Contoh Metodologi Penelitian/Makalah/Karya Ilmiah

Diposting pada

Contoh Metodologi Penelitian

Metodologi penelitian sejatinya merupakan tahapan dalam proses penelitian yang memainkan peran penting karena melalui serangkaian langkah inilah data yang telah kita kumpulkan dengan beragam cara baik observasi, wawancara, kuisioner, survey, dan lain-lain dapat menghasilkan informasi yang dapat menjawab pertanyaan penelitian yang telah kita rumuskan.

Oleh sebab itulah metodologi penelitian hampir ada dalam setiap bentuk karya ilmiah, baik skripsi, thesis, laporan penelitian, perumusan proposal penelitian, makalah, dan lain sebagainya. Sebagai penjelasan lebih lanjut berikut ini akan kami paparkan contoh metodologi penelitian.

Metodologi Penelitian

Metodologi penelitian adalah proses implementasi secara sistematis untuk menggambarkan dan mengilustrasikan, menyingkat dan merekap, dan mengevaluasi data. Tahapan dalam proses penelitian inilah senantiasa meletakan teknik analisis data untuk diolah dalam rangka menjawab rumusan masalah.

Sebab demikian, dalam setiap jenis metode penelitian memiliki bagian-bagian dalam menjelaskan metodologi penulisan. Seperti halnya dengan;

  1. Penelitian Kualitatif
  2. Penelitian Kuantitatif
  3. Penelitian Kepustakaan

Contoh Metodologi Penelitian

Guna memberikan pemahaman yang lebih jelas. Maka berikut ini adalah penjabaran atas berbagai contoh kepenulisan dalam metodologi penelitian.

Metodologi Penelitian Karya Ilmiah

Untuk penulisan dalam metodologi penelitian ini mencangkup gambaran secara luas terkait apasaja yang menjadi bagian dari BAB 3, hal ini juga berlaku pada penyusunan skripsi, thesis, ataupun tugas akhir yang diharuskan mencantumkan berbagai macam metode penelitian.

Sedangkan untuk contoh kepenulisan dalam metodologi penelitian karya tulis ini mengangkat tema;

Kopi Biji Petai Cina yang dilakukan Penelitian Dapat Penurun Kadar Glukosa Darah

Maka, penulisan metode penelitiannya adalah sebagai berikut;

Metodologi Penelitian Karya Ilmiah

METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Waktu dan Tempat Penelitian

Pembuatan kopi dilakukan di rumah salah satu peneliti dan penelitian dilaksanakan di Laboratorium. Uji gula darah
dilaksanakan di Apotik K. Pengujian kandungan flavonoid, fenolik, saponin, dan terpen dilaksanakan di Laboratorium. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 28 April-20 September 2020.

3.2. Alat dan Bahan

a. Alat

  1. Neraca konvensional merk Tanika
  2. Wajan
  3. Kompor gas merk Rinnai
  4. Alu
  5. Sendok
  6. Gelas

b. Bahan

  1. Biji petai cina
  2. Air panas

3.3. Langkah Kerja

Dalam Pembuatan kopi biji petai cina dilakukan dengan satu perlakuan yaitu perlakuan 1(P1). Bahan yang digunakan adalah biji petai cina yang sudah matang. Proses pengolahan biji petai cina dapat dilihat dalam diagram alir pada gambar 1.

Contoh Metodologi Penelitian Karya Tulis

3.4. Penerapan Inovasi di Kehidupan

Untuk menerapkan kopi biji petai cina di kehidupan, kami melakukan analisis data. Analisis dAnalisis data dalam penelitian terdiri atas analisis data kualitatif dan kuantitatif. Metode ini dilakukan dengan mengumpulkan resep
pembuatan kopi dari berbagai sumber, selanjutnya dianalisis sehingga diperoleh konsep acuan untuk pembuatan kopi biji petai cina. Setelah diketahui keberhasilan produk, selanjutnya dilakukan uji laboratorium dan uji coba terhadap sampel mencit (Mus musculus) dan manusia.

Uji laboratorium bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder yaitu flavonoid, fenolik, saponin dan terpen. Uji coba bertujuan untuk menguji kefektifan menurunkan kadar gula darah pada mencit dan manusia. Untuk uji coba, mencit akan diperiksa terlebih dahulu kadar gula darahnya, setelah itu diberi kopi biji petai cina dengan kadar 0,2 ml.

Setelah itu mencit akan diperiksa kembali perubahan kadar gula darahnya. Sedangkan pada manusia, responden diminta agar tidak makan terlebih dahulu dengan tujuan agar saat pengecekan tidak tepengaruh dengan kadar gula yang dihasilkan makanan tersebut. Kemudian responden akan dicek gula darahnya terlebih dahulu, lalu diberi kopi biji petai cina dengan kadar 100 ml. Setelah itu, responden akan dicek kadar gula darahnya kembali. Setelah semua data terkumpul, lalu membuat rekapitulasi perbandingan kadar gula darah sebelum dan sesudah mengkonsumsi kopi biji petai cina dan terakhir dilanjutkan analisis data dengan perhitungan manual.

Penulisan dalam metodologi penelitian karya tulis ilmiah diatas bisa menjadi pedoman bagi kalian yang sedang mempersiapkan atau saat ini sedang menyusun KTI. Karya ilmiah tersebut karya dari Imam Faris, Dkk.

Metodologi Proposal Penelitian

Adapun proposal penelitian yang juga menjadi bagian daripada karya tulis ilmiah tidak akan terlepas daripada metodologi penelitian. Hal inilah membuat kami juga tergerak menyusun bagimana metodologi penulisan yang baik. Berikut contoh dan pembahasannya, khususnya berkenaan dengan topik penelitian;

Menjadikan Tambang Batubara sebagai Ekowisata Air Asam

Maka, penulisan metode proposal penelitian yang bisa dilakukan. Adalah sebagai berikut;

Metodologi Proposal Penelitian

METODE PENELITIAN

  1. Waktu dan Tempat Penelitian

Tempat penelitian dilaksanakan di tambang batubara yang memang sudah banyak dikenal oleh masyarakat di Indonesia.

  1. Fokus Penelitian

Pada proposal penelitian ini berfikus untuk memaparkan konsep ekowisata di lingkungan tambang batubara sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomis dari perusahaan.

  1. Sumber Data

Data yang digunakan merupakan data sekunder dari penelitian-penelitian sebelumnya, yaitu penelitian terdahulu yang dilengkapi dengan landasan teori atas hasil kajiannya.

  1. Ruang Lingkup Penelitian dan Metodologi Penelitian

Adapun untuk ruang lingkup penelitian dan metodologi penelitian yang akan dipergunakan sebagai berikut:

  • Ruang Lingkup Penelitian

Metode yang digunakan dalam proposal penelitian ini adalah modifikasi pengolahan air asam tambang yang dibuat menjadi ramah lingkungan sehingga dapat meningkatkan nilai tambah dari pengolahan air asam tambang serta mengedukasi masyarakat agar mengetahui pengelolaan limbah tambah yang bersifat green mining.

  • Metodologi Penelitian

Adapun metodologi yang akan dipergunakan dalam proposal penilitiansebagai berikut:

Teori

  1. Kondisi limbah Air Asam Tambang
  2. Pengolahan dengan menggunakan anoxic limestone drainage
  3. Pengolahan menggunakan anaerobic Pond yg dimodifikasi wetland
  4. Pembuatan Kawasan Ekowisata lingkungan tambang

Rancang Bangun

  1. Menerapkan sistem pengolahan air asam tambang batubara
  2. Menerapkan kawasan ekowisata disekitar lingkungan tambang batubara
  3. Meningkatkan nilai lebih dari pengelolaan limbah air asam tambang batubara

Gambaran singkat terkait metodologi dalam penulisan proposal penelitian diatas juga bisa dipergunakan oleh setiap orang yang akan melakukan penyusunan karya ilmiah. Seperti proposal proyek penelitian, membuat laporan penelitian, dan tugas akhir.

Metodologi Penulisan/Penelitian Makalah

Makalah adalah salah satu bagian yang tidak terpisahkan oleh setiap orang yang sedang berada dalam jenjang pendidikan, baik pelajar ataupun mahasiswa. Oleh sebab itulah pembuatan makalah ini juga diperlukan metodologi penelitian yang juga kadang kala ditulis dengan metodologi kepenulisan makalah.

Alasan ditulis dengan metodologi kepenulisan karena berbagai jenis makalah biasanya sangat jarang melakukan penelitian secara langsung. Biasanya lebih pada pendekatan studi pusata dengan mencari sumber-sumber yang relevan. Untuk contoh kepenulisan metodologi dalam makalah ini misalnya dengan tema;

Pemanfaatan Limbah Cangkang Udang

Maka, metodologi kepenulisan yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut;

Metodologi Penulisan Makalah

METODE PENULISAN MAKALAH

3.1 Jenis Penulisan

Penulisan makalah ini bersifat deskriptif analisis. Metode deskriptif analisis adalah metode atau cara kerja dalam suatu pemecahan masalah dengan cara mendeskripsikan, menggambarkan, menjelaskan dan menganalisis situasi dan kondisi suatu obyek permasalahan dari sudut pandang penulis berdasarkan hasil telaah pustaka yang menunjang (studi literatur).

3.2 Fokus Penulisan

Obyek permasalahan adalah industri pengolahan udang yang menghasilkan limbah cangkang udang (Penaeus sp.) dan industri percetakan koran yang menghasilkan limbah cair yang mengandung logam berat berbahaya yaitu timbal (Pb). Penulis mencoba memberikan solusi dari kedua permasalahan tersebut dengan cara memanfaatkan limbah industri pengolahan udang sebagai penyerap logam berat timbal (Pb) pada limbah cair industri percetakan koran.

Penulisan fokus pada sintesis nano kitosan dan mekanismenya dalam mengikat ion logam timbal (Pb) dalam limbah cair.

3.3 Sumber Data

Sumber data yang digunakan pada studi ini adalah sumber data sekunder. Data sekunder dapat diperoleh dari pustaka yang menunjang seperti textbook, jurnal, dokumentasi, data lembaga penelitian maupun data instansi terkait yang relevan.

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data melalui studi literal (studi kepustakaan). Studi kepustakaan dilakukan dengan cara mengumpulkan data-data berupa data sekunder yang berhubungan dengan topik dan masalah yang terkait dengan pemanfaatan limbah cangkang udang sebagai resin pengikat logam berat timbal (Pb) dalam menanggulangi limbah cair industri.

3.5 Analisis Data

Proses menganalisis data dilakukan setelah seluruh data terkumpul. Analisis data dilakukan dengan cara membaca, mempelajari, menelaah dan membandingkan berbagai sumber pustaka serta menginterpretasikan hasil analisis, sehingga dapat menjawab semua permasalahan. Tahap terakhir adalah menarik kesimpulan dari permasalahan yang telah terjawab.

Contoh metodologi kepenulisan dalam makalah diatas bisa menjadi pedoman bagi setiap pihak yang akan menyelesaikan tugas-tugasnya.

Cara Menuliskan Metodologi Penelitian

Untuk membuat metodologi penelitian maka diperlukan serangkaian langkah yang baik dalam proses penyelsainnya. Langkah ini tergantung pada jenis penelitian yang dipergunakan. Misalnya;

Metodologi Penelitian Data Kuantitatif

Tahap pertama penulisan metodologi penelitian kuantitatif adalah persiapan, di mana tujuannya adalah untuk mengubah data mentah menjadi sesuatu yang bermakna dan dapat dibaca. Ini mencakup empat langkah:

  1. Validasi Data

Tujuan validasi data adalah untuk mengetahui apakah pengumpulan data dilakukan sesuai dengan standar yang telah ditentukan sebelumnya dan tanpa bias. Ini adalah proses empat langkah, yang meliputi:

  1. Fraud, untuk menyimpulkan apakah setiap responden benar-benar diwawancarai atau tidak.
  2. Screening, untuk memastikan bahwa responden dipilih sesuai kriteria penelitian.
  3. Procedure, untuk memeriksa apakah prosedur pengumpulan data sepatutnya diikuti.
  4. Completeness, untuk memastikan bahwa pewawancara menanyakan semua pertanyaan kepada responden, bukan hanya beberapa pertanyaan saja.

Untuk melakukan ini, para peneliti perlu mengambil sampel acak dari survei yang telah selesai dan memvalidasi data yang dikumpulkan. (Perhatikan bahwa survei ini memakan waktu lama dengan banyak tanggapan).

Misalnya, bayangkan survei dengan 200 responden dibagi menjadi 2 kota. Peneliti dapat memilih sampel 20 responden acak dari masing-masing kota. Setelah ini, peneliti dapat menjangkau mereka melalui email atau telepon dan memeriksa tanggapan mereka terhadap serangkaian pertanyaan tertentu.

  1. Pengeditan Data

Kumpulan data yang besar tak jarang disertai kesalahan. Misalnya, responden dapat salah mengisi atau melewatkan suatu pertanyaan secara tidak sengaja. Untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahan seperti itu, peneliti harus melakukan pemeriksaan data dasar, memeriksa pencilan (outliers), dan mengedit data penelitian mentah untuk mengidentifikasi dan menghapus poin data yang dapat menghambat keakuratan hasil.

  1. Pengodean Data

Ini adalah salah satu langkah terpenting dalam persiapan data. Ini mengacu pada pengelompokan dan menetapkan nilai untuk tanggapan dari survei.

Misalnya, jika seorang peneliti telah mewawancarai 1.000 orang dan sekarang ingin menemukan usia rata-rata responden, peneliti akan membuat rentang usia dan mengelompokkan usia masing-masing responden sesuai kode-kode ini.

Misalnya, responden yang berusia antara 13-15 tahun akan diberi kode umur 0, 16-18 sebagai 1, 18-20 sebagai 2, dll. Kemudian selama analisis, peneliti dapat menangani rentang usia yang disederhanakan, daripada rentang besar usia individu.

Metodologi Penelitian Data Kualitatif

Metodologi penelitian kualitatif dilakukan dengan cara yang berbeda dari data kuantitatif, terutama karena data kualitatif terdiri dari kata-kata, pengamatan, gambar, dan bahkan simbol. Memperoleh makna absolut dari data semacam itu hampir tidak mungkin, oleh karena itu, sebagian besar digunakan untuk penelitian eksplorasi.

Sementara dalam penelitian kuantitatif ada perbedaan yang jelas antara persiapan data dan tahap analisis data, analisis untuk penelitian kualitatif sering dimulai segera setelah data tersedia.

  1. Persiapan Data dan Analisis Data Dasar

Analisis dan persiapan terjadi secara paralel dan mencakup langkah-langkah berikut:

  • Membiasakan diri dengan data: Karena sebagian besar data kualitatif hanyalah kata-kata, peneliti harus mulai dengan membaca data beberapa kali untuk membiasakan diri dengannya dan mulai mencari pengamatan atau pola dasar. Ini juga termasuk menyalin data.
  • Meninjau kembali tujuan penelitian: Di sini, peneliti meninjau kembali tujuan penelitian dan mengidentifikasi pertanyaan yang dapat dijawab melalui data yang dikumpulkan.
  • Mengembangkan kerangka kerja: Juga dikenal sebagai pengkodean atau pengindeksan, di sini peneliti mengidentifikasi ide-ide luas, konsep, perilaku, atau frasa dan memberikan kode kepada hal-hal tersebut. Misalnya, mengkode usia, jenis kelamin, status sosial ekonomi, dan bahkan konsep seperti respons positif atau negatif terhadap suatu pertanyaan. Pengkodean bermanfaat dalam menyusun dan memberi label data.
  • Mengidentifikasi pola dan koneksi: Setelah data dikodekan, penelitian dapat mulai mengidentifikasi tema, mencari respons paling umum terhadap pertanyaan, mengidentifikasi data atau pola yang dapat menjawab pertanyaan penelitian, dan menemukan area yang dapat dieksplorasi lebih lanjut.
  1. Cara Menemukan Pola dalam Data Kualitatif

Ada beberapa cara untuk mengidentifikasi pola data kualitatif (juga dikenal sebagai “tema”). Salah satu caranya adalah dengan menggunakan metode berbasis kata, seperti pengulangan kata. Dalam metode ini, peneliti hanya membaca teks dan mengidentifikasi kata-kata yang paling sering digunakan.

Misalnya, dalam sebuah penelitian tentang apa yang dipikirkan pemuda India tentang politik, peneliti mungkin menemukan bahwa kata-kata yang paling umum digunakan adalah “keserakahan” atau “korupsi” dan menggunakannya untuk analisis.

Teknik berbasis kata lain adalah kata kunci dalam konteks. Di sini, peneliti mencoba memahami konsep dengan melihat konteks di mana ia digunakan. Misalnya, jika peneliti mencoba menganalisis konsep depresi di antara responden, mereka dapat menganalisis konteks ketika responden merujuk pada depresi. (Ini bisa sambil mendiskusikan kesehatan mental, masalah terkait keluarga, dan lain-lain)

Metode lain untuk mengidentifikasi pola disebut teknik berbasis pemeriksaan dengan teliti (scrutiny). Salah satu metode tersebut adalah metode membandingkan (compare) dan membedakan (kontras), di mana tema merepresentasikan cara di mana teks-teksnya sama atau berbeda satu sama lain.

Sebagai contoh, satu tema mungkin “pentingnya konselor di sekolah“, dan data teks yang dikumpulkan dapat dibagi menjadi mereka yang berpikir harus ada konselor dan mereka yang berpikir itu tidak perlu. Teks-teks ini dapat dianalisis lebih lanjut untuk mempelajari alasan di balik keyakinan masing-masing kelompok.

Metode pemeriksaan lain untuk mengidentifikasi pola atau tema termasuk mencari metafora dan analogi dalam teks, atau mencari konektor dalam bentuk kata atau frasa yang menunjukkan hubungan antara ide atau hal yang berbeda.

Nah, itulah tadi penjelasan dan uraian lengkap yang bisa kami sajikan pada segenap pembaca. Berkenaan dengan contoh metodologi penelitian yang ada dalam makalah, skripsi, proposal, karya ilmiah, tugas akhir, dan cara membuatnya.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *