4 Contoh Strategi STP (Segmentation, Targeting, Positioning) dalam Proposal

Diposting pada

Strategi STP

Penulisan dan pembuatan strategi yang terdiri dari segmentation, targeting, dan positioning yang dikenal dengan STP sejatinya selalu ada dalam setiap proposal kegiatan berupa usaha, hal ini bisanya terdapat dalam bagian BAB 2 isi.

Adapun disisi lainnya pembuatan strategi STP juga memberikan ulasan lengkap terkait dengan perencanaan bisnis yang ada dijalankan. Sehingga prihal inilah nantinya calon perusahaan atau usaha yang dijalankan bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Strategi STP (Segmentation, Targeting, Positioning)

STP (segmentation, targeting, dan positioning) adalah penulisan secara logis, sistematis, dan objektif terkait dengan marketing usaha yang dipergunakan oleh brand untuk dengan mudah menerapakan hasil riset pasar kepada konsumen sehingga dapat diterima oleh semua orang.

Contoh Strategi STP (Segmentation, Targeting, Positioning)

Contoh penerapan dalam strategi STP (segmentation, targeting, dan positioning) yang baik dan benar dalam perusahaan misalnya saja;

  1. Usaha Makanan

Seringkali pembuatan proposal untuk kasus strategi STP (segmentation, targeting, dan positioning) dalam usaha makanan dibuat dengan menguraikan terlebih dahulu bagian segmentasi atas adanya produk yang diperjualbelikan. Kasusnya seperti adanya seseorang yang ingin membuat usaha penjualan nugget di masyarakat. Maka, kepenulisannya;

Strategi STP (Segmentation, Targeting, Positioning) Usaha Makanan

Segmentasi Pasar ( Segmenting )

Delnut merupakan nugget kekinian yang bercampur dengan sayur yang membantu meningkatkan sistim imun serta memiliki kandungan vitamin didalamnya. Delnut terbuat dari bahan dasar tepung kedelai dan sayur yang dikombinasikan.

Delnut hadir dengan kemasan praktis sebagai upaya untuk menghadirkan makanan sehat yang cocok dikonsumsi saat masa pandemi Covid-19. Dalam segmentasi produk Delnut, beberapa dasar yang digunakan sebagai acuan untuk melakukan segmentasi yaitu faktor demografi, tingkat penghasilan, faktor sosiologis, serta faktor psikologis (Basu Swasta&Irawan, 2005: 89-90). Acuan ini digunakan sebagai dasar untuk menentukan target konsumen dari produk Delnut.

Dari faktor demografi, masyarakat Semarang, produk Delnut cocok untuk dikonsumsi masyarakat dari berbagai kalangan. Baik dari usia anak- anak hingga dewasa dapat menikmati produk Delnut tersebut. Dari segi tingkat penghasilan masyarakat Semarang, produk ini dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat.

Hal ini dikarenakan Delnut memiliki harga yang murah dikantong. Sedangkan dari Faktor sosiologis dan faktor psikologis masyarakat Semarang. Delnut cocok dikonsumsi karena dapat meningkatkan imunitas tubuh utamanya di masa pandemi yang saat ini , khususnya wilayah Semarang dan sekitarnya . Makanan sehat sangat perlu sebagai pendamping makanan bergizi lainnya.

Target Pasar Potensial (Targetting)

Akibat pandemi yang belum berakhir, maka aktivitas masyarakat Indonesia serba terbatas, banyak masyarakat yang menghabiskan waktunya dengan berada di dalam rumah. Termasuk dalam mendapatkan makanan atau minuman. Masyarakat cenderung memesan secara online melalui aplikasi market place atau melalui media sosial.

Berdasarkan fenomena yang terjadi, dapat disimpulkan bahwa masyarakat Indonesia khusunya Kota Semarang memilih sosial media atau market place sebagai sumber informasi mengenai makanan atau minuman yang sehat. Kecenderungan menggunakan media sosial dan market place untuk mendapatkan informasi membuat Delnut memutuskan melalui media internet untuk melakukan targeting.

Internet yang digunakan untuk mempromosikan Delnut dinilai strategis dan mampu menjangkau seluruh masyarakat berdasarkan segmentasi yang telah ditentukan sebelumnya. Delnut juga akan bekerja sama dengan beberapa toko terdekat di wilayah Kota Semarang dan sekitarnya agar produk semakin dikenal oleh masyarakat. Selain itu Target potensial pasar yang ingin kami akses adalah pelajar dan mahasiwa, masyarakat umum, dan wisatawan.

Spesifikasi target pasar produk ini yakni anak yang berumur 5 tahun sampai orang dewasa berumur 65 tahun yang menyukai nugget sayur yang enak, sehat dan kekinian.

Posisi (Positioning)

Di pasar, posisi Delnut adalah nugget bayam masa kini yang enak, sehat, dan bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh. Kandungan dalam nugget bayam memposisikan Delnut setara dengan makanan herbal namun juga masuk dalam kategori makanan masa kini. Inovasi sayur dalam nugget memberikan kesan bahwa nugget tidak selamanya berasa ayam saja dan tidak bergizi , kini Delnut hadir untuk memberi varian baru kepada masyarakat bahwa kini nugget dipadukan dengan sayur.

Bagi mereka yang menerapkan pola hidup sehat, Delnut ini juga menarik dan tetap bisa dinikmati karena memiliki kandungan vitamin yang cocok dikonsumsi untuk semua kalangan usia.

  1. Usaha Minuman

Adapun pembuatan STP dalam usaha minuman juga bisa dibuat dengan sistem yang sama. Hanya saja prihal ini bisa dibuat dengan sistematika sebagai berikut;

Strategi STP (Segmentation, Targeting, Positioning) Usaha Minuman

Segmentasi Pasar

  1. Segmentasi Demografi

Babo ini dibuat untuk semua kalangan mulai dari anak-anak/pelajar usia 5-20 tahun hingga orang dewasa yang berusia 20 tahun keatas.

  1. Segmentasi Sosio ekonomi

Babo dapat dinikmati semua kalangan, karena harganya yang terjangkau berkisar Rp. saja perbotolnya sehingga masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, masyarakat umum, dan wisatawan bisa menikmati produk kami

Target pasar

Target potensial yang ingin kami akses adalah pelajar, masyarakat umum, dan orang luar kota/wisatawan. Spesifikasi pelajar yang ditagetkan yaitu tingkatan SD, SMP, SMA, dan mahasiswa yang menyukai minuman sehat kekinian.

Positioning

Ikan bandeng yang identik dengan bau amis serta memiliki banyak duri, ditangan kami dengan adanya pengolahan yang tepat sehingga menghasilkan Babo (Bandeng Boba) minuman sehat kekinian. Kami juga menyediakan berbagai varian seperti coklat, stowberi, dan rasa lainnya sehingga dapat menarik minat konsumen dari berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

  1. Usaha Jasa

Penulisan untuk strategi STP dalam perusahaan berbasis jasa bisa dibuat dengan sistematika yang sama. Hanya saja untuk penulisannya bisa mencontoh kasus berikut;

Strategi STP (Segmentation, Targeting, Positioning) Usaha Jasa

Kebijakan STP

Dalam menentukan target dan segmentasi pasar dalam melakukan proses pemasaran pada figantioner machine, kami menerapkan kebijakan STP (Segmentation, Targeting dan Positioning).

Dalam strategi segmentasi pasar, identifikasi suatu cara dapat dijadikan sebuah langkah untuk mengevaluasi daya tarik setiap segmen-segmen. Dalam sebuah pasar, tentunya terdiri dari banyak konsumen yang memiliki berbagai macam kebutuhan serta sebuah keinginan yang berbeda pula. Akan tetapi, terdapat pula beberapa konsumen yang memiliki persamaan dalam beberapa hal.

Perbedaan yang dimiliki oleh konsumen dapat dilihat dari segi sumber daya, sikap konsumen pada proses membeli dan sebuah keinginan yang dimiliki setiap konsumen. Perbedaan yang dimiliki setiap konsumen disebut sebagai (variabel).

Sebuah variabel mengandung unsur yang nantinya dapat digunakan untuk menyusun proses segmentasi pasar. Pada tahap dasar segmentasi pasar, setiap konsumen dapat terdiri dari berbagai macam variabel yang berbeda, diantaranya variabel yang berdasarkan geografi, demografi, psikografi, dan behavioristik (perilaku).

Geografi Sasaran penjualan figantioner machine adalah pada masyarakat yang bekerja ataupun memiliki usaha pada sector perikanan yang berlokasi di Sidoarjo.
Demografi Penjualan figantioner machine difokuskan kepada pabrik ikan, pabrik ekspor ikan, restaurant seafood, dan pasar ikan modern atau swalayan.
Psikografi Sasaran penjualan figantioner machine adalah masyarakat atau pemilik perusahaan/pabrik yang menginginkan kemudahan dalam membersihkan organ dalam ikan secara cepat dan efesien waktu dalam jumlah ikan yang banyak.
Behavioristic (Perilaku) Sasaran penjualan figantioner machine ini adalah masyarakat atau pemilik perusahaan/pabrik yang ingin melakukan penekanan biaya produksi dan meningkatkan hasil produksi harian sehingga akan meningkatkan profit margin yang diperoleh.

Targeting adalah suatu proses evaluasi dan proses pemilihan dari beberapa segmen pasar yang didapatkan dari hasil segmentasi. Penetapan target pasar (targeting) ialah proses penentuan target dan mencocokkan reaksi pasar dengan kebutuhan dasar, kemampuan daya beli, dan keterbatasan yang dimiliki.

Targeting ialah proses mengevaluasi setiap daya tarik segmen kemudian memilih satu atau lebih karakteristik untuk dilayani. Targeting merupakan persoalan bagaimana memilih, menyeleksi, dan menjangkau pasar. Berikut 5 prosedur strategi dasar untuk pemilihan target pasar, yaitu:

Single Segment Targeting

Sasaran produk figantioner machine pada usaha dalam sector perikanan

  1. Selective Targeting

Sasaran produk figantioner machine adalah pada pabrik ekspor ikan, pasar ikan modern / swalayan, dan restaurant seafood

  1. Mass Market Targeting

Penjualan produk figantioner machine dalam sebulannya mencapai 3 sampai 5 produksi mesin.

  1. Product Specialization

Melakukan kerjasama dengan agen agen dalam sector perikanan agar produksi figantioner machine menjadi lebih maksimal dan dapat meningkatkan hasil produksi harian sehingga akan meningkatkan profit margin yang diperoleh.

Positioning figantioner machine ini adalah masyarakat atau pemilik usaha dalam sector perikanan yang kegiatan utamanya ialah melakukan pengolahan hasil perikanan, seperti penjualan ikan bersih dan juga penjualan hasil olahan dari ikan.

Karena dengan menggunakan mesin ini maka akan dapat menekan biaya produksi sehingga akan meningkatkan profitabilitas dan mesin ini juga memiliki keunggulan dengan adanya inovasi penggunaan program arduino uno yang dapat bekerja otomatis pada saat melakukan penyedotan isi perut ikan, sehingga waktu yang digunakan untuk membersihkan isi perut ikan menjadi lebih cepat atau efesien waktu dan dapat meningkatkan produksi harian.

  1. Usaha Stratup

Untuk penulisan dalam strategi STP yang bisa dijalankan dalam bisnis digital yang juga dikenal dengan start up sejatinya lebih pada analisis penggunaan. Prihal ini misalnya saja;

Strategi STP (Segmentation, Targeting, Positioning) Usaha Start Up

Analisis STP (Segmenting, Targeting, Positioning)

Dalam menganalisis segmentasi pasar digunakan konsep STP (Segmenting, Targeting, Positioning). Adapun STP dari Cadou adalah sebagai berikut:

Segmenting

  1. Demografis

Remaja, mahasiswa, Bayi, pelaku usaha, dan juga masyarakat umum yang berumur kisaran 12-55 tahun

  1. Psikologis

Mahasiswa/Pelajar, Remaja, Pelaku Usaha, dan Masyarakat Umum merupakan segmen utama dari Cadou yang ingin memberikan kado kepada orang-orang specialnya.

  1. Geografis

Pulau Sulawesi merupakan target utama dari Cadou. Pada tahun ke-3 Cadou akan melakukan ekspansi ke seluruh wilayah di Indonesia.

  1. Behavioral

Persona yang suka kado unik dan pelaku usaha kreatif yang bertanggungjawab, loyal dan ahli dibidangnya.

Targeting

Target pasar dari platform Cadou yaitu remaja, mahasiswa, orangtua serta Wanita dan pria yang berumur kisaran 12-55 tahun. Media utama Cadou dalam proses memulai pemasaran adalah melalui sosial media. Hal ini didasarkan dari total populasi Indonesia sebanyak 274,9 juta jiwa, pengguna aktif media sosialnya mencapai 170 juta. Artinya, jumlah pengguna media sosial di Indonesia setara dengan 61,8 persen total populasi warga Indonesia pada Januari 2021 (Hootsuite, 2021).

Data tersebut meyakinkan kami mengenai luasnya sasaran konsumen yang dapat kami jangkau melalui media ini. Adapun media sosial yang akan kami gunakan yaitu media sosial dengan jumlah pengguna terbanyak di Indonesia dari rentang 17-44 tahun pada tahun 2020, yaitu Instagram, Facebook, Twitter dan Tiktok.

Positioning

Position Cadou yaitu sebagai platform inovasi bisnis yang mempertemukan para pekerja kreatif handicraft dengan para klien yang membutuhkan hasil kerja yang berkualitas. Melalui sistem digital dengan pemesanan yang lebih mudah, cepat dan praktis yang memanjakan klien dengan berbagai fitur menarik.

Melalui platform aplikasi berbasis web ini para klien dapat dengan mudah menemukan layanan jasa handycraft yang berfokus pada produk hadiah (gift).

Itulah tadi artikel yang bisa dibagikan pada semua kalangan terkait dengan contoh kasus strategi STP (Segmentation, Targeting, Positioning) dalam proposal usaha makanan, minuman, jasa, dan start up. Semoga saja memberikan wawasan bagi kalian semuanya.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.