Ciri Penelitian Korelasional dan Penjelasannya

Diposting pada

Penelitian Korelasional
Penelitian korelasional merupakan jenis metode penelitian yang berupaya untuk mengukur dua variabel penelitian sekaligus memahami dan menilai hubungan statistik di antara variabel tersebut tanpa pengaruh dari variabel asing. Definisi penelitian korelasional memiliki beberapa ciri atau karakteristik, diantaranya yaitu penelitian korelasional merupakan penelitian non-eksperimental.

Penelitian Korelasional

Penelitian korelasional adalah metode penelitian yang melibatkan pengamatan terhadap dua variabel untuk membangun hubungan yang sesuai secara pengukuran angka statistikika.

Tujuan dilakukannya riset korelasional adalah untuk mengidentifikasi variabel-variabel yang memiliki kesamaan dalam menjelaskan topik penelitian terkait sejauh perubahan dalam satu objek dalam menciptakan beberapa perubahan dalam objek riset lainnya.

Ciri Korelasional

Penelitian korelasi memiliki beberapa ciri atau karakteristik, antara lain sebagai berikut;

  1. Non-eksperimental

Penelitian korelasional adalah non-eksperimental, hal ini karena tidak melibatkan manipulasi variabel menggunakan contoh metodologi penelitian ilmiah dalam menyetujui atau tidak setuju dengan hipotesis penelitian yang dilakukan.

Sehingga dalam penelitian korelasional, si peneliti hanya mengamati dan mengukur hubungan alami antara 2 variabel dengan tanpa menundukkan salah satu variabel ke pengkondisian objek penelitian. 

  1. Berpandangan Mundur (Melihat Ke Belakang)

Penelitian korelasional tidak mempertimbangkan masa depan karena hanya mengamati dan mengukur hubungan historis terkini yang ada di antara 2 variabel. Dalam pengertian riset ini akan senantiasa melakukan pola statistik yang dihasilkan dalam melihat ke belakang dan dapat memanfaatkan untuk ada pada titik mana pun, ke depan.

Sehingga penelitian korelasional mengamati dan mengukur pola historis antara 2 variabel seperti hubungan antara orang berpenghasilan tinggi dan pembayaran pajak. Penelitian korelasional dapat mengungkapkan hubungan positif antara variabel-variabel yang disebutkan di atas, tetapi ini dapat berubah kapan saja di masa depan.

  1. Bersifat Dinamis

Pola statistik yang ada dalam riset korelasi menghubungkan antara 2 variabel yang dihasilkan. Sehingga korelasi antara 2 variabel berubah setiap jejang penelitian dan tidak dapat digunakan sebagai data tetap untuk penelitian lebih lanjut.

Sebagai contoh dari riset korelasional ini misalnya saja menghubungkan 2 variabel dapat memiliki hubungan korelasional negatif untuk jangka waktu tertentu, mungkin 5 tahun.

Maka setelah waktu 5 tahun itulah, hubungan korelasional di antara objek penelitian dapat menjadi positif atau negatf. Kasusnya seperti yang diamati dalam hubungan antara obligasi dan saham. Teknik analisis data yang dihasilkan dari penelitian korelasional tidak konstan dan tidak dapat digunakan sebagai variabel standar untuk penelitian lebih lanjut.

Judul Penelitian Korelasional

Adapun contoh analisis judul dalam riset ini misalnya saja adanya seorang peneliti yang ingin mengamati terkait dengan “Hubungan Antara Kebiasaan Belajar Siswa IPA Batik 2 Surakarta dan Hasil Belajar Matematika Semester I Dengan Hasil Belajar Pada Semeter 2“.

Dari judul diatas dapatlah diketahui bahwa setinya riset ini akan senantiasa mencari hubungan antara hasil belajar dan kebiasaan belajar. Maka, tentusaja penghitungannya hanya bisa dinilai dengan angka numerik (statistik) dengan pendekatakan penelitian kuantitatif.

Selain itupula dapat dikatakan bahwa dalam penggunaan metode korelasional lebih mengedepankan pada hasil riset pada saat kejadian penelitian tanpa lagi ada ramalan atas prediksi dari hasil penelitian selanjutnya. Oleh karena itulah riset dengan pendekatan seperti ini akan berubah-ubah sesuai dengan kondisi pada saat penelitian terjadi.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan dapat dikatakan bahwa jenis riset ini adalah bagian penelitian deskriptif yang berbeda dengan penelitian eksperimental. Dimana untuk eksperimental senantiasa bergantung pada metodologi ilmiah dan hipotesis penelitian.

Sebagai contoh dalam penelitian korelasional misalnya saja mengungkapkan hubungan statistik antara penghasil pendapatan tinggi dan relokasi. Yaitu, semakin banyak orang mendapat, semakin besar kemungkinan mereka akan pindah atau tidak.

Itulah tadi artikel yang bisa kami berikan pada segenap pembaca berkenaan dengan ciri penelitian korelasional dan penjelasan lengkapnya. Semoga bisa memberi edukasi, literasi, serta menambah pemahaman bagi kalian yang sedang membutuhkannya.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *