Contoh Case Control dan Cohort dalam Penelitian

Diposting pada

Contoh Case Control dan Cohort

Cross sectional, case control, dan cohort secara bersamaan kerapkali disebut sebagai studi observasional, hal ini dikarenakan si peneliti hanya melakukan jenis observasi tertentu. Sehingga tidak ada intervensi yang dilakukan oleh peneliti.

Akan tetapi untuk case control yang dikenal pula dengan studi kasus terkontrol sering digunakan untuk menghasilkan hipotesis penelitian yang kemudian dapat dipelajari melalui kohort atau cohort guna menghasilkan prospektif atau studi lain. Oleh karena itulah yang ada dalam studi cohort digunakan untuk mempelajari insiden, penyebab, dan prognosis. Hal ini dikarenakan mengukur peristiwa dalam urutan kronologis, dimana studi kohort dapat digunakan untuk membedakan antara sebab dan akibat.

Case Control dan Cohort

Pengertian case control dan cohort untuk lebih menjelaskan secara detail. Yakni;

Case Control

Studi kasus terkontrol yang dikenal pula sebagai studi kasus referensi dapat didefinisikan sebagai jenis studi observasional di mana dua kelompok yang berbeda dalam hasil diidentifikasi, dibandingkan berdasarkan beberapa atribut kausal yang seharusnya. Berbeda dengan studi kohort dan cross sectional, studi kasus kontrol biasanya retrospektif. Orang-orang dengan hasil yang diinginkan dicocokkan dengan kelompok kontrol yang tidak.

Meskipun sumber daya yang dibutuhkan untuk melakukan case control lebih sedikit, tapi bukti untuk inferensi kausal yang diberikan juga lebih sedikit daripada uji coba terkontrol secara acak. Selain itu case-control juga hanya menghasilkan rasio odds, yang merupakan ukuran kekuatan asosiasi yang lebih rendah apabila dibandingkan dengan risiko relatif.

Cohort

Studi kohort yang dikenalpula dengan cohort adalah bentuk studi longitudinal tertentu yang mengambil sampel kohort, dimana kohort adalah sekelompok orang yang memiliki karakteristik yang menentukan, biasanya mereka yang mengalami peristiwa umum dalam periode tertentu, seperti kelahiran atau kelulusan.

Oleh karena itulah studi kohort merupakan salah satu desain dasar epidemiologi yang biasanya digunakan dalam penelitian di bidang kedokteran, keperawatan, psikologi, ilmu sosial, dan di bidang dalam penggunaan metode penelitian apa pun, bergantung pada jawaban yang ‘sulit dijangkau’ yang didasarkan pada bukti (statistik dan statistikanya).

Contoh Case Control

Contoh studi kasus terkontrol dalam arti penelitian diantaranya yaitu, sebagai berikut:

  1. Studi untuk limfoma non-Hodgkin yang menemukan hubungan antara penyakit dan gangguan inflamasi seperti Sjogrens, Celiac, dan rheumatoid arthritis.
  2. Studi yang menyelidiki bagaimana peningkatan konsumsi buah-buahan dan sayuran melindungi dari Neoplasia Intraepitel Serviks.
  3. Studi INTERHEART yang mengamati perokok pasif dan peningkatan risiko infark miokard.

Contoh Cohort

Adapun untuk contoh studi cohort diantaranya yaitu sebagai berikut:

  1. Dua contoh studi kohort yang telah berlangsung selama lebih dari 50 tahun adalah Framingham Heart Study dan National Child Development Study (NCDS), yang paling banyak diteliti adalah British birth cohort studies. British birth cohort studies atau studi kohort kelahiran di Inggris mencakup empat studi medis dan sosial jangka panjang, yang dilakukan selama kehidupan sekelompok peserta, sejak lahir). Temuan kunci NCDS dan profil rinci penelitian ini muncul di International Journal of Epidemiology.
  2. Studi kohort terbesar pada wanita adalah Nurses ‘Health Study. Dimulai pada tahun 1976, yang melacak lebih dari 120.000 perawat dan telah dianalisis untuk berbagai kondisi dan hasil.
  3. Studi kohort terbesar di Afrika adalah studi Birth to Twenty (BT20), yang dimulai pada tahun 1990 dan melacak lebih dari 3.273 anak yang lahir pada minggu-minggu setelah pembebasan Nelson Mandela dari penjaran. Menurut pendukungnya, University of Witwatersrand, Johannesburg, BT20 dalam bahasa sehari-hari dijuluki “Anak-anak Mandela” karena program tersebut dimulai setelah Nelson Mandela dibebaskan dari penjara. Sesuai dengan namanya, rencana studi akan terus memantau subjeknya hingga berusia dua puluh tahun (2010). Sampai tahun 2008, studi tersebut masih aktif.
  4. Contoh terkenal lainnya adalah Studi Hibah yang melacak sejumlah lulusan Harvard dari sekitar tahun 1950 hingga 1977, Whitehall Study melacak 10.308 pegawai sipil Inggris, dan Caerphilly Heart Disease Study, yang sejak 1979 telah mempelajari sampel representatif dari 2.512 pria yang diambil dari kota Caerphilly, Welsh.
  5. Studi ASPREE-XT dirancang untuk menentukan apakah ada efek jangka panjang dari rata-rata 4 sampai dengan 5 tahun pengobatan dengan aspirin dosis rendah setiap hari, dengan ukuran hasil termasuk kematian akibat kanker. Pada September 2018, ada 16.703 peserta ASPREE-XT di Australia.

Itulah tadi artikel yang bisa kami bagikan pada semua kalangan berkaitan dengan contoh case control dan cohort dalam penelitian.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *