih secara acak dan mewakili populasi. Menggunakan metode sampling probabilitas (seperti simple random sampling atau stratified sampling) mengurangi risiko bias pengambilan sampel dan meningkatkan validitas internal dan eksternal.

  1. Sampling Non-Probabilitas

Jika penelitian kita kurang mementingkan generalisasi, kita juga dapat menggunakan metode pengambilan sampel non-probabilitas. Sampel non-probabilitas dipilih untuk kriteria tertentu, pilihan ini mungkin lebih nyaman atau lebih murah untuk diakses.

Karena jenis metode penelitian berupa pemilihan non-acak, kita tidak dapat membuat kesimpulan statistik yang valid tentang populasi yang lebih luas.

Selain pada jenis pengambilan sampel yang sudah disebutkan diatas. Penting diketahui bahwasanya metodologi pengambilan sampel yang utama dalam guna menunjang observasi terbagi atas atas berbagai macam. Yaitu;

  1. Pengambilan Sampel Peristiwa (Event Sampling)

Metode observasi pengambilan sampel peristiwa, seorang peneliti memutuskan sebelumnya peristiwa atau perilaku apa yang akan ia catat dan mana yang akan ia abaikan. Kondisi penting diketahui mengingat sampel yang diambil nantinya berpengaruh besar pada teknik analisis data yang dilakukan.

  1. Pengambilan Sampel Waktu (Time Sampling)

Dalam metode observasi time sampling dipergunakan guna meyakinkan seorang peneliti memilih waktu yang akan diamati. Umumnya pada tahapan inilah peneliti membuat catatan kejadian hanya dalam periode yang ditentukan dan ditentukan sebelumnya.

  1. Pengambilan sampel sesuai target waktu atau pengambilan sampel sesaat (Target-time or instantaneous sampling)

Dalam metode observasi yang satu ini, peneliti terlebih dahulu menentukan saat-saat pengamatan akan terjadi dan akan direkam pada saat itu. Segala sesuatu yang terjadi sebelum atau setelah momen itu tidak memiliki konsekuensi, oleh karena itu biasanya diabaikan.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan dapatlah dikatakan bahwa populasi adalah sesuatu yang sifatnya umum dan terdiri dari subjek maupun objek serta memiliki karakteristik tertentu. Sedangkan sampel ialah sebagai jumlah kecil yang ada dalam populasi dan menjadi wakil dari penelitian yang sedang dilakukan.

Demikianlah artikel yang bisa kami uraikan pada segenap pembaca berkenaan dengan macam-macam populasi dan sampel yang ada dalam penelitian. Semoga bisa memberi edukasi bagi kalian semua yang sedang membutuhkan referensinya.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *