Macam Penelitian Deskriptif dan Contohnya

Diposting pada

Jenis Penelitian Deskriptif

Penelitian deskriptif adalah salah satu jenis metode penelitian yang mendeskripsikan suatu populasi, situasi, atau fenomena yang sedang diteliti. Riset ini akan senantaisa berfokus pada menjawab pertanyaan bagaimana, apa, kapan, dan di mana jika rumusan masalah penelitian, bukan mengapa. Penjelasan ini menjadi sangat penting karena untuk memiliki pemahaman yang tepat tentang apa masalah penelitian itu sebelum menyelidiki mengapa masalah itu ada.

Misalnya, seorang investor yang mempertimbangkan investasi di pasar perumahan di suatu wilayah yang selalu berubah perlu memahami seperti apa keadaan pasar saat ini, bagaimana perubahannya (naik atau turun), dan kapan berubah (waktu dalam setahun) sebelum meminta mengapa. Di sinilah penelitian deskriptif penting untuk dilakukan dengan bermacam-macam jenisnya tergantung kebutuhan peneliti.

Penelitian Deskriptif

Penelitian deskriptif adalah riset yang dipergunakan untuk mendeskripsikan karakteristik suatu populasi atau fenomena yang diteliti. Riset ini tentusaja tidak menjawab pertanyaan tentang bagaimana/kapan/mengapa karakteristik itu muncul. Melainkan membahas pertanyaan “apa” (apa karakteristik dari populasi atau situasi yang sedang dipelajari?).

Macam Penelitian Deskriptif  

Penelitian deskriptif diklasifikasikan menjadi beberapa jenis sesuai dengan pendekatan penelitian yang dipergunakan. Berbagai jenis penelitian deskriptif, diantaranya yaitu:

  1. Survei

Penelitian survei dalam deskriptif akan senantiasa menggunakan survei untuk mengumpulkan data tentang berbagai subjek. Data ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana dapat diperoleh kondisi yang berbeda di antara subjek-subjek tersebut.

Contoh Penelitian Deskriptif Survei

Misalnya, seorang peneliti ingin menentukan kualifikasi profesional yang bekerja di Maryland. Ia menggunakan survei sebagai instrumen penelitiannya, dan setiap item pada survei yang terkait dengan kualifikasi diberikan jawaban Ya/Tidak. Dengan cara ini, peneliti dapat mendeskripsikan kualifikasi yang dimiliki oleh demografi pekerja di komunitas ini.

  1. Survei Normatif

Riset ini merupakan perluasan dari survei deskriptif, dengan tambahan sebagai elemen normatif. Dalam survei deskriptif-normatif, hasil penelitian harus dibandingkan dengan standar yang ada. Misalnya, sebuah organisasi yang ingin menguji keterampilan karyawannya oleh tim dapat meminta mereka mengikuti tes keterampilan.

Arti tes keterampilan adalah alat evaluasi dalam hal ini, dan hasil tes tersebut dibandingkan dengan standar peran masing-masing. Jika skor tim satu standar deviasi di atas mean, itu sangat memuaskan, jika satu standar deviasi di bawah mean maka tidak memuaskan.

  1. Status

Riset adalah teknik deskripsi kuantitatif yang berusaha menjawab pertanyaan tentang situasi kehidupan nyata. Misalnya saja, seorang peneliti meneliti pendapatan karyawan di suatu perusahaan, dan hubungannya dengan kinerja mereka.

Survei akan dilakukan untuk metode mengumpulkan data yang cukup tentang pendapatan karyawan, kemudian kinerja mereka akan dievaluasi dan dibandingkan dengan pendapatan mereka. Penelitian ini akan membantu menentukan apakah pendapatan yang lebih tinggi berarti kinerja yang lebih baik dan pendapatan yang rendah berarti kinerja yang lebih rendah atau sebaliknya.

  1. Analisis

Metode penelitian deskriptif analisis mendeskripsikan suatu subjek dengan cara menganalisisnya lebih lanjut, yang dalam hal ini membaginya menjadi 2 bagian.

Contoh Penelitian Deskriptif Analisis

Misalnya, personel SDM perusahaan yang ingin menganalisis peran pekerjaan setiap karyawan perusahaan dapat membagi karyawan menjadi orang-orang yang bekerja di Kantor Pusat di AS dan mereka yang bekerja dari kantor Oslo, Norwegia.

Dalam hal ini angket penelitian dibuat untuk menganalisis peran pekerjaan karyawan dengan gaji yang sama dan bekerja di posisi yang sama.

  1. Klasifikasi

Metode ini digunakan dalam ilmu biologi untuk klasifikasi tumbuhan dan hewan. Seorang peneliti yang ingin mengklasifikasikan hewan laut menjadi spesies yang berbeda akan mengumpulkan sampel dari berbagai stasiun pencarian, kemudian mengklasifikasikannya sesuai dengan itu.

  1. Komparatif

Dalam penelitian komparatif untuk deskriptif, si peneliti mempertimbangkan 2 variabel yang tidak dimanipulasi, dan menetapkan prosedur formal untuk menyimpulkan bahwa yang satu lebih baik dari yang lain. Misalnya, badan penguji ingin menentukan metode yang lebih baik untuk melakukan tes antara tes berbasis kertas dan tes berbasis komputer.

Sampel acak dari calon peserta tes mungkin diminta untuk menggunakan 2 metode berbeda, dan faktor-faktor seperti tingkat kegagalan, faktor waktu, dan lainnya akan dievaluasi untuk sampai pada metode terbaik.

  1. Korelasi

Penelitian korelasi digunakan untuk mengetahui apakah hubungan antara 2 variabel penelitian adalah positif, negatif, atau netral. Artinya, jika 2 variabel, katakanlah X dan Y berbanding lurus, berbanding terbalik atau tidak berhubungan satu sama lain.

Jenis Penelitian Deskriptif Berdasarkan Pengumpulan Data

Ditinjau dari segi metode pengumpulan data yang digunakan, dalam penelitian deskriptif terdapat 3 metode yang dapat dilakukan, anatara lain:

  1. Metode Observasi

Metode observasi memungkinkan peneliti mengumpulkan data berdasarkan pandangan mereka terhadap perilaku dan karakteristik responden, dengan responden itu sendiri tidak secara langsung memberikan masukan. Ini sering digunakan dalam riset pasar, psikologi, dan beberapa penelitian ilmu sosial lainnya untuk memahami perilaku manusia.

Metode ini juga merupakan aspek penting dari penelitian ilmiah fisika, dengan itu menjadi salah satu metode paling efektif untuk melakukan penelitian deskriptif. Proses ini dapat dikatakan penelitian kuantitatif atau penelitian kualitatif.

Observasi kuantitatif melibatkan pengumpulan data numerik secara objektif, yang hasilnya dapat dianalisis dengan menggunakan metode numerik dan statistik. Sedangkan, observasi kualitatif, di sisi lain, melibatkan pemantauan karakteristik dan bukan pengukuran angka. Peneliti membuat observasi dari kejauhan, mencatatnya, dan digunakan untuk menginformasikan kesimpulan.

  1. Metode Studi Kasus

Studi kasus adalah kelompok sampel (individu, sekelompok orang, organisasi, even/peristiwa, dan lain-lain). Yang karakteristiknya digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik kelompok yang lebih besar di mana studi kasus merupakan subkelompok. Informasi yang dikumpulkan dari penyelidikan studi kasus dapat digeneralisasikan untuk melayani kelompok yang lebih besar.

Namun, generalisasi ini mungkin berisiko karena studi kasus tidak cukup untuk membuat prediksi yang akurat tentang kelompok yang lebih besar. Studi kasus adalah kasus generalisasi yang buruk.

  1. Metode Survei

Riset ini adalah metode pengumpulan data yang sangat populer dalam desain penelitian. Dalam penelitian survei, peneliti membuat survei atau kuesioner dan menyebarkannya kepada responden yang memberikan jawaban.

Umumnya, ini digunakan untuk mendapatkan informasi cepat langsung dari sumber utama dan juga melakukan penelitian kuantitatif dan kualitatif yang ketat. Dalam beberapa kasus, penelitian survei menggunakan perpaduan antara strategi kualitatif dan kuantitatif.

Contoh Penelitian Deskriptif

Ada beberapa contoh penelitian deskriptif yang berbeda, yang dapat dilihat dari jenis, kegunaan, dan aplikasinya. Berikut ini beberapa contohnya, antara lain:

  1. Membandingkan Kinerja Siswa

Sebuah institusi akademis mungkin ingin membandingkan kinerja siswa sekolah menengah pertama dalam bahasa Inggris dan Matematika. Ini dapat digunakan untuk mengklasifikasikan siswa berdasarkan 2 kelompok besar, dengan satu kelompok maju untuk belajar sambil kursus, sedangkan yang lain kursus studi di bidang Seni & Humaniora.

Siswa yang lebih mahir dalam matematika akan didorong untuk masuk ke STEM dan sebaliknya. Lembaga juga dapat menggunakan data ini untuk mengidentifikasi titik lemah siswa dan mencari cara untuk membantu mereka.

  1. Kebiasaan manusia (Human Behavior)

Ketika mempelajari perilaku manusia berdasarkan suatu faktor atau peristiwa, peneliti mengamati karakteristik, perilaku, dan reaksinya, kemudian menggunakan if (jika) untuk menyimpulkan.

Perusahaan yang ingin menjual ke pasar sasarannya perlu terlebih dahulu mempelajari perilaku pasar. Ini dapat dilakukan dengan mengamati bagaimana targetnya bereaksi terhadap produk pesaing, kemudian menggunakannya untuk menentukan perilaku mereka

Nah, demikianlah tadi artikel yang bisa kami uraikan pada segenap pembaca berkenaan dengan jenis penelitian deskriptif dan contohnya yang ada. Semoga bisa memberikan edukasi serta referensi bagi semua kalangan yang membutuhkannya.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *