Contoh Angket Penelitian Kuantitatif, Pendidikan, dan Hasil Belajar

Diposting pada

Contoh Angket dalam Penelitian

Dalam setiap penulisan karya tulis ilmiah seperti skripsi, tesis, desertasi, ataupun makalah dengan menggunakan penelitian kuantitatif bisanya diperlukan angket penelitian. Alasannya karena angket dalam arti penelitian ini selain bertujuan untuk instrumen penelitian juga mampu menyajikan hasil-hasil temuan penelitian ilmiah dan bisa berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

Bahkan secara praktis dari jenis penelitian kuantitatif yang memerlukan angket ini untuk diterapkan untuk topik penelitian dalam pendidikan, baik untuk siswa, guru, ataupun untuk para tokoh kependidikan.

Angket Penelitian

Angket penelitian adalah serangkaian daftar pertanyaan tertulis yang di berikan kepada subjek yang di teliti untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan oleh peneliti. Sehingga teknik pengumpulan data penelitian ini mempernggunakan daftar pertanyaan yang harus di jawab oleh responden.

Contoh Angket Penelitian

Sebagai penjelasan lebih lanjut berikut ini adalah contoh penulisan dan penyusunan angket penelitian. Yakni;

  1. Penelitian Kuantitatif

Metodologi kuantitatif sangat lekat dengan angka-angka, hasil numerik dari data yang didapatkan tersebut bisanya dikumpulkan melalui angket penelitian. Misalnya saja;

Contoh Angket Penelitian Kuantitatif

Angket Partisipasi Politik Masyarakat

No Pertanyaan Selalu Sering Kadang-Kadang Tidak Pernah
1 Saya terbiasa mengikuti pemilihan umum?
2 Saya memilih calon kepada daerah berdasarkan pendidikannya
3 Saya memilih kepada daerah berdasakan partainya.
4 Saya memilih kepada daerah berdasakan kekayaannya
5 Saya memilih kepada daerah berdasakan usianya.

Berdasakan pada contoh angket penelitian untuk kasus politik tersebut dapat di identifikasi kebiasaan masyarakat dalam memilih kepada daerah. Kebiasaan tersebut dilakukan dalam waktu terjadinya penelitian, sehingga hasilnya nanti mampu menganalisis kekuataan calon kepada daerah tertentu.

  1. Pendidikan

Metode penelitian tindakan kelas kadangkala diperlukan angket dalam proses penelitiannya. Angket dalam penelitian kependidikan ini tentusaja nantinya berguna bagi pengembangan proses belajar yang dilakukan oleh siswa/i.

Contoh Angket Penelitian Pendidikan

Identitas:

Nama:

Kelas:

Definisi operasional

Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar motivasi belajar siswa SMA 1 Solo dalam kiatnnya dengan minat terhadap mata pelajar Bahasa Indonesia. Sehingga nantinya berfungsi sebagai bahan evalusi terhadap kurikulum pendidikan.

Daftar Pertanyaan

  1. Apakah kalian menyukai pelajaran Bahasa Indonesia?
Iya Kadang-Kadang Kurang Suka Tidak Suka
  1. Jika hasil ulangan Bahasa Indonesia kalian jelek apakah kalian menyesal?
Iya Kadang-Kadang Kurang Suka Tidak Suka
  1. Apakah kalian menyukai cara guru Bahasa Indonesia menyampaikan materi?
Iya Kadang-Kadang Kurang Suka Tidak Suka
  1. Hasil Belajar

Angket dalam penelitian khusus untuk pendidikan kadangkala dibuat dalam mengkur hasil belajar yang didapatkan oleh siswa. Angket ini bisa semacam ujian akhir ataupun ujian sekokolah yang nantinya berfungsi dengan pemahaman siswa/i.

Contoh Angket Penelitian Hasil Belajar

Angket Penelitian Hasil Belajar

  1. Orang yang memiliki iman kepada Allah, dalam hidupnya senantiasa merasakan…

a. kesusahan
b. kepedihan
c. ketenangan
d. kesengsaraan

  1. Berikut ini adalah kitab-kitab yang telah diturunkan kepada para rasul, kecuali

a. Zabur
b. Injil
c. Al-Quran
d. Kitab Suci

  1. Orang yang melakukan perbuatan baik disebut…

a. mukmin
b. muslim
c. musyrik
d. muhsin

  1. Orang yang menyekutukan Allah disebut….

a. Kafir
b. Muslim
c. Hamba sahaya
d. Zina

Jenis Angket Penelitian

Beberapa macam pertanyaan dalam angket penelitian banyak digunakan. Yakni;

  1. Pertanyaan Terbuka

Pertanyaan terbuka membantu mengumpulkan data kualitatif dalam angket di mana setiap responden dapat menjawab dalam bentuk bebas dengan sedikit atau tanpa batasan.

  1. Pertanyaan Dikotomis

Pertanyaan dikotomis pada umumnya berupa pertanyaan tertutup yaitu “ya atau tidak”. Pertanyaan ini biasanya digunakan apabila perlu validasi dasar. Angket penelitian merupakan bentuk instrumen penelitian kuantitatif yang paling mudah.

  1. Pertanyaan Pilihan Ganda

Pertanyaan pilihan ganda adalah jenis pertanyaan tertutup di mana responden harus memilih satu (pertanyaan pilihan ganda pilihan tunggal) atau banyak (pertanyaan pilihan banyak pilihan ganda) dari daftar pilihan pilihan.

Pertanyaan pilihan ganda terdiri dari pertanyaan yang tidak lengkap, jawaban yang benar, jawaban yang salah, alternatif dekat, dan pengacau. Tentu saja, tidak semua pertanyaan pilihan ganda memiliki semua jenis jawaban. Misalnya, kita mungkin tidak akan memiliki jawaban yang salah atau benar jika kita mencari pendapat pelanggan.

  1. Pertanyaan Skala

Pertanyaan-pertanyaan ini didasarkan pada prinsip-prinsip dari empat skala pengukuran – nominal, ordinal, interval, dan rasio. Beberapa jenis pertanyaan yang memanfaatkan sifat dasar skala ini adalah pertanyaan urutan peringkat, pertanyaan skala Likert, pertanyaan skala diferensial semantik, dan pertanyaan skala stapel.

  1. Pertanyaan Bergambar

Jenis pertanyaan ini mudah digunakan dan mendorong responden untuk menjawab. Ini bekerja mirip dengan pertanyaan pilihan ganda.

Responden ditanyai pertanyaan, dan pilihan jawabannya adalah gambar. Ini membantu responden memilih jawaban dengan cepat tanpa terlalu memikirkan jawaban mereka, memberikan kita data yang lebih akurat.

Pertanyaan yang harus dihindari dalam Angket Penelitian

Meskipun kita dapat menanyakan hampir semua hal dalam angket mungkin bukan ide yang baik untuk melakukannya. Beberapa pertanyaan mungkin memberi kita data yang buruk sementara yang lain dapat menghentikan orang untuk mengisi angket tersebut.

Berikut adalah beberapa jenis pertanyaan yang harus dihindari. Antara lain;

  1. Pertanyaan hipotetis

Pertanyaan hipotetis menanyakan responden apa yang akan mereka lakukan, pikirkan, atau rasakan tentang situasi yang mungkin terjadi di masa depan. Pertanyaan semacam ini dapat memberi kita data yang tidak dapat digunakan atau akan memengaruhi pemahaman kita secara keseluruhan tentang topik tersebut.

  1. Memalukan atau menyinggung

Meskipun kuesioner bisa anonim, itu bukan ide yang baik untuk mempermalukan atau menyinggung responden. Ini dapat menyebabkan mereka menjatuhkan kuesioner tanpa menyelesaikannya atau memberi kita jawaban yang buruk dengan sengaja. Tidak ada satu pun skenario yang baik.

  1. Ekstrim positif/negatif

Kita tidak ingin responden bias sebelum mereka memiliki kesempatan untuk membentuk pendapat mereka sendiri tentang suatu topik. Jika suatu pertanyaan disajikan sebagai sangat positif atau negatif, maka hal itu dapat menciptakan bias yang harus selalu dihindari. Pada akhirnya, data kita akan miring.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa ada berbagai macam pertanyaan dapat membantu meningkatkan respons terhadap angket penelitian. Tetapi yang pasti, secara khusus, jawaban yang diperoleh melalui pertanyaan tertutup dengan pilihan jawaban pilihan ganda dianalisis menggunakan metode kuantitatif dan mereka mungkin melibatkan diagram lingkaran, diagram batang, dan persentase.

Jawaban yang diperoleh untuk pertanyaan kuesioner terbuka dianalisis dengan menggunakan metode kualitatif dan melibatkan diskusi dan analisis kritis tanpa menggunakan angka dan perhitungan. Dalam membuat pertanyaan kuisioner, baik pertanyaan terbuka maupun tertutup perlu dirumuskan dengan cara yang tidak ambigu dan langsung dan harus disajikan dalam urutan yang logis.

Itulah tadi beragam contoh angket dalam penelitian yang bisa dibagikan. Semoga melalui artikel ini membantu memberikan wawasan bagi semua kalangan.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *