Format Laporan Praktikum

Diposting pada
Rate this post

Format Laporan Praktikum

Struktur kepenulisan laporan praktikum harus dilakukan secara sistematis. Alasannya karena praktikum menjadi bagian daripada karya tulis ilmiah sebagimana dengan arti makalah dan makna paper. Sehingga atas dasar itulah praktikum dianggap sebagai proses pembelajaran pada siswa/mahasiswa yang dilakukan melalui pengamatan atau observasi dan analisis terhadap suatu objek penelitian yang kemudian hasil penelitiannya disusun menjadi sistematika rangkuman atau laporan

Terlepas daripada itu semua, istilah praktikum yang dalam Bahasa Inggris practicum senantisa dirancang untuk memberikan aplikasi praktis kepada mahasiswa berdasarkan bidang atau landasan teori yang dipelajari sebelumnya atau secara bersamaan.

Laporan Praktikum

Kegiatan praktikum biasanya terdiri atas serangkaian langkah-langkah eksperimen untuk melakukan pengujian yang bertujuan mendapatkan hasil berupa fakta-fakta. Sehingga metode penelitian yang satu ini  dapat dilakukan kepada siswa/mahasiswa setelah guru/dosen memberikan arahan, aba-aba, serta petunjuk untuk melaksanakannya.

Meskipun, tidak banyak siswa/mahasiswa yang benar-benar menyadari pentingnya praktikum. Dalam hal misalnya saja ketika sekolah ataupun kuliah, hal pertama yang biasanya ingin diketahui orang adalah biaya sekolah. Tetapi ada baiknya untuk menganggap pendidikan sebagai investasi untuk masa depan kita. Sebelum mendaftar di sekolah atau jurusan tertentu sangat penting untuk memastikan kita lulus dengan lebih dari sekadar selembar kertas yang mahal.

Format Laporan Praktikum

Sistematika laporan praktikum yang baik dan benar. Setidaknya ada beberapa bagian penting. Diantaranya;

  1. Judul Laporan

Bagian ini biasanya berisi judul percobaan atau praktikum yang akan kita lakukan. Adapun prihal ini sama dengan topik penelitian yang ingin dilakukan.

Contoh Judul Praktikum
  1. Laporan praktikum mahasiswa pertanian yang memiliki judul tentang “Pengamatan Profil Boring dan Profil Gali (Lahan Kering Dan Lahan Sawah)”
  2. Judul laporan praktikum terkait dengan teknik pengendalian gulma dalam mata pelajaran biologi. Yang mengangkat tentang “Dormansi Gulma”
  1. Hari/tanggal

Prihal ini, tentusaja berisi waktu pelaksanaan percobaan atau praktikum. Sehingga untuk penulisannya bisa dilakukan dengan langsung mencantumkan tanggal sekaligus lokasi ataupun tempat arti penelitian tersebut dilakukan.

Contoh Waktu dan Tempat dalam Praktikum

Waktu dan Tempat

Adapun waktu dan tempat praktikum kali ini adalah:

Hari tanggal Sabtu, 20 Juni 2021
Pukul 10.00-12.00 WIB
Tempat Laboratorium Gulma dan Sekitar Rumah Kaca Fakultas Pertanian
  1. Tujuan

Bagian ini berisi tujuan yang akan dicapai dari kegiatan percobaan atau praktikum yang akan dilakukan. Maka untuk contoh penulisan untuk tujuan praktikum ini bisa mencangkup berbagai aspek yang ada.

Contoh Penulisan Tujuan dalam Praktikum

Tujuan

Tujuan dari praktikum ini adalah sebagai berikut;

  1. Mahasiswa mengetahui jenis dormansi
  2. Mahasiswa mengetahui kemampuan biji gulma yang mengalami dormansi
  1. Landasan Teori

Tak kalah penting dalam struktur pembuatan laporan praktikum berisi tentang teori yang menjadi landasan dalam pebuatan teks laporan percobaan yang dilakukan. Pada bagian ini, jangan lupa untuk menyebutkan sumber atau referensi yang kita kutip dalam laporan.

  1. Alat dan bahan

penulisan laporan praktikum, khususnya pada bagian alat dan bahan senantisa menjelaskan tentang apasaja yang diperlukan dalam melakukan percobaan. Prihal ini, perlu kita ketahui perbedaannya yaitu:

  1. Alat dapat digunakan secara berulang, misalnya gelas kimia 100 mL, bunsen, pengaduk, dan lain-lain
  2. Bahan hanya dapat digunakan sekali saja (hanya sekali pemakaian), misalnya aquades, asam benzoate, dan lain-lain.
Contoh Penulisan Alat dan Bahan dalam Praktikum

Alat dan Bahan

Adapun alat dan bahan yang digunakan praktikum kali ini adalah 50 biji gulma dari golongan teki, rumput dan daun lebar yang sudah tua, cawan petri tiga buah, kertas merang, gabus, alat penyemrot, label, 4 pot kecil, plastik sedang yang berwarna gelap, dan tanah.

  1. Prosedur Kerja

Kerangka laporan praktikum pada bagian ini tentusaja dapat dituliskan dalam bentuk bagan atau diagram alir. Tetapi yang pasti secara bijaksana menggunakan beberapa bentuk praktikum, magang, atau preseptorship untuk membantu mahasiswa belajar bagaimana menerapkan pengetahuan dan prinsip-prinsip umum ke dalam situasi nyata, termasuk dalam mengatasi permasalahan dan kekhawatiran.

Contoh Prosedur Kerja dalam Praktikum

ProsedurKerja

Adapun prosedur kerja praktikum kali ini adalah sebagai berikut:

Dormasi Primer

  1. Menyiapkan 50 biji gulma dari masing-masing golongan daun lebar, rumput dan teki dan cawan petri sebanyak tiga buah
  2. Memotong gabus dan kertas merang sesuai dengan ukuran cawan petri
  3. Memasukkan gabus dan kertas merang kedalam cawan petri (kertas merang terletak diatas gabus)
  4. Memasukkan setiap 50 biji gulma berdaun lebar, rumput dan teki pada masing-masing cawan petri dengan tersebar secara merata
  5. Permukaan cawan, kemudian diberi label (kelompok dan nama gulma yang digunakan).
  6. Menyiram biji gulma yang terdapat pada cawan dengan alat penyemprot sampai lembab. Kemudian cawan ditutup yang sudah ada label
  7. Setiap hari biji gulma yang dicawan petri harus dijaga kelembaban, jadi perlu dilakukan penyirman dan pengamatan setiap hari
  8. Menghitung kecambah biji gulma setiap minggu dan dicatat dalam bentuk tabel.

Dormansi Paksaan

  1. Menyiapkan tanah dari lapisan olah tanah budidaya/pertanian yang berada disekitar rumah kaca pertanian unila sebanyak 4 pot brukuran kecil sampai penuh.
  2. Setiap pot diberi label dengan format nama kelompok, 2 pot lembab (L) dan 2 pot kering (K).
  3. Dua pot yang berisi tanah berlabel lembab disiram tanah sampai lembab, kemudian meletakkan satu pot pada tempat terbuka/sinar penuh dan satu pot ditempat naungan/tidak ada sinar (dibungkus dengan menggunakan plastik gelap) serta dilakukan penyiraman setiap hari hijgga tanah lembab.
  4. Dua pot yang berisi tanah berlabel kering dilakukan perlakuan sama dengan pot berisi tanah berlabel lembab.
  5. Amati dan catat jumlah maupun jenis gulma apa saja yang tumbuh setiap minggu hingga pengamatan selama 4 minggu.
  1. Hasil pengamatan

Pada bagian ini biasanya berisi hasil yang diperoleh dan diamati selama percobaan berlangsung. Pada bagian ini kita hanya perlu menuliskan data-datanya saja, belum menyertakan pembahasan untuk menjelaskan hasil tersebut. Data-data yang didapat, bisa kita masukkan ke dalam tabel yang kita buat sendiri untuk memudahkan pencatatan.

Contoh Hasil Pengamatan dalam Praktikum

Hasil

Adapun hasil pengamatan yang didapat dari praktikum ini adalah:

Pengamatan Dormansi Primer: Jumlah Kecambah yang Muncul

Contoh Hasil Pengamatan

Pengamatan Dormansi Paksaan

Contoh Hasil dan Pengamatan

  1. Pembahasan

Pada kepenulisan ini berisi penjelasan terkait semua percobaan yang telah kita lakukan, kita harus membahasnya satu per satu, mulai dari hasil pengamatan kita, kesesuaian data yang kita peroleh dengan landasan teori, kesalahan yang terjadi selama percobaan, misalnya terlalu lama dipanaskan, dan lain-lain.

Contoh Pembahasan dalam Praktikum

Pembahasan

Berdasarkan hasil yang diperoleh, pada pengamatan dormansi primer 1 MST, hanya biji gulma rumput Cynodon dactylon dan biji tanaman sawi yang tumbuh. Pada biji rumput, ada dua biji yang tumbuh dan pada biji sawi, semua biji berkecambah dan tumbuh dengan baik yaitu sebanyak 50 biji. Sedangkan biji gulma lain tidak ada yang berkecambah.

Biji Lantana camara ada beberapa yang mengalami pembusukan dan berjamur, sehingga menghambat perkecambahan bagi biji-biji di sekitarnya. Pada pengamatan dormansi paksaan, untuk semua perlakuan belum menunjukkan perkecambahan, baik di tanah lembab maupun di tanah kering. Setelah 2 minggu penanaman atau 2 MST, pada pengamatan dormansi primer, 1 biji Cyperus kyllingia berkecambah, dan tidak ada penambahan perkecambahan biji gulma lain.

Sedangkan untuk pengamatan dormansi paksaan, pada perlakuan yang tidak ternaungi atau terbuka di tanah yang basah terdapat 3 biji gulma yang tumbuh dan untuk perlakuan yang lainnya tidak ada biji gulma yang tumbuh. Pada pengamatan 3 MST, pada pengamatan dormansi primer, tidak ada penambahan biji gulma yang tumbuh dan berkecambah, begitu juga dengan pengamatan dormansi paksaan. Gulma yang telah tumbuh pada minggu sebelumnya, mati dan kering.

Faktor-faktor yang menyebabkan dormansi pada biji dapat dikelompokkan dalam:

  1. Faktor lingkungan eksternal, seperti cahaya, temperatur, dan air
  2. Faktor internal, seperti kulit biji, kematangan embrio
  3. Faktor waktu, seperti waktu setelah pematangan, hilangnya inhibitor

Lamanya dormansi dapat diperpanjang dengan merendahkan suhu penyimpanan. Pada penelitiannya dengan menggunakan benih barley, oats, dan sorghum yang berbeda-beda. Brown mendapatkan bahwa dormansi pada hampir semua kultivar benih yang banyak terjadi dapat dipatahkan dengan menyimpannya pada suhu 40o C. Robert mendapatkan bahwa dormansi pada beberapa kultivar Thai Chu 65 sampai lebih dari 100 hari (waktu 100 hari untuk mematahkan 50% benih dorman) pada kultivar Masalaci. Hull mematahkan dormansi pada benih kacang tanah jalar Florida dengan menyimpannya pada suhu 20o – 25o C dan 40o C. Justice mendapatkan bahwa satu-satunya cara mematahkan dormansi benih Cyperus rotundus adalah dengan menempatkannya pada lapisan basah pada suhu 40o C selama tiga hingga enam minggu (Justice dan Bass, 1990).

Dormansi adalah tahap istirahat bagi benih dan merupakan mekanisme benih untuk bertahan hidup guna mencegah agar benih tidak berkecambah saat kondisi tidak memungkinkan untuk bertahan hidup. Dormansinya dibagi menjadi 3 jenis innate,induced atau enforced (Bradbeer, 1989).

  1. Innate Dormansi (dormansi primer)

Dormansi innate menghambat perkecambahan pada saat benih terlepas dari tanaman. Setelah benih terpisah dari tanaman induknya, maka dibutuhkan waktu agar embrio yang belum matang bisa berkembang, sehingga penghambat alami agar benih bisa terlepas, atau perbedaan suhu yang ekstrim dapat memecah lapisan kulit benih yang keras sehingga memungkinkan benih berkecambah.

  1. InducedDormansi (dormansi sekunder)

Induced dormansi adalah dormansi sementara yang terjadi saat benih mendapatkan suhu panas atau dingin atau dalam kondisi lingkungan lainnya. Hal ini terus berlanjut setelah lingkungan mengalami perubahan dan mencegah perkecambahan pada waktu yang salah. Seringkali dibutuhkan masa bagi benih untuk berkecambah setelah masak. Embrionya mungkin sudah berkembang sempurna tapi benih tidak akan berkecambah meskipun lapisan kulitnya sudah mengelupas sehingga bisa menyerap air dan oksigen dengan mudah.

Ada tidaknya cahaya tidak berpengaruh sama sekali. Terkadang suhu yang sejuk selama beberapa bulan akan mengakhiri masa dormansi ini. Suhu panas mungkin bisa merangsang terjadinya dormansi pada tanaman musim panas seperti Setaria pumila dan Amaranthus spp. Hal ini dapat mencegah benih agar tidak berkecambah di musim gugur. Suhu dingin selama musim gugur dan musim dingin akan menghentikan masa dormansi ini sehingga benih bisa berkecambah dimusim semi saat kondisinya benar-benar tepat. Proses ini terjadi secara terbalik pada tanaman tahunan musim dingin.

  1. Dormansi Paksaan (enforced)

Terjadi karena faktor lingkungan (kelembaban, cahaya, oksigen) kurang menguntungkan dan segera berkecambah jika lingkungan menguntungkan

  1. Kesimpulan

Pada bagian ini berisi arti kesimpulan yang diperoleh dalam percobaan yang telah kita lakukan. Pada umumnya, bagian kesimpulan menjawab tujuan percobaan tersebut.

Contoh Kesimpulan dalam Praktikum

Kesimpulan dari praktikum kali ini yaitu:

  1. Dormansi primer dengan perlakuan pengecambahan biji gulma pada cawan petri yang diberi media kertas merang dilembabkan. Sedangkan dormansi paksaan dengan cara mengisi pot dengan tanah dan diberi perlakuan tanah lembab, tanah kering serta pot ternaungi dan terbuka
  2. Perlakuan dormansi primer, hanya gulma Lantana camara yang tidak berkecambah. Sedangkan Brassica juncea, gulma Cynodon dactylon dan guma Cyperus kyllingia mengalami perkecambahan
  3. Perlakuan dormansi paksaan, hanya perlakuan tanah lembab keadaan terbuka yang mampu memecahkan dormansi biji gulma yang ditunjukkan dengan munculnya gulma pada tanah tersebut.
  1. Daftar Pustaka

berisi daftar referensi yang kita gunakan atau semua sumber yang telah kita kutip pada bagian landasan teori. Ingat bahwa penyusunan daftar pustaka harus menurut urutan abjad.

Contoh Penulisan Daftar Pustaka dalam Praktikum

DAFTAR PUSTAKA

Aldrich, R. J. 1984. Weed Crop Ecology Principles in Weed Management. Wadsworth, Inc., Belmont. California USA. p : 92-126 ; 210-244.

Bradbeer,J.W.1989.Seed Dormancy and Germination. Chapman & Hall, NewYork. 146p.

Justice, O.L dan L.N. Bass., 1990. Prinsipdan Praktek Penyimpanan Benih. Rajawali Press. Jakarta.

Leopold, A.C. dan P.E. Kriedemann. 1975. Plant growth and development. New Delhi. Tata Mc. Graw Hill Book Co. Ltd.

Priadi, D., T. Kuswaradan U. Soetisna 2007. Padi Organik Versus Non Organik: Studi Fisiologi Benih Padi (Oryza sativa L.) Kultivar Lokal Rojolele. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia. Vol. 9(2): 130 – 138.

Sadjad, S., 1993. Dari Benih Kepada Benih. Grasindo, Jakarta.

Salisbury, F. B and Ross, C. W. 1995. Plant Physiology. CBS Publishers and
Distributors. India.

Sembodo, Dad R.J. 2010. Gulma dan Pengelolaannya. Graha Ilmu. Yogyakarta.

Soejadidan U.S. Nugraha. 2002. Pengaruh Perlakuan Pematahan Dormansi Terhadap Daya Berkecambah Padi. Hal 155-162. Dalam E. Murniatiet al. (Eds.): IndustriBenih di Indonesia. Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih IPB.291 hal.

Sukman. 1995. Gulma dan Teknik Pengendaliannya. Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya. Palembang.

Sutopo, L., 2004. Teknologi Benih. Penerbit Rajawali. Jakarta.

  1. Lampiran

Bagian lampiran dalam praktikum ini biasanya berisi foto-foto atau bermacam-macam hal yang sekiranya perlu kita lampirkan sebagai pelengkap laporan praktikum. Lampiran ini bisa menjadi bukti bahwa kita telah melakukan percobaan.

Contoh Bagian Lampiran dalam Praktikum

Bagian Lampiran dalam Praktikum

Nah, itulah tadi artikel yang bisa dibagikan pada semua pembaca berkenaan dengan sistematika format penulisan dan pembuatan laporan praktikum beserta dengan contohnya. Semoga saja bisa berguna bagi kalian yang sedang membutuhkannya.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *