Pengertian Instrumen Penilaian, Jenis, Tujuan, Manfaat, dan Cara Membuatnya

Diposting pada

Instrumen Penilaian Adalah

Instrumen penilaian bisa dikatakan sebagai salah satu komponen penting dalam proses pembelajaran. Alasannya karena alat ukur ini bisa berguna dalam teknik pengumpulan data atau informasi yang berkaitan dengan kompetensi siswa, atas dasar itulah secara sederhana instrumen penilaian adalah alat yang dipergunakan untuk melakukan penilaian atau avaluasi.

Disisi lain instrumen penilaian bisa berupa instrumen tes maupun non-tes, dan observasinya bisa dilakukan dengan cara observasi sistematis dan non-sistematis. Adapun yang termasuk dalam kategori tes diantaranya yaitu tes prestasi belajar, tes tes intelegensi, tes bakat, dan tes keterampilan. Sedangkan yang termasuk kategori non-tes diantaranya yaitu skala sikap, skala penilaian, pedoman observasi, pedoman wawancara, angket, pemeriksaan dokumen, dan lain-lain.

Instrumen Penilaian      

Instrumen penilaian menjadi bagian penting dari suatu sistem pendidikan. Dimana penilaian berfungsi sebagai sistem evaluasi individu, dan sebagai cara untuk membandingkan kinerja lintas spektrum dan seluruh populasi. Oleh karena itulah tujuan penilaian adalah untuk mengumpulkan informasi yang relevan tentang kinerja atau kemajuan siswa, atau untuk menentukan minat siswa terkait proses pembelajaran.

Setelah menerima informasi tersebut, guru dapat merefleksikan tingkat pencapaian setiap siswa, serta kecenderungan khusus kelompok, untuk menyesuaikan rencana pengajaran mereka. Agar tujuan penilaian dapat tercapai, maka dibutuhkan instrumen yang tepat sesuai dengan poin yang akan dinilai. Instrumen yang digunakan untuk keperluan penilaian inilah yang dapat disebut sebagai instrumen penilaian.

Pengertian Instrumen Penilaian

Instrumen penilaian adalah serangkaian alat ukur dalam arti penelitian yang kerapkali dipergunakan dalam proses pengumpulan data sehingga hal ini berperan penting sebagai landasan analisis dan interpretasi untuk pengambilan keputusan.

Pengertian Instrumen Penilaian Menurut Para Ahli

Adapun definisi instrumen penilaian menurut para ahli, antara lain;

  1. Suharsimi Arikunto (2010), Pengertian instrumen penilaian adalah alat bantu yang senantisa dipergunakan oleh si peneliti dalam mengatur dan mengakomodir kegiatannya untuk proses pengumpulkan data secara sistematis dalam pemberian evalusi.

Jenis Instrumen Penilaian

Macam-macam instrumen penilaian, diantaranya;

  1. Instrumen Tes

Tes ialah metode sistematis untuk mengumpulan data dengan tujuan membuat perbandingan intra atau antar individu. dimana untuk tes juga dapat diartikan sebagai instrumen yang digunakan untuk mendapatkan informasi tentang seseorang atau objek penelitian.

Berdasarkan tujuannya, Suharsimi Arikunto membedakan jenis tes menjadi 6, yaitu:

  1. Tes kepribadian (personality test), ialah tes yang digunakan untuk mengungkap kepribadian seseorang.
  2. Tes bakat (aptitude test), ialah tes yang digunakan untuk mengukur atau mengetahui bakat seseorang.
  3. Tes intelegensi (intelligence test), ialah tes yang digunakan untuk memperkirakan atau mengestimasi tingkat intelektual seseorang.
  4. Tes sikap (attitude test) atau skala sikap, ialah tes yang digunakan untuk mengukur sikap seseorang.
  5. Tes minat (measures of interest), ialah tes yang digunakan untuk menggali minat seseorang terhadap sesuatu.
  6. Tes prestasi (achivment test), ialah tes yang digunakan untuk mengukur pencapaian seseorang setelah mempelajari sesuatu.

Sedangkan jikalau dilihat berdasarkan cara dan bentuk responnya, Anas Sudjono (2011) membedakan jenis tes menjadi dua golongan, yaitu:

  1. Tes Verbal (Verbal test), ialah jenis tes yang menghendaki respon (jawaban) yang tertuang dalam kata-kata atau kalimat, baik secara lisan maupun tertulis.
  2. Tes Non-verbal (Non-verbal test), ialah jenis tes yang menghendaki jawaban dari testee bukan berupa ungkapan kata-kata atau kalimat, tapi berupa tindakan atau tingkah laku, sehingga bisa dikatakan bahwa respon dari testee yaitu berupa perbuatan atau gerakan-gerakan tertentu.
  1. Instrumen Non-Tes

Instrumen non-tes dapat diartikan sebagai instrumen yang digunakan untuk mengukur terjadinya perubahan tingkah laku yang berkaitan dengan aspek psikomotorik dan afektif, terutama yang berkaitan dengan hal-hal yang dikerjakan oleh siswa.

Sedangkan untuk bentuk instrumen penelitian, khususnya penilaian non-tes dapat berupa:

  1. Daftar Cek (Check list), ialah jenis instrumen penilaian yang menggunakan dua kriteria Ya-Tidak sebagai acuan penilaian.
  2. Skala Rentang (Rating Scale), ialah jenis instrumen yang memungkinkan penilai untuk memberikan nilai tengah terhadap penguasaan kompetensi tertentu, sebab pemberian nilai tengah secara kontinu, dimana pilihan kategori nilai lebih dari dua (Hamzah dan Satria, 2012:21).

Tujuan Instrumen Penilaian

Tujuan penyusunan instrumen penilaian yaitu untuk memudahkan guru ataupun peneliti dalam mengukur kemampuan atau kompetensi siswa, baik dari aspek kognitif, pesikomotorik, dan afektif. Secara umum, penilaian itu sendiri dilakukan untuk beberapa tujuan Sudjono (2005), diantaranya yaitu untuk:

  1. Memberikan informasi terkait kemajuan hasil belajar siswa secara individu dalam mencapai tujuan sesuai dengan kegiatan belajar yang dilakukan.
  2. Membina kegiatan belajar mengajar lebih lanjut berdasarkan informasi yang diperoleh berdasarkan hasil penilaian. Informasi tersebut dapat digunakan oleh guru untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa.
  3. Memberikan motivasi belajar kepada siswa, menginformasikan kemauan siswa agar teransang untuk melakukan usaha perbaikan.
  4. Memberikan informasi tentang semua aspek kemajuan siswa.
  5. Memberikan bimbingan yang tepat untuk memilih sekolah atau jabatan sesuai dengan keterampilan, minat, dan kemampuannya.

Manfaat Instrumen Penilaian

Instrumen penilaian bermanfaat sebagai alat bantu untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan kompetensi siswa secara kognitif, psikomotorik, dan afektif, sebagai landasan analisis dan interpretasi untuk pengambilan keputusan yang berkaitan dengan upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan-kemampuan tersebut melalui proses pembelajaran.

Secara umum, proses penilaian itu sendiri memiliki beberapa fungsi, diantaranya yaitu:

  1. Memberikan gambaran sejauh mana siswa telah menguasai kompetensi tertentu
  2. Melakukan evaluasi terhadap hasil belajar siswa untuk membantu mereka memahami dirinya dan membuat keputusan untuk langkah selanjutnya, baik untuk keperluan perencanaan program pembelajaran, pengembangan kepribadian, maupun sebagai bimbingan untuk penjurusan.
  3. Menemukan kesulitan belajar yang dialami siswa, kemungkinan prestasi yang bisa mereka kembangkan, serta sebagai alat diagnosis yang membantu pendidik/guru dalam menentukan apakah seseorang perlu mengikuti remedial atau pengayaan.
  4. Menemukan kelemahan atau kekurangan dalam proses pembelajaran yang sedang berlangsung, sehingga pendidik/guru dapat memperbaiki untuk proses pembelajaran berikutnya.
  5. Menjadi pengendali bagi pendidik/guru dan sekolah terkait kemajuan perkembangan siwa.

Cara Membuat Instrumen Penilaian

Langkah-langkah dalam proses penyusunan instrumen penilaian yaitu;

  1. Menetapkan pencapaian indikator dari setiap SK dan KD

Langkah pertama yang perlu kita lakukan dalam menyusun instrumen penilaian adalah menetapkan pencapaian indikator dari setiap Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD).

Indikator adalah ukuran, karakteristik, ciri-ciri, pembuatan atau proses yang memberikan kontribusi atau menunjukkan ketercapaian suatu SK. Pencapaian indikator dari suatu SK atau KD menentukan pencapaian indikator dari setiap SK atau KD dengan menggunakan kata kerja operasional yang bisa diukur.

Contoh untuk instrumen penilaian ini. Misalnya saja;

  1. Mengidentifikasi
  2. Menyimpulkan
  3. Menyebutkan
  4. Menjabarkan
  5. Mengkonstruksi
  6. Mengasumsikan
  7. Dan lain-lain

Setiap pencapaian indikator yang dikembangkan oleh seorang guru harus memperhatikan perkembangan dan kemampuan (intake) dari setiap siswa. SK dapat dijabarkan menjadi beberapa KD, dan setiap KD dapat dijabarkan menjadi beberapa pencapaian indikator.

Setiap penjabaran disesuaikan dengan keluasan dan kedalaman tiap-tiap SK dan KD. Pencapaian indikator menjadi bagian dari pengembangan silabus, dan RPP menjadi acuan dalam merancang format penilaian (penentuan metode/teknik penilaian) yang tepat.

  1. Melakukan pemetaan SK, KD, dan Pencapaian Indikator

Langkah selanjutnya dalam proses penyusunan instrumen penilaian adalah melakukan pemetaan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Pencapaian Indikator. Proses pemetaan yang dilakukan dalam hal ini disebut dengan istilah pengembangan silabus. Selanjutnya hasil pengembangan silabus tersebut dijabarkan lagu secara lagi rinci dalam format RPP.

RPP dibuat untuk setiap pertemuan dengan durasi waktu yang disesuaikan dengan program semester yang telah ditetapkan. Pengembangan silabus dan RPP dirancang dan dibuat oleh setiap guru mata pelajaran dengan mengikuti bimbingan dan arahan dari kepala sekolah dan tim kurikulum.

Nah, itulah saja artikel yang bisa diberikan pada semua pembaca berkenaan dengan pengertian instrumen penilaian menurut para ahli, macam, tujuan, manfaat, contoh, dan langkah membuatnya. Semoga bisa memberikan wawasan bagi kalian ya.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *