Fungsi Abstrak dalam Karya Ilmiah

Diposting pada

Fungsi Penulisan Abstrak

Abstrak pada dasarnya merupakan suatu pernyataan yang dikemukakan oleh penulis secara singkat tetapi akurat dari isi suatu hasil karya tulis ilmiah. Baik dalam penyusunan makalah, hasil penelitian, jurnal, skripsi, tesis, desertasi, dan lainnya semuanya membutuhkan bagian abstrak ini.

Alasannya karena dengan pembuatan abstrak seorang penulis tanpa menambahkan tafsiran ataupun kritik. Akan tetapi khusus mengulas bagian laporan penelitiannya. Sehingga salah satu fungsi utamanya ialah mampu memberikan dorongan kepada khalayak umum untuk melanjutkan membaca ataupun tidak.

Abstrak

Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) definisi abtrak memiliki dua arti. Dimana yang pertama yaitu abstrak merupakan tidak berwujud, tidak berbentuk, mujarad, niskala. Sedangkan untuk selanjutnya abstrak berarti sebagai ikhtisar yang terdapat dalam karangan, laporan, dan sebagainya yang memberikan penjelasan secara ringkas berupa intinya.

Berdasarkan penjelasan tersebut, tentusaja setidaknya dapat memberikan pemahaman bahwa arti terdekat dalam bahasan ini ialah abstrak yang berupa ringkasan dibuat oleh si peneliti yang memaparakan secara jelas bagian latar belakang, metode penelitian, hasil, dan kesimpulan dalam penlitian dengan tidak terlalu panjang yang didalamnya terdapat kata kunci berupa objek penelitian utama yang dilakukan pembahasan,

Fungsi Abstrak

Setidaknya ada beberapa fungsi abstrak dalam penulisan setiap jenis karya ilmiah. Antara lain;

  1. Komponen Utama Laporan Hasil Penelitian

Abstrak memiliki fungsi sebagai salah satu komponen yang harus ada di bagian awal laporan hasil penelitian. Tanpa keberadaan dari abstrak, tentusaja sebuah laporan hasil penelitian menjadi tidak lengkap sehingga lebih sulit untuk dipelajari dan dipahami pembaca.

  1. Gambaran Umum Mengenai Isi Laporan Penelitian

Fungsi abstrak yang berikutnya adalah sebagai suatu gambaran umum mengenai isi laporan penelitian. Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa abstrak merupakan tulisan singkat yang isinya adalah gambaran umum mengenai isi laporan penelitian. Tanpa abstrak, sebuah laporan penelitian menjadi akan lebih sulit untuk dipelajari.

  1. Bahan Pertimbangan bagi Pembaca

Fungsi abstrak dalam karya ilmiah sebagai bahan pertimbangan bagi para pembaca laporan penelitian. Sebelum membaca keseluruhan isi, pembaca laporan penelitian dapat membaca abstrak terlebih dahulu untuk mengetahui apakah isi atau pun bahasan laporan penelitian sesuai atau tidak dengan apa yang dicari oleh pembaca.

Ciri Abstrak

Adapun untuk ciri khas utama yang dimiliki oleh abstrak yang baik. Antara lain;

  1. Hanya terdapat beberapa paragraf, artinya setiap struktur penulisan abstrak hanya terdapat beberapa paragraf yang merupakan satu kesatuan yang dapat berdiri sendiri. Tanpa ikutserta dalam bagian BAB 1, BAB 2, ataupun BAB 3.
  2. Terdapat Kronologi, dalam hal ini setiap tulisan abstrak mengikuti kronologis dari tulisan pembahasan yang disusun secara sistematis.
  3. Adanya transisi secara logika mengenai informasi yang disampaikan
  4. Hanya meringkas laporan penelitian yang dilakukan
  5. Mudah dimengerti atau dipahami oleh para pembaca, oleh karenannya dalam penulisannya tidak bisa menggunakan bahasa yang berbelit-belit.

Contoh Abstrak

Guna memberikan pemahaman secara mendalam. Berikut ini untuk contoh kepenulisan abtrak yang bisa dipergunkan. Yakni;

Penulisan Abstrak yang Baik

ABSTRAK

Bambu (gigantochloa apus kurz) adalah tanaman jenis rumput-rumputan dari famili poaceae dengan rongga dan ruas di batangnya. Daun bambu kering merupakan daun yang sudah lama gugur dari pohonnya dan tidak memiliki kadar air didalamnya. Pemanfaatan daun bambu kering dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Dan daun bambu kering tersebut dapat menjadi kerajinan yang nantinya bernilai seni dan ekonomi. Pemanfaatan daun bambu kering menjadi bunga hias yang sangat mudah dapat dilakukan oleh semua kalangan. Dan kini pemanfaatan daun bambu kering mulai diminati di Indonesia. Pemberdayaan ini bertujuan untuk : (1) Mengurangi limbah daun bambu kering di sekitar rumah (2) Meningkatkan kreatifitas masyarakat dalam bidang kerajinan serta menambah nilai seni dan ekonomi. Dan hipotesis yang diajukan adalah : (1) Masyarakat mulai sadar serta peduli akan lingkungan sekitar dan mulai mengurangi limbah daun bambu kering dengan memanfaatkan daun bambu kering yang berserakan (2) Daun bambu kering dapat dimanfaatkan sebagai kerajinan tangan yang berguna, bahkan memiliki harga jual tinggi dan sekaligus membantu membersihkan sampah guna mengurangi limbah daun bambu kering. Hasil pemberdayaan ini menunjukkan bahwa : (1) Masyarakat sadar akan pentingnya alam sekitar serta menjaga kebersihan lingkungan guna mengurangi limbah daun bambu kering di tempat tinggalnya. Dari percobaan yang telah kami lakukan yaitu mengubah daun bambu kering menjadi bunga hias, hasil karya tersebut mulai diminati masyarakat yang sadar akan lingkungan dan memanfaatkan daun bambu kering sebagai kerajinan tangan yang bernilai jual. (2) Dapat di ketahui bahwa pemanfaatan daun bambu kering sebagai bunga hias dapat mengurangi limbah daun bambu kering serta meningkatkan kreatifitas masyarakat terutama ibu rumah tangga untuk menambah kegiatan di rumah sehari-hari bahkan kaum muda untuk menambah penghasilan guna mencukupi kebutuhan materialis.

Kata Kunci: Daun Bambu, Pencemaran, Kreatifitas

Demikinalah artikel yang bisa kami kemukakan pada semua pembaca berkenaan dengan fungsi penulisan abstrak, ciri, dan contohnya dalam karya tulis imiah. Semoga saja mampu memberikan pemahaman bagi kalian yang sedang membutuhkan.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *