Ciri Sampel dalam Penelitian

Diposting pada

Ciri Sampel Penelitian

Penggunaan alat hitung statistik dan contoh metodologi penelitian untuk riset kuantitatif tidak akan terlepas daripada sampel. Hal ini lantaran sempel adalah sekumpulan data yang dikumpulkan serta dipilih dari suatu populasi dengan prosedur yang ditentukan.

Biasanya alat hitung sampel diperlukan guna mempermudah populasinya yang jumlahnya sangat besar sehingga  pencacahan lengkap semua nilai dalam populasi tidak praktis atau tidak mungkin.

Sampel

Sampel adalah sebagai bagian kecil yang ada dalam populasi dan menjadi salah satu wakil untuk populasi dari arti penelitian yang dilakukan.

Oleh karena itulah sampel akan senantiasa mewakili bagian dari ukuran yang dapat dikelola. Sampel ini juga dikumpulkan dan dihitung mempergunakan statistik sehingga seseorang dapat membuat arti kesimpulan atau ekstrapolasi dari sampel ke populasi. Proses pengumpulan informasi dari sampel ini disebut sebagai pengambilan sampel

Terdapat beberapa alasan dalam pengambilan sampel, yaitu:

  1. Kebutuhan, kadang-kadang tidak mungkin untuk mempelajari seluruh populasi karena ukurannya atau tidak dapat diaksesnya
  2. Kepraktisan, lebih mudah dan lebih efisien untuk mengumpulkan data dari sampel.
  3. Efektivitas biaya, lebih sedikit biaya peserta, laboratorium, peralatan, dan peneliti yang terlibat
  4. Pengelolaan, menyimpan dan menjalankan analisis statistik pada kumpulan data yang lebih kecil lebih mudah dan andal.

Ciri Sampel

Setidaknya terdapat beberapa karakteristik sampel yang baik dan diperlukan dalam penelitian. Antara lain;

  1. Berorientasi pada tujuan

Setiap contoh desain penelitian dalam pembuatan sampel harus berorientasi pada tujuan. Hal ini berarti dan harus berorientasi pada tujuan penelitian dan disesuaikan dengan kondisi survei di lapangan sebagaimana sesuai dengan topik penelitian yang diambil.

  1. Representasi yang akurat dari keseluruhan populasi

Sampel harus merupakan representasi yang akurat dari keseluruhan populasi darimana sampel tersebut diambil. Ada beberapa metode penelitian berbeda untuk memilih sampel. Sehingga sampel akan benar-benar representatif hanya jika ia mewakili semua jenis unit atau kelompok dalam total populasi dalam proporsi yang adil.

Singkatnya, sampel harus dipilih dengan hati-hati karena pengambilan sampel yang tidak tepat merupakan sumber kesalahan dalam survei. 

  1. Proporsional

Sampel harus proporsional. Hal ini dilakukan untuk mengidikasikan bahwa sampel harus cukup besar untuk mewakili alam semesta dengan benar. Ukuran sampel harus cukup besar untuk memberikan stabilitas atau keandalan statistik. Ukuran sampel harus memberikan keakuratan yang diperlukan untuk tujuan studi tertentu.

  1. Pemilihan Acak

Sampel harus dipilih secara acak. Ini berarti bahwa setiap item dalam kelompok memiliki kesempatan yang sama dan penuh untuk dipilih dan dimasukkan ke dalam sampel. Hal inilah membuat sampel yang dipilih benar-benar mewakili karakternya.

  1. Ekonomis

Sampel setidaknya harus ekonomis. Hal ini berdasarkan pada tujuan penelitian survei harus dicapai dengan biaya dan upaya minimum. Sehingga apabila penelitian dilakukan dengan populasi sangat memakan banyak biaya.

Misalnya saja sebagai contoh ingin melakukan penelitian terkait dengan Pemilu Presiden 2024 terkait siapa calon yang cocok, maka tidak mungkin meneliti semua masyarakat Indonesia dan itu adalah hal mustahil sehingga dalam hal ini dperlukan sampel.

  1. Praktis

Desain sampel harus praktis. Desain sampel ini setidaknya harus sederhana yaitu harus dapat dipahami dan diikuti dalam kerja lapangan. Tidak dibuat muluk-muluk dan dipermudah dalam proses penghitungan yang akan dilakukan untuk penelitian.

  1. Penyedia informasi aktual

Sampel harus dirancang sedemikian rupa sehingga dapat memberikan informasi aktual yang diperlukan untuk penelitian dan juga memberikan landasan dasar yang memadai yang kemudian untuk pengukuran keandalannya sendiri.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan dapatlah dikatakan bahwa sampel adalah versi yang lebih kecil dan dapat dikelola dari kelompok yang lebih besar.Oleh karena itulah sampel bagian yang berisi karakteristik populasi yang lebih besar.

Selain itu juga sampel digunakan dalam pengujian statistik ketika ukuran populasi terlalu besar untuk pengujian untuk memasukkan semua kemungkinan anggota atau observasi. Sampel harus mewakili seluruh populasi dan tidak mencerminkan bias terhadap atribut tertentu.

Nah, demikianlah saja artikel yang bisa kami uraikan pada segenap pembaca berkenaan dengan ciri-ciri sampel dalam penelitian beserta dengan contohnya. Semoga bisa memberikan edukasi untuk kalian yang sedang membutuhkannya.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *