Contoh Proposal Penelitian Kuantitatif Bab 1 Sampai Bab 3

Diposting pada
Rate this post

Contoh Proposal Penelitian Kuantitatif

Proposal penelitian kuantitatif pada dasarnya dibuat untuk menyusun teknik pengumpulan data yang terstruktur dan sistematis sehingga kemudian dapat direpresentasikan secara numerik. Adapun pada umumnya data kuantitatif dikumpulkan ketika si peneliti telah mengadopsi pendekatan epistemologi positivis dan data dikumpulkan yang dapat dianalisis secara ilmiah. Pada topik penelitian tertentu. Misalnya saja seperti akuntansi, menajemen, pemasaran, sosiologi, psikologi, dan lainnya.

Tetapi yang pasti. Pembuatan dengan format proposal penelitian kuantitatif dibuat dari BAB 1 sampai BAB 3 yang berlaku untuk semua jenis karya tulis ilmiah. seperti halnya skripsi, tugas akhir, tesis, desertasi, project penelitian tertentu, dan lainnya.

Proposal Penelitian Kuantitatif

Penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang menggunakan data yang bersifat numerik atau dapat diubah menjadi angka. Adapun untuk langkah pembuatannya sebagai metode dasar  digunakan dalam upaya menyelidiki data numerik disebut statistik dan statistika.

Teknik statistik berkaitan dengan organisasi, analisis, interpretasi dan penyajian data numerik. Sehingga atas dasar inilah statistik dianggap sebagai bidang studi yang sangat luas dengan penerapan luas di banyak disiplin ilmu, termasuk sistem informasi dan bidang penelitian informasi menggunakan berbagai jenis metode penelitian kuantitatif lainnya.

Secara singkat untuk sistematika format dalam penulisan proposal penelitian kuantitatif terdiri atas;

  1. Judul
  2. Daftar Isi
  3. BAB 1 tentang Pendahuluan yang berisi latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian
  4. BAB II tentang Tinjauan Pustaka yang berisi definisi konsep, kerangka berfikir, dan hipotesis penelitian
  5. BAB III tentang Metode Penelitian yang berisi jenis penulisan, fokus penelitian, sumber Data dan Teknik Pengumulan Data, dan teknik analisis data

Contoh Proposal Penelitian Kuantitatif

Adapun untuk memberikan gambaran lebih mendalam. Berikut ini merupakan penulisan proposal dengan metode penelitian kuantitatif yang bisa dipergunakan. Adapun tema untuk judul penelitian ini ialah;

Hubungan Lama Studi Mahasiswa Penerima Beasiswa Alumni UNS Berprestasi Tahun 2018 Dengan Pengetahuan Sejarah Nama Jalan Ir Soetami

Nah, pembahasan terkait penulisan dari BAB 1, BAB 2, BAB 3. Yaitu;

BAB 1

BAB I
PENDAHULUAN

  1.  Latar Belakang

Sejarah menjadi salah satu bagian penting dalam kehidupan manusia, hal ini banyak disebabkan karena terbentuknya karakter, prinsip, serta budaya tidak terlepas dari masa lalu (Waluya, 2009; 16). Bahkan dalam setiap negara-negara yang ada di dunia dapat dipastikan memiliki sejarah, baik yang bernilai positif ataupun negatif. Sehingga dalam koredornya semua element masyarakat mendapatkan pembelajaran dari prosesi masa silam (terlewatkan).

Keadaan tentang sejarah yang begitu penting ini setidaknya ada pekikan yang tersohor di kalangan masyarakat Indonesia, dimana perkataan ini dilontarkan oleh Ir. Soekarno (founding father) yang pernah berpesan “Jasmerah” yang artinya jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Atas cerminan tersebutlah menjadi salah satu alasan banyak ditemukan nama-nama penting di wilayah-wilayah Indonesia mempergunakan nama pahlawan, baik nasional ataupun daerah.

Nama pahlawan yang banyak dipergunakan untuk di Indonesia salah satunya ialah untuk penamaan Jalan, hal ini lantaran menjadi bagian pembangunan arsitektur-dan upaya pembentukan jati diri yang mampu dikenal sepanjang perubahan jaman dan diaharapkan akan bertahan pada struktur sosial, ekonomi, budaya masyarakat (Poerbantanoe, 1999).

Tujuan yang begitu mulia dari proses pemberian nama-nama pahlawan sebagai penamaan jalan inilah setidaknya sebagi masyarakat Indonesia harus mampu mengenali sejarah bukan hanya sekedar menghafal namanya, karena pada beberapa masalah yang penulis lakukan pengamatan karap kali kasus-kasus sosial seperti ini banyak ditemukan, artinya banyak masyarakat yang hanya bisa menyebutkan nama jalannya akan tetapi tidak mengerti sejarah kehidupan yang bersangkuatan.

Padahal sangatlah jelas bahwa pemberian nama jalan tidak boleh asal-asalan, hal ini harus senantiasa berpegang teguh pada keputusan yang dikeluarkan oleh kepala daerah setempat. Misalnya saja di wilayah Kabupaten Bangka Barat harus mengacu pada Peraturan Daerah No. 7 Tahun 2010, wilayah Kota Banjarmasin mengikuti pedoman Peraturan Daerah No. 2 Tahun 2010, serta wilayah-wilayah yang lainnya.

Melalui beragam kemunculan akan nama-nama pahlawan sebagai penamaan jalan tersebutlah mendorog penelitian ini dilakukan, khususnya sebagai pembuktian pertamakali melakukannya di wilayah Univesiras Sebalas Maret untuk para mahasiswa penerima Beasiswa Alumni UNS Berpertasi Tahun 2018. Alasannya memiliki lokasi ini lantaran secara keseluruhan kampus utama UNS berada di Jalan Ir Sutami yang dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai Menteri Pekerjaan Umum (PU) terlama.

Adapun fokus penelitian ini akan memberikan keterkaiatan antara hubungan lama studi mahasiswa penerima Beasiswa Alumni UNS Berpertasi Tahun 2018 dengan pengetahuan tentang sejarah Jalan Ir Soetami. Harapannya megetahui korelasi ini setadaknya akan memunculkan konsekuensi yang mampu memberikan jawaban dengan kepedualian mahasiswa ataupun tidak terhadap kondisi sosial terutama sejarah pahlawan yang umumnya mahasiswa/I bersangkutan sudah tinggal di wilayah UNS lebih <4 tahun.

  1. Rumusan Masalah

Penelitian ini sepenuhnya berpijak pada pengetahuan yang dimiliki mahasiswa terhadap Ir. Soetami yang dipergunakan sebagai nama jalan di UNS. Oleh katrena itulah beberapa permasalahan yang perlu dikaji, dalam rumusan masalah ini, antara lain;

  1. Bagaimana pengetahuan mahasiswa penerima Beasiswa Alumni UNS Berpertasi Tahun 2018 tentang Ir Soetami?
  2. Apakah terdapat hubungan antara lama studi di UNS dengan pengetahuan mahasiswa tentang sejarah Ir Soetami?
  1. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini dilakukan, antara lain sebagai berikut;

  1. Mengetahuai tentang pengetahuan mahasiswa penerima Beasiswa Alumni UNS Berpertasi Tahun 2018 pada nama Ir Soetami yang dipergunakan nama jalan.
  2. Menjawab hubungan mahasiswa penerima Beasiswa Alumni UNS Berpertasi Tahun 2018 dengan Ir Soetami yang dipergunakan sebagai nama jalan.
  1. Manfaat Penelitian

Penelitian ini memiliki manfaat sebagai berikut:

  1. Bagi pemerintah bermanfaat sebagai bantuan ide untuk memperkenalkan kembali nama Pahlawan yang dipergunakan sebagai nama jalan
  2. Bagi mahasiswa bermanfaat sebagai bentuk penyadaran terhadap peranan pentingnya sejarah bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
BAB 2

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

 

Definisi Konsep

  1. Mahasiswa

Mahasiswa adalah peserta didik yang secara legalitasnya terdaftar diperguruan tinggi baik swasta/negri dan merupakan bagian dari sivitas akademi (Kansil dan Soepardi; 1998:42). Pada umumnya, mahasiswa berusia antara 18-30 tahun. Dalam kerangka psikologi perkembangan, usia mahasiswa merupakan fase peralihan antara fase remaja  akhir menuju dewasa awal (Pudjiwati : 1998:23)

Mahasiswa menjadi sematan bagi seseorang yang telah menempuh pendidikan di tingkat perguruan tinggi, baik negri ataupun swasta. Tingkatan ini lebih tinggi secara jenjangnya daripada siswa yang umumnya dilekatkan oleh para pelajar SD, SMP, dan SMA. Sebagai pendidikan tertinggi Kusumah Indra (2007), menyebutkan bahwa batasan-batasan pendidikan dalam derajat ini diberikan kepada seseorang yang belajar di politeknik, sekolah tinggi, institut dan universitas.

Institusi pendidikan tersebutlah akan senantiasa hadir untuk dipersipakan sebagai generasi penerus dengan beragam jurusan yang diberikan, misalnya saja Jurusan Kedokteran dipersiapkan untuk meraka yang bertangungjawab dalam bidang kesehatan, komunikasi dipersiapkan kepada meraka yang fokus pada penyiaran audio/video, keguruan adalah juruan yang dipersipakan untuk fokus pada lembaga pendidikan sepert guru dan dosen, serta jurusan yang lainnya.

Atas konseptual yang dimikianlah setidaknya dapat diambil kesimpulan bahwa dalam penelitian ini fokus pada mahasiswa penerima Beasiswa Alumni UNS Berpertasi Tahun 2018 yang notabene sudah <4 tahun tinggal di wilayahan Universitas Sebelas Maret.

  1. Pengetahuan

Pengetahuan menjadi salah satu bagian definisi konsep dalam penelitian ini, hal ini lantaran berhubungan erat dengan wawasan yang didapatkan oleh seseorang atas kesadaran terhadap sesuatu hal (Indahyani, 2015). Bahkan secara konseptual lainnya Sarwono (2004) memberikan penjelasan bahwa perilaku seseorang dihasilkan atas respon/reaksi terhadap wawasan yang dimilki. Sehingga semakin luas pemikirannya maka semakin tinggi tingkat kesadaran dengan reaksi yang dilakukannya.

Hakekat pengetahuan ini juga memberikan pengaruh pada sikap. Sikap apat dartikan sebagai perasaan positif atau negatif atau keadaan mental yang selalu disiapkan, dipelajari, dan diatur. Sikap terbentuk melalui pengalaman, yang memberikan pengaruh khusus pada respon seseorang terhadap orang, objek-objek, dan keadaan (James,et al.,1996).

Melalui rangkaian inilah setidaknya dalam peranan penelitian yang didapatkan bisa timbul dari kesadarannya terhadap sejarah yang dihasilkan dari sebebrapa besar pengetahuan yang didapatkan. Bahkan dengan dorongan pengetahuan sejarah dapat memberikan efek postif berupa tingkat nasionalisme yang tinggi (Poerbantanoe. 1999).

  1. Penamaan Jalan

Jalan adalah fasilitas umum yang diberikan untuk kendaraan, pejalan kaki dan parkir yang terdapat di ruang-ruang publik, hal ini mengindikasikan bahwa jalan sejatinya milik negara yang harus diberikan perlindungan sebagai hak setiap masyarakat untuk memperguanakannya.

Dalam sebuah wilayah dimana sebagaian besar menjadi tempat tinggal masyarakat untuk jangka waktu panjang penamaan akan jalan begitu penting, selain berfungsi sebagai alat juga dinilai memiliki esensi sejarah yang tidak bisa terpisahkan. Bahkan untuk penamaan jalan sendiri menurut Poerbantanoe (1999), dapat dikelompokan menjadi dua bagian, antara lain;

  1. Penamaan pada masa pra kemerdekaan umumnya dilakukan pada saat Indonesia secara de facto da de jure belum terbentuk. Masa ini kerapkali dihubungan dengan penjajahan ataupun masa kerjaaan. Ciri khas dari penamaan jalan ini bisanya mempergunakan sebutan yang umumnya dilakukan oleh masyarakat setempat, sehingga sangat sulit untuk kemudian dihafal dan dipahami.
  2. Penamaan pada masa kemerdekaan menjadi priode kemunculan nama jalan yang dipergunakan oleh masyarakat dalam mendeskripsikan alamat serta esensi sejarah yang dimiliki. Pada proses pembentukannya untuk masa ini bisa dibilang lebih sulit lantaran setiap daerah akan diberikan wewenang untuk mengaturnya, bahkan sampai saat ini penamaan jalan belum di atur sepenuhnya dalam Undang-Undang Dasar, hanya dikerucutkan pada fasilitas umum.
  1. Ir Soetami

Ir Soetami yang juga dikenal dengan Sutami merupakan salah satu Pahlawan Nasional yang memiliki kelahiran asli dari Kota Surakarta, Jawa Tengah. Beliau dalam biografinya lahir pada tanggal 19 Oktober 1928 dan meninggal dunia pada tanggal 13 November 1980, tepatnya pada saat itu usianya 52. Sebagai tokoh publik Ir Soetami memiliki banyak jasa dalam pembangunan Indonesia, bahkan sampai saat inilah nama beliau dikenal sebagai Menteri Pekerjaan Umum “terlama” dengan masa jabatan selama 12 tahun.

Realitanya jasa-jasa yang dimiliki oleh Ir Soetami salah satunya ialah kontruksi pembangunan Gedung MPR/DPR Republik Indonesia, Waduk Jatiluhur, Bandara Ngurah Rai, Jembatan Ampera, Jembatan Semanggi, dan lain sebaginya. Atas historical legency yang demikianlah untuk beberapa wilayah, salah satunya nama jalan depan kampus UNS diberikan nama beliau.

Kerangka Berpikir

Penamaan nama jalan yang ada di dalam sejumlah wilayah pada dasarnya mempunyai peran besar dalam memberikan penghargaan kepada pahlawan nasional. Hal ini tidak lain ialah untuk memberikan warisan cerita yang mampu meningkatkan rasa nasionalisme kepada segenap generasi ke genarasi. Tak lain begitupula yang terjadi untuk penamaan Jalan Ir. Soetami yang notebene sebagai pahlwan nasional dengan asli kelahiran Kota Surakarta.

Melalui pandangan inilah sebagai korelasi yang berhubungan erat dengan tingkat pengetahuan kemungkinan bisa di ukur dengan proses pengetahuaanya melalui lama studi dilakukan. Dengan kondisional yang demikian setidaknya ada ukuran yang paling normatif untuk menjalaskannya. Yakni ukuran mahasiswa penerima Beasiswa Alumni UNS Berpertasi Tahun 2018 yang bisa di dikisarkan antara 4 sampai denan 6 tahun berada di Universitas Sebelas Maret.

Skema kerangka berfikir ini adalah sebagai berikut;

kerangka berfikir penelitian kuantitatif

Hipotesis Penelitian

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah  penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk  pertanyaan. (sugiyono, 2009:96).

Ha Ada hubungan mahasiswa penerima Beasiswa Alumni UNS Berpertasi Tahun 2018 dengan sejarah nama jalan Ir. Soetami
Ho Tidak ada hubungan mahasiswa penerima Beasiswa Alumni UNS Berpertasi Tahun 2018 dengan sejarah nama jalan Ir. Seoetami.
BAB 3

BAB III
METODE PENELITIAN

 

Tipe Penelitian

Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif. Menurut Koentjaraningrat (1985:29) metode  deskriptif, jika penelitian yang bersifat deskriptif mempunyai tujuan untuk  menggambarkan secara tepat sifat-sifat suatu individu, keadaan, gejala, atau  kelompom tertentu atau untuk menentukan frekuensi atau penyebab suatu gejala  atau frekuansi adanya hubungan tertentu antara satu gejala dengan gejalan lain  dalam masyarakat.

Melalui penjelasan diatas dapatlah disimpulkan bahwa deskriptif adalah dengan mendeskripsikan secara terperinci tentang fenomena sosial yang ada. Sedangkan kuantitatif merupakan suatu penyajian sebuah analisis dari fenomena yang  disusun dengan data kuantitatif serta membuat ketetapan pengukuranna dengan  metode statistik sebagai alat ukurnya.

Dalam penelitian ini, penulis meneliti dan menggambarkan fakta dan data dengan sistematis secara faktual dan akurat berdasarkan analisis korelasi lama studi mahasiswa penerima beasiswa alumni UNS Berprertasi Tahun 2018 dengan pengetahuan sejarah nama Jl. Ir. Soetami yang notebene adalah nama jalan utama di kampus Universitas Sebelas Maret.

Populasi dan Sampel

  1. Populasi

Sugiyono (1997: 57) berpendapat bahwa populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek atau subyek yang menjadi kuantitas dan karakteristik  tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk di pelajari dan kemudian ditarik  kesimpulannya.

Dalam penelitian ini yang dijadikan populasi adalah mahasiswa penerima beasiswa alumni UNS Berprertasi Tahun 2018 yang secara keseluruhannya berjumlah 182 mahasiswa dari berbagai program studi yang ada di Univeritas Sebelas Maret.

  1. Sampel

Untuk menetukan sampel penelitian, maka yang digunakan perhitungan slovit, yaitu :

Rumus Sampel Penelitian Kuantitatif

Keterangan:

n Besarnya Sampel
N Besarnya Populasi
e Kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang dapat ditolerir. Nilai presisi penelitian ini adalah 10%

Berdasarkan rumus, maka banyaknya sampel pada penelitian ini adalah:

Penghitungan Jumlah Sampel Kuantitatif

Banyaknya sampel pada penelitian ini adalah 64,5 dibulatkan menjadi 64 mahasiswa penerima beasiswa alumni UNS Berprestasi Tahun 2018.

Teknik sampling pada penelitian ini adalah teknik teori kemungkinan (probability). Teori ini digunakan untuk pengembilan sampel apabila setiap  elemen dalam populasinya mempunyai kesempatan yang sama untuk dijadikan  sebagai sampel. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik pengambilan secara acak sederhana (simple random sampling) yang dilakukan   dengan system lotere.

Lokasi Penelitian

Penentuann lokasi penelitian cara terbaik yang ditempuh dengan jalan  mempertimbangkan teori subtantif dan menjajaki lapangan untuk mencari  kesesuaian dengan kenyataan yang ada di lapangan, sementara itu kebebasan  geografis dan praktis seperti waktu, biaya, dan tenaga perlu juga menjadi  pertimbangan dalam penentuan lokasi penelitian (Lexy J Moleong, 2000:86)

Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam penelitian ini tidak dibatasi lokasi  penelitiannya akan tetapi responden yang dimaksudkan haruslah para mahasiswa penerima beasiswa alumni UNS Berprestasi Tahun 2018. Alasan pemilihan batasan respon melihat dari lama studi yang ia selesaikan di Universitas Sebelas Maret yang minimal-minimlanya selama <5 tahun.

Fokus Penulisan

Fokus penulisan dalam penelitian ini adalah mencari korelasi antara lama studi yang dilakukan oleh para mahasiswa penerima beasiswa alumni UNS Berprestasi Tahun 2018 dengan pengetahuan nama sejarah jalan Ir. Soetami . Hal ini didasarkan pada permasalahan yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari yang hanya mengingat namanya akan tetapi tidak pada sejarahnya.

Definisi Operasional

Definisi oprasional merupakan suatu definisi yang didasarkan pada karakteristik  yang dapat diobservasi dari apa yang sedang didefinisikan (Jonathan Sarwono,  2006:67). Maka berdasarkan pada ulasan tersebut yang dimaksudkan definisi oprasional disini adalah sebagai berikut;

  1. Lama Studi Mahasiswa

Lama studi mahasiswa merupakan gambaran tentang rentang waktu yang ditemukan dalam proses penyelesaian studi di dalam kampus. Pada konsep inilah setiap mahasiswa memiliki karakteristik yang berbeda-beda dari satu ke yang lainnya. Utamanya khusus untuk mahasiswa penerima beasiswa alumni UNS Berprestasi Tahun 2018 yang umumnya bisa berada di UNS minimal <4 tahun. Alasan hal tersebut disebutkan karena dalam kegiatan belajar di Univeritas Sebelas Maret ia memiliki syarat untuk lulus sebagai alumni S1 dengan ketentuan lainnya ialah berpredikat cumlaude (opsional).

Berikut adalah karakteristik lama studi mahasiswa, antara lain

  1. Mahasiswa Tercepat Studi di UNS <4 Tahun

Lama studi mahasiswa lebih dari <4 tahun adalah prosesi belajar yang dilakukan dengan tahapan paling cepat untuk lulusan S1, dengan dasar analisis tersebutlah mahasiswa ini digolongkan dengan lama studi pertama.

  1. Mahasiswa Kurang Cepat Studi di UNS <5 Tahun

Terkhusus untuk mahasiswa penerima beasiswa alumni UNS Berprestasi Tahun 2018 yang kurang terlalu lama dan umumnya ini lebih banyak ialah lama studinya dengan durasi waktu lebih dari 5 tahun. Karakteristik ini di dapatkan dengan angka kalkulasi S1 (3,5 tahun) dan menyelesaikan S2 (1,5 Tahun).

  1. Mahasiswa Terlama Studi di UNS <6 Tahun

Karakteristik dalam penentuan yang terakhir untuk mahasiswa dengan durasi waktu terlama dalam studi ialah lebih dari 6 tahun. Kalkulasi hal tersebut lantaran untuk dana beasiswa S2 yang dibayarkan oleh UNS maksimal hanya 2 tahun, dengan durasi waktu tersebutlah jika di kalkulasikan maka S1 (4 Tahun), dan S2 (2 Tahun).

  1. Pengetahuan Sejarah Nama Jalan Ir. Soetami

Pengetahuan tentang sejarah nama jalan Ir. Soetami ialah karakteristik yang dipergunakan untuk mengelompokan mahasiswa dalam memahami seluk beluk tentang Ir. Soetami. Yang mana tokoh ini sendiri adalah salah satu Pahlawan Daerah Solo (Surakarta) dengan jasa-jasa yang diberikannya untuk pembangunan di Indonesia.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data adalah teknik atau cara yang dapat digunakan oleh  peneliti untuk mengumpulkan data. Teknik pengumpulan data merupakan  langkah utama dalam  proses penelitian, karena tujuan utama penelitian adalah  mendapatkan data.

Data adalah sebuah hasil yang diperoleh dari penelitian.  Teknik pengumpulan data pada penelitian menggunakan:

  1. Kuesioner

Suatu penelitian mengenai masalah yang dilakukan dengan jalan mendengarkan  suatu pertanyaan berupa formulir atau angket, diajukan secara tertulis kepada  responden untuk mendapatkan jawaban tertulis. Kuesioner ini akan disebarkan secara online kepada mahasiswa penerima beasiswa alumni UNS Berprestasi Tahun 2018.

  1. Wawancara

Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila  peneliti telah mengetahui dengan pasti informasi apa yang akan diperoleh. Dalam  melakukan wawancara, peneliti telah menyiapkan instrumen penelitian berupa  pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannya sudah disiapkan.

  1. Observasi

Suatu studi yang disengaja dan sistematis tentang fenomena sosial dan gejala  psikis dengan jalan pengamatan dan pencatatan. Metode ini digunakan untuk  mengamati keadaan responden yang tidak secara mudah dapat ditangkap melalui metode wawancara dan kuesioner.

Observasi ini dapat dipakai untuk melengkapi  data yang didapat dari kuesioner. Selain itu diharapkan dari teknik ini akan didapatkan data yang lebih objektif, guna menunjang analisa dan pembahasan  yang akan dibuat berdasarkan beberapa pendekatan yang akan digunakan dalam penelitian ini. Dari sini dapat diketahui keadaan sebenarnya dari kegiatan-kegiatan sehari-hari responden penelitian.

  1. Dokumentasi

Teknik dokumentasi adalah pengumpulan data dengan cara mengadakan  pencatatan terhadap dokumen berkenaan denganpermasalahan yang sedang  diteliti. Teknik pengumpulan data ini dilakukan untuk mendapatkan literature yang  dapat mendukung dan memberikan informasi bagi pelaksaan penelitian ini seperti  buku-buku atau arsip-arsip yang terikat dengan kegiatan penelitian.

Teknik Pengolahan Data

Data yang telah dikumpulkan dari beberapa sumber tersebut kemudian dianalisa.  Menurut Nazir (1988:419), analisis adalah kegiatan mengelompokkan, membuat  suatu urutan, memanipulasi serta menyingkatkan suatu data sehingga mudah  dibaca. Setelah data dari hasil penelitian dikumpulkan, tahap-tahap berikutnya  adalah :

  1. Koding

Merupakan tahap dimana jawaban responden diklasifisikan menurut enis  pertanyaannyadengan jalan member tanda (kode) tiap-tiap data yang masuk  dalam suatu kategori yang sama.

  1. Editing

Adalah tahap pemeriksaan dan penyeleksian kembali data-data yang telah  terkumpul dari lampangan, apabila data telah diisi atau dijawab oleh para responden. Memperbaiki agar lebih mudah dan jelas.

  1. Tabulasi

Tahap pengelompokan jawaban-jawaban yang serupa secara teratur dan sistematis  untuk kemudian dihitung berapa banyak yang masuk dalam satu kategori  yaitudengan membuat table silang sesuai dengan ketegori masing-masing agar  dapat dianalisa sesuai dengan tujuan penelitian.

  1. Interpretasi

Yang dimaksud interpretasi data dalam penelitian ini adalah memberikan  penafsiran dari data yang diperoleh untuk dicari makna yang lebih luas dan  menghubungkan jawaban-jawaban tersebut dengan hasil data yang lain maupun  dari pengamatan yang dilakukan.

Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan uji  korelasi product moment yaitu:

Teknik Analisis Data Kuantitatif

Keterangan:

rxy Koefesien korelasi antara variabel X dan variabel Y
XY Hasil perkalian variabel bebas dengan variabel terikat
X Hasil skor variabel X
Y Hasil skor variabel Y
X2 Hasil perkalian kuadrat dari hasil variabel X
Y2 Hasil perkalian kuadrat dari hasil variabel Y
N Jumlah sampel penelitian

Korelasi product moment merupakan alat uji statistik yang digunakan untuk  menguji hipotesis asosiatif (uji hubungan) dua variable bila datanya berskala ratio atau interval. Korelasi person dapat dilihat dengan tingkat kepercayaan 95%  (a = 0,05) dilakukan dengan cara mengkorelasikan skor masing-masing item  dengan skor totalnya (Hasan, 1999).

Setelah perhitungan per item pertanyaan dengan menggunakan rumus korelasi  product moment diperoleh maka angka korelasi yang diperoleh harus  dibandingkan dengan angka kritik table korelasi nilai r. jika nilai hitung korelasi  product moment lebih besar atau diatas angka kritik table korelasi nilai r maka  pertanyaan valid, sebaliknya jika nilai hitung korelasi product moment lebih kecil  atau di bawah angka kritik table korelasi nilai r, pertanyaan tidak valid  (Singarimbun, 1987:137).

Untuk mengetahui kuat lemahnya hubungan variabel yang menggunakan rumus  yang dipakai oleh Arikunto (2000:20) adalah:

0,801 Sampai dengan 1,000 korelasi sangat kuat
0,601 Sampai dengan 0,800 korelasi kuat
0,401 Sampai dengan 0,600 korelasi sedang
0,201 Sampai dengan 0,600 korelasi sedang
0,001 Sampai dengan 0,200 hampir sangat lemah
Daftar Pustaka

DAFTAR PUSTAKA

Bagja, Waluya, 2009. Sosiologi: Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional

Kusumah Indra. 2007. Risalah Pergerakan Mahasiswa. Bandung: Indydec Press

James, L., Gibson, John, M., Ivancevich, James, H., and Donnelly, 1996. Organisasi (Perilaku, Struktur, Proses), edisi 8, Binarupa Aksara, Jakarta.

Benny Poerbantanoe, dkk., Kecenderungan Penamaan Jalan Di Kotamadya  Daerah Tingkat II Surabaya, Badan Perencana Pembangunan Daerah Tingkat II Surabaya, Surabaya, 1999,

Indahyani, F. 2015. “Landasan Teori Pengetahuan”. http://repository.ump.ac.id/477/3/BAB%20II_FAUZIYAH%20INDAHYANI_PSIKOLOGI%2715.pdf, diakses pada 20 September 2021

Nah, itulah saja artikel yang bisa dibagikan pada semua pembaca berkenaan dengan contoh proposal penelitian kuantitatif dari Bab 1, Bab 2, sampai Bab 3 yang bisa kalian jadikan panduan. Semoga saja memberikan wawasan bagi semua kalangan.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *