Jenis Wawancara Penelitian dan Contohnya

Diposting pada

Macam Wawancara Penelitian

Apa kalian pernah melihat sebuah pemberitaan yang sedang dilakukan pada suatu acara di televisi? Jika pernah apakah seorang reporter melakukan kegiatan tanya jawab dengan narasumber di lokasi tempat berlangsungnya berita tersebut? Jika pernah melihatnya, maka yang dilakukan seorang reporter dengan narasumber tersebut adalah wawancara.

Wawancara juga digunakan sebagai kegiatan tanya jawab pada seseorang yang hendak melamar sebuah pekerjaan di sebuah pekerjaan. Wawancara juga dipergunakan dalam penelitian yang digunakan si peneliti dalam mengambil data di lapangan melalui kegiatan tanya jawab yang diberikan seorang peneliti dengan responden. Pada artikel kali ini akan dibahas penjelasan mengenai beragam macam wawancara dalam penelitian dan contoh singkatnya.

Wawancara

Kegiatan Wawancara adalah suatu metode yang letaknya di bagian mtodologi penelitan. Wawancara fungsinya untuk mendapatkan informasi yang hendak dicari oleh para peneliti. Kegiatan wawancara dilakukan seorang peneliti melalui sampel dari populasi responden yang tersedia sebagai subjek penelitian.

Pada setiap teknik pengumpulan data wajib terdapat kegiatan wawancara di dalamnya. Dala hal ini kegiatan wawancara bertujuan agar seorang peneliti mendapatkan informasi yang valid dari respondennya. Apabila seorang peneliti tidak menggunakan kegiatan wawancara pada pengumpulan datanya maka manipulasi data dapat terjadi pada setiap penelitian yang tidak menggunakan metode wawancara.

Jenis-Jenis Wawancara

Dalam kegiatan wawancara yang dilakukan seorang peneliti kepada responden, seperti pada kegiatan penelitian yang lainnya wawancara terdapat berbagai macam di dalamnya. Beberapa jenis- jenis wawancara dapat kita simak pada ulasan materi sebagai berikut.

Wawancara Pribadi

Wawancara pribadi adalah sebuah wawancara yang dilakukan 1 orang peneliti dengan 1 orang responden yang pertanyaannya bertahap dan berkembang dari arah riset ke dalam masalah penelitian. Hal ini bisanya dilakukan dalam model penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif.

Contoh Wawancara Pribadi

Berikut inilah beberapa pertanyaan yang memungkinkan ada dalam wawancara pribadi, antara lain;

  1. Apakah anda bisa bermain gitar? Bisa tetapi tidak mahir. Kapan anda pertama kali belajar bermain gitar? 8 tahun yang lalu pada saat kelas 2 SMP.
  2. Bagaimana tingkat kesulitan dalam mempelajari cara bermain gitar? Menurut saya, diperlukan ketekunan yang rajin dalam memainkan gitar. Siapa yang mengajari anda bermain gitar? Ibu saya mengajari saya cara bermain gitar karena ibu saya merupakan guru musik.

Wawancara Terstruktur

Wawancara terstruktur diartikan sebagai suatu wawancara yang memperhatikan unsur 5 W + 1 H tanpa berkembang menjadi pokok-pokok pertanyaan yang lain. Proses ini bisa memakan waktu relatif singkat lantaran dibahas sesuai dengan topik penelitian yang dibuat.

Contoh Wawancara Terstruktur

Adapun untuk beragam contoh pertanyaan dan jawaban dalam wawancara terstruktur, diantaranya adalah sebagai berikut;

  1. Apakah anda melihat kejadian penganiayaan yang barusan terjadi, Pak? Ya, saya melihatnya dan saya bersedia menjadi saksi.
  2. Kapan kejadian penganiayaan tersebut berlangsung? Sekitar 30 menit yang lalu. Mengapa aksi penganiayaan tersebut terjadi? Saya kurang tau. Dimana kejadian penganiayaan tersebut berlangsung, Pak? Di depan toko Pak Haji Shodiq.
  3. Siapa pelaku dan korban penganiayaan tersebut? Pelakunya sepertinya anak-anak SMA Tanjung Besi dan korbannya anak SMA Bina Bangsa.
  4. Bagaimana peristiwa kejadian penganiayaan tersebut? Tiba-tiba terjadi adu mulut lalu terjadi pemukulan hingga berujung penganiayaan dan saya datang ingin memisah tetapi pelaku sudah lari.

Wawancara Tidak Terstruktur

Pengertian wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang dilakukan tidak berdasarkan pokok -pokok pertanyaan dan langsung diberikan secara spontan.

Biasanya wawancara tidak terstruktur merupakan pertanyaan dari panduan wawancara yang dikembangkan secara relatif. Pada proses penelitian wawancara ini relatif memakan waktu lama, bahkan lebih cocok jika dipergunakan dalam metode penelian etnografi atau studi kasus.

Contoh Wawancara Tidak Terstruktur

Adapun untuk beragam contoh pertanyaan yang biasanya muncul dan jawaban dalam wawancara tidak terstruktur ini, antara lain adalah sebagai berikut;

  1. Apakah ibu seorang pekerja buruh garmen? Iya betul. Sudah berapa lama ibu bekerja pada industri tersebut? Sekitar 5 tahun.
  2. Berapa pendapatan yang ibu dapatkan? UMR. Mengapa Ibu memilih bekerja sebagai buruh industri garmen? Karena kebutuhan.

Wawancara Mendalam

Arti wawancara mendalam adalah sebuah proses wawancara yang sifatnya pribadi antara responden dan peneliti. Wawancara mendalam ini dapat mengandung unsur struktur dan tidak terstruktur. Meskipun demikian tetap memamiliki mapping yang jelas, sehingga pertanyaan tidak melebar kemana-mana.

Contoh Wawancara Mendalam

Adapun untuk beragam jawaban dan pertanyaan yang ada di dalam wawancara mendalam, antara lain adalah sebagai berikut;

  1. Apakah anda memiliki perasaan menyesal dengan mengalami kehamilan diluar nikah sehingga harus dikeluarkan dari sekolah? Ya saya sangat menyesal karena suami saya kondisinya belum bekerja dan kami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan.
  2. Kapan anda terakhir melakukan hubungan suami istri sebelum hamil dengan suami anda yang pada saat itu masih menjadi pacar anda? Kira-kira 7 bulan yang lalu dan ternyata saya tidak sadar kalau kondisi saya ternyata sudah hamil.
  3. Dimana suami anda sekarang bekerja? Masih serabutan hanya mengandalkan pemasukan dari usaha konveksi dan hanya bekerja pada saat mendapatkan pesanan saja.
  4. Mengapa anda melakukan hubungan suami istri diluar nikah? Awalnya penasaran tapi ternyata enak jadi keterusan. Siapa yang melaporkan anda kepada pihak sekolah sehingga anda bisa dikeluarkan? Teman saya.
  5. Bagaimana anda menyiasati kejadian ini sehingga tidak menimbulkan beban mental bagi diri anda dan suami anda? Untungnya suami saya seorang yang bertanggung jawab dan dia menikahi saya dan dia tidak mengalami beban mental karena peristiwa ini.

Sikap dalam Melakukan Kegiatan Wawancara

Setelah menjelaskan tentang macam-macam teknik wawancara, maka takalah pentingnya artikel ini menuliskan tentang sikap seorang penelitian dalam melakukan kegiatan wawancara, antara lain adalah sebagai berikut;

  1. Harus memiliki sikap netral, adil, dan ramah.
  2. Memiliki sikap netral berarti seorang peneliti harus bergantung pada jawaban responden.
  3. Memiliki sikap adil yang berarti pertanyaan harus sama antara responden 1 dengan responden lainnya.
  4. Memiliki sikap ramah yang berarti seorang peneliti harus mengutamakan kenyamanan responden.

Nah, demikianlah serangkaian artikel yang telah menjelaskan kepada segenap pembaca terkait dengan macam-macam wawancara dalam penelitian dan contoh serta jawaban singkatnya. Semoga melalui materi ini bisa memberikan wawasan serta pengetahuan mendalam. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *