Contoh Artikel Prediktif

Diposting pada

Contoh Artikel Prediktif

Artikel adalah serangkaian bentuk karya tulis ilmiah yang bersumber pada fakta dan tidak hanya sekedar realita. Dimana untuk artikel ini bisanya berisikan beragam tulisan yang singkat, padat, jelas, dan tuntas. Hal ini termasuk juga dalam artikel prediktif.

Artikel prediktif memanglah menjadi salah satu jenis artikel ilmiah yang memuat terkait prediksi dengan berdasarkan pada landasan teori yang sudah ada. Adapun untuk contoh topiknya sendiri seperti prakiraan cuaca, fenomena alam yang terjadi di lingkungan, bahasan pendidikan, dan lain sebagainya.

Artikel Prediktif

Artikel prediktif adalah bentuk tulisan ilmiah yang di dalamnya terdapat pembahasan pengenai perhitungan atau ramalan terkait dengan apa yang bakal terjadi dikemudian hari, sehingga sifatnya faktual yaitu dengan mengungkapkan berbagai data yang diketahui oleh pengarang.

Contoh Artikel Prediktif

Sebagai pembahasan lebih mendalam. Berikut ini merupakan bentuk tulisan dalam contoh pembuatan artikel prediktif.

Penulisan Artikel Prediktif

Iklim dan Permukaan Bumi

Berbagai belahan dunia memiliki iklim yang berbeda. Beberapa bagian dunia panas dan hujan hampir setiap hari. Wilayah tersebut memiliki iklim tropis basah. Yang lainnya dingin dan tertutup salju hampir sepanjang tahun. Wilayah tersebut memiliki iklim kutub. Di antara kutub es dan tropis beruap ada banyak iklim lain yang berkontribusi terhadap keanekaragaman hayati dan warisan geologi Bumi.

Iklim pada dasarnya ditentukan oleh sistem iklim suatu wilayah. Sistem iklim terdiri atas 5 komponen utama, yaitu: atmosfer, hidrosfer, kriosfer, permukaan tanah, dan biosfer. Atmosfer adalah bagian paling bervariasi dari sistem iklim. Komposisi dan pergerakan gas yang mengelilingi bumi dapat berubah secara radikal, dipengaruhi oleh faktor alami dan buatan manusia.

Perubahan pada hidrosfer ini sendiri meliputi variasi suhu dan salinitas, terjadi pada tingkat yang jauh lebih lambat daripada perubahan atmosfer. Kriosfer adalah bagian lain yang umumnya konsisten dari sistem iklim. Lapisan es dan gletser memantulkan sinar matahari, dan konduktivitas termal dari es dan permafrost sangat mempengaruhi suhu.

Topografi dan vegetasi memengaruhi iklim dengan membantu menentukan bagaimana energi Matahari digunakan di Bumi. Kelimpahan tanaman dan jenis tutupan lahan (seperti tanah, pasir, atau aspal) berdampak pada penguapan dan suhu sekitar.

Biosfer, jumlah total makhluk hidup di Bumi, sangat memengaruhi iklim. Melalui fotosintesis, tanaman membantu mengatur aliran gas rumah kaca di atmosfer. Hutan dan lautan berfungsi sebagai “penyerap karbon” yang memiliki dampak pendinginan pada iklim.

Organisme hidup mengubah bentang alam, melalui pertumbuhan alami dan struktur yang dibuat seperti lubang, bendungan, dan gundukan tanah. Lanskap yang diubah ini dapat memengaruhi pola cuaca seperti angin, erosi, dan bahkan suhu.

Sehingga secara khusus, interaksi antara proses tektonik, iklim, dan erosi memberikan kendali yang kuat atas bentuk dan ketinggian maksimum pegunungan serta jumlah waktu yang diperlukannya.

Karena pentingnya pembangunan gunung dalam evolusi Bumi, temuan ini memiliki implikasi yang signifikan bagi ilmu bumi. Bagi seorang ahli geologi, dataran bumi, ngarai dan, terutama, pegunungan menyingkapkan garis besar perkembangan planet selama ratusan juta tahun. Misalnya di Inggris dan Amerika Serikat dulu mendefinisikan perbukitan sebagai puncak dengan ketinggian kurang dari 1.000 kaki. Namun, kedua negara mengabaikan perbedaan tersebut pada pertengahan abad ke-20.

Lembah dibuat lebih dalam oleh aliran air atau sungai saat mengalir dari dataran tinggi ke dataran rendah, dan menjadi danau atau laut. Beberapa lembah dibuat oleh gletser yang merupakan sungai es yang bergerak lambat. Ketika air atau es membuat lembah lebih dalam atau lebih luas, ini disebut erosi. Angin juga dapat membuat lembah menjadi lebih besar karena erosi.

Hal itu tidak terlalu curam dan tidak setinggi itu. Namun, seperti gunung, sebuah bukit biasanya memiliki puncak yang jelas, yaitu titik tertingginya. Menurut Survei Geologi A.S., tidak ada perbedaan resmi antara bukit dan pegunungan.

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa artikel prediktif sejatinya haruslah dibuat dari hasil tulisan original atau asli. Sehingga isi atau uraian karangannya sesuai fakta yang diperoleh dari narasumber atau objek yang diamati, jadi tidak hanya hasil pemikiran si penulis.

Itulah tadi pembahasan dan penjelasan yang bisa dikemukakan pada semua pembaca berkenaan dengan contoh penulisan dalam artikel prediktif. Semoga bermanfaat.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *