Jenis Uji Reliabilitas dan Contohnya

Diposting pada

Jenis Uji Reliabilitas

Reliabilitas menjadi salah satu komponen penting yang dilakukan oleh seorang peneliti dalam menantukan hasil penelitian yang telah dikemukakan.

Dimana pada prosesnya untuk mengukur kebenaran diperlukanlah uji reliabilitas yang hakekatnya masih sangat terhubung dengan uji validitas. Hal ini lantaran validitas dan reliabilitas dianggap sebagai ketepatan interpretasi yang dibuat dari hasil pengukuran atau evaluasi.

Reliabilitas

Reliabilitas adalah salah satu metodeologi indikator penelitian yang dilakukan guna memberikan pengukuran kevalidan atas variabel riset yang telah dntentian. Akan tetapi, jikalau suatu metode tidak dapat diandalkan (tidak reliable), mungkin metode tersebut tidak valid.

Oleh karena itulah reliabilitas dimaknai sebagai ketepatan hasil yang diperoleh dari suatu pengukuran. Sedangkan untuk validitas dapat didefinisikan sebagai suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau keshalihan suatu instrumen.

Jenis Uji Reliabilitas

Berikut ini bermacam-macam contoh reliabilitas berdasarkan jenisnya, antara lain:

  1. Reliabilitas tes-ulang

Uji reliabilitas tes-ulang adalah ukuran reliabilitas yang diperoleh dengan memberikan tes yang sama dua kali selama periode waktu tertentu kepada sekelompok individu. Skor dari Waktu 1 dan Waktu 2 kemudian dapat dikorelasikan untuk mengevaluasi stabilitasnya dari waktu ke waktu.

Contoh uji reliabilitas tes-ulang

Sebuah tes yang dirancang untuk menilai pembelajaran siswa dalam psikologi dapat diberikan kepada sekelompok siswa sebanyak dua kali, dengan arti tes yang kedua mungkin dilakukan seminggu setelah yang pertama. Koefisien korelasi yang diperoleh akan menunjukkan stabilitas skor.

  1. Reliabilitas bentuk parallel

Uji reliabilitas bentuk parallel adalah ukuran reliabilitas yang diperoleh dengan mengelola berbagai versi alat penilaian (kedua versi harus berisi item yang menyelidiki konstruksi, keterampilan, basis pengetahuan, dan lain-lain yang sama) ke kelompok individu yang sama. Skor dari dua versi kemudian dapat dikorelasikan untuk mengevaluasi konsistensi hasil di seluruh versi alternatif.

Contoh uji reliabilitas bentuk parallel

Jika kita ingin mengevaluasi relibilitas penilaian berpikir kritis, kita dapat membuat serangkaian besar item yang semuanya berkaitan dengan pemikiran kritis dan kemudian secara acak membagi pertanyaan menjadi dua set, yang akan mewakili bentuk paralel.

  1. Reliabilitas antar-penilai

Uji reliabilitas antar-penilai adalah ukuran reliabilitas untuk menilai sejauh mana penilai berbeda setuju dalam keputusan penilaian mereka.

Reliabilitas antar penilai berguna karena pengamat manusia tidak akan serta merta menafsirkan jawaban dengan cara yang sama; penilai mungkin tidak setuju tentang seberapa baik tanggapan atau materi tertentu menunjukkan pengetahuan tentang konstruksi atau keterampilan yang dinilai.

Contoh uji reliabilitas antar-penilai

Reliabilitas antar penilai dapat digunakan saat juri yang berbeda mengevaluasi sejauh mana portofolio seni memenuhi standar tertentu. Jenis reliabilitas yang satu ini sangat berguna saat penilaian bisa dianggap relatif subjektif.

Jadi, penggunaan jenis reliabilitas ini mungkin akan lebih mungkin terjadi saat mengevaluasi karya seni dibandingkan dengan masalah matematika.

  1. Reliabilitas konsistensi internal

Uji reliabilitas konsistensi internal adalah ukuran reliabilitas yang digunakan untuk mengevaluasi sejauh mana item tes berbeda yang menyelidiki konstruk yang sama menghasilkan hasil yang serupa. Subtipe konsistensi internal diantaranya yaitu:

  1. Korelasi antar-item rata-rata adalah subtipe dari reliabilitas konsistensi internal. Ini diperoleh dengan mengambil semua item pada tes yang menyelidiki konstruk yang sama (misalnya, pemahaman bacaan), menentukan koefisien korelasi untuk setiap pasangan item, dan terakhir mengambil rata-rata dari semua koefisien korelasi ini. Langkah terakhir ini menghasilkan korelasi antar item rata-rata.
  2. Split-half correlation adalah subtipe lain dari keandalan konsistensi internal. Proses untuk mendapatkan reliabilitas yang satu ini dimulai dengan “membelah dua” semua item tes yang dimaksudkan untuk menyelidiki bidang pengetahuan yang sama (misalnya, Perang Dunia II) untuk membentuk dua “set” item.

Dari penjelasan yang dimukakan dapatlah dikatakan bahwa uji reliabilitas merupakan bentuk kesamaan hasil pengukuran atau pengamatan apabila fakta atau kenyataan hidup tadi diukur atau diamati berulang kali pada waktu yang berlainan.

Dimana seluruh tes diberikan kepada sekelompok individu, skor total untuk setiap “set” dihitung, dan akhirnya reliabilitas split-half diperoleh. Yang sebelumnya dilaukan dengan menentukan korelasi antara dua skor “set” total. Yaitu berupa

  1. Validitas permukaan: Apakah konten tes tampaknya sesuai dengan tujuannya?
  2. Validitas konstruk: Apakah tes mengukur konsep yang ingin diukur?
  3. Validitas konten: Apakah tes sepenuhnya mewakili apa yang ingin diukur?
  4. Validitas kriteria: Apakah hasilnya sesuai dengan tes yang berbeda untuk hal yang sama?

Itulah tadi artikel yang bisa kami uraikan pada semua pembaca berkenaan dengan macam-macam uji reliabilitas dan contohnya dalam variabel penelitian. Semoga memberikan wawasan untuk semua kalangan yang sedang membutuhkan.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *