Pengertian Laporan Praktikum, Macam, Struktur Kepenulisan, dan Cara Membuatnya

Diposting pada

Laporan Praktikum Adalah

Laporan praktikum tentunya sudah tak asing lagi bagi siswa maupun mahasiswa, khususnya yang berasal dari ilmu-ilmu eksakta. Laporan praktikum akan menguraikan tujuan dan sasaran siswa, menjelaskan alasan di balik praktikum, menjelaskan kondisi lingkungan praktikum, mencatat semua kegiatan dan hasil, dan memberikan penilaian sendiri atas pengalaman tersebut. Menulis laporan ini berfungsi untuk membantu siswa memahami kekuatan dan kelemahannya setelah menyelesaikan praktikum.

Laporan praktikum disusun dengan menggabungkan pengalaman profesional dan pengetahuan akademis, laporan penelitian tersebut perlu secara akurat mengartikulasikan apa yang telah dipelajari siswa dan mengidentifikasi fokus di masa depan baik untuk praktik maupun penelitian. Untuk memperjelas pemahaman kita tentang pengertian laporan praktikum, macam, struktur kepenulisan, dan cara membuatnya.

Laporan Praktikum

Praktikum dapat diartikan sebagai bagian dari pengajaran yang bertujuan agar siswa/mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menguji dan melaksanakan dalam keadaan nyata apa yang diperoleh dalam teori; pelajaran praktik. Dalam melakukan praktikum tentu ada panduan tertentu yang harus diikuti oleh siswa/mahasiswa terkait langkah-langkah atau cara kerja dalam percobaan yang dilakukan.

Praktikum siswa dirancang untuk memberi siswa pengalaman belajar yang bermanfaat, praktis, dalam bidang minat mereka.

Akibatnya, sebagian besar tergantung pada siswa/mahasiswa untuk melakukan praktikum yang sesuai dengan minat spesifik dan tujuan karirnya, dan memastikan bahwa tugas dan harapan pekerjaan didefinisikan dengan jelas sebelumnya.

Setelah praktikum selesai dilakukan, siswa/mahasiswa harus menyusun laporan yang disebut dengan laporan praktikum. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa laporan praktikum merupakan jenis laporan yang dibuat berdasarkan kegiatan praktikum baik di dalam laboratorium maupun diluar ruangan. Laporan ini bisa diketik maupun di tulis tangan (tergantung isntruksi yang diberikan).

Pengertian Laporan Praktikum

Laporan praktikum adalah bentuk penjelasan tentang apa yang dilakukan individu selama pengalaman praktis dan hasil dari pengalaman itu. Laporan ini sejatinya digunakan untuk menjelaskan dan menganalisis prosedur percobaan yang dilakukan dan teknik analisis data yang didapatkan.

Dalam penulisan laporan terdapat banyak bagian yang penting, seperti;

  1. Hipotesis
  2. Daftar alat dan bahan
  3. Data mentah percobaan yang disusun dengan format tertentu

Pengertian Praktikum Menurut Para Ahli

Adapun definsi praktikum menurut para ahli, antara lain:

Lunetta

Praktikum ialah pembelajaran yang dilakukan dengan hubungan interaksi melalui sebuah kegiatan mengamati dan memahami dunia alam yang diakukan oleh peserta didik.

Ekabahasa

Praktikum merupakan bagian dari pada suatu pengajaran, yang bertujuan agar peserta didik mendapat kesempatan untuk menguji.

Soekarno

Praktikum merupakan cara mengajar yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan fakta atau pembuktian fakta yang penting untuk diketahui.

Djamarah dan Zain

Praktikum merupakan proses pembelajaran tenaga pendidik kepada peserta didik untuk dapat melakukan dan mengalami sendiri tentang materi yang dipelajari.

Winatapura

Praktikum merupakan cara penyajian yang disusun oleh peserta didik secara aktif untuk kemudian dapat mengalami dan membuktikan sendiri tentang apa yang telah dipelajari.

Macam Laporan Praktikum

Jenis pekerjaan langsung yang diselesaikan selama praktikum siswa/mahasiswa akan bervariasi berdasarkan program yang mereka pilih, begitu pula halnya dengan laporan yang mereka tuliskan sebagai hasil dari praktikum.

Mahasiswa keguruan, misalnya, umumnya mereka akan melakukan pengamatan beberapa minggu yang diikuti oleh praktik pengajaran yang sebenarnya. Mahasiswa di berbagai bidang lainnya dapat ditugaskan mengerjakan proyek khusus untuk mempelajari keterampilan baru dan mendapatkan pengalaman kerja yang sebenarnya.

Mahasiswa dalam program gelar ilmiah mungkin bisa melakukan pekerjaan laboratorium atau pekerjaan lapangan yang terkait dengan gelar mereka.

Sebagian besar praktikum mahasiswa akan berlangsung selama satu semester akademik, yang akan memberi mereka banyak waktu untuk mengamati sebagaimana diperlukan, secara aktif bekerja, dan kemudian menyelesaikan laporan hasil praktikum.

Struktur Laporan Praktikum

Secara garis besar format atau sistematika penulisan laporan hasil penelitian yaitu sebagai berikut:

  • JUDUL PRAKTIKUM
  • LEMEBAR PENGESAHAN
  • DAFTAR ISI

Untuk lebiih lengkapnya beginilah susunan dalam penulisan laporan praktikum yang benar. Yaitu;

Pendahuluan

Berisi tentang latar belakang percobaan atau penelitian yang akan dilakukan

Tujuan

Berisi tentang tujuan percobaan atau penelitian yang akan dicapai

DASAR TEORI

Berisi teori yang berhubungan dengan percobaan yang akan dilakukan

METODE PERCOBAAN

Untuk penulisan dalam metode percobaan berisi tentang hal-hal sebagai berikut;

  1. Alat dan bahan
  2. Skema percobaan
  3. Tata laksana percobaan
  4. Analisa perhitungan

DATA DAN HASIL PERCOBAAN

Sedangkan hasil daripada hasil percobaan terdiri atas beragam hal. Antara lain;

  1. Data
  2. Grafik percobaan
  3. Perhitungan

PEMBAHASAN

Untuk pembahasan dalam contoh penulisan laporan praktikum terdiri atas beberapa hal. Antara lain;

  1. Metode dibahas kelebihan dan kekurangan
  2. Tinjauan terhadap data percobaan
  3. Tinjauan dan perbandingan terhadap referensi

KESIMPULAN

Kesimpulan biasanya ada dalam penulisan laporan praktikum untuk BAB 3, setidaknya memuat beberapa hal. Antara lain;

  1. DAFTAR PUSTAKA
  2. LAMPIRAN

Cara Menulsikan Laporan Praktikum

Berikut ini langkah-langkah dalam menuliskan laporan praktikum:

  1. Menyelesaikan Laporan Prapraktikum

Untuk proses dalam menyelesaikan laporan praktikum ada beberapa hal yang harus dituliskan. Antara lain;

  • Tentukan judul laporan

Judul merupakan nama percobaan yang Anda lakukan. Judul laporan harus padat dan jelas. Beberapa guru dan/atau kelas terkadang mewajibkan adanya halaman judul pada laporan yang berisi nama laboratorium atau percobaan, nama siswa yang melakukan percobaan di laboratorium, nama pembimbing di laboratorium yang digunakan, dan tanggal percobaan dilakukan.

  • Tentukan permasalahan yang Anda teliti

Anada harus menentukan hal yang akan Anda uji. Ini merupakan “tujuan” penelitian. Apa alasan yang mendasari Anda melakukan percobaan ini? Apa yang akan Anda pelajari dari percobaan ini? Ketika Anda menjelaskan tentang tujuan percobaan, jelaskanlah tentang hal yang akan didapatkan dari percobaan dan apa yang ingin Anda ketahui.

Alangkah lebih baiknya jika bagian ini juga memberikan pendahuluan tentang percobaan. Berikan informasi latar belakang yang mendukung percobaan, definisi yang penting, latar belakang teori, dan sejarah percobaan, dan metode umum yang akan digunakan.

Pernyataan tujuan percobaan dituliskan dalam satu kalimat. Selain dalam bentuk pernyataan, tujuan percobaan juga bisa dalam bentuk pertanyaan.

Contoh kalimat pernyataan: Tujuan percobaan ini adalah untuk menentukan titik didih dari senyawa yang berbeda menggunakan tiga sampel yang berbeda. Sedangkan contoh kalimat pertanyaan: Apakah campuran cat warna merah dan biru akan membentuk warna hijau? 

  • Tentukan hipotesis percobaan

Hipotesis merupakan hasil yang diharapkan untuk memecahkan masalah dalam percobaan secara teoritis, atau perkiraan hasil percobaan. Pada dasarnya, hipotesis ialah suatu perkiraan hasil penelitian yang berdasar pada teori yang telah Anda yakini akan menjadi hasil percobaan.

Penyusunan hipotesis didasarkan pada pengetahuan atau percobaan sebelumnya. Anda tidak boleh membuat hipotesis percobaan tanpa dasar yang mendukungnya. Hipotesis tidak harus benar, percobaan Anda lah yang akan menunjukkan kebenarannya.

  • Buatlah daftar alat dan bahan

Dalam membuat laporan praktikum, Anda juga harus mencantumkan alat dan bahan yang Anda gunakan untuk percobaan. Ini harus ditulis secara ringkas dan jelas. Dengan adanya daftar alat dan bahan ini, siapa pun dapat mengulangi percobaan Anda dan menegaskan hasil yang Anda nyatakan.

  • Jelaskan cara kerja percobaan Anda

Setelah menuliskan alat dan bahan yang Anda gunakan, selanjutnya tuliskanlah langkah-langkah percobaan yang Anda lakukan selama percobaan, beserta pengukuran yang Anda kerjakan. Cara kerja ini berupa prosedur langkah demi langkah di laboratorium. Pastikan juga untuk menuliskan tindakan pencegahan yang harus diambil ketika melakukan percobaan.

Anda juga harus menuliskan semua variabel percobaan secara rinci, yang meliputi variabel bebas (variabel yang akan Anda ubah sepanjang percobaan) dan variabel terikat (variabel yang berubah karena perubahan yang Anda lakukan pada variabel bebas di dalam percobaan).

Prosedur atau cara kerja percobaan harus ditulis dalam bentuk paragraf, bukan dalam daftar. Bagian ini harus ditulis sebagai penjelasan tertulis akan apa yang Anda lakukan, bukan serangkaian petunjuk percobaan.

Anda harus menuliskannya dengan jelas. Pastikan untuk memberikan penjelasan secara terperinci, sehingga siapa pun bisa melakukan percobaan yang sama, dan menjelaskan langkah-langkahnya dalam kalimat yang mudah dipahami, secara terperinci. Akan tetapi, perlu diingat bahwa Anda juga harus berhati-hati untuk tidak terlalu banyak memberikan penjelasan, dan memberikan informasi yang tidak berkaitan dengan percobaan.

  1. Menyelesaikan Laporan Pascapraktikum

Sedangkan untuk upaya penyelesaian pasca selesainya praktikum terdiri atas beberapa hal. Antara lain;

  • Lakukan percobaan

Lakukan percobaan sesuai dengan cara kerja, menggunakan alat dan bahan yang telah Anda siapkan. Selesaikanlah seluruh langkah yang dijelaskan di Bagian 1 sebelum melakukan percobaan. Menyelesaikan laporan pra-praktikum, seperti menyusun daftar alat dan bahan, serta cara kerja, akan memberikan Anda gambaran yang jelas tentang hal-hal yang akan terjadi selama percobaan.

Menuliskan hipotesis penelitian, tujuan, dan pendahuluan, akan membantu Anda memahami hasil percobaan, dan tidak mengubah hipotesis Anda berdasarkan hasil percobaan.

  • Mencatat hasil percobaan

Bagian ini berisi data mentah yang didaptkan selama percobaan. Catatlah data yang Anda dapatkan secara jelas dan logis. Kumpulkan dan kelompokkan data sehingga untuk mudah dibaca dan dipahami.

Bagian ini berisi tabel atau grafik data, serta catatan apa pun yang Anda buat selama percobaan. Tabel data harus ditandai dengan jelas, dan semua satuan pengukuran harus dicatat. Saat menggunakan grafik, gunakanlah tanda X atau O dan jangan gunakan titik. Pastikan sumbu X dintandai dengan variabel percobaan.

Ada dua jenis data yang dapat Anda peroleh, yaitu data kualitatif ialah data yang dapat diamati, tetapi tidak mempunyai nilai dalam bentuk angka, dan data kuantitatif ialah data yang dapat diukur dengan angka tertentu.

Contoh hasil penelitian kuantitatif misalnya panjang dalam sentimeter, bobot dalam gram, kecepatan dalam kilometer/jam, juga massa jenis, volume, suhu, dan massa.

  • Bahas hasil yang Anda peroleh

Pada bagian ini, Anda harus menganalisis percobaan. Terjemahkanlah hasilnya dengan menjelaskan, menganalisis apa maksudnya, dan membandingkannya. Apabila suatu hal yang tidak diduga terjadi, cobalah untuk memperkirakan penyebabnya. Buatlah hipotesis tentang apa yang mungkin terjadi jika sebuah variabel dalam percobaan diubah.

  • Terima atau tolak hipotesis Anda

Pada bagian kesimpulan, jelaskanlah apakah hipotesis yang telah Anda buat benar atau salah. Gunakan data yang diperoleh dalam percobaan untuk mendukung alasan penolakan atau penerimaan Anda. Adakah beberapa kesimpulan yang bisa ditarik dari data percobaan? Apabila demikian, pastikanlah untuk menyatakannya. Jelaskan pula kesimpulan-kesimpulan lainnya.

  • Sertakan kesalahan yang terjadi

Pastikan untuk mencantumkan data yang salah, atau data yang ekstrem, dan tidak sesuai dengan data lainnya. Bahas alasan yang mendukung kemungkinan data tersebut salah. Nyatakan apa yang bisa Anda ubah untuk memperbaiki kualitas dan ketepatan percobaan.

Itulah tadi penjelasan yang bisa diberikan kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian laporan praktikum menurut para ahli, macam, struktur kepenulisan, cara membuat, dan contoh singkatnya. Semoga bahasan ini memberikan wawasan dan menambah pengetahuan. Trimakasih,

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *