Jenis Esai dan Pembahasannya

Diposting pada

Macam Esai

Setiap pelajar maupun mahasiswa pasti pernah membuat tulisan entah dalam bentuk tulisan fiksi ataupun non-fiksi. Karangan non-fiksi yang sudah tidak asing bagi civitas akademika di Indonesia salah satunya adalah esai. Untuk membuatnya ada beberapa aturan yang harus diikuti yang dikenal dengan struktur essay.

Selain itu juga terdapat beragam esai bergantung pada tujuan esai tersebut ditulis. Dalam definisi artikel kali ini, akan dibahas mengenai jenis essay dan contoh singkat kepenulisannya.

Esai

Esai adalah tulisan yang menggambarkan opini tentang subyek tertentu. Dari pengertian tersebut secara sekilas dapat disimpulkan bahwa esai adalah tulisan yang mengandung opini dan sifatnya subjektif sekaligus argumentatif.

Namun, pandangan-pandangan pribadi tersebut tersebut haruslah logis dan data yang valid. Oleh karena itu, argumen yang disampaikan dalam esai harus didukung dengan fakta, tujuan ditulisnya esai adalah agar masyarakat yakin terhadap sudut pandang penulis mengenai suatu isu.

Essay Menurut Para Ahli

Beberapa definisi dalam pengertian menurut para ahli sebagai berikut:

  1. KBBI, Pengertian esai sebagai karya ilmiah yang di dalamnya memaparkan tentang masalah tertentu dari sudut pandang pribadi penulis namun dengan disertai data yang valid.
  2. B. Jassin, Definisi essai uraian tulisan yang membicarakan bermacam ragam masalah baik politik, sosial, hukum, pertanian dan lain sebagainya. Esai disusun tidak teratur tapi ada garis besar yang dipetik dari bermacam tulisan yang diutarakan.
  3. Aldous Huxley, Arti esai adalah karya ilmiah pendek dan oleh karena itu tidak mungkin untuk memberikan semua permainan penuh dalam batas-batas esai tunggal. Tetapi kumpulan esai dapat mencakup hampir banyak landasan.

Jenis Esai

Jenis esai dibagi berdasarkan beberapa macam atau kategori yaitu ketrampilan analisis dan keragaman permasalahan yang muncul. Berikut adalah macam-macam esai;

  1. Esai Akademik

Esai akademik yang lebih panjang seringkali dengan batas kata antara 2.000 hingga 5.000 kata dan lebih bersifat diskursif. Mereka kadang-kadang mulai dengan analisis ringkasan singkat tentang apa yang sebelumnya telah ditulis pada suatu topik, yang sering disebut tinjauan literatur.

Esai yang lebih panjang juga dapat berisi halaman pengantar di mana kata dan frasa dari judul tersebut didefinisikan dengan ketat. Sebagian besar lembaga akademis akan mensyaratkan bahwa semua fakta, kutipan, dan materi pendukung lainnya yang digunakan dalam esai dirujuk dalam daftar pustaka di akhir teks.

Konvensi karya tulis ilmiah ini memungkinkan untuk memahami dasar fakta dan kutipan yang digunakan untuk mendukung argumen esai dan dengan demikian membantu untuk mengevaluasi sejauh mana argumen tersebut didukung oleh bukti dan untuk mengevaluasi kualitas itu.

  1. Esai Deskriptif

Tujuan dari esai deskriptif adalah untuk memberikan gambaran yang jelas tentang seseorang, lokasi, objek, peristiwa, atau debat. Ini akan menawarkan detail yang akan memungkinkan pembaca untuk membayangkan objek yang dijelaskan.

  1. Esai Naratif

Tujuan dari esai naratif adalah untuk menggambarkan rangkaian peristiwa dari sudut pandang subyektif. Meskipun tidak selalu kronologis, esai naratif memang mengikuti perkembangan seseorang melalui serangkaian pengalaman dan refleksi.

Fokus esai sering untuk lebih jelas mengidentifikasi sudut pandang narator, dan untuk mengekspresikan fitur umum dari subjektivitas.

  1. Esai Perbandingan

Tujuan dari esai perbandingan dan kontras adalah untuk mengembangkan hubungan antara dua hal atau lebih. Secara umum, tujuannya adalah untuk menunjukkan bahwa perbedaan atau kesamaan yang dangkal tidak memadai dan bahwa pemeriksaan lebih dekat mengungkapkan hubungan atau perbedaan yang tidak terlihat namun signifikan.

  1. Esai Persuasif

Dalam esai persuasif, penulis mencoba membujuk pembaca untuk menerima ide atau setuju dengan pendapat. Tujuan penulis adalah untuk meyakinkan pembaca bahwa sudut pandangnya masuk akal. Esai persuasif harus ditulis dengan gaya yang menarik perhatian pembaca dan pendapat penulis harus didukung oleh detail pendukung yang kuat.

  1. Esai Argumentatif

Esai argumentatif paling sering digunakan untuk mengatasi masalah kontroversial yaitu masalah serius yang menunjukkan beberapa perbedaan pendapat. Argumen adalah posisi yang dikombinasikan dengan alasan pendukungnya.

Karenanya, makalah argumentatif menetapkan klaim utama dan kemudian memberikan alasan untuk berpikir bahwa klaim itu benar.

  1. Esai Imitasi

Esai imitasi adalah bentuk esai di mana penulis senantiasa mengeluarkan tesis utama dan garis besar pada arti makalah tertentu, dan kemudian menulis esai dengan gayanya sendiri dengan mengenyampingkan kaidah yang ada. Dalam hal ini misalnya saja yang muncul di website mojok.

  1. Esai Sebab dan Akibat

Ciri-ciri yang menentukan dari esai sebab dan akibat adalah rantai sebab-akibat yang terhubung dari satu sebab ke akibat, bahasa yang hati-hati, dan urutan kronologis atau tegas.

Seorang penulis yang menggunakan metode retoris ini harus mempertimbangkan subjek, menentukan tujuan  mempertimbangkan audiens, berpikir kritis tentang sebab atau konsekuensi yang berbeda, mempertimbangkan pernyataan tesis, mengatur bagian-bagian, mempertimbangkan bahasa, dan memutuskan kesimpulan.

  1. Esai Klasifikasi

Klasifikasi adalah kategorisasi objek menjadi keseluruhan yang lebih besar sedangkan untuk pembagian adalah melakukan bentuk pemecahan atas rumusan masalah secara keseluruhan yang lebih besar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.

  1. Esai Ekspositori

Esai ekspositori digunakan untuk menginformasikan, menjelaskan suatu topik, menggunakan fakta-fakta penting dan mengajar pembaca tentang topik tersebut. Esai ekspositori menggunakan bahasa formal untuk membahas seseorang atau sesuatu.

Menulis esai ekspositori sering terdiri dari langkah-langkah berikut: mengorganisir pemikiran (brainstorming), meneliti topik, mengembangkan pernyataan tesis, menulis pengantar, menulis isi esai, menulis kesimpulan.

  1. Esai Dialektika

Dalam bentuk dialektik dari esai yang biasa digunakan dalam filsafat, penulis membuat tesis dan argumen kemudian menolak argumen mereka sendiri dengan kontra argumen. Tetapi kemudian melawan kontra argumen dengan argumen final.

Langkah ini mendapat manfaat dari menghadirkan perspektif yang lebih luas sambil menghadapi kemungkinan argumen cacat dari beberapa orang.

  1. Esai Eksemplifikasi

Esai eksemplifikasi dicirikan oleh generalisasi dan contoh yang relevan, representatif, dan dapat dipercaya termasuk anekdot. Penulis perlu mempertimbangkan subjek mereka, menentukan tujuan mereka, mempertimbangkan audiens mereka, memutuskan contoh-contoh spesifik dan mengatur semua bagian bersama ketika menulis esai contoh.

  1. Esai Familiar

Esais adalah sebutuhan untuk yang mampu menulis esai familiar. Oleh karena itu lazimnya jika kepenulisan essai ini berbicara kepada satu pembaca, dan menulis tentang diri mereka sendiri sekaligus tentang sesuatu mata pelajaran tertentu yang menjadi bidangnya.

  1. Esai Sejarah

Esai sejarah kadang-kadang disebut sebagai esai tesis menggambarkan argumen atau klaim tentang satu atau lebih peristiwa sejarah dan mendukung klaim itu dengan bukti, argumen, dan referensi. Teks ini menjelaskan kepada pembaca mengapa argumen atau klaimnya demikian.

  1. Esai Reflektif

Esai reflektif adalah tulisan analitik di mana penulis menggambarkan adegan nyata atau imajiner, peristiwa, interaksi, pemikiran yang lewat, ingatan, atau bentuk dalam menambahkan refleksi pribadi tentang makna topik dalam kehidupan penulis.

Dengan demikian, fokusnya bukan hanya deskriptif. Penulis tidak hanya menggambarkan situasinya, tetapi mengunjungi kembali pemandangan dengan lebih detail dan emosi untuk memeriksa apa yang berjalan dengan baik, atau mengungkapkan kebutuhan untuk pembelajaran tambahan dan mungkin mengaitkan apa yang terjadi dengan sisa hidup penulis.

  1. Esai Lukisan

Esai lukisan pada umumnya adalah sebuah karya tulis yang memvisualisasikan sesuatu hal dengan tujuan untuk menolong pembaca mengetaui kondisi yang ingin disampaikan dengan bentuk visual atau gambar. Dalam proses pembuatnnya haruslah memiliki keahlian visual yang tinggi.

  1. Essai Penelitian

Essay penelitian adalah jenis esai yang didalamnya berisi mengenai hasil dari sebuah penelitian yang telah dilakukan. Tentusaja dalam proses pembuatan essay ini harus memenuhi kaidah yang ada, misalnya saja dalam teknik pengumpulan data dan teknik analisis data agar penelitian yang dibuatnya memenuhi kaidah keilmiahan.

  1. Essay Cukilan Watak

Dalam esai jenis cukilan watak ini memungkinkan seorang penulis menjelaskan cukilan atau cuplikan watak seseorang terkait dengan isu yang diberikan kepada para pembaca. Dalam esai cukilan watak ini, tidak menulis kisah seseorang atau biografi, hanya saja penulis mengungkapkan sepenggal watak yang ada pada tokoh yang terkait dalam suatu cerita atau isu dalam esai tersebut.

  1. Essay Tajuk

Esai Tajuk merupakan jenis esai yang biasa dimuat di dalam surat kabar. Jenis esai ini biasanya membahas mengenai isu-isu yang tengah berkembang di dalam masyarakat seperti politik, kebijakan pemerintah dan lain sebagainya.

Esai tajuk juga sering kali dimuat di dalam kolom pendapat atau opini yang merupakan suatu wadah aspirasai dari masyarakat untuk mengungkapkan pandangannya terhadap isu yang sedang berkembang. Tidak hanya berisi atau membahas mengenai kebijakan politik, esai tajuk juga bisa membahas mengenai fashion atau hal lain.

Pembuatan esai tajuk disesuaikan dengan jenis surat kabar seperti koran, majalah otomotif, fashion dan lain sebagainya.

  1. Esai Paparan

Esai paparan ialah jenis esai yang bertujuan untuk memaparkan pandangan atau opini dengan lebih rinci kepada pembaca terhadap rumusan masalah tertentu. Dalam pembuatannya untuk essay ini harulsah bersifat otentik sehingga pembaca mendapatkan hasil yang diinginkan.

Ciri Esai

Setiap jenis karangan pasti memiliki cirinya sendiri. Termasuk juga esai sehingga membedakan esai dengan karangan lainnya. Karena esai memiliki karakter yang melekat dalam unsurnya yaitu:

  1. Esai berbentuk karangan pendek

Esai ditulis dalam jumlah kalimat yang pendek dan singkat karena esai adalah prosa dalam bentuk tulisan. Esai terdiri atas kajian singkat yang padat dan jelas sehingga mudah dipahami oleh khalayak umum secara cepat.

  1. Mempunyai bahasa yang khas

Gaya penulisan esai sangat dipengaruhi sudut pandang penulisnya sehingga masing-masing penulis akan membawa ciri khas mereka masing-masing. Setiap orang yang ingin menanggapi suatu permasalahan atau mengangkat isu untuk diperbincangkan dapat menulis esai sehingga penulisan tiap individu berbeda.

  1. Mempunyai bentuk yang khas

Kemajuan logis dan struktur organisasi esai dapat mengambil banyak bentuk. Memahami bagaimana gerakan pemikiran dikelola melalui esai memiliki dampak mendalam pada keseluruhan kewajaran dan kemampuannya untuk mengesankan.

Sejumlah struktur logis alternatif untuk esai telah divisualisasikan sebagai diagram, membuatnya mudah diimplementasikan atau diadaptasi dalam konstruksi argumen.

Contoh Penulisan Esai

Agar lebih mudah memahami dari berbagai jenis essay yang telah disbutkan. Penting bagi artikel ini untuk menjelaskan terkait contoh kepenulisan essay. Misalnya saja menggakat tema tentang pendidikan berbasis kearufan lokal. Maka bagian isi essay dan penjelasannya sebagai berikut;

Esai Pendidikan Kearifan Lokal

Pendidikan berbasis kearifan lokal merupakan pendidikan yang mengajarkan kepada peserta didik untuk selalu dekat dengan lingkungan sekitarnya. Dengan kata lain, pendidikan kearifan lokal sebagai sebuah model pendidikan yang mempunyai relevansi terhadap pengembangan kecakapan hidup dengan berpijak pada potensi lokal atau nilainilai luhur yang terdapat pada tiap-tiap daerah (Kharlie ed., 2012).

Keberagaman kearifan lokal yang dimiliki Indonesia juga memberikan kultur kedaerahan antar masing-masing lokal. Namun, pada dasarnya kearifan lokal bangsa Indonesia telah tercermin dalam falsafah Pancasila. Meskipun, masyarakat Indonesia mengekspresikannya dengan cara yang beragam.

Multikuluturalisme dalam pendidikan yang didasarkan pada kearifan lokal perlu pengembangan secara lebih kompleks. Selain itu, kesadaran akan pentingnya lokalitas juga harus dikuatkan, sehingga akan dapat berimplikasi pada pendidikan berbasis kearifan lokal.

Wawasan kearifan lokal dalam perspektif pendidikan diharapkan akan mampu menciptakan pendidikan karakter bagi generasi bangsa. Lebih jauh lagi, berdampak pada terealisasikannya aspek humanisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pada kondisi ini dalam menjaga moderasi pendidikan kearifan lokal melalui redesain folklor bisa dilakukan oleh siapa saja. Sejalan dengan apresiasi dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai kebudayaan, termasuk implementasi folklor dalam pendidikan.

Nilai-nilai kearifan lokal pada folklor menunjukkan keteladanan yang secara tidak langsung memiliki pengaruh terhadap pendidikan anak. Selain itu, menurut Ipriansyah (2011), folklor juga memiliki nilai-nilai positif yang berguna bagi perkembangan anak, sehingga dapat membantu perkembangan kognitif, seperti; bahasa dan pemikiran, serta sosio-emosional anak. Untuk mewujudkan implementasi folklor dalam pendidikan dapat dilakukan dengan beberapa upaya yang strategis.

Pertama, memanfaatkan fungsi lembaga keluarga. Hal ini sebagai respon terhadap keluarga untuk diberdayakan kembali. Hubungan yang kuat antara anggota keluarga menjadi katalisator dalam implementasi pendidikan berbasis folklor. Orang tua memiliki kewajiban untuk memberikan nasihat terhadap anaknya. Hal itu apabila dilakukan secara masif, maka akan berdampak pada anak. Selain itu, orang tua juga berperan penting dalam pembentukan karakter anak sejak dini (Saleh, 2012).

Menurut Chukovsky (1968), sebagaimana dikutip oleh Murti Bunanta (1998), cerita rakyat bagi anak-anak dianalogikan sebagai makanan pokok bagi perkembangan dan pertumbuhan. Oleh sebab itu, implementasi pada keluarga dapat dilakukan dengan media bercerita tentang cerita rakyat yang dilakukan sebelum tidur, atau disaat berkumpul dan bersantai bersama keluarga.

Cerita rakyat berperan membentuk kepribadian anak, karena didalamnya terdapat nasihat. Namun, pesan moral perlu dijelaskan orang tua sebagai hal yang penting dari sebuah cerita rakyat.

Kedua, memanfaatkan fungsi lembaga pemerintah dan masyarakat. Dalam hal ini, perlunya menjaga dan melestarikan cagar budaya yang merupakan peninggalan dari cerita rakyat, misalnya; Tangkuban Perahu di Bandung yang berasal dari cerita rakyat “Sangkuriang”.

Cagar budaya menjadi aset penting bagi kelestarian budaya bangsa, termasuk pula aset penting bagi pendidikan kearifan lokal. Oleh sebab itu, lembaga pemerintah perlu melakukan penjagaan dan pelestarian cagar budaya atau peninggalanpeninggalan dari cerita rakyat.

Selain pemerintah, masyarakat pun memiliki kewajiban yang sama untuk menjaga dan melestarikannya, yakni dengan tidak merusaknya. Selain sebagai tempat wisata, cagar budaya memiliki fungsi pendidikan, sehingga perlu pendeketan kultural secara konstruktif.

Dalam hal ini, dapat dilakukan dengan melakukan “Dongeng Ceria” kepada anak-anak, sebagai agenda kewisataan berbasis kearifan local melalui cerita-cerita rakyat. Dapat pula dilakukan dengan pertunjukan teater yang bertemakan cerita rakyat.

Ketiga, memanfaatkan fungsi teknologi. Perkembangan teknologi perlu dimanfaatkan dalam pendidikan kearifan lokal. Hal ini dapat dilakukan pada media perfilman, di mana cerita rakyat dinarasikan dalam sebuah film. Saat ini, dunia perfilman mendapat banyak kritikan dikarenakan tidak memiliki pesan moral yang baik.

Oleh sebab itu, hadirnya cerita rakyat dalam dunia perfilman mengembalikan fungsi perfilman, yakni tidak hanya sebagai fungsi entertainment, tetapi juga terdapat budaya dan edukasi didalamnya tentang nilai-nilai kearifan lokal. Namun, film yang mengangkat cerita rakyat perlu dikemas berbeda pada era sekarang, dengan memanfaatkan fasilitas dan perkembangan teknologi yang telah tersedia.

Upaya di atas perlu disinergikan secara bersama-sama. Dalam hal ini, keluarga dan masyarakat harus mampu mamanfaatkan cagar budaya yang telah disediakan pemerintah sebagai tempat rekreasi dan edukasi, serta memberikan tontonan film yang baik terhadap anak tentang cerita rakyat.

Pada aspek kepemerintahan, perlunya kebijakan tentang kemudahan akses cagar budaya, seperti; sarana dan prasarana, tetapi pemerintah juga perlu melakukan sosialisasi kearifan lokal. Selain itu, perlunya kebijakan dan dukungan terhadap film cerita rakyat sebagai legitimasi.

Bagi produser film, pembuatan film cerita rakyat perlu mendapatkan saran dan rekomendasi, termasuk pemerintah. Oleh sebab itu, melalui upaya di atas diharapkan akan memberikan wajah baru bagi kemoderatan pendidikan kearifan lokal, sehingga tidak ada intervensi yang negatif dari luar.

Dalam konteks nilai-nilai kearifan lokal, terdapat nilai-nilai terhadap ketuhanan, kemanusiaan, dan alam, sehingga karakter yang terbentuk melalui pendidikan berbasis floklor akan cenderung ke arah moderat, yakni bersifat inklusif dan toleran, serta bertanggung jawab, sehingga akan terwujud sikap yang demokratis.

Dari penjelasan terkait dengan macam esai, ciri, dan contoh kepenulisannya diatas merupakan salah satu keterangan yang mafhum dikenal oleh berbagai pihak. Pada konteks inilah setidaknya harus diapahmi bahwa kepenulisan esai dapat dipelajari secara paling efektif dengan melakukannya secara tersus menerus. Semoga bermanfaat ya.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *