Contoh Kasus Analisis Diskriminan

Diposting pada

Contoh Kasus Analisis Diskriminan

Tahapan melakukan analisis diskriminan dijalankan dengan terelbihi dahulu melihat objek penelitian untuk kemudian dipisahkan ke dalam variabel penelitian tertentu. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan varians dalam variabel dan memaksimalkan varians antar variabel yang berkaitan, sehingga nantinya dapat menemukan kombinasi linier dari variabel asli (arah).

Disisi lain, penerapan dalam penggunaan analisis diskriminan bisa dilakukan dalam berbagai kasus. Baik 3 faktor, berganda, atupun manual.

Analisis Diskriminan

Analisis diskriminan adalah teknik statistik dan statistika yang bersifat multivariat dengan menghubungkan antara variabel terkrikat dengan variabel bebas kedalam bentuk regresi kategori. Sehingga tujuan utama penggunaan analisis diskriminan ialah menghetahui perbedaan antara objek penelitian satu dengan lainnya.

Contoh Kasus Analisis Diskriminan

Contoh kegunaan analisis diskriminan dalam berbagai data serta kasus. Misalnya saja;

Contoh Kasus Penjelasan data
1 Sebuah maskapai penerbangan internasional besar telah mengumpulkan data tentang karyawan dalam tiga klasifikasi pekerjaan yang berbeda, yaitu;

  1. Personel layanan pelanggan
  2. Mekanik
  3. Petugas operator
Direktur Sumber Daya Manusia ingin mengetahui apakah ketiga klasifikasi pekerjaan tersebut menarik bagi tipe kepribadian yang berbeda.

Dimana setiap karyawan diberikan serangkaian tes psikologis yang mencakup ukuran minat dalam aktivitas di luar ruangan, kemampuan bersosialisasi dan konservatif

2 Contoh klasik dari analisis diskriminan adalah yang dilakukan oleh Fisher (1936), yang melibatkan tiga varietas iris dan empat variabel prediktor (lebar kelopak, panjang kelopak, lebar sepal, dan panjang sepal). Fisher tidak hanya ingin menentukan apakah varietas berbeda secara signifikan pada empat variabel kontinu, tetapi ia juga tertarik untuk memprediksi klasifikasi varietas untuk tanaman individu yang tidak diketahui.
3 Seorang dokter dapat melakukan analisis diskriminan untuk mengidentifikasi pasien yang berisiko tinggi atau rendah terkena stroke Analisis mungkin mengklasifikasikan pasien ke dalam kelompok berisiko tinggi atau rendah, berdasarkan atribut pribadi (misalnya, tingkat kolesterol, massa tubuh) dan / atau perilaku gaya hidup (misalnya, menit latihan per minggu, bungkus rokok per hari).
4 Suatu pecahan tembikar diambil sampelnya dari empat lokasi yang berbeda, yaitu:

  • L) Llanedyrn
  • C) Caldicot
  • I) Ilse Thornes
  • A) Ashley Rails

Kemudian konsentrasi bahan kimia berikut diukur di laboratorium: Al (Aluminium), Fe (Besi), Mg (Magnesium), Ca (Kalsium), Na (Natrium).

Seorang arkeolog menemukan spesimen tembikar yang tidak diketahui asalnya. Untuk menentukan kemungkinan rute perdagangan, arkeolog tersebut ingin mengklasifikasikan situs asalnya.
5 Data dikumpulkan pada dua spesies serangga dalam genus Chaetocnema, (a) Ch. concinna dan (b) Ch. heikertlingeri. Tiga variabel diukur pada setiap serangga: lebar sendi 1 tarsus (kaki); lebar sendi ke-2 tarsus; lebar aedeagus (organ reproduksi). Penggunaan analisis diskriminan kaitannya dengan data tersebut adalah mendapatkan aturan klasifikasi untuk mengidentifikasi spesies serangga berdasarkan ketiga variabel tersebut. Seorang ahli entomologi dapat mengidentifikasi kedua spesies yang berkerabat dekat ini, tapi perbedaannya sangat tipis sehingga seseorang harus memiliki pengalaman yang cukup untuk dapat membedakannya. Jika aturan klasifikasi dapat dikembangkan, maka itu mungkin cara yang lebih akurat untuk membantu membedakan antara dua spesies yang berbeda tersebut.

Nah, demikinalah penjelasan yang bisa dibagikan pada semua kalangan berkenaan dengan contoh analisis diskriminan yang ada dalam penelitian. Semoga bisa memberi wawan bagi semua pembaca yang sedang membutuhkannya.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *