Contoh Penelitian Sejarah dan Langkah-Langkahnya

Diposting pada

Contoh Metode Penelitian Sejarah

Metodologi penelitian dalam pembuatan historiografi dalam riset berkaitan dengan topik penelitian sejarah menjadi sangat penting untuk diketahui. Alasannya karena banyak penelitian sejarah mempunyai ketergantungan yang berlebihan pada sumber-sumber data sekunder.

Padahal seorang peneliti sejarah tidak bisa menerima data historis begitu saja, sebab banyak buku harian, memoar, repost, dan juga kesaksian ditulis yang untuk meningkatkan posisi, kedudukan, atau kepentingan penulis. Oleh karena itulah setidaknya jenis data penelitian dalam contoh metodologi penelitian sejarah yang singkat harus diperiksa keaslian dan kebenarannya terlebih dahulu.

Penelitian Sejarah

Penelitian sejarah adalah riset yang memiliki sejumlah dimensi waktu dan tempat. Penyebabkan karena dalam kronologi sederhana tidak dianggap penelitian sejarah karena tidak menafsirkan makna peristiwa, sehingga acap kali si peneliti harus berupaya untuk mencari fakta, jawaban, pertanyaan, dan solusi dari suatu rumusan permasalahan.

Sehingga dalam hal ini arti penelitian sejarah senantisa berupaya menemukan penjelasan untuk fenomena yang tidak dapat dijelaskan untuk kemudian mengklarifikasi fakta yang meragukan, dan memperbaiki fakta yang salah dipahami khalayak umum.

Contoh Penelitian Sejarah

Sebagai upaya memberikan pemahaman yang jelas. Berikut ini merupakan penggambaran atas contoh penelitian sejarah singkat dan sederhana yang bisa dijadikan sebagai pedoman. Khususnya untuk kalian yang sedang membutuhkannya.

  1. Proposal Penelitian

Topik yan diangkat dalam riset ini terkait dengan hubungan korelasi antara keberadaan masyarakat Sasak di Lombok dengan kemajuan potensi kelauan yang dimiliki (Maritim). Dengan mempergunakan metode penelitian deskriptif yang lebih melihat Suku Sasak memiliki rasa takut untuk melaut.

Proposal Penelitian Sejarah

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan mimiliki luas laut 5,8 juta km2 (70% dari wilayah Indonesia), potensi kekayaan laut mencapai US$ 1,2 triliun per tahun atau kurang lebih Rp 12.000 triliun per tahun. Sebagai negara kepulauan dengan 17.499 pulau dan memiliki garis pantai sepanjang 104.000 kilometer atau terpanjang kedua di dunia, potensi kelautan Indonesia sangat besar (Menteri Kelautan dan Perikanan, 2013).

Salah satu pulau di Indonesia adalah Pulau Lombok. Pulau Lombok terletak di Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ini memiliki laut dengan potensi yang sangat besar. Lombok dalam sejarahnya sebagai salah satu bagian negara maritim yang memiliki perairan yang luas, dengan sumber daya ikan dan rumput dan hasi laut lainnya yang melimpah.

Lombok memiliki berbagai macam ekosistem yang ada di dalam lautnya. Namun, pada kenyataannya sekarang laut tersebut belum optimal pemanfaatannya. Hal ini dikarenakan oleh berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat Sasak. Sasak adalah nama suku asli yang menghuni pulau Lombok. Melaut terkesan menakutkan, tidak pasti penghasilannya, dan membahayakan keselamatan mereka. Akibatnya, potensi laut yang sangat besar tersebut tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.

Berbagai fakta menunjukkan bahwa kawasan laut dan sekitarnya terkadang seperti beralih fungsi. Tidak jarang terlihat kandang sapi maupun jenis peternakan lainnya memenuhi sepanjang pesisir pantai di daerah Lombok.

Karena masyarakat Sasak terkesan takut, enggan maupun tidak tertarik untuk melaut, optimalisasi manfaat dari laut dan suplai ikan dan hasil laut lainnya pun rendah. Masyarakat yang hidup disekitar kawasan laut maupun para nelayan yang mencoba mengadu nasib di laut juga sering kali diidentikkan dengan masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan. Lebih jauh dari itu, pemenuhan kebutuhan akan ikan yang merupakan sumber protein hewani dan memiliki kandungan gizi yang tinggi masih sulit dipenuhi. Hal ini menyebabkan timbulnya permasalahan kurang gizi yang dialami oleh masyarakat sasak yang diakibatkan kurang pemenuhannya gizi dalam konsumsi makanan sehari-hari.

Konsumsi makan masyarakat sasak dalam sejarahnya dapat ditemukan pada budaya makan orang sasak kebanyakan yang tidak harus menggunakan ikan. Mereka makan cukup ada nasi, sambal dan biasanya dilengkapi dengan kerupuk. Hal tersebut seakan menujukan bahwa masyarakat sasak tidak suka makan ikan.

Masalah-masalah seperti ini sungguh disayangkan, mengingat laut yang dimiliki Lombok memiliki sumber protein yang tinggi dari ikan. Dalam konteks yang demikian, Sudah saatnya masyarakat sasak perlu dibangkitkan motivasinya untuk turun ke laut memanfaatkan potensi yang sangat melimpah itu. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah penelitian terkait titik temu antara keengganan masyarakat sasak untuk melaut. Hal ini diperlukan untuk membangun budaya maritim yang mampu meningkatkan ekonomi masayarakat berbasis kelautan.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diurai di atas, maka proposal penelitian sejarah ini dirumuskan masalah sebagai berikut:

  1. Apa saja potensi laut yang ada di laut Pulau Lombok?
  2. Bagaimana sejarahnya terkait dengan persepsi masyarakat Sasak tentang laut?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penyusunan penyusunan proposal penelitian sejarah ini adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mengetahui apa saja potensi laut yang ada di laut Pulau Lombok?
  2. Untuk mengetahui persepsi masyarakat Sasak tentang laut.

D. Manfaat penelitian

Adapun manfaat penelitian sejarah ini adalah sebagai berikut:

Manfaat Teoritis

Memberikan tambahan wawasan terhadap ilmu kelautan, khususnya perencanaan pengembangan suatu wilayah dengan pendekatan culture/budaya masyarakat sasak.

Manfaat Praktis

Tulisan ini diharapkan dapat memberi masukan pihak pengelola untuk menggali potensi yang dimiliki daerah perairan khususnya laut yang ada di Lombok sebagai salah satu sumber daya alam untuk kesejahteraan
masyarakat.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Lombok

B. Masyarakat Sasak

C. Potensi Laut

D. Rendahnya Tingkat Gizi Masyarakat Sasak

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yaitu bertujuan untuk membuat deskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta dan sifat populasi atau daerah tertentu. Dalam penulisan ini bertujuan untuk membuat deskripsi masyarakat sasak yang enggan melaut, untuk menemukan solusi berbasis edukatif dalam upaya melautkan masyarakat sasak demi optimalisasi hasil laut Lombok.

B. Metode Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini, teknik pngumpukan data yang kami lakukan yaitu melakukan studi literatur. Penulisan meliputi hasil literatur dan referensi dari beberapa sumber meliputi hasil penelitian sebelumnya, jurnal ilmiah, artikel ilmiah, serta laporan studi.

  1. Analisis Hasil Penelitian Sejarah

Riset terkait dengan analisis hasil untuk topik sejarah diperlukan dalam memberikan kekuatan untuk mempergunakan metodologi ini.

Hasil Penelitian Sejarah

Adanya faktor-faktor yang membuat orang Sasak enggan melaut tentu menimbulkan dampak yang tidak baik terhadap kehidupan manusia Sasak.

Beberapa dampak yang muncul yakni sebagai berikut;

  1. Lemahnya ekonomi masyarakat pesisir dan pantai
  2. Kurangnya kesejehateraan nelayan
  3. Rendahnya kualitas sumber daya manusia
  4. Semakin tingginya angka pengangguran
  5. Semakin tingginya jiwa ”manja” karena lebih memilih pekerjaan dan bidang yang pasti terjamin dan instan, walaupun peluang mendapatkannya sangat sedikit
  6. Rendahnya tingkat gizi masyarakat Sasak
  7. Masyarakat hanya terpaku pada darat

Adanya faktor-faktor yang membuat orang Sasak enggan melaut tersebut tentu menimbulkan dampak yang tidak baik terhadap kehidupan manusia Sasak.

Beberapa dampak yang muncul yakni sebagai berikut;

  1. Lemahnya ekonomi masyarakat pesisir dan pantai
  2. Kurangnya kesejehateraan nelayan
  3. Rendahnya kualitas sumber daya manusia
  4. Semakin tingginya angka pengangguran, Artinya semakin tingginya jiwa ”manja” karena lebih memilih pekerjaan dan bidang yang pasti terjamin dan instan, walaupun peluang mendapatkannya sangat sedikit.
  5. Rendahnya tingkat gizi masyarakat Sasak
  6. Masyarakat hanya terpaku pada darat
  1. Kesimpulan Penelitian Sejarah

Sedangkan untuk pembuatan dalam arti kesimpulan dan saran dalam penelitian sejarah bisa dibuat dengan bentuk penomeran. Untuk teksnya sebagai berikut;

Kesimpulan dan Saran Penelitian Sejarah

Berdasarkan pembahasan diatas maka dapat disimpulkan sebagai berikut;

  1. Tingkat kecenderungan melaut masyarakat Sasak masih rendah.
  2. Faktor yang membuat orang Sasak enggan melaut yaitu mitos negatif tentang laut yang menyeramkan, mental agraris, kurangnya jiwa petualang, masih tergantung pada alam, kesulitan penyediaan teknologi karena biaya tinggi.
  3. Dampak dari rendahnya jiwa melaut masyarakat Sasak di Lombok Timur adalah lemahnya ekonomi masyarakat pesisir dan pantai, rendahnya kualitas sumber daya manusia, kurangnya keterampilan alternatif dan tidak tersedianya pekerjaan alternatif di masyarakat, semakin tingginya angka pengangguran, rendahnya etos kerja masyarakat sasak, rendahnya tingkat gizi masyarakat Sasak, dan masyarakat hanya terpaku pada darat.

Saran

  1. Hendaknya masyarakat Sasak bekerja sama dengan pemerintah dengan mulai mencintai laut agar tercipta sedikit demi sedikit masyarakat Sasak yang berani melaut.
  2. Membuka berbagai kegiatan dan peluang untuk pemanfaatan potensi laut.
  3. Hendaknya menggencarkan gerakan masyarakat cinta laut.
  1. Judul Penelitian Sejarah

Sedangkan untuk beberapa contoh judul dan metode yang dipergunakan dalam penelitian sejarah misalnya saja;

No Judul Metode
1 Sejarah Masyarakat Tionghoa Beragam Islam di Kota Surakarta dengan Studi Kasus Kecamatan Pasar Kliwon Studi Kasus
2 Perkembangan Perkebunan Tebu di Kecamatan Induk Lampung dalam Peningkatakatan Perekonomian Warga Desa Gunung Tapa Deskriptif
3 Sejarah Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Banten dalam Meningkatkan Kemampuan Pembaca untuk Masyarakat Provinsi Banten Survai

Cara Melakukan Penelitian Sejarah

langkah-langkah pokok penelitian sejarah
Adapun untuk beberapa langkah sederhana dalam melakukan penelitian sejarah. Antara lain;

  1. Menentukan Topik

Proses menentukan topik dalam riset sejarah menjadi sangat penting untuk dilakukan. Alasannya karena topik yang baik akan memberikan hasil yang mendorong para pembaca.

Setidaknya dalam tema yang diangkat haruslah meberikan kejelasan tentang data sesuai dengan pertanyaan teoritis yang diajukan, dikumpulkan, atau arti apa yang disematkan di dalamnya pada saat pengumpulan, penjelasan terkait dengan seharusnya data ini diinterpretasikan, atau apa arti dari data ini sekarang.

  1. Mengumpulan sumber

Proses pengumpulan sumber yang dikenal dengan heuristik merupakan menuver atas data historis tidak lengkap dan rentan terhadap waktu. Langkah ini penting alasannya karena dokumen dapat hancur karena berbagai hal, misalnya karena terjadinya perang atau bencana, atau bisa juga hancur dengan sendirinya seiring waktu.

  1. Melakukan verifikasi

Penelitian sejarah bisa dikatakan hampir selalu dilakukan berdasarkan kisah orang-orang yang memiliki bias dan motivasinya sendiri. Akibatnya, generalisasi yang dibuat mungkin tidak akurat oleh karena itulah pada tahapan ini diperlukan kritik sumber atau yang dikenal dengan verifikasi.

Alasannya karena kelemahan lain dari penelitian sejarah melibatkan generalisasi hasil. Ingatlah bahwa salah satu tujuan penelitian sejarah adalah untuk memprediksi peristiwa masa depan berdasarkan masa lalu. Tetapi mungkin masa lalu terjadi karena elemen tertentu dari periode waktu itu.

  1. Melakukan interpretasi

Interpretasi dalam penelitian sejarah dikenal dengan penafsiran merupakan penjelasan terkait denganjawaban dari keterwakilan sampel dalam populasi, sehingga pada langkah ini diperlukan lantaran seringkali ada keterbatasan dalam hal sampel dan instrumentasi.

  1. Melakukan penulisan

Proses penulisan dalam penelitian sejarah bisanya disebut dengan historiografi merupakan tahapan terakhir. Tetapi yang perlu untuk dipahami dalam langkah ini terdapat ancaman terhadap validitas internal atau validitas yang berkaitan dengan eksplorasi makna sumber sejarah.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan dapatlah dikatakan bahwa berbagai macam metode penelitian sejarah hakekatnya mengacu pada penggunaan data sejarah primer untuk menjawab suatu pertanyaan. Karena sifat data bergantung pada pertanyaan yang diajukan, data dapat mencakup catatan demografis, seperti akta kelahiran dan kematian, artikel koran, surat dan buku harian, catatan pemerintah, atau bahkan gambar arsitektur.

Itulah tadi artikel yang bisa kami kemukakan pada semua pembaca berkenaan dengan contoh penelitian sejarah dan langkah-langkah pokok dalam melakukannya.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *