Contoh Analisis Data Laporan Praktikum

Diposting pada

Contoh Analisis Data Laporan Praktikum

Istilah praktikum akan senantisa mengacu pada metode penyajian pelajaran kepasa siswa atau mahasiswa untuk menyusun teks laporan percobaan dengan mengalami dan membuktikan sesuatu yang dipelajari. Sehingga dalam penggunaannya dapat mendorong siswa untuk aktif prihal mengamati dan melakukan uji coba materi yang telah disampaikan sebelumnya. Tentusaja dalam hal ini berkaitan dengan jenis data penelitian.

Dimana data untuk laporan praktikum bisanya diperoleh dengan observasi langsung di laboratorium dengan mempergunakan pedoman observasi dari hasil pengamalatan. Disisi lain, untuk susunan format laporan praktikum bagian analisisnya berada di BAB 4 yang setidaknya berisi tentang hasil penelitian dan pembahasan.

Analisis Data Praktikum

Analisis data dalam laporan praktikum adalah skematika penulisan ilmiah yang berdasarkan pada hasil pengamatan dengan bentuk skala data numerik, sehingga untuk mendapatkannya memerlukan berbagai fasilitas peralatan dan bahan yang tidak selalu mudah diperoleh dan murah untuk diperoleh.

Contoh Analisis Data Laporan Praktikum

Sebagai pembahasan lebih mendalam. Untuk contoh praktikum, bagian penulisan dan penyusunan analisis data. Misalnya saja, terkait dengan topik penelitian untuk menentukan kadar pestisida, mulai dari penentuan dosis, konsentrasi, volume semprot, dan kalibrasi. Maka;

Analisis Data dalam Praktikum

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN


Hasil Pengamatan

Adapun data dari pengamatan pada praktikum ini yaitu:

Kelompok Laju aliran semprot (F=liter/menit Lebar bidang semprot (R=meter) Kecepatan berjalan (D=meter/menit) Volume semprot (A=liter/ha)
3 0,35 liter/menit 10 meter 0,28 meter/menit 1.250 liter/ha
4 0,35 liter/menit 10 meter 0,28 meter/menit 1.250 liter/ha

Analisis Data Praktikum

Data diatas menunjukkan bahwa volume semprot pada kelompok 3 dan kelompok 4 sama yaitu 1.250 liter/ha. Hasil tersebut diperoleh dari nilai laju aliran semprot 0,35 liter/menit, lebar bidang semprot 10 meter, kecepatan berjalan 0,28 meter/menit.

Nilai yang sama dapat terjadi karena faktor kecepatan langkah, dan lebar langkah pengaplikasi. Dosis adalah jumlah pestisida dalam liter atau kilogram yang digunakan untuk mengendalikan sasaran tiap satuan luas tertentu atau tiap tanaman yang dilakukan dalam satu aplikasi atau lebih.

Konsentrasi pestisida adalah jumlah pestisida yang disemprotkan dalam satu liter air (atau bahan pengencer lainnya) untuk mengendalikan sasaran tertentu. Volume semprot adalah banyaknya larutan jadi pestisida yang digunakan untuk menyemprot sasaran tertentu per satuan luas atau per satuan individu tanaman (Widia, 2004).

Kalibrasi adalah proses penyesuaian alat dan jumlah pestisida yang dibutuhkan pada suatu areal sasaran. Kalibrasi harus dilakukan pada setiap kali akan melakukan penyemprotan yang gunanya adalah:

  1. Menghindari pemborosan pestisida
  2. Memperkecil terjadinya keracunan pada tanaman akibat penumpukan pestisida
  3. Memperkecil pencemaran lingkungan (Susnihati, 2005)

Kalibrasi merupakan hal yang harus dilakukan ketika seorang akan melakukan pengendalian terhadap organisme pengganggu tanaman menggunakan alat semprot. Karena pada setiap alat semprot memililki perbedaan volume yang keluar. Selain itu faktor manusia juga dapat menyebabkan perubahan volume semprot. Alat semprot yang menyebabkan perubahan volume semprot adalah bagian nozzel, dan nozzel menyebabkan perbedaan lebar gawang. Faktor dari manusia (penyemprot) yang menyebabkan perubahan volume semprot yaitu kecepatan jalan, lebar gawang dan tekanan yang dilakukan penyemprot Arief, 1994).

Keberhasilan aplikasi pestisida dipengaruhi oleh enam tepat aplikasi pestisida, yaitu:

  1. Tepat asaran (Pestisida yang digunakan harus berdasarkan jenis OPT yang menyerang tanaman).
  2. Tepat mutu (Mutu pestisida ditentukan oleh bahan yang telah teruji. Pestisida tersebut harus terdaftar, tidak kadaluarsa, dan kemasannya tidak  rusak).
  3. Tepat jenis (Setiap jenis pestisida hanya diperuntukan bagi OPT tertentu. Informasi tersebut tertera pada label kemasan pestisida).
  4. Tepat waktu (Penggunaan pestisida berdasarkan konsepsi PHT harus berdasarkan hasil pemantauan atau pengamatan rutin).
  5. Tepat dosis/konsentrasi (Daya racun pestisida terhadap jasad sasaran ditentukan oleh dosis atau konsentrasi formulasi pestisida).
  6. Tepat cara penggunaan (Beberapa cara penggunaan pestisida ialah pencelupan, pengasapan, pemercikan, penyuntikan, pengolesan, penaburan, penyiraman dan penyemprotan) (Rukman, 1999).

Perhitungan Data

Diketahui:

  • Volume awal : 5 Liter
  • Volume akhir : 3,5 liter
  • Laju aliran semprot (F) : 0,35 liter/menit
  • Kecepatan berjalan (D) : 0,28 meter/menit
  • Ditanya: Volume semprot?

Penyelesaian

Analisis Data dalam Laporan Praktikum

Nah, itulah saja artikel yang bisa dibagikan pada semua pembaca berkenaan dengan contoh pembuatan dan penyusunan analisis data dalam laporan praktikum yang baik. Semoga saja bisa berguna, khususnya untuk kalian yang membutuhkannya.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *