6 Contoh Penelitian Deskriptif yang Bisa Dibuat

Diposting pada

Contoh Penelitian Deskriptif

Diakui ataupun tidak, kebanyakan metode penelitian deskriptif mempergunakan serangkaian pertanyaan tertutup untuk teknik pengumpulan datanya. Oleh karenanya kondisi tersebut membantu peneliti dalam menarik kesimpulan yang objektif tentang responden penelitian. Disisi lainnya, karakteristik penelitian deskriptif mendefinisikan pola, sifat, dan perilaku responden. Kondisi tersebut juga bertujuan untuk memahami sikap dan pendapat yang dimiliki responden tentang fenomena tertentu.

Contohnya saja adanya sikap peneliti dapat memahami berapa jam waktu yang dihabiskan oleh orang dewasa dalam menggunakan smartphone selama satu hari, sehingga adanya pendapat tentang platform media sosial, dan seberapa pentingnya menganggap platform yang dipergunakan tersebut akan membantu peneliti di sebuah perusahaan untuk membuat keputusan yang tepat mengenai produk dan mereknya.

Penelitian Deskriptif

Metode deskriptif adalah bagian riset yang memberikan rangkaian prosedur pemecahan beragam rumusan masalah yang diselidiki dengan mampu menguraikan keadaan subjek penelitian atau objek dalam penelitian secara lengkap. Yang bisa topik penelitiannya berupa orang, lembaga, masyarakat, dan yang lainnya.

Oleh karena itulah penggunaan bentuk penelitian deskriptif tidak bisa memberikan gambaran terkait apa yang menjadi penyebab suatu situasi sekaligus tidak dapat dijadikan dasar hubungan sebab akibat, dimana satu variabel mempengaruhi variabel penelitian lainnya, sehingga bisa dikatakan bahwa penelitian deskriptif memiliki syarat validitas internal yang rendah.

Contoh Penelitian Deskriptif

Adapun untuk sistematika yang menjadi contoh penulisan metode penelitian deskriptif. Misalnya saja;

  1. Karya Tulis Ilmiah

Penyusunan karya ilmiah yang memaparkan secara sistematis penggunaan metode penelitian deskriptif bisa mengangkat permasalahan sosial di masyarakat yang telah terjadi pada saat ini. Prihal ini, contohnya saja topik tentang;

Strategi Pengembangan Potensi Wisata Daerah Berbasis Budaya Lokal dan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia

Maka, penulisannya;

BAB 1 Pendahuluan
  1. Latar Belakang

Bagian ini setidaknya memaparkan adanya sektor pariwisata yang mampu untuk berkembang lebih baik lagi dengan adanya pengembangan sekaligus pelestraian pariwisata daerah. Tentusaja disertai dengan jenis data penelitian kuantitatif yang didapatkan.

  1. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut;

  1. Menggembarkan situasi dan permasalahan pariwisata di Indonesia.
  2. Menjelaskan potensi wisata daerah berbasis SDGs di Indonesia.
  3. Memaparkan strategi implementasi pengembangan potensi wisata berbasis SDGs di Indonesia sebagai upaya pembangunan berkelanjutan.
  1. Manfaat Penelitian

Manfaat dalam penelitian ini adalah;

  1. Mampu mengetahui situasi dan permasalahan pariwisata yang ada di Indonesia
  2. Mampu memahami potensi berbagai daerah di Indonesia terkait pariwisatanya
  3. Mendapatkan paparan stratagi implementasi dalam pengembangan pariwisata di Indonesia sebagai upaya pembangunan berkelanjutan
BAB 2 Tinjauan Pusataka
  1. Definisi Pariwisata

Pariwisata berasal dari dua kata yakni “pari” yang berarti banyak/berkeliling dan “wisata” yang berarti pergi sebagaimana yang dijelaskan secara etimologi. Menurut Undang-Undang RI nomor 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan dijelaskan bahwa wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam waktu sementara.

Sedangkan menurut Kodhyat (1998) pariwisata adalah perjalanan dari suatu tempat ketempat lain, bersifat sementara, dilakukan perorangan atau kelompok, sebagai usaha mencari keseimbangan atau keserasian dan kebahagian dengan lingkungan dalam dimensi sosial, budaya, alam dan ilmu.

  1. Pariwisata Berkelanjutan

Pariwisata berkelanjutan merupakan konsep dari pembangunan berkelanjutan. Menurut Djajadiningrat, pembangunan berkelanjutan mengimplikasikan batas yang ditentukan oleh teknologi dan organisasi masyarakat serta oleh kemampuan kehidupan bumi menyerap dampak kegiatan manusia.

Pembangunan pariwisata berkelanjutan haruslah memanfaatkan sumber daya alam secara optimal yang disesuikan dengan daya dukung sehinggamenghormati budaya masyarakat setempat dan memastikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.

BAB 3 Metode Penelitian
  1. Rancangan Kegiatan

Dalam penelitian ini penulis berusaha untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan yang menjadi faktor penghambat perkembangan sektor pariwisata di Indonesia. Dari hasil yang telah teridentifikasi oleh peneliti kemudian merumuskan solusi untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut dengan mengoptimalkan berbagai faktor dalam perkonomian yang mampu meningkatkan penerimaan sektor pariwisata serta menyesuaikan dengan potensi daerah dan berorientasi terhadap pembangunan yang berkelanjutan.

  1. Ruang Lingkup atau Objek

Penelitian ini berfokus pada upayaupaya dalam membentuk suatu lingkungan baru yang berfokus pada pengembangan potensi dan kreativitas masyarakat suatu daerah dan pemanfaatan budaya lokal untuk mencipatakan daya tarik baru dari daerah tersebut serta mengoptimalkan penggunaan teknologi digital dengan tujuan dapat menciptakan sumber penerimaan baru di sektor pariwisata daerah.

  1. Bahan dan Alat Utama

Tujuan penelitian ini adalah berusaha untuk memanfaatkan dan meningkatakan ilmu pengetahuan ilmiah yang berkepentingan dengan aplikasi atau penerapan konsep-konsep teoritis yan sudah ada. Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif.

  1. Tempat

Penelitian ini dilakukan untuk menghadirkan solusi dari permasalahan yang diangkat yang dapat diterapkan di seluruh wilayah Indonesian dengan menyesuaikan karakteristik setiap daerah.

  1. Teknik Pengumpulan Data

Dalam merumuskan solusi dari permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini, peneliti mengakses sumber-sumber data dan hasil peneltian yang telah diterbitkan atau dipublikasi sebelumnya melalui buku, jurnal, dan situs internet yang terkait dengan topik yang telah dipilih dengan menggunakan teknik dokumentasi.

  1. Teknik Analisis Data

Penelitian ini menggunakan teknis analisis kualitatif dengan cara mendeksripsikan data yang penting dan terkait dengan rumusan masalah dalam penelitian ini dengan tujuan untuk menemukan potensi dan permasalahan, memahami makna dan keunikan objek yang diteliti, memahami proses dan atau interaksi sosial dan menemukan hipotesis.

BAB 4 Hasil dan Pembahasan

Setiap daerah di Indonesia memiliki potensi wisata, namun pandangan terkait wisata hanya sebatas bentangan alam dengan pesona yang menakjubkan. Padahal kearifan lokal dan budaya masyarakat setempat pun dapat dikembangan menjadi wisata. Pengelolaan wisata di Indonesia pun belum dikelola secara optimal dan masih memerlukan dukungan dari berbagai pihak. Masih banyak ditemui wisata Indonesia yang kurang memperhatikan lingkungan, hal ini terbukti dengan beberapa pariwisata Indonesia yang sedang melejit dan banyak kunjungi namun kurangnya kesadaran pengunjung menjaga lingkungan menyebabkan destinasi wisata Indonesia banyak di temui sampah. Kondisi ini sangat memperihatinkan, ditambah dengan adanya globalisasi yang menyebabkan terkikisnya budaya lokal Indonesia.

Selain beberapa permasalahan diatas, berdasarkan Rencana Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Tahun 2020 – 2024 dalam pengembangan destinasi pariwisata, terdapat beberapa permasalahan yang menjadikan pengembangan destinasi pariwisata Indonesia belum optimal, yaitu sebagai berikut.

  1. Sinergi Antar Mata Rantai Usaha Pariwisata yang Belum Optimal
  2. Daya Saing Produk Wisata yang Belum Optimal
  3. Kesenjangan Antara Tingkat Harga dengan Pengalaman Wisata
  4. Kemitraan Usaha Pariwisata yang Belum Optimal
  5. Pengembangan Tanggung Jawab Lingkungan Oleh Kalangan Usaha
  6. Pariwisata Masih Belum Optimal
BAB 5 Kesimpulan dan Saran
  1. Simpulan

Indonesia memiliki potensi Desa Wisata yang sangat mumpuni untuk dikembangkan. Namun, dengan adanya pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan sektor pariwisata, padahal sektor pariwisata memiliki multiplier effect terhadap sektor lain yang sangat berpengaruh terhadap perekonomian. Selama ini pengelolaan pariwisata nampaknya kurang memperhatikan lingkungan, sehingga tak jarang destinasi wisata di Indonesia menjadi kotor karena sampah yang dibuang sembarangan. Selain itu juga, kondisi saat ini budaya dan kearifan lokal masyarakat Indonesia mulai luntur. Sehingga di perlukan inovasi baru dalam pengembangan sektor pariwisata

  1. Saran

Diperlukan dukungan banyak pihak dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan, mulai dari pemerintah, swasta, masyarakat, dan pihak akademisi. Karya yang dibuat ini dapat menjadi salah satu strategi upaya untuk membangun kembali wisata Indonesia di tengah pandemi, hal ini tentunya memerlukan dukungan pemerintah dengan beberbagai kebijakan yang digulirkan. Dukungan dan upaya pemerintah tidak memiliki arti jika tidak dibantu didukung oleh masyarakat. Jika pemerintah dan masyarakat satu visi, maka potensi wisata pun dapat berkembang dengan baik.

Judul Penelitian Deskriptif

Contoh judul dalam penggunaan metode penelitian deskriptif. Antara lain;

No Judul Pendekatan Penelitian
1 Opini masyarakat terkait dengan pindahnya Ibu Kota Republik Indonesia Kualitatif
2 Analisis deskriptif tingkat kepuasaan masyarakat terhadap kepemimpinan Presiden Jokowidodo Tahun 2014-2019 Kuantitatif
3 Stratagi pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Bondowoso dengan studi kasus Kampung Youtuber Studi Kasus
4 Karakterisasi sifat fisik, kimia, dan biologi serat kayu aren Eksperimen
5 Situs Bersejarah Kota Yogjakarta Sebagai Sumber Ide Seni Kerajinan Batik Untuk Suvenir di Sentra Batik Yogjakarta Historis

Dari beragam contoh metode penelitian deskriptif dan judulnya yang telah disebutkan diatas. Setidaknya dapat dikatakan bahwa dengan bantuan analisis statistik dan statistika yang disediakan oleh metode penelitian deskriptif, peneliti dapat memahami tren data dari waktu ke waktu. Misalnya, pertimbangkan perusahaan pakaian jadi yang meluncurkan lini pakaian baru, mereka mungkin meneliti bagaimana Gen Z dan Gen Y (Milenial) bereaksi terhadap peluncuran pakaian baru tersebut.

Sehingga, jikalau mereka mengetahui bahwa rangkaian pakaian baru telah bekerja secara efektif untuk satu kelompok (Gen Z) tetapi tidak untuk yang lain, perusahaan dapat berhenti memproduksi pakaian untuk kelompok lain.

Nah, itulah saja artikel yang bisa dibagikan terkait dengan adanya contoh penelitian deskriptif dari BAB 1 sampai BAB 5 beserta judul-judul yang bisa dibuat. Semoga saja mampu memberi wawasan bagi kalian yang sedang membutuhkannya.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.