Macam Instrumen Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif

Diposting pada

Jenis Instrumen Penelitian

Skripsi atau thesis merupakan sebuah penelitian yang dilakukan seorang mahasiswa untuk mendapatkan gelar sarjana dan pascasarjana. Suatu penelitian memerlukan sebuah instrument penelitian yang berguna untuk mengambil data yang ada di lapangan. Instrument penelitian biasanya mempunyai unsur-unsur pendukung sebagaimana data apa sajakah yang hendak diambil di lapangan.

Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah kumpulan daftar pertanyaan yang digunakan sebagai metode pengumpulan data yang disajikan oleh peneliti guna dutujukan kepada narasumber atau responden yang terdiri dari beberapa sampel dalam populasi penelitian.

Secara garis besar instrumen penelitian merupakan suatu cara yang digunakan oleh peneliti dalam kegiatan pengumpulan data.

Data Kualitatif

Dalam data penelitian kualitatif biasanya mempergunakan beragam jenis wawancara mendalam, baik yang tersetruktur atupun tidak. Yang pasti untuk riset tipe ini sangat kecil mempergunakan angka-angka numerik (nomor) dalam menjelaskan hasil penelitiannya.

Data Kuantitatif

Sedangkan untuk tipe penelitian kuantitatif mempergunakan metode yang sangat berbeda. Data-data dalam tipe riset ini lebih mengacu pada angka numerik (angka) dalam menjelaskan hasil penelitiannya. Meskipun demikian untuk proses penyelesaian kuantitatif lebih singkat dibandingkan dengan kualitatif.

Macam Instrumen Penelitian

Dilihat dari bentuknya, instrumen penelitian memiliki beberapa jenis. Jenis dari instrumen penelitian dibagi menjadi 6 bentuk. Yaitu angket, wawancara, pengamatan, test, dokumentasi, dan skala. Bentuk pada instrumen penelitian dapat dipergunakan melalui metode kuantitatif ataupun kualitatif. Berikut dapat kita simak pada penjelasannya;

Angket

Angket penelitian adalah suatu bentuk instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian yang bersifat kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang bersifat hitungan. Penelitian kuantitatif terdapat berbagai macam rumus di dalamnya yang hendak digunakan sebagai analisis data.

Angket harus memperhatikan responden yang dituju. Hal ini dikarenakan instrumen penelitian dalam bentuk angket metode pengumpulan datanya adalah disebar dan diberikan responden untuk diisi sendiri.

Angket yang mudah diterima responden akan menghasilkan data yang baik. Sebaliknya jika responden dengan tingkat pendidikan rendah namun diberikan angket yang sulit dipahami maka data yang terkumpul tidak akan diterima secara sempurna.

Hal yang harus diperhatikan pada saat menyebarkan angket kepada responden adalah usahakan pada setiap instrumen penelitian disertakan kesan dan pesan responden terhadap objek yang akan diteliti oleh para peneliti.

Dalam hal ini mengandung tujuan bahwa pengumpulan data oleh angket agar berjalan secara lengkap. Angket dalam klasifikasinya dibagi atas 3 jenis, yaitu angket terbuka, angket tertutup, dan angket campuran.

Angket Terbuka

Angket terbuka adalah angket yang tersusun secara sistematis, sehingga pengambilan data dapat terjadi secara signifikan. Angket terbuka digunakan pada saat data yang hendak dikumpulkan sulit untuk dimanipulasi oleh peneliti sehingga peneliti mendapatkan data yang lengkap dari responden.

Angket Tertutup

Angket tertutup adalah angket yang sudah disajikan pilihan jawabannya oleh peneliti sehingga responden hanya perlu menjawab beberapa pilihan yang disajikan oleh peneliti. Bentuk angket tertutup mirip seperti pilihan ganda pada ujian nasional.

Angket Campuran

Secara penjelasan sederhana, angket campuran merupakan gabungan antara angket terbuka dan angket tertutup. Isi dari angket campuran antara lain seperti sebuah pilihan ganda dan bercampur dengan soal essay.

Wawancara

Pengertian wawancara adalah instrumen penelitian yang diguanakan pada penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah suatu penelitian yang berisi tentang deskripsi secara lengkap pada penelitian yang sedang dikaji oleh peneliti.

Pada saat melakukan wawancara dengan responden, instrumen penelitian wawancara sebelumnya harus ditulis secara terstruktur sebelum diluncurkan pertanyaan kepada sampel narasumber penelitian.

Setelah instrumen wawancara tersebut tertulis secara terstruktur maka hal yang harus dilakukan selanjutnya adalah membawakan pertanyaan di sebuah wawancara dengan bahasa yang mudah dipahami responden. Dalam hal ini perlu diperhatikan karena tidak semua responden mampu memahami sebuah pertanyaan yang diberikan oleh peneliti.

Bahasa yang dipergunakan dalam melakukan wawancara sebaiknya menggunakan bahasa sehari – hari responden. Selain penggunaaan bahasa tersebut mudah dipahami oleh responden, penggunaan bahasa sehari-hari dalam wawancara juga menguntungkan peneliti karena responden nyaman dengan penggunaan bahasa tersebut dan akhirnya peneliti mendapatkan data yang lengkap dari seorang responden.

Pengamatan/Observasi

Pengamatan atau observasi adalah kegiatan melakukan pengamatan atau survey awal pada subjek dan objek penelitian sebelum melaksanakan sebuah penelitian. Pengamatan atau observasi berlaku pada semua jenis penelitian baik itu penelitian yang bersifat kualitatif maupun penelitian yang mempergunakan metode kuantitatif.

Pengamatan atau observasi merupakan suatu hal penting dalam sebuah penelitian. Tanpa dilakukan pengamatan terlebih dahulu maka seorang peneliti akan kesulitan dalam menentukan subjek, objek, dan variable yang akan dikaji.

Hal ini berdampak pada permasalahan yang hendak dikaji dalam sebuah penelitian akan berjalan tidak sesuai dengan alur sebuah penelitian.

Test

Pada sebuah instrumen penelitian, pengertian test sama dengan angket. Persamaan test dengan angket adalah pengumpulan datanya adalah dengan cara disebar kepada responden. Yang membedakan antara test dengan angket adalah dalam angket isi instrumen penelitiannya berisi seluruh data yang hendak dikumpulkan oleh seorang peneliti. Sedangkan isi dari test adalah semacam pengujian kepada responden.

Dokumentasi

Seperti layaknya pengamatan, dokumentasi juga merupakan unsur dari penelitian yang terdapat pada penelitian yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif. Dokumentasi merupakan sebuah kegiatan dimana mengumpulkan data dalam bentuk visual.

Secara pengetahuan orang awan, dokumentasi sering diartikan bahwa bentuk pengumpulan data ini adalah sebuah foto. Namun dokumentasi mempunyai arti yang luas. Pembahasan mengenai studi dokumentasi akan dibahas pada penjelasan di artikel yang lain.

Skala

Skala merupakan sebuah instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian kuantitatif. Skala hampir sama bentuknya dengan angket tertutup. Perbedaan skala dengan angket tertutup jika angket tertutup bentuk pilihan gandanya bervariatif. Sedangkan skala bentuk pilihannya adalah bertahap dari tahap yang paling rendah hingga paling tinggi.

Keuntungan penggunaan instrumen penelitian berbentuk skala adalah peneliti dapat dengan mudah mengungkap kepribadian seorang responden tanpa harus bertatap muka. Instrumen penelitian skala bisa digunakan pada penelitian yang bersifat psikologis.

Seluruh penilaian psikologis yang berhubungan dengan kejiwaan diperlukan instrumen skala. Selain digunakan sebagai penelitian psikologis, instrumen penelitian skala juga banyak digunakan untuk penelitian yang bersifat pendidikan.

Hal ini dikarenakan permasalahan yang terdapat di dunia pendidikan bermula dari sifat seorang individu di dalamnya yang berkesinambungan dengan aspek psikologis.

Itulah tadi materi yang dapat kami bagikan kepada segenap pembaca terkait dengan jenis-jenis instrumen Penelitian yang bisa dipergunakan dalam metode kualitatif ataupun kuantitatif. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan serta pengetahuan mendalam. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *