Cara Membuat Paper

Diposting pada

Cara Membuat Paper

Paper adalah tulisan yang memiliki karakteristik ilmiah. Alasannya karena paper dibuat dengan menyertakan susunan kepenulisan yang sistematis dari latar belakang, rumusan masalah, landasan teori, metode kepenulisan, hasil, dan lainnya.

Terlepas daripada itu semua tujuan menulis paper yang baik dan benar sangat diperlukan bagi siapapun yang sedang berada dalam ranah pendidikan, baik mahasiswa, pelajar, dosen, guru, dan lainnya.

Paper

Yang dimaksud paper adalah karya tulis ilmiah dengan proses pembuatan dari hasil penelitian ataupun studi literatur untuk kemudian dijadika pedoman bagi pembaca dalam menelaah tema mapun topik kepenulisan melalui pengembangan yang bersifat logis dan objektif.

Sehingga atas dasar inilah setidaknya paper ilmiah bisa diterbitkan dalam sebuah publikasi berkala yang disebut jurnal. Adapun yang setidaknya perlu dipahami bahwa jurnal internasional atau jurnal nasional sangat berbeda dengan paper lantaran dari segi bentuknya lebih singkat.

Cara Membuat Paper

Berikut ini cara atau langkah-langkah dalam menulis paper ilmiah, antara lain:

  1. Mempersipakan Gambar dan Tabel

Pada langkah pertama yang perlu diingat bahwa “sebuah angka bernilai ribuan kata.” Karenanya, ilustrasi, termasuk adanya daftar gambar dan daftar tabel yang harus dibuat sebagai permulaan. Alasannya karena cara ini paling efisien untuk menyajikan hasil penulisan.

Alasannya karena serangkaian jenis data penelitian tersebut menjadi kekuatan pendorong paper, jadi ilustrasi menjadi hal yang sangat penting.

Adapun terkait dengan bagaimana kita memutuskan antara menyajikan data sebagai tabel atau gambar? Secara umum, tabel memberikan hasil eksperimen yang sebenarnya, sedangkan angka sering digunakan untuk perbandingan hasil eksperimen dengan hasil kerja sebelumnya, atau dengan nilai-nilai teoritis/dihitung.

  1. Tulis Metode

Bagian ini dalam paper biasanya menanggapi pertanyaan tentang bagaimana masalah itu dipelajari. Jika makalah kita mengusulkan metode baru, kita harus memasukkan informasi terperinci agar pembaca yang berpengetahuan luas dapat mereproduksi percobaan.

Namun, jangan ulangi detail metode yang sudah ada; gunakan Referensi dan Bahan Pendukung untuk menunjukkan prosedur yang diterbitkan sebelumnya. Ringkasan umum atau referensi utama sudah cukup.

Peninjau akan mengkritik deskripsi metode yang tidak lengkap atau salah dan dapat mengakibatkan penolakan, karena bagian ini sangat penting dalam proses mereproduksi penyelidikan kita. Dengan cara ini, semua bahan kimia harus diidentifikasi. Jangan gunakan senyawa yang dapat dipatenkan dan tidak dapat diidentifikasi.

  1. Tulis Hasil

Bagian ini menjawab pertanyaan “Apa yang kita temukan?”. Oleh sebab itu, hanya hasil representatif saja dari penelitian kita yang perlu disajikan. Hasilnya harus dapat didiskusikan. Namun, ingatlah bahwa sebagian besar jurnal menawarkan kemungkinan menambahkan Bahan Pendukung, jadi gunakan secara bebas untuk data yang memiliki kepentingan sekunder.

Dengan cara ini, jangan mencoba untuk “menyembunyikan” data dengan harapan menyimpannya untuk makalah nanti. Kita mungkin kehilangan bukti untuk memperkuat kesimpulan kita. Jika data terlalu banyak, kita dapat menggunakan materi tambahan itu.

Gunakan sub-judul untuk menyatukan hasil dari jenis yang sama, yang lebih mudah untuk ditinjau dan dibaca. Beri nomor pada sub-bagian ini untuk kemudahan referensi silang internal, tetapi selalu perhatikan panduan penerbit untuk penulis.

Untuk data, putuskan urutan logis yang menceritakan kisah yang jelas dan membuatnya mudah dipahami. Secara umum, ini akan berada dalam urutan yang sama seperti yang disajikan di bagian metode.

  1. Tulis Diskusi

Pada langkah pembuatan paper ini harus merespons apa yang terdapat pada hasil. Mungkin itu adalah bagian yang paling mudah untuk ditulis, tetapi bagian yang paling sulit untuk diperbaiki, karena ini adalah bagian terpenting dari artikel kita.

Di bagian ini juga kita mendapatkan kesempatan untuk menjual data kita. Mempertimbangkan bahwa sejumlah besar manuskrip ditolak karena diskusi lemah.

Kita perlu membuat diskusi sesuai dengan Hasil, tetapi jangan ulangi hasilnya. Di sini kita perlu membandingkan hasil yang dipublikasikan oleh kolega kita dengan milik kita (menggunakan beberapa referensi yang termasuk dalam Pendahuluan).

Sehingga, jangan pernah mengabaikan pekerjaan yang tidak sepaham dengan kita, sebaliknya, kita harus menghadapinya dan meyakinkan pembaca bahwa kita benar atau lebih baik.

  1. Tulis Kesimpulan yang jelas

Bagian paper untuk kesimpulan menunjukkan bagaimana pekerjaan memajukan bidang dari kondisi pengetahuan saat ini. Dalam beberapa jurnal, ini adalah bagian yang terpisah; pada yang lain, paragraf terakhir dari bagian diskusi.

Apa pun masalahnya, tanpa bagian kesimpulan yang jelas, pengulas dan pembaca akan merasa sulit untuk menilai pekerjaan kita dan apakah itu layak dipublikasikan di jurnal. Kesalahan umum di bagian ini adalah mengulangi abstrak, atau hanya daftar hasil eksperimen.

Pernyataan sepele dari hasil kita tidak dapat diterima di bagian ini. Kita harus memberikan pembenaran ilmiah yang jelas untuk pekerjaan kita di bagian ini, dan menunjukkan penggunaan dan ekstensi jika sesuai.

Selain itu, kita dapat menyarankan eksperimen di masa depan dan menunjukkan eksperimen yang sedang berlangsung. Kita dapat mengajukan kesimpulan global dan spesifik saat ini, terkait dengan tujuan yang termasuk dalam pendahuluan.

  1. Tulis Pendahuluan yang meyakinkan

Langkah-langkah membuat paper selanjutnya ialah menuliskan pendahuluan yang meyakinkan. Dimana dalam kesempatan membuat pendahuluan ini beruga meyakinkan pembaca bahwa kita jelas tahu mengapa pekerjaan kita bermanfaat.

Setidaknya untuk pendahuluan yang baik harus menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

  1. Apa masalah yang harus dipecahkan?
  2. Solusi apa yang ada?
  3. Mana yang terbaik?
  4. Apa batasan utamanya?
  5. Apa yang ingin kita capai?

Bahkan terkadang ketika diberi tugas oleh gur ataupun dosen senang melihat bahwa kita telah memberikan perspektif yang konsisten dengan sifat jurnal. Kita perlu memperkenalkan publikasi ilmiah utama yang menjadi dasar karya kita, mengutip beberapa karya asli dan penting, termasuk artikel ulasan terbaru.

Namun, editor membenci kutipan yang tidak patut dari terlalu banyak referensi yang tidak relevan dengan pekerjaan, atau penilaian yang tidak pantas atas prestasi kita sendiri. Mereka akan berpikir kita tidak memiliki tujuan.

  1. Tuliskan Abstrak

Abstrak akan memberi tahu calon pembaca apa yang kita lakukan dan apa temuan penting dalam penelitian kita. Bersama dengan judulnya, itu adalah iklan artikel kita. Buat itu menarik dan mudah dipahami tanpa membaca seluruh artikel. Hindari menggunakan jargon, singkatan dan referensi yang tidak biasa.

Kita harus akurat, menggunakan kata-kata yang menyampaikan makna penelitian kita secara tepat. Abstrak memberikan deskripsi singkat tentang perspektif dan tujuan makalah Kita. Ini memberikan hasil utama tetapi meminimalkan detail eksperimental.

Sangat penting untuk mengingatkan bahwa abstrak menawarkan deskripsi singkat tentang interpretasi/kesimpulan dalam kalimat terakhir. Abstrak yang jelas akan sangat memengaruhi apakah pekerjaan kita dipertimbangkan lebih lanjut atau tidak. Namun, abstraknya harus dibuat sesingkat mungkin, biasanya kurang dari 250 kata.

  1. Buat judul yang ringkas dan deskriptif

Judul harus menjelaskan tentang makalah ini secara luas. Ini adalah kesempatan pertama kita (dan mungkin satu-satunya) untuk menarik perhatian pembaca. Dengan cara ini, ingat bahwa pembaca pertama adalah editor. Juga, pembaca adalah penulis potensial yang akan mengutip artikel kita, sehingga kesan pertama harus sangat kuat.

Kita semua dibanjiri oleh publikasi, dan pembaca tidak punya waktu untuk membaca semua produksi ilmiah. Mereka harus selektif, dan seleksi ini sering berasal dari judul. Peninjau akan memeriksa apakah judulnya spesifik dan apakah itu mencerminkan isi naskah.

Bahkan kebanyakan para guru ataupun dosen membenci judul-judul yang tidak masuk akal atau gagal mewakili materi pelajaran secara memadai. Karenanya, jaga agar judulnya informatif dan ringkas (jelas, deskriptif, dan tidak terlalu panjang).

Sehingga prihal ini kita harus menghindari jargon teknis dan singkatan, jika mungkin. Ini karena kita perlu menarik pembaca sebanyak mungkin. Luangkan waktu untuk memikirkan judul dan diskusikan dengan rekan penulis kita.

Contoh Judul Paper
No Judul Bidang Studi
1 Pembuatan Obat Nyamuk Dengan Pemanfaatan Batok Kelapa Kimia
2 Pemberdayaan Desa Wisata untuk Mengatasi Kemiskinan dan Memaksimalkan Sumber Daya Alam di Desa Bandengan Kabupaten Boyolali Sosial
3 Upaya Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa Melalui Digital Marketing Ekonomi
  1. Pilih kata kunci untuk pengindeksan

Kata kunci digunakan untuk mengindeks paper, lantaran hal tersebut menjadi label naskah kita. Misalnya saja ketika mencari kata kunci, hindari kata-kata dengan makna luas dan kata-kata yang sudah termasuk dalam judul. bakan beberapa paper mengharuskan kata kunci bukan dari nama, karena tersirat bahwa topiknya.

Contohnya saja ketika menulis paper tentang Tanah Biologi dan Biokimia mensyaratkan bahwa kata “tanah” tidak dipilih sebagai kata kunci.

  1. Tulis Ucapan Terima Kasih

Di sini, kita dapat berterima kasih kepada orang-orang yang telah berkontribusi pada naskah tetapi tidak sejauh mana itu akan membenarkan kepengarangan. Misalnya, di sini kita dapat memasukkan bantuan teknis dan bantuan dengan penulisan dan proofreading. Mungkin, hal yang paling penting adalah mengucapkan terima kasih kepada agensi pendanaan kita atau agensi yang memberi kita hibah atau beasiswa.

  1. Tuliskan Referensi

Biasanya, ada lebih banyak kesalahan dalam referensi daripada bagian lain dari naskah. Ini adalah salah satu masalah yang paling menjengkelkan, dan menyebabkan sakit kepala hebat di kalangan editor. Sekarang, lebih mudah karena menghindari masalah ini, karena ada banyak alat yang tersedia.

Dalam teks, kita harus mengutip semua publikasi ilmiah yang menjadi dasar karya kita. Tapi jangan terlalu banyak mengembang naskah dengan referensi terlalu banyak.

  1. Menulis Sesuai Format

Tahapan terakhir yang perlu setidaknya diperhatikan bahwa penulisan paper ilmiah mengikuti gaya penulisan dan penyajian data standar. Sehingga dalam pembuatnnya diperlukan format yang benar. Adapun untuk urutannya bisanya terdiri atas;

  1. Judul
  2. Penulis
  3. Abstrak
  4. Pengantar/Pendahuluan
  5. Metode
  6. Hasil
  7. Diskusi
  8. Kesimpulan
  9. Referensi/Literatur yang dikutip

Nah, itulah saja artikel yang bisa dibagikan pada kalian tentang adanya cara menulis paper ilmiah yang baik dan benar beserta contohnya. Semoga saja bisa memberikan wawasan bagi semua kalangan.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *