Ciri Laporan Hasil Penelitian Yang Baik

Diposting pada

Ciri Lapran Penelitian

Pembahasan dalam penulisan hasil penelitian merupakan sub-bab paling orisinal dalam karya tulis ilmiah. Pada bagian inilah si peneliti wajib mengulas hasil penelitian yang diperolehnya dengan menggunakan pandangannya sesuai kerangka teori dan kajian empirik terdahulu.

Pembahasan merupakan pemberian makna dan alasan mengapa data yang diperoleh sedemikian rupa sesuai atau berlawanan dengan hipotesis penelitian yang dikemukakan. Pada kesempatan kali ini akan diulas mengenai ciri penulisan laporan hasil penelitian yang baik, sehingga dapat menjadi pedoman bagi segenap pembaca sekalian.

Hasil Penelitian

Hasil penelitian adalah tempat peneliti melaporkan temuan studi berdasarkan informasi yang dikumpulkan sebagai hasil metodologi yang peneliti terapkan. Bagian hasil ini harus senantiasa menyatakan temuan tanpa bias atau interpretasi dan disusun dalam urutan logis.

Bagian inipula setidaknya menjelaskan hasil alias temuan sangat diperlukan jika karya ilmiah menyertakan data yang dihasilkan dari penelitian. Tujuan utama dari bagian hasil adalah untuk memecah data menjadi kalimat yang menunjukkan signifikansinya terhadap pertanyaan penelitian.

Ciri Hasil Penelitian

Adapun karakteristik yang ada dalam penulisan laporan hasil penelitian yang baik. Antara lain adalah sebagai berikut

  1. Konteks pengantar untuk memahami hasil dengan menyatakan kembali masalah penelitian yang mendukung tujuan studi peneliti.
  2. Ringkasan temuan kunci disusun dalam urutan logis yang umumnya mengikuti bagian metodologi penelitian.
  3. Memasukkan elemen-elemen non-tekstual, seperti, gambar, grafik, foto, peta, tabel, dan lain-lain. Ini semua untuk mengilustrasikan temuan lebih lanjut jika sesuai.
  4. Dalam teks pada hasil penelitian maka deskripsi haruslah disusun secara sistematis yang menyoroti pengamatan paling relevan dengan topik penelitian yang sedang diselidiki.
  5. Panjang halaman bagian hasil dipandu oleh jumlah dan jenis data yang akan dilaporkan. Namun, fokus hanya pada temuan yang penting dan terkait dengan mengatasi masalah penelitian.
  6. Dalam hal penelitian haruslah menempatkan gambar, tabel, grafik, dan lain-lain di dalam teks hasil, atau sertakan di bagian belakang laporan.
  7. Dalam penulisan teks hasil penelitian penting kirinya untuk setiap elemen non-tekstual dalam urutan bernomor misal daftar tabel 1, Tabel 2; Bagan 1, Bagan 2; Peta 1, Peta 2.
  8. Jika elemen non-tekstual ditempatkan di akhir laporan penelitian, pastikan elemen-elemen itu jelas dibedakan dari bahan lampiran apa pun yang terlampir seperti data mentah.
  9. Terlepas dari penempatan, setiap elemen non-tekstual harus diberi nomor secara berurutan dan lengkap dengan teks (keterangannya ada di bawah gambar, tabel, grafik, dan lain-lain).
  10. Setiap elemen non-tekstual harus diberi judul, diberi nomor secara berurutan, dan lengkap dengan heading (judul dengan deskripsi berada di atas gambar, tabel, grafik, dan lain-lain).
  11. Di bagian hasil penelitian, pastikan bahwa setiap elemen non-tekstual cukup lengkap sehingga bisa berdiri sendiri, terpisah dari teks.

Pentingnya Penulisan Hasil Penelitian yang Baik

Saat merumuskan bagian hasil, penting untuk diingat bahwa hasil penelitian tidak membuktikan apa pun. Hasil penelitian hanya dapat mengkonfirmasi atau menolak masalah penelitian yang mendasari studi peneliti. Namun, tindakan mengartikulasikan hasil membantu peneliti untuk memahami masalah dari dalam, memecahnya menjadi beberapa bagian, dan untuk melihat masalah penelitian dari berbagai perspektif.

Panjang halaman bagian ini ditentukan oleh jumlah dan jenis data yang akan dilaporkan. Bersikap ringkas dengan menggunakan elemen non-tekstual seperti gambar dan tabel jika sesuai, untuk menyajikan hasil yang lebih efektif.

Dalam memutuskan data apa yang akan dideskripsikan di bagian hasil, peneliti harus dengan jelas membedakan bahan yang biasanya akan dimasukkan dalam karya ilmiah penelitian dari data mentah atau bahan lain yang dapat dimasukkan sebagai lampiran. Secara umum, data mentah tidak boleh dimasukkan dalam teks utama kecuali diminta oleh mentor penelitian.

Hindari memberikan data yang tidak penting untuk menjawab pertanyaan penelitian. Informasi latar belakang yang diuraikan di bagian pendahuluan harus memberi pembaca konteks atau penjelasan tambahan yang diperlukan untuk memahami hasilnya.

Aturan yang baik adalah untuk selalu membaca kembali bagian latar belakang setelah menulis hasil untuk memastikan bahwa pembaca memiliki konteks yang cukup untuk memahami hasil dan kemudian bagaimana peneliti menafsirkan hasil di bagian BAB 2, yakni hasil dan pembahasan.

Maka, itulah tadi penjelasan dan pengulasan yang bisa kami berikan kepada segenap pembaca terkait dengan beragam ciri-ciri penulisan laporan hasil penelitian yang baik. Semoga memberikan wawasan serta menambah referensi yang mendalam. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *