Jenis Karya Non Ilmiah dan Penjelasannya

Diposting pada

Macam Karya Non Ilmiah

Karya tulis non-ilmiah merupakan salah satu tulisan yang menyajikan fakta-fakta pribadi yang berkaitan dengan pengetahuan dan pengalaman sehari-hari penulis, sehingga dalam hal ini unsur karya tulis non ilmiah lebih bersifat subyektif. Selain itu, karya non ilmiah bisa juga bersifat persuasif, yang berupaya untuk membujuk atau meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informatif.

Seperti halnya karya tulis ilmiah yang memiliki bermacam-macam jenis seperti artikel ilmiah, makalah ilmiah, skripsi, tesis, desertasi, dan lain-lain, karya tulis yang non ilmiah juga bisa dibedakan menjadi beragam jenis, diantaranya yaitu cerpen, dongeng, roman, novel, drama, dan lain-lain. Karya tulis non ilmiah seringkali juga bisa berupa fiksi, yaitu  penulisan naratif yang melibatkan elemen plot dan karakter yang diciptakan sepenuhnya oleh pengarang/penulis.

Karya Non Ilmiah

Karya non ilmiah yang biasa dikenal dengan istilah karya tulis non ilmiah merupakan jenis karya ilmiah yang berupa karangan yang seringkali tidak terikat dengan aturan atau sistematika penulisan tertentu, yang disajikan dengan bahasa yang lebih santai dibandingkan tulisan ilmiah.

Akan tetapi, terkadang juga ada pula karya non ilmiah yang menggunakan bahasa formal dan teknis. Hal itu tentunya tergantung pada konsep penulisan yang ingin diterapkan penulis, berbeda dengan karya ilmiah yang memang harus menerapkan bahasa yang formal.

Jenis Karya Non Ilmiah

Terdapat bermacam-macam jenis karya tulis non ilmiah, diantaranya yaitu;

  1. Puisi

Puisi meupakan suatu bentuk sastra yang menggunakan kualitas bahasa yang estetis dan seringkali berirama (seperti fonestetik, simbolisme bunyi, dan meter) untuk membangkitkan makna tersirat selain, atau menggantikan, makna nyata yang biasa-biasa saja (makna tersurat).

Puisi memiliki sejarah panjang – mulai dari zaman prasejarah berburu puisi di Afrika, puisi istana kerajaan dan elegi di kekaisaran lembah Sungai Nil, Niger, dan Volta. Beberapa puisi tertulis paling awal di Afrika muncul di antara Teks Piramida yang ditulis selama abad ke-25 SM. Puisi epik Asia Barat paling awal yang masih ada, Epic of Gilgamesh, ditulis dalam bahasa Sumeria.

Puisi menggunakan bentuk dan konvensi untuk menyarankan interpretasi kata yang berbeda, atau untuk membangkitkan tanggapan emosional.

Perangkat seperti asonansi, aliterasi, onomatopoeia, dan ritme dapat menyampaikan efek musik atau mantra. Penggunaan ambiguitas, simbolisme, ironi, dan elemen gaya lain dari diksi puitis seringkali membuat puisi terbuka untuk berbagai interpretasi.

Demikian pula, kiasan seperti metafora, simile, dan metonymy membangun resonansi antara gambar-gambar yang berbeda, lapisan makna, membentuk koneksi yang sebelumnya tidak dirasakan. Bentuk-bentuk resonansi yang serupa mungkin ada, di antara masing-masing syair, dalam pola rima atau ritme mereka.

  1. Cerita Pendek (Cerpen)

Cerita pendek adalah sebuah prosa fiksi yang biasanya dapat dibaca dalam satu kali duduk dan berfokus pada insiden yang berdiri sendiri atau rangkaian insiden terkait, dengan maksud untuk membangkitkan “efek tunggal” atau suasana hati.

Cerita pendek adalah bentuk yang dibuat dengan sendirinya. Cerita pendek menggunakan plot, resonansi, dan komponen dinamis lainnya seperti dalam novel, tetapi biasanya pada tingkat yang lebih rendah. Walaupun cerita pendek sebagian besar berbeda dari novel atau novella/novel pendek, pengarang umumnya mengambil dari kumpulan umum teknik sastra.

Penulis cerita pendek dapat mendefinisikan karya mereka sebagai bagian dari ekspresi artistik dan pribadi dari bentuk tersebut. Mereka mungkin juga berusaha menolak kategorisasi berdasarkan genre dan formasi tetap

  1. Dongeng

Dongeng adalah salah satu contoh genre cerita rakyat yang berbentuk cerita pendek. Cerita semacam itu biasanya menampilkan entitas seperti kurcaci, naga, elf, peri, raksasa, gnome, goblin, griffin, putri duyung, hewan yang bisa berbicara, unicorn, atau penyihir. Di sebagian besar budaya, tidak ada garis jelas yang memisahkan mitos dari rakyat atau dongeng, semua ini bersama-sama membentuk literatur masyarakat preliterate.

Dongeng terjadi baik dalam bentuk lisan maupun sastra; nama “dongeng” (“conte de fées” dalam bahasa Prancis) pertama kali diberikan oleh Madame d’Aulnoy pada akhir abad ke-17. Banyak dongeng hari ini telah berkembang dari cerita berabad-abad yang muncul, dengan variasi, di berbagai budaya di seluruh dunia.

Sejarah dongeng sangat sulit dilacak karena hanya bentuk sastra yang dapat bertahan. Namun, menurut para peneliti di universitas di Durham dan Lisbon, cerita seperti itu mungkin berasal dari ribuan tahun yang lalu, beberapa dari Zaman Perunggu lebih dari 6.500 tahun yang lalu.

  1. Roman

Roman merupakan sejenis karya sastra dalam bentuk prosa isinya melukiskan tentang perbuatan pelakunya menurut watak dan isi jiwa masing-masing. Atau bisa juga dikatakan bahwa roman adalah bagian dari karya sastra berbentuk prosa yang berisi pengalaman hidup dari para tokoh, yang bermula dari dia lahir hingga dewasa bahkan sampai meninggal dunia.

Roman memiliki beberapa ciri diantaranya yaitu mengisahkan seorang tokoh fiktif, dimana tokoh tersebut dikisahkan dari lahir hingga ajal menjemputnya, roman memiliki jalan cerita yang lengkap, watak tokog cikisahkan secara terperinci.

Terdapat beragam jenis roman, salah satunya yaitu roman percintaan, misalnya Roman ‘Gadis Empat Zaman’ karya Salkha serta; Roman ‘Medan di Waktu Malam’ karya O. M. Taufik.

  1. Novel

Novel adalah karya fiksi naratif yang relatif panjang, biasanya ditulis dalam bentuk prosa, dan biasanya diterbitkan sebagai buku. Novel juga dapat diartikan sebagai karya naratif dari prosa fiksi yang menceritakan tentang pengalaman manusia tertentu dalam waktu yang cukup lama.

Menurut Margaret Doody, novel merupakan “sejarah yang berkesinambungan dan komprehensif selama sekitar dua ribu tahun“, dengan asal-usulnya dalam novel Yunani dan Romawi Kuno, dalam roman Ksatria, dan dalam tradisi novel renaisans Italia.

Gaya dan panjang prosa, serta pokok bahasan fiksi atau semi-fiksi, adalah karakteristik novel yang paling jelas menentukan. Tidak seperti karya puisi epik, ia menceritakan kisahnya menggunakan prosa dan bukan sajak; tidak seperti cerita pendek, cerita ini menceritakan narasi yang panjang dan bukan pilihan singkat. Namun, ada elemen karakteristik lain yang membedakan novel sebagai bentuk sastra tertentu.

  1. Drama

Dalam karya sastra, drama adalah penggambaran peristiwa fiksi atau non fiksi melalui dialog tertulis (baik prosa maupun puisi). Drama dapat ditampilkan di atas panggung, di film, atau di radio. Drama biasanya disebut drama, dan penciptanya dikenal sebagai “penulis naskah” atau “dramawan”.

Untuk membuat drama terkesan dramatis, penulis naskah berusaha untuk secara progresif membangun perasaan ketegangan dan antisipasi penonton saat cerita berkembang. Ketegangan dramatis terbangun saat penonton terus bertanya-tanya “Apa yang terjadi selanjutnya?” dan mengantisipasi hasil dari acara tersebut.

Dalam sebuah misteri, misalnya, ketegangan dramatis dibangun di sepanjang plot sampai klimaks yang menarik atau tak terduga terungkap. Drama sangat bergantung pada dialog lisan agar penonton mendapat informasi tentang perasaan, kepribadian, motivasi, dan rencana karakter. Karena penonton melihat karakter dalam drama menjalani pengalaman mereka tanpa komentar penjelasan dari penulis.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan dapatlah dikatakan bahwa karya non ilmiah ialah sebagai karangan yang ditujukan kepada masyarakat umum yang berisi tentang pengetahuan, cerita, rekaan, atau apa saja dengan teknik penyajian yang sederhana mengenai hal-hal tentang kehidupan sehari-hari.

Sehingga dalam hal inilah berbagai bentuk karya non ilmiah bisa terjadi secara nyata atau hanya menjadi cerita rekaan semata.

Nah, itulah tadi artikel yang bisa kami berikan pada segenap pembaca berkenaan dengan macam-macam karya non ilmiah, ciri, contoh, dan penjelasannya. Semoga memberikan pemahaman untuk kalian yang sedang membutuhkannya.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *