Pengertian Inferensi, Jenis, dan Contohnya

Diposting pada

Inferensi Adalah

Inferensi pada hakekatnya senantiasa menerapkan observasi dan latar belakang untuk mencapai kesimpulan yang dianggap logis. Hal ini tentusaja menjadi sangat penting lantaran dalam kehidupan sehari-hari diakui atau tidak kita senantisa menerapkan konsep ini. Misalnya saja ketika berada di rumah setelah bekerja. Semua lampu padam, jadi kita berasumsi bahwa kitalah yang pertama pulang (sampai di rumah).

Kondisi tersebut secara literatur sudah mulai mempraktikkan inferensi dengan mengetahui apa yang harus dilakukan. Ketika melihat kondisi tersebut.

Inferensi

Inferensi menjadi sangat penting untuk sebuah studi literatur, karena jika tidak, seorang penulis atau peneliti harus menjelaskan semuanya. Oleh karena itulah dalam konteks ini misalnya saja saat melakukan wawancara kepada respon.

Alih-alih dengan mengatakan “Harry memerah dan mulai berteriak,” penulis harus mengatakan “Harry merasa marah.” Penjelasan itu akan jauh lebih menyenangkan untuk dibaca. Jadi, penulis membuat konsetks dalam metode penelitiannya menarik dengan memberi kita petunjuk dan detail yang kaya, lalu membiarkan kita menarik kesimpulan sendiri sebagai pembaca.

Pengertian Inferensi

Inferensi adalah tindakan atau proses untuk mendapatkan kesimpulan berdasarkan apa yang sudah diketahui atau diasumsikan. Pernyataan yang diberikan sebagai bukti atau yang diduga mengarah pada kesimpulan dikenal sebagai premis.

Pengertian Inferensi Menurut Para Ahli

Adapun definisi inferensi menurut para ahli, antara lain:

  1. Collins Dictionary, Inferensi adalah kesimpulan yang kita tarik tentang sesuatu dengan menggunakan informasi yang sudah kita miliki tentang itu.
  2. Literary Terms, Inferensi adalah proses menarik kesimpulan dari bukti pendukung. Saat itulah kita melampaui bukti dan mencapai beberapa kesimpulan lebih lanjut. Kita juga membuat kesimpulan ketika kita membaca literatur. Penulis memberi kita petunjuk tentang apa yang terjadi, dan kita harus mencari tahu berdasarkan bukti itu. Penulis menyiratkan; para pembaca menyimpulkan.
  3. Philosophy Terms, Inferensi adalah proses menarik kesimpulan berdasarkan bukti. Berdasarkan beberapa bukti atau “premis”, kita memebuat sebuah kesimpulan
  4. Your Dictionary, Istilah “inferensi” mengacu pada proses menggunakan observasi dan latar belakang pengetahuan untuk menentukan kesimpulan yang masuk akal., termasuk dalam objek pengamatan IPA

Jenis Inferensi

Selain inferensi deduktif, induktif, dan abduktif. Jikalau dilihat berdasarkan jumlah premisnya, inferensi pada dasarnya diklasifikasikan menjadi dua:

  1. Inferensi Langsung (Immediate Inference), yaitu proses meneruskan dari satu premis ke kesimpulan secara langsung. Ini adalah penalaran tanpa perantara istilah tengah atau proposisi kedua, dari satu proposisi ke proposisi lain yang harus mengikuti.
  2. Inferensi Mediasi (Mediate Inference), proses membuat kesimpulan dari dua atau lebih premis yang saling terkait secara logis. Ini adalah penalaran yang melibatkan perantara istilah tengah atau proposisi kedua yang menjamin penarikan kebenaran baru.

Contoh Inferensi

Contoh-contoh inferensi dalam kehidupan sehari-hari, misalnya:

  1. Sally tiba di rumah pukul 15.00 dan mengetahui bahwa ibunya akan pulang kerja pukul 17.00.

Sally juga melihat bahwa lampu di rumah mereka mati

Sally dapat menyimpulkan bahwa ibunya belum pulang

  1. John mendengar alarm asap di rumah sebelahnya dan mencium bau daging gosong.

John dapat menyimpulkan bahwa masakan tetangganya terbakar (gosong).

  1. Norman melihat remah-remah kue di lantai dan coklat di sekitar mulut putranya.

Norman dapat menyimpulkan bahwa putranya makan kue.

  1. Julia bekerja di toko hewan peliharaan dan memiliki empat kucing, seekor kadal, seekor anjing, dan seekor kelinci.

Dapat disimpulkan bahwa Julia adalah seorang pencinta hewan peliharaan.

  1. Saat telepon berdering dan Liz mengangkatnya, dia tersenyum.

Dapat disimpulkan bahwa dia senang menerima panggilan telepon itu.

  1. Seorang anak mencoba buah baru dan membuat wajah jijik.

Ibunya dapat menyimpulkan bahwa dia tidak menyukai rasa buah tersebut.

  1. Pada jam 17.00, Jill melihat lampu kantor asistennya padam dan tidak mendengar suara mengetik.

Jill dapat menyimpulkan bahwa asistennya pulang.

  1. Seseorang mengadopsi anak anjing dari penampungan, dan anak anjing tersebut tampak gugup dan takut. Dia bersembunyi dari suara keras dan memiliki beberapa bekas luka yang terlihat.

Seseorang itu dapat menyimpulkan bahwa dia dianiaya oleh mantan pemiliknya.

  1. Dua mobil berhenti di lampu lalu lintas. Mobil di belakang yang pertama membunyikan klakson dan melambai.

Kita dapat menyimpulkan bahwa orang tersebut ingin mobil lainnya bergerak.

  1. Seorang detektif memasuki rumah yang telah digeledah. Dia melihat darah di lantai, dan itu mengarah ke pintu belakang.

Kita dapat menyimpulkan bahwa kejahatan telah terjadi di dalam rumah.

Setelah memberikan penjelasan yang lengkap. Lantas bagaimana berlatih membuat inferensi?

Misalnya saja saat membaca, kita membuat kesimpulan melalui penulis, teks, dan tanggapan kita. Langkah pertama untuk mencapai kesimpulan dari makna yang dimaksudkan dari sebuah tulisan adalah melihat penulisnya.

Kita harus meluangkan waktu untuk membaca biografi penulis. Lihatlah karyanya yang lain dan lihat apa kesamaannya. Juga, lihat konteks sejarah dan budaya dari tulisan tersebut. Ini akan membantu kita memberikan latar belakang tulisan yang dapat kita gunakan pada langkah membaca berikutnya.

Setelah kita meluangkan waktu untuk membaca tentang penulis, kita siap untuk mulai membaca tulisannya. Tujuan kita saat membaca adalah membuat kesimpulan. Kesimpulan ini tidak disebutkan, tetapi kita harus membaca yang tersirat untuk memahami apa yang penulis coba katakan.

Saat kita membaca, tebaklah. Cobalah menebak apa yang akan terjadi selanjutnya dalam cerita, apa yang mungkin dikatakan atau dipikirkan oleh seorang karakter atau bahkan apa yang dilakukan oleh karakter lain yang tidak ada dalam adegan tersebut.

Selanjutnya, ajukan pertanyaan. Mengapa karakter bertindak dengan cara tertentu? Apa yang mereka pikirkan? Kemana mereka pergi? Apa yang mereka rasakan? Apa yang sudah kamu ketahui Apa yang hilang? Mengapa penulis tidak mencantumkan informasi?

Setelah ini, kita harus membuat prediksi. Menurutmu apa yang akan terjadi nanti? Bagaimana reaksi karakter? Apa hasilnya? Akhirnya, kita harus menemukan koneksi di detailnya. Setelah kita membuat prediksi, lihat apa yang hilang atau dinyatakan dalam detail dan buat koneksi. Isi informasi yang hilang menggunakan pertanyaan, tebakan, dan prediksi kita.

Itulah tadi artikel yang bisa kami kemukakan pada segenap pembaca berkenaan dengan pengertian inferensi menurut para ahli, jenis, dan contohnya yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Semoga memberi edukasi bagi kalian yang sedang membutuhkan.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *