Contoh Paper Ilmiah

Diposting pada

Contoh Paper yang Baik dan Benar

Proposal studi dalam bentuk paper ilmiah telah berkembang di Indonesia dan berbagahi belahan dunia selama tiga abad terakhir, bahkan telah menjadi alat untuk mengkomunikasikan hasil penyelidikan ilmiah yang dilakukan oleh mahasiswa, tenaga pendidik (dosen atau guru), bahkan untuk para pelajar sekalipun.

Meski demikian, dalam membuatnya diperlukan keahlian sangat khusus. Alasannya karena tujuan dari penulisan paper sebagai karakteristik karya tulis ilmiah ini adalah untuk menyajikan informasi sehingga mudah diambil dan si penulis mampu menyajikan segenap data yang cukup sehingga pembaca dapat menduplikasi sesuai dengan disiplin ilmu pengetahuan yang dipelajari. Seperti ilmu sosial (sosiologi, ekonomi, pendidikan, psikologi, hukum, dan lainnya) maupun IPA yang lebih dekat dengan ilmu matematika, fisika, kimia, biologi, pertanian, dan lain-lain.

Paper

Dimaksud dengan paper adalah bagian daripada jenis karya tulis ilmiah yang dibuat dengan susunan kepenulisan paper secara sistematis sehingga di dalamnya bisa terdiri dari judul, abstrak, pendahuluan, bahan dan metode, hasil dan pembahasan.

Namun, perlu dicatat bahwa sebagian besar publikasi memiliki aturan tertentu terkait format paper ilmiah, sehingga urutannya setidaknya ada bagian halaman sampul yang berisi judul, Bab 1 berisi pendahuluan, Bab 2 berupa isi, Bab 3 ialah kesimpulan.

Contoh Paper

Dikaui ataupun tidak paper telah menjadi sasaran pengawasan dari beberapa ahli di bidang yang memverifikasi kualitas tulisan dan keakuratan analisis, serta kesimpulan yang dibuat oleh penulis. Sehingga prihal ini pembuatan konten dijalankan dengan stabil, membutuhkan, metode penulisan, dan lainnya.

Agar lebih jelas berikut ini merupakan contoh penulisan dan pembuatan paper yang sesuai dengan sistematika kepenulisan.

Contoh Paper Ilmiah

Sampul Paper

BAB 1

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang 

Indonesia adalah negara agraris. Mayoritas profesi penduduk Indonesia yaitu petani. Penduduk dengan mayoritas petani bukan berarti Indonesi sukses dibidang pertanian, karena umumnya petani yang ada tidak mengenyam pendidikan cukup tinggi. Mahasiswa pertanian seharusnya mampu memecahkan masalah yang berhubungan dengan pertanian di lingkungan sekitar, oleh karena itu kita perlu menyalurkan ilmu yang sudah didapat di bangku kuliah kepada masyarakat khususnya para petani.

Cara yang dapat dilakukan yaitu mengembangkan masyarakat dengan memberdayakan petani melalui komunitas atau kelompok-kelompok tani. Pemberdayaan tersebut bertujuan untuk meningkatkan sektor pertanian. Pemberdayaan dapat berupa edukasi terkait masalah budidaya tanaman, namun fakta yang terjadi hal tersebut saat ini masih sangat asing.

Konsep pengembangan masyarakat sangat relefan dikembangkan terutama kalangan masyarakat di desa yang bersifat komunitas.  Pengembangan masyarakat seharusnya berfokus pada usaha pemberdayaan masyarakat pada suatu komunitas sehingga mereka memiliki kemampuan dan kesetaraan dengan stakeholder lain. Pemberdaayaan masyarakat bisa bertujuan untuk  menjadikan masyarakat sebagai subjek pembangunan yang selaras dengan konsep people centered development.

Dalam pemberdayaan masyarakat, dituntut pula partisipasi masyarakat dalam keseluruhan proses pembangunan mulai perencanaan sampai implementasi di lingkungan mereka tinggal. Keterlibatan masyarakat baik secara fisik, material, maupun finansial diharapkan akan meningkatkan rasa kebersamaan dan rasa memiliki proses dan hasil pembangunan yang dilakukan pada masyarakat tersebut. Maka dari itu sangat penting bagi kita untuk melakukan pengembangan masyarakat khusus nya bagi para petani.

Tujuan 

Adapun tujuan paper ini adalah sebagai berikut :

  1. Mengetahui pengertian komunitas.
  2. Mengetahui arti komunitas dalam perspektif sosiologi.
  3. Mengetahui peran penting pengembangan masyarakat.
BAB 2

BAB II
ISI

Pengertian Komunitas

Menurut Stewart E. Perry (2001) dalam CED Definitions and Terminology memandang ada dua makna komunitas. Pertama komunitas sebagai kategori yang mengacu kepada orang yang saling berhubungan berdasarkan nilai-nilai dan kepentingan bersama yang khusus, seperti penyandang cacat, jamaah masjid, atau kelompok imigran. Kedua, secara khusus menunjuk pada satu katagori manusia yang berhubungan satu sama lain karena didasarkan pada lokalitas tertentu yang sama karena lokalitas itu secara tak langsung membuat mereka mengacu kepada kepentingan dan nilai-nilai yang sama.

Menurut Kertajaya Hermawan (2008), Komunitas adalah sekelompok orang yang saling peduli satu sama lain lebih dari yang seharusnya, dimana dalam sebuah komunitas terjadi relasi pribadi yang erat antar para anggota komunitas tersebut karena adanya kesamaan interest atau values.

Komunitas dapat didefinisikan sebagai kelompok khusus dari orang-orang yang tinggal dalam wilayah tertentu, memiliki kebudayaan dan gaya hidup yang sama sadar sebagai satu kesatuan, dan dapat bertindak secara kolektif dalam usaha mereka mencapai sesuatu tujuan. 

Komunitas dalam Perspektif Sosiologi 

Menurut Komunitas dalam perspektif sosiologi adalah warga setempat yang dapat dibedakan dari masyarakat lebih luas melaui kedalaman perhatian bersama atau  oleh tingkat interaksi yang tinggi. Ciri-ciri komunitas dalam perspektif sosiologi, yaitu: lokalitas/tempat tinggal, people (orang), interaksi sosial dan persamaan.

Komunitas dalam perspektif sosiologi merupakan pengertian masyarakat/sosial dalam arti sempit karena komunitas merupakan bagian dari suatu masyarakat yang bertempat tinggal di suatu wilayah geografis dengan batas-batas tertentudan ditandai oleh suatu derajat hubungan sosial tertentu, serta didasari oleh loyalitas dan perasaan se-komunitas yang kuat dari anggota nya. 

Peran Penting Pengembangan Masyarakat 

Pengembangan masyarakat berusaha untuk memberdayakan individu dan kelompok orang dengan menyediakan keterampilan yang mereka butuhkan untuk menghasilkan perubahan di komunitas mereka sendiri. Keterampilan ini sering diciptakan melalui pembentukan kelompok-kelompok sosial yang besar bekerja untuk sebuah agenda bersama.

Komunitas pengembang harus memahami baik bagaimana bekerja dengan individu dan bagaimana mempengaruhi posisi masyarakat dalam konteks lembaga-lembaga sosial yang lebih besar. Tujuan utamanya adalah untuk membangun masyarakat berdasarkan keadilan, kesetaraan dan saling menghormati.

Pengembangan masyarakat melibatkan perubahan hubungan antara orang biasa dan orang-orang dalam posisi kekuasaan, sehingga setiap orang dapat mengambil bagian dalam isu-isu yang mempengaruhi kehidupan mereka. Dimulai dari prinsip bahwa dalam masyarakat manapun ada banyak pengetahuan dan pengalaman yang jika digunakan dengan cara yang kreatif, dapat disalurkan ke dalam tindakan kolektif untuk mencapai tujuan masyarakat yang diinginkan.

Komunitas praktisi pembangunan bekerja bersama orang-orang di masyarakat untuk membantu membangun hubungan dengan orang-orang kunci dan organisasi dan untuk mengidentifikasi masalah umum.  Mereka membuka kesempatan bagi masyarakat untuk belajar keterampilan baru dan, dengan memungkinkan orang untuk bertindak bersama-sama, komunitas praktisi pembangunan membantu mengembangkan inklusi sosial dan kesetaraan.

Berdasar latar belakang yang sudah dijelaskan, kita harus mengembangkan masyarakat melalui pemberdayaan petani yang berupa edukasi tentang pertanian sehingga petani di Indonesia memiliki pengetahuan yang mendukung sektor pertanian meskipun petani itu sendiri tidak mengenyam pendidikan yang tinggi.

BAB 3

BAB III
KESIMPULAN

Adapun kesimpulan dari paper ilmiah ini adalah sebagai berikut :

  1. Komunitas secara umum adalah organisme yang berada dalam suatu tempat, saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain.
  2. Komunitas dalam perspektif sosiologi adalah kelompok sosial yang berada dalam suatu tempat, saling berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan yang sama.
  3. Pengembangan masyarakat perlu dilakukan untuk memberdayakan masyarakat (petani) sehingga memiliki kemampuan lebih baik guna memajukan sektor pertanian.

Selain daripada contoh tulisan paper singkat diatas. Dalam setiap pembuatnnya sendiri harusah merujuk pada publikasi sebelumnya yang relevan dengan paper yang sedang dibahas. Alasannya kemua karya yang dikutip tercantum di bagian referensi di akhir paper. Adapun untuk penulisan daftar pustakanya. Yakni;

Daftar Pustaka

Horton, Paul B. dan Chester L. Hunt. 1984. Sociology VIII. Michigan Mc Graw-Hill. USA.
Kertajaya, Hermawan. 2008. Arti Komunitas. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Nasdian, FT. 2006. Pengermbangan Masyarakat (Community Development). Fakultas Ekologi Manusia, IPB. Bogor.
Puspito, Hendro. 1989. Sosiologi Semantik. Kanisius. Yogyakarta.
Soenarno. 2002. Kekuatan Komunitas sebagai Pilar Pembangunan Nasional. Erlangga. Jakarta.

Kesimpulan

Dari penjelasan dan contoh diatas. Dapatlah dikatakan bahwa susunan paper ini sejatinya ringkas dibandingkan makalah. Akan tetapi, tergantung pula pada struktur dan format yang tersedia. Meskipun demikian, dalam cara membuat papernya setiap penulis dapat merujuk pada paper ilmi sebelunya. Sehingga hal ini untuk menjaga kaidah kepenulisan ilmiah.

Itulah saja artikel yang bisa dibagikan pada semua kalangan berkenaan dengan contoh penulisan paper sederhana dan singkat yang bisa dipergunakan dalam berbagai keperluan. Semoga saja memberi wawasan untuk kalian yang membutuhkannya.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *