Contoh Tahapan Pembuatan dan Pengujian Produk

Diposting pada

Contoh Tahapan Pembuatan dan Pengujian

Tulisan sekaligus penjelasan dalam tahapanan pembuatan dan pengujian produk biasanya dibuat seseorang untuk memaparkan hasil penelitian yang didapatkan. Letak bagian kepenulisan ini secara sistematis berada di BAB 3 Metode Penelitian.

Diluar daripada itu, bagi pemula pembuatan terkait dengan tahapan pengujian produk ini juga sangatlah mudah ditemukan dalam jenis karya ilmiah, baik proposal penelitian, laporan penelitian, dan proposal kegiatan.

Tahapan Pembuatan dan Pengujian

Tahapan pembuatan sekaligus konsep pengujian adalah bagian daripada serangkaian usaha yang dibuat berdasarkan pada pendekatan penelitian. Baik untuk metode penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif bagian ini dibuat sebagai respon pelanggan untuk produk baru sebelum diperkenalkan di pasar.

Disisi lainnya, adanya pengujian konsep dalam penelitian juga bisa membantu seseorang untuk menilai keberhasilan atas produk baru yang telah dikeluarkan.

Contoh Tahapan Pembuatan dan Pengujian

Untuk sistematika dalam contoh kepenulisan bagian tahap pembuatan dan pengujian yang baik serta benar. Yakni;

  1. Laporan Penelitian

Misalnya saja proses penelitian yang telah dilakukan oleh seorang dalam menciptakan Salep Penyembuh Luka dari Daun Binahong. Maka;

Tahap Pembuatan dan Pengujian dalam Metode Penelitian

Prosedur Pembuatan Salep

Pembuatan salep dilakukan dengan cara mengeringkan daun binahong dan daun sirih hijau dengan dijemur di bawah sinar matahari langsung sampai benar-benar kering. Langkah selanjutnya adalah menghaluskan daun menggunakan blender, mortar dan alu sehingga didapatkan serbuk yang kering. Kemudian menimbang serbuk binahong sebanyak 30 g dan serbuk sirih hijau sebanyak 30 g. Melarutkan masing-masing serbuk dengan 300 ml etanol 96%.

Kemudian mengaduk larutan selama 5 menit. Menyimpan larutan yang ditaruh dalam gelas beker diruangan yang terlindung dari cahaya dengan suhu 15-20 drajat celcius.

Melakukan proses maserasi selama 3 hari. Setelah melakukan proses maserasi, menyaring larutan untuk memisahkan larutan dari endapan menggunakan kertas saring, kemudian membuang endapan. Memanaskan larutan untuk mengurangi kandungan cairan sehingga didapatkan ekstrak yang kental.

Membuat perbandingan salep A (binahong 40% dan sirih hijau 20%) dengan komposisi 1 g ekstrak binahong : 0,5 g ekstrak sirih hijau : 1 g vaselin, salep B (binahong 30% dan sirih hijau 30%) dengan komposisi 0,75 g ekstrak binahong : 0,75 g ekstrak sirih hijau : 1 g vaselin, salep C (binahong 20% dan sirih hijau 40%) dengan komposisi 0,5 g ekstrak binahong : 1 g ekstrak sirih hijau : 1 g vaselin. Memasukkan dan menimbang masing-masing perbandingan, kemudian mengaduk hingga homogen. Didapatkan berat bersih setiap salep yaitu 2,5 g. Memasukkan salep ke dalam pot salep dan memberi label pada masing-masing pot salep.

Pengujian Salep pada Kelinci

Sebelum dilakukan penyayatan, kelinci terlebih dahulu dibius menggunakan chloroform. Kemudian mencukur kelinci pada bagian yang akan disayat. Membuat luka dengan menyayat kulit kelinci sepanjang 2 cm menggunakan pisau bedah yang sudah steril. Luka yang dibuat pada masing-masing kelinci sebanyak satu sayatan pada punggung kelinci.

Mengoleskan salep A pada kelinci A, salep B pada kelinci B, salep C pada kelinci C, dan betadin pada kelinci D sebagai kontrol atau pembanding. Pengolesan luka dengan salep dan betadin dilakukan setiap 2 kali sehari. Melakukan pengamatan terhadap perkembangan luka selama 8 hari. Mencatat hasil pengamatan.

Nah, demikianlah artikel yang bisa dibagikan pada semua kalangan berkenaan dengan contoh kepenulisan bagian tahapan pembuatan dan pengujian produk dalam penelitian. Semoga saja mampu memberi wawasan bagi semuanya yang membutuhkannya.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.