Pengertian Penelitian Pengembangan, Macam, Ciri, dan Cara Menulisnya

Diposting pada

Penelitian Pengembangan Adalah

Secara umum penelitian pengembangan banyak diterapkan dalam bidang pendidikan. Ini merupakan lawan dari pengembangan pembelajaran sederhana. Penelitian pengembangan dapat didefinisikan sebagai studi kasus yang sistematis untuk merancang, mengembangkan, dan mengevaluasi program pembelajaran, proses, dan produk yang harus memenuhi kriteria konsistensi dan efektivitas internal.

Penelitian perkembangan telah berkontribusi banyak terhadap pertumbuhan suatu bidang secara keseluruhan,karena sering berfungsi sebagai dasar untuk konstruksi model dan berteori. Untuk memperjelas pemahaman kita tentang penelitian pengembangan, artikel ini akan mengulas tentang pengertian penelitian pengembangan, macam, ciri, dan cara menulisnya.

Penelitian Pengembangan

Kata penelitian mengacu pada proses memecahkan masalah dan menemukan fakta secara terorganisir. Kadang-kadang, Penelitian digunakan untuk menentang atau memberi kontribusi pada pengetahuan yang dapat digeneralisasikan. Kita mungkin harus menemukan beberapa algoritme baru, metode atau mereplikasi metode yang ada untuk membantah yang lain (yang sudah ada) dengan membuktikan fakta.

Penelitian dilakukan dengan menerapkan apa yang diketahui (jika ada), dan membangunnya. Pengetahuan tambahan dapat ditemukan dengan membuktikan teori yang ada, dan dengan mencoba menjelaskan pengamatan dengan lebih baik. Penelitian harus sistematis, terorganisir, dan obyektif.

Sedangkan kata pengembangan mengacu pada upaya untuk meningkatkan kemampuan teknis, teoritis, konseptual, dan moral sesuai dengan kebutuhan melalui pendidikan dan latihan.

Apabila dikaitkan dengan konteks dalam bidang pendidikan, pengembangan yaitu suatu proses mendesain pembelajaran secara logis, dan sistematis dalam rangka untuk menetapkan segala sesuatu yang akan dilaksanakan dalam proses kegiatan belajar dengan memperhatikan potensi dan kompetensi peserta didik

Apabila kedua kata tersebut (penelitian dan pengembangan) digabungkan, menghasilkan istilah baru yaitu penelitian pengembangan (development research) yang merupakan jenis penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan, memperluas, dan menggali lebih dalam sebuah teori yang dimiliki oleh ilmu tertentu.

Melalui penelitian-penelitian tersebut tercipta teknologi-teknologi baru yang akhirnya dikenal dengan R dan D (Research and Development). Research and Development (R&D) ialaj kegiatan penelitian, dan pengembangan, dan memiliki kepentingan komersial dalam kaitannya dengan riset ilmiah murni, dan pengembangan aplikatif di bidang teknologi.

R&D atau litbang (penelitian dan pengemabangan) ini memiliki peranan penting, dan menjadi indikator kemajuan dari suatu negara.

Pengertian Penelitian Pengembangan

Penelitian pengembangan adalah serangkaian metode riset yang digunakan untuk menghasilkan suatu prodak tertentu seperti prototipe, desain, materi pembelajarn, media, strategi, alat evaluasi pendidikan dalam pembelajaran.

Pengertian Penelitian Pengembangan Menurut Para Ahli

Adapun definisi penelitian pengembangan menurut para ahli, antara lain adalah sebagai berikut;

Borg dan Gall

Penelitian pengembangan adalah metodologi riset yang mampu mengembangkan suatu produk pendidikan sehingga berimplementasi pada kemajuan zaman.

Soenarto

Pengertian penelitian pengembangan adalah metodologis riset yang memiliki tujuan untuk menghasilkan dan mengembangkan prototipe, desain, materi pembelajarn, media, strategi, alat evaluasi pendidikan dalam pembelajaran.

Gay (1990)

Penelitian pengembangan dapat didefinisikan sebagai usaha untuk mengembangkan suatu produk yang efektif yang digunakan oleh sekolah, dan bukan untuk menguji teori.

Van den Akker dan Plomp (1993)

Penelitian pengembangan dilakukan berdasarkan dua tujuan yaitu:

  1. Pengembangan prototipe produk
  2. Perumusan saran-saran metodologis untuk pendesainan dan evaluasi prototipe produk tersebut

Seals dan Richey (1994)

Penelitian pengembangan didefinisikan sebagai suatu pengkajian sistematik terhadap pendesainan, pengembangan dan evaluasi program, proses dan produk pembelajaran yang harus memenuhi kriteria validitas, kepraktisan, dan efektifitas. Selain ketiga kriteria tersebut, Plomp (1999) menambahkan kriteria “dapat menunjukkan nilai tambah”.

Macam Penelitian Pengembangan

Jenis penelitian pengembangan yang paling umum melibatkan situasi di mana proses pengembangan produk dianalisis dan dijelaskan, dan produk akhir dievaluasi. Tipe kedua dari penelitian pengembangan lebih berfokus pada dampak produk pada pelajar atau organisasi.

Jenis studi ketiga berorientasi pada analisis umum pengembangan desain atau proses evaluasi secara keseluruhan atau sebagai komponen. Perbedaan mendasar harus dibuat antara laporan penelitian pengembangan aktual (praktik) dan deskripsi desain dan model prosedural pengembangan (teori).

Richey dan Nelson (1996) membedakan penelitian pengembangan menjadi dua tipe, yaitu sebagai berikut:

Tipe pertama

Berfokus pada pendesaianan dan evaluasi atas produk atau program tertentu yang bertujuan tujuan untuk mendapatkan gambaran tentang proses pengembangan serta mempelajari kondisi yang mendukung bagi implementasi program tersebut.

Tipe kedua

Berfokus pada pengkajian terhadap program pengembangan yang dilakukan sebelumnya. Ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang prosedur pendesainan dan evaluasi yang efektif.

Ciri-Ciri Penelitian Pengembangan

Wayan (2009) mengemukakan bahwa penelitian pengembangan memiliki 4 karateristik, antara lain :

  1. Masalah yang ingin dipecahkan merupakan masalah nyata yang mempunyai kaitan dengan upaya inovatif atau apikasi (penerapan) teknologi dalam pembelajaran sebagai pertanggung jawaban profesional dan komitmen terhadap pemerolehan kualitas pembelajaran.
  2. Pengembangan model, pendekatan dan metode pembelajaran serta media belajar yang menunjang keefektifan pencapaian kompetensi siswa.
  3. Proses pengembangan produk, validasi yang dilakukan melalui uji ahli, dan uji coba lapangan secara terbatas perlu dilakukan sehingga produk yang dihasilkan memiliki manfaat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Proses pengembangan, validasi, dan uji coba lapangan tersebut seyogyanya dideskripsikan secara jelas, sehingga bisa dipertanggung jawabkan secara akademik.
  4. Proses pengembangan model, pendekatan, modul, metode, dan media pembelajaran perlu didokumentasikan secara rapi dan dilaporkan secara sistematis sesuai dengan kaidah penelitian yang mencerminkan originalitas.

Akker (1999) juga mengemukakan bahwa pelaksanaan penelitian pengembangan memiliki beberapa motif, antara lain:

  1. Penelitian pengembangan memiliki motif dasar yaitu kebanyakan penelitian bersifat tradisional, seperti eksperimen, survei, analisis korelasi yang hanya berfokus pada analsis deskriptif, yang tidak memberikan hasil yang bermanfaat untuk desain dan pengembangan dalam pendidikan.
  2. Keadaan yang sangat kompleks dari banyknya perubahan kebijakan di dalam dunia pendidikan, sehingga memerlukan adanya pendekatan penelitian yang lebih evolusioner (interaktif dan siklis).
  3. Penelitian bidang pendidikan secara umum kebanyakan mengarah pada reputasi yang ragu-ragu dikarenakan relevasi ketiadaan bukti.

Cara Menuliskan Penelitian Pengembangan

Akker (1999) mengemukakan bahwa ada 4 tahap dalam melakukan penelitian pengembangan, antara lain:

Pemeriksaan pendahuluan (preliminary inverstigation)

Pemeriksaan pendahuluan terhadap permasalahan yang ada perlu dilakukan secara sistematis dan intensif dengan mencakup beberapa hal yaitu:

  1. Tinjauan ulang literatur
  2. Konsultasi tenaga ahli
  3. Analisa tentang ketersediaan contoh untuk tujuan yang terkait
  4. Studi kasus dari praktek yang umum untuk merincikan kebutuhan.

Penyesuaian teoritis (theoretical embedding) 

Diperlukan usaha yang lebih sistematis untuk menerapkan dasar pengetahuan dalam mengemukakan dasar pemikiran secara teoritis dalam pilihan desain yang akan dikembangkan.

Uji empiris (empirical testing)

Pada tahapan ini sangatlahDiperlukan sebagau bukti empiris yang menunjukkan tentang kepraktisan dan efektivitas dari intervensi.

Proses dan hasil dokumentasi, analisis dan refleksi (documentation, analysis, and reflection on process and outcome)

Implementasi dan hasil yang diperoleh digunakan pada spesifikasi dan perluasan metodologi rancangan penelitian dan pengembangan. Borg & Gall (dalam Haryati, 2012) mengemukakan 10 tahapan dalam mengembangan model penelitian dan pengembangan atau Research and Development, yaitu:

  1. Research and information collecting

Yaitu melakukan pengumpulan informasi penelitian, seperti melakukan studi literatur yang memiliki kaitan dengan permasalahan yang dikaji, pengukuran kebutuhan, penelitian dalam skala kecil, dan persiapan untuk merumuskan kerangka kerja penelitian.

  1. Planning

Yaitu menyusun rencana penelitian yang berkaitan dengan permasalahan, penentuan tujuan yang akan dicapai pada setiap tahapan, desain atau langkah-langkah penelitian dan jika mungkin/diperlukan melaksanakan studi kelayakan secara terbatas;

  1. Develop preliminary form of product

Yaitu mengembangkan bentuk permulaan dari produk yang akan dihasilkan, misalnya pengembangan bahan pembelajaran, proses pembelajaran dan instrumen penelitian evaluasi untuk pembelajaran.

  1. Preliminary field testing

Yaitu melakukan ujicoba lapangan awal dalam skala terbatas, dengan melibatkan 1 sampai dengan 3 sekolah, dengan jumlah 6-12 subyek. Pada tahapan ini pengumpulan dan analisis data bisa dilakukan melalui wawancara, observasi atau angket penelitian;

  1. Main product revision

Yaitu melakukan perbaikan terhadap produk awal yang dihasilkan berdasarkan hasil ujicoba awal.

  1. Main field testing

Yaitu ujicoba utama yang melibatkan khalayak lebih luas. Hasil yang diperoleh dari ujicoba tersebut dalam bentuk evaluasi terhadap pencapaian hasil ujicoba (desain model) yang dibandingkan dengan kelompok kontrol.

  1. Operational product revisino

Yaitu melakukan perbaikan/penyempurnaan pada hasil ujicoba yang lebih luas, sehingga produk yang dikembangkan sudah merupakan hasil desain model operasional yang siap untuk divalidasi;

  1. Operational field testing

Yaitu melakukan uji validasi pada model operasional yang telah dihasilkan. Tahapan ini dilaksanakan pada 10 hingga 30 sekolah yang melibatkan 40 hingga 200 subyek. Pengujian dilakukan melalui angket, wawancara, dan observasi dan analisis hasilnya.

  1. Final product revision

Yaitu melakukan perbaikan akhir terhadap model yang dikembangkan guna menghasilkan produk akhir (final)

  1. Dissemination and implementation

Yaitu penyebarluasan produk/model yang dikembangkan kepada khalayak/masyarakat luas, terutama dalam pendidikan.

Nah, demikianlah artikel yang memberikan penjelasan serta pengulasan secara lengkap kepada segenap pembaca terkait dengan pengertian penelitian pengembangan menurut para ahli, macam, ciri, contoh dan cara menulisnya. Semoga materi ini memberikan wawasan serta pengathaun. Trimakasih,

Referensi Tulisan
  1. Developmental Research: The Definition and Scope dari https://eric.ed.gov/?id=ED373753
  2. Research dari https://simple.wikipedia.org/wiki/Research

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *