Validitas dan Reliabilitas: Pengertian, Hubungan, Perbedaan, Serta Contohnya

Diposting pada

Validitas dan Reliabilitas

Validitas dan reliabilitas merupakan dua istilah yang sering digunakan secara bergantian, khususnya ketika penelitian berhubungan erat dengan statistik. Namun, ketika pembaca kritis statistik menggunakan istilah ini, sejatinya merujuk pada hal yang berbeda dari metode statistik atau eksperimental.

Dimana validitas adalah sejauh mana skor dari suatu ukuran mewakili variabel penelitian yang dimaksudkan. Sedangkan, reliabilitas merupakan istilah yang mengacu pada konsistensi.

Validitas dan Reliabilitas

Menjelaskan makan validitas hakekatnya mengacu pada seberapa akurat suatu metode penelitian terkait proses mengukur apa yang ingin diukur. Jika penelitian memiliki validitas tinggi, artinya menghasilkan hasil yang sesuai dengan sifat, karakteristik, dan variasi nyata dalam dunia fisik atau sosial.

Sedangkan reliabilitas mengacu pada seberapa konsisten suatu metode mengukur sesuatu. Jika hasil yang sama dapat dicapai secara konsisten dengan menggunakan metode yang sama dalam keadaan yang sama, pengukuran tersebut dianggap dapat diandalkan.

Pengertian Validitas dan Reliabilitas

Untuk memberikan penjelasan terkait kedua istilah ini. Maka, diantaranya;

Pengertian Validitas

Validitas adalah bagaimana peneliti berbicara tentang sejauh mana hasil mewakili kenyataan. Metode penelitian, kuantitatif atau kualitatif, adalah metode untuk mempelajari fenomena nyata, sehingga validitas data mengacu pada seberapa banyak fenomena yang akan ukur ataupun seberapa banyak informasi tidak terkait yang turut serta pada hasil.

Pengertian Reliabilitas

Reliabilitas adalah ukuran stabilitas atau konsistensi nilai tes. Kita juga dapat menganggapnya sebagai kemampuan untuk mengulang hasil tes atau temuan penelitian. Perlu juga kita ketahui ada istilah koefisien reliabilitas, yaitu ukuran seberapa baik tes mengukur pencapaian.

Uji reliabilitas adalah proporsi varians dalam skor yang diamati (yaitu skor pada tes) yang dikaitkan dengan skor sebenarnya (skor “nyata” teoretis yang akan diperoleh seseorang jika ada tes sempurna). Istilah “koefisien reliabilitas” sebenarnya mengacu pada beberapa koefisien yang berbeda:

Beberapa metode yang ada untuk menghitung koefisien termasuk tes-ulang, bentuk paralel dan bentuk-alternatif. Yang biasanya terdiri atas;

  1. Cronbach’s alpha, konsep ini merupakan koefisien konsistensi internal yang paling banyak digunakan. Korelasi sederhana antara dua skor dari orang yang sama adalah salah satu cara paling sederhana untuk memperkirakan koefisien reliabilitas. Jika skor diambil pada waktu yang berbeda, maka ini adalah salah satu cara untuk memperkirakan reliabilitas tes-tes ulang; Berbagai bentuk tes yang diberikan pada hari yang sama dapat memperkirakan reliabilitas bentuk paralel.
  2. Korelasi Pearson – dapat digunakan untuk memperkirakan koefisien reliabilitas teoritis antara tes paralel.
  3. Formula Spearman Brown – ukuran reliabilitas untuk tes split-half.
  4. Cohen’s Kappa – mengukur keandalan antar penilai.

Hubungan Validitas dan Reliabilitas

Ada hubungan antara validitas dan reliabilitas dalam suatu pengukuran, yaitu:

  1. Pengukuran yang andal (reliable) tidak selalu valid: hasilnya mungkin dapat direproduksi, tetapi belum tentu benar.
  2. Pengukuran yang valid umumnya dapat diandalkan (reliable): jika suatu pengujian menghasilkan hasil yang akurat, maka harus dapat direproduksi.

Bisa juga dijelaskan sebagai berikut;

Ketika suatu ukuran memiliki reliabilitas tes-ulang yang baik dan konsistensi internal, peneliti harus lebih yakin bahwa skor mewakili apa yang seharusnya. Namun, harus ada lebih dari itu, karena suatu ukuran bisa sangat andal tetapi tidak memiliki validitas sama sekali.

Sebagai contohnya;

Bayangkan seseorang yang percaya bahwa panjang jari telunjuk seseorang mencerminkan harga dirinya dan oleh karena itu mencoba mengukur harga diri dengan memegang penggaris di jari telunjuk orang.

Dari penjelasan tersebut dapat diketahui meskipun ukuran ini akan memiliki reliabilitas tes-ulang yang sangat baik, itu sama sekali tidak memiliki validitas. Fakta bahwa jari telunjuk seseorang satu sentimeter lebih panjang dari jari telunjuk orang lain tidak menunjukkan apa pun tentang siapa yang memiliki harga diri lebih tinggi.

Perbedaan Validitas dan Reliabilitas

Perbedaan antara validitas dan reliabilitas dalam beberapa aspek, yaitu:

Validitas Relibitas
Mengengukur sejauh mana hasil benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur Mengukur sejauh mana hasil dapat dihasilkan bila penelitian diulangi dalam kondisi yang sama
Dipergunakan untuk memeriksa seberapa baik hasil sesuai dengan teori yang ada dan ukuran lain dari konsep yang sama Dipergunakan untuk memeriksa konsistensi hasil di sepanjang waktu, di berbagai pengamat, dan di seluruh bagian pengujian itu sendiri.

Contoh Validitas dan Reliabillitas

Adapun untuk berbagai contoh dalam hasil penelitian untuk ukuran validitas dan uji reliabilitas. Antara lain;

Contoh 1

Kita mengukur suhu sampel cairan beberapa kali dalam kondisi yang sama. Termometer menampilkan suhu yang sama setiap saat, sehingga hasilnya reliable. Jika termometer menunjukkan suhu yang berbeda setiap kali, meskipun kita telah mengontrol kondisi dengan cermat untuk memastikan suhu sampel tetap sama, termometer mungkin tidak berfungsi, dan oleh karena itu pengukurannya tidak valid.

Termometer yang kita gunakan untuk menguji sampel memberikan hasil yang reliable. Namun termometer belum terkalibrasi dengan benar, sehingga hasilnya 2 derajat lebih rendah dari nilai sebenarnya. Oleh karena itu, pengukuran tersebut tidak valid.

Contoh 2

Seorang dokter menggunakan kuesioner gejala untuk mendiagnosis pasien dengan kondisi medis jangka panjang. Beberapa dokter yang berbeda menggunakan kuesioner yang sama dengan pasien yang sama tetapi memberikan diagnosa yang berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa kuesioner memiliki reliabilitas yang rendah sebagai tolak ukur kondisi tersebut.

Jika kuesioner gejala menghasilkan diagnosis yang andal ketika dijawab pada waktu yang berbeda dan dengan dokter yang berbeda, ini menunjukkan bahwa kuesioner tersebut memiliki validitas tinggi sebagai tolak ukur kondisi medis. Namun, reliabilitas saja tidak cukup untuk memastikan validitas. Sekalipun suatu tes dapat diandalkan, arti tes tersebut mungkin tidak secara akurat mencerminkan situasi sebenarnya.

Contoh 3

Sekelompok peserta mengikuti tes yang dirancang untuk mengukur memori kerja. Hasilnya dapat diandalkan, tetapi skor peserta berkorelasi kuat dengan tingkat pemahaman bacaan mereka. Ini menunjukkan bahwa metode tersebut mungkin memiliki validitas rendah. Tes tersebut mungkin mengukur pemahaman bacaan peserta daripada memori kerja mereka.

Validitas memang lebih sulit untuk dinilai daripada reliabilitas, tetapi bahkan lebih penting. Untuk memperoleh hasil yang berguna, metode yang kita gunakan untuk mengumpulkan data harus valid: penelitian harus mengukur apa yang diklaim untuk diukur. Penjelasan ini memastikan bahwa diskusi kita tentang data dan kesimpulan yang kita tarik juga valid.

Contoh 4

Jika satu orang mengikuti tes kepribadian yang sama beberapa kali dan selalu menerima hasil yang sama, tes tersebut dapat diandalkan. Suatu pengukuran mungkin valid tetapi tidak dapat diandalkan (tidak reliable), atau reliable tetapi tidak valid. Misalnya, termometer kita salah satu derajat. ni reliable (memberi kita hasil penelitian yang sama setiap kali) tetapi tidak valid (karena termometer tidak mencatat suhu yang benar).

Itulah tadi artikel yang bisa kami kemukakan pada semua pembaca. Berkenaan dengan pengertian validitas dan reliabilitas, hubungan, perbedaan, serta contohnya yang bisa diberikan. Semoga memberi wawasan bagi kalian yang sedang membutuhkan.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *