Pengertian Validitas Konstruk, Ciri, dan Contohnya

Diposting pada

Pengertian Validitas Konstruk

Validitas relasional bisa dibedakan menjadi dua bentuk. Yaitu validitas konstruk dan validitas isi. Dimana, khusus pada uji validitas konstruk bisanya dilakukan teknik analisis relasional terhadap kegiatan dan proses sesuai dengan konsep tertentu yang seharusnya menjadi isi dari suatu ujian pelaksanaan rencangan penelitian.

Meski tidak mudah untuk mengukur validitas konstruk akan tetapi tahapan ini perlu untuk dijalankan, alasannya karena beberapa pengukuran biasanya diperlukan untuk mendemonstrasikannya, termasuk studi percontohan dan uji klinis.

Validitas Konstruk

Validitas konstruk pada hakekatnya menjadi salah satu cara untuk menguji validitas suatu tes di instrumen penelitian, yang biasanya digunakan dalam pendidikan, ilmu sosial, dan psikologi.

Langkah ini misalnya dengan mencoba mencari tahu apakah program pendidikan meningkatkan kematangan emosi pada anak usia sekolah dasar atau tidak. Sehingga dengan kata lain, pada validitas konstruk akan mengukur apakah penelitian benar-benar mengukur kematangan emosi.

Pengertian Validitas Konstruk

Validitas konstruk adalah kerangka dari suatu konsep yang bisa diartikan sebagai salah satu jenis validitas yang berkaitan dengan kesanggupan suatu alat ukur dalam mengukur objek penelitian menggunakan konsep yang diukurnya.

Pengertian Validitas Konstruk Menurut Para Ahli

Adapun definisi validitas konstruk menurut para ahli, antara lain;

  1. Sugiyono (2007), Definisi validitas konstruk adalah uji validitas yang menggunakan pendapat dari ahli (judgement experts) yang biasanya dilakukan dengan diminta untuk mengemukakan pendapatnya terkait instrumen yang telah disusun. Sehingga untuk batasan jumlah tenaga ahli yang dibutuhkan minimal 3 orang dan sesuai dengan lingkup yang diteliti.

Ciri Validitas Konstruk

Sedangkan karakteristik yang ada dalam validitas konstruk, antara lain;

  1. Validitas konstruk senantisa mengacu pada sejauh mana operasionalisasi konstruksi
  2. Validitas konstruk biasanya diperlukan diverifikasi dengan membandingkan tes dengan tes lain yang mengukur kualitas serupa untuk melihat seberapa tinggi korelasi kedua ukuran tersebut. Atau bisa dikatakan bahwa bukti validitas konstruksi melibatkan dukungan empiris dan teoritis untuk interpretasi konstruk
  3. Istilah ‘validitas konstruk’ bisa sedikit menyesatkan, alasannya karena sering kali membuat orang berpikir tentang bagaimana eksperimen dibangun atau dirancang secara fisik.
  4. Untuk penelitian besar dan ekstensif, terutama dalam pendidikan dan studi bahasa, sebagian besar peneliti menguji validitas konstruk sebelum penelitian utama.
  5. Membangun validitas konstruk yang baik adalah masalah pengalaman dan penilaian, membangun bukti pendukung sebanyak mungkin. Dimana dalam hal ini seluruh alat statistik dan koefisien digunakan untuk membuktikan validitas konstruk yang kuat, dan peneliti melanjutkan sampai mereka merasa telah menemukan keseimbangan antara membuktikan validitas dan kepraktisan.

Contoh Validitas Konstruk

Terakhir, untuk contoh penggunaan dan pengujian yang ada dalam validitas konstruk. Antara lain;

  1. Tes

Untuk contoh tes yang menggunakan validitas konstruk misalnya saja seperto tes praktis yang dikembangkan dari teori) mengukur konstruksi seperti yang didefinisikan oleh ladan teori yang dibuat. Sehingga langkah ini memasukkan semua jenis validitas-validitas yang lainnya.

  1. Uji

Sedangkan untuk proses pengujian dalam validitas konstruk bisanya dilakukan dengan tahapan analisis statistik dari struktur internal pengujian termasuk hubungan antara tanggapan terhadap item pengujian yang berbeda. Validitas konstruk juga memasukkan hubungan antara pengujian dan ukuran dari konstruksi lain.

Contoh kasusnya, salah satu cara untuk mendemonstrasikan validitas konstruk dari tes bakat kognitif adalah dengan menghubungkan hasil tes dengan hasil yang ditemukan pada ukuran bakat kognitif lain yang diterima secara luas.

  1. Penelitian

Sedangkan untuk tahapan dalam menguji validitas konstruk mengacu pada apakah skala data atau tes mengukur konstruk secara memadai dalam riset. Contoh validitas konstruk dalam penelitian ini adalah pengukuran otak manusia, seperti kecerdasan, tingkat emosi, kemahiran, atau kemampuan.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa salah satu alasan mengapa begitu sulit untuk diukur dalam validitas konstruk ialah terdapat banyak subjektivitas dan sebagian besar konstruksi tidak memiliki unit pengukuran yang nyata.

Sehingga untuk tahapan pengujian dalam validitas dan reliabilitas ini dibangun sedemikian rupa sehingga berhasil menguji apa yang kemudian dituliskan dalam laporan penelitian.

Itulah tadi artikel yang bisa diberikan terkait dengan pengertian validitas konstruk menurut para ahli, ciri, dan contoh penggunannya. Semoga saja mampu memberikan wawasan untuk kalian.

 

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *