Contoh Landasan Teori Penelitian/Makalah/Karya Ilmiah

Diposting pada

Landasan TeoriLandasan teori seringkali disebut juga sebagai kerangka teoritis pada hakekatnya adalah sebuah konsep universal terkait teori apasaja yang kita gunakan dalam menganalisis hasil penelitian. Oleh sebab itulah berbagai macam landasan teori senantiasa menunjukkan pemahaman tentang konsep yang relevan dengan topik penelitian.

Sehingga konsep ini nantinya menghubungkan pada bidang pengetahuan yang lebih luas, terutama bidang penelitian yang kita ambi seperti karya tulis, skripsi, tehsis, desertasi, sampai pada makalah.

Landasan Teori

Landasan teoritias merupakan sesuatu yang ditemukan tersedia dalam literatur melalui tinjauan bacaan mendalam diharapkan mampu menganalitik yang relevan dengan rumusan masalah penelitian yang kita selidiki. Oleh karena demikian pemilihan teori harus bergantung pada kesesuaian, kemudahan penerapan, dan kekuatan penjelas.

Sedangkan menurut Bacharach (1989), landasan teori adalah penjelasan tentang perilaku, peristiwa, atau fenomena alam atau sosial. Lebih formal, teori ilmiah adalah sistem konstruksi (konsep) dan proposisi (hubungan antara konstruksi itu) yang secara kolektif menyajikan penjelasan logis, sistematis, dan koheren tentang fenomena yang menarik dalam beberapa asumsi dan kondisi batas.

Contoh Landasan Teori Penelitian

Sebagai upaya memberikan penjelasan lebih mendalam, berikut ini adalah contoh penggunaan berbagai macam landasan teori dalam karya ilmiah, baik itu makalah, skripsi, thesis, laporan penelitian, sampai dengan tugas akhir. Berikut kumpulannya;

  1. Proposal Penelitian

Proses penyusunan dan penyelesaian dalam laporan penelitian yang akan dibuat bisanya membutuhkan landasan teori yang menjadi penguat betapa pentingnya riset tersebut dilakukan. Oleh karena itulah pembuatannya bisa mengangkat point-point penting kepenulisan.

Misalnya saja dengan topik penelitian “Membuat Rancangan Radio Energy Converter dengan Memanfaatkan Energi Listri Alternatif“. Maka penulisannya;

Landasan Proposal Penelitian
  1. Rectenna (Rectifier Antenna)

Awal mula timbulnya gagasan penggunaan semikonduktor dalam konversi Frekuensi Radio ke listrik DC telah ada sejak tahun 1964 ketika W.C. Brown menemukan Rectenna (Rectifier Antenna). Ia dapat menggabungkan antenna dengan rectifier dioda untuk mentransmisikan sejumlah energi substansial tanpa kabel. Sistem beroperasi pada 2,5 GHz dan berhasil menghasilkan daya sebesar 270 W (F. Caspers, 2010). Berikut ini adalah skema sederhana dari RF/DC modul.

Landasan Teori Proposal Penelitian

  1. Antena RF

Untuk dapat menangkap frekuensi radio diperlukan antena. Antena yang umum digunakan adalah antena dengan model Loop. Bentuk antena model loop bervariasi, dapat berbentuk persegi panjang, segi empat, segitiga, elips, dsb3. Berikut adalah gambar salah satu bentuk antenna model Loop:

Landasan Teori Penulisan

  1. Makalah

Makalah adalah salah satu jenis karya ilmiah yang memang kadangkala membutuhkan landasan teori dalam sistematika kepenulisannya. Letak landasan teori dalam berbagai bentuk makalah ini berada di BAB 2. Untuk cara kenpenulisan yang bisa dilakukan, misalnya saja ketika akan menganalisis terkait topik “Berfikir Damai di Sekolah“. Maka susunan kepenulisan yang bisa dibuat sebagai berikut;

Landasan Teori Makalah
  1. Perilaku Agresi

Terdapat beberapa tokoh yang mendefinisikan pengertian perilaku agresi. Menurut Ramirez (2009) perilaku agresi merupakan fenomena kompleks yang dimunculkan dalam berbagai bentuk perilaku. Buss & Perry (1992) menyatakan perilaku agresi sebagai perilaku yang berniat untuk menyakiti orang lain baik secara fisik maupun psikologis. Harding (2006) mendefinisikan agresi adalah kecenderungan kekerasan yang dimanifestasikan dalam bentuk tindakan merusak.

MacLaren, Best & Bigney (2010) menyatakan bahwa perilaku agresi lahir untuk merespon ancaman (menurut persepsi atau yang sungguh-sungguh ada) yang berasal dari individu atau kelompok lain diluar kelompoknya. Selanjutnya, Myers (2012) menyatakan bahwa agresi merupakan perilaku dalam bentuk fisik dan verbal yang bertujuan untuk menyakiti orang lain.

  1. Berpikir Damai

Momodu (2015) mengumpulkan beberapa konsep dari kedamaian itu sendiri. Pertama konsep dari W.E.B. Du Bois yang menyebut kedamaian adalah tanggung jawab tanpa kekuasaan ejekan dan lelucon. Kedua, konsep dari Paolo Friere yang menyebut kedamaian adalah dimensi kemurahan hati yang bertujuan untuk mengikis penyebab suatu pertempuran. Kedua konsep tersebut menunjukkan bahwa pendidikan kedamaian diharapkan dapat secara perlahan mengikis konflik-konflik yang telah terjadi dan menimbulkan suatu ketenangan hati baik yang bersifat intrapersonal dan interpersonal melalui usaha pendidikan.

Tokoh lain juga mendefinisikan hakekat pendidikan kedamaian. Anand (2014) menjelaskan bahwa pendidikan kedamaian adalah suatu proses di mana individu dapat mengubah sikap dan perilakunya tentang konflik kekerasan, memperoleh nilai-nilai, pengetahuan dan mengembangkan keterampilan dan perilaku untuk hidup dalam harmoni dengan orang lain.

  1. Karya Tulis Ilmiah

Adapun untuk struktur kepenulisan landasan teori dalam karya tulis ilmiah yang biasanya dibuat sebagai penawaran solusi atas permasalahan yang terjadi. Senantiasa menyusun definisi umum atas rumusan masalah yang diajukan, dalam hal ini misalnya saja permasalahan terkait “Sampah dan Pengelolaannya“. Maka landasan teori yang dibuat sebagai berikut;

Landasan Teori Karya Tulis Ilmiah
  1. Sampah

Sampah padat menurut US. Environmental Protection Agency (2001) didefinisikan sebagai semua sampah, sludge dari instalasi pengolahan air limbah, instalasi pengolahan air atau fasilitas pengaturan polusi udara dan semua material yang dibuang dalam bentuk padat, cair, semisolid atau mengandung gas baik hasil dari aktivitas industri, komersial, pertambangan, pertanian dan masyarakat.

Menurut Kementerian Lingkungan Hidup RI (2008), kota-kota besar di Indonesia memproduksi sampah sebesar sepuluh juta ton per tahun dan dengan kenaikan 2%-4% per tahun. Sampah rumah tangga di Indonesia sebagian besar dihasilkan dari rumah tangga kemudian disusul oleh pasar tradisional (Aye dan Wijaya, 2006). Sampah rumah tangga yang dihasilkan sebagian besar didominasi oleh zat organik, kemudian kertas, metal, kayu dan sampah textil (Maniatis, et. al., 1987).

  1. Pengelolaan Sampah

Metode pengelolaan sampah secara konvensional antara lain: composting, insinerasi, pirolisis dan gasifikasi, anaerobic digestion dan refuse-derived fuel. Composting merupakan proses biodegradasi bahan-bahan organik yang terdapat dalam sampah/limbah (sampah padat serta lumpur lumpur buangan).

  1. Skripsi

Penulisan landasan teori yang dipergunakan dalam penyusunan skripsi juga demikian adanya haruslah disesuaikan dengan konsep-konsep penting yang akan dibuat. Dalam hal ini secara singkat landasan teori misalnya saja penelitian kuantitatif terkait topik penelitian “sistem pengan”

Landasan Teori Skripsi

Peringatan akan ancaman krisis pangan dimasa mendatang kepada lndonesia disampaikan oleh badan dunia FAO dan komisi pangan Inggris, dimana ancaman krisis pangan ini dinilai berdasarkan laju pertambahan penduduk yang lebih besar dari laju peningkatan produksi pangan, dikarenakan terjadinya penyusutan lahan pertanian akibat alih fungsi penggunaan lahan dan peningkatan penduduk yang tidak terkendali (Kontan, 2011). Terkait latar belakang tersebut itu penggunaan Teknologi pada Sektor pertanian sangatlah diperlukan dalam hal ini yaitu Teknologi Geographic Information System (GIS).

Tingkat kemiskinan di sektor pertanian diambil dengan menggunakan pendekatan data jumlah dan persentase penduduk miskin di desa. Jumlah penduduk miskin di desa umumnya lebih banyak dengan persentase yang lebih besar dibandingkan di kota. Jumlah penduduk miskin di perdesaan atau pada sektor pertanian 17,14 juta, Sedangkan penduduk miskin di perkotaan 10,13 juta di tahun 2014. Karena sebagian besar penduduk perdesaan bermata pencaharian di sektor pertanian, maka dapat dimaknai bahwa tingkat kemiskinan di sektor pertanian kondisinya lebih banyak dibanding di sektor lainnya (RENSTRA, 2015).

Pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahap-3 (2015-2019) pemerintah fokus untuk memantapkan pembangunan secara menyeluruh dengan menekankan pembangunan kompetitif perekonomian yang berbasis sumberdaya alam yang tersedia, sumberdaya manusia yang berkualitas dan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pentahapan RPJPN(Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional) 2005-2025 (RENSTRA, 2015).

Dalam pembangunan kompetitif perekonomian yang berbasis sumber daya alam, Indonesia sebagai negara agraris dapat memanfaatkan kekayaan alam terutama sumber daya hayati tropis yang tidak hanya sangat beragam tetapi juga unik. Keragaman dan keunikannya serta diperkuat oleh kekayaan dan keragaman budaya, disamping berperan sebagai sumber pangan dan devisa negara, juga mempunyai daya tarik dalam sektor pariwisata alam (ecotourism).

Sektor wisata pertanian ini yang kemudian populer penyebutannya menjadi Agrowisata (Agro-tourism) secara perlahan terus tumbuh dan berkembang di Indonesia (Syukur Irwantoro, 2010).

  1. Laporan PKL

Praktek Kerja Lapangan (PKL) menjadi salah satu kegiatan yang hapir sebagian di wajibkan bagi SMK ataupun mahsiswa. Dalam hal inilah untuk contoh penyusunan landasan teori yang bisa dipergunakan misalnya saja “Food Bank terkait Inovasinya“. Maka, landasan teorinya sebagai berikut;

Landasan Teori Laporan PKL
  1. Food bank

Food bank secara umum melayani lembaga amal yang lain, yang memiliki beberapa program pangan dalam aksi-aksi mereka. Beberapa diantara lembaga tersebut bahkan menjadikan program pangan sebagai misi utama mereka contohnya organisasi keagamaan, sementara sebagaian yang lain menjadikannya sebagai program pelengkap (Walters, 2010).

Bentuk food bank beragam, baik ditinjau dari tujuannya, ukurannya maupun fungsinya. Food bank dapat berbentuk pusat pengumpulan dan distribusi pangan yang besar hingga penyedia pangan untuk keadaan genting yang berukuran kecil.

  1. Inovasi

Inovasi adalah pencarian secara terarah dan terorganisasi atas perubahan yang terjadi dan di dalam analisis sistematis atas peluang, sebagian besar inovasi yang berhasil adalah yang dapat memanfaatkan perubahan (Iwantono, 2005).

Inovatif adalah bersifat memperkenalkan sesuatu yang baru; bersifat pembaruan (kreasi baru) misalnya kita mencoba memecahkan masalah pendidikan yang kronis dengan cara-cara (KBBI).

Alasan membuat landasan teori penting lantaran memperkuat penelitian yang akan kita lakukan. Dengan alasan sebagai berikut;

  1. Pernyataan eksplisit tentang asumsi teoritis memungkinkan pembaca untuk mengevaluasinya secara kritis.
  2. Kerangka teoritis menghubungkan peneliti dengan pengetahuan yang ada. Dipandu oleh teori yang relevan, kita diberikan dasar untuk hipotesis penelitian kita dan pilihan metode penelitian.
  3. Mengartikulasikan asumsi teoritis dari studi penelitian memaksa kita untuk menjawab pertanyaan tentang mengapa dan bagaimana. Ini memungkinkan kita untuk beralih dari sekadar menggambarkan suatu fenomena yang diamati menjadi generalisasi tentang berbagai aspek dari fenomena itu.
  4. Memiliki teori membantu kita mengidentifikasi batasan generalisasi tersebut. Kerangka kerja teoritis menentukan variabel kunci mana yang memengaruhi suatu fenomena yang menarik. Ini memberi tahu kita untuk memeriksa bagaimana variabel-variabel kunci itu mungkin berbeda dan dalam keadaan apa.

Berdasarkan sifat penerapannya, teori yang baik dalam ilmu-ilmu sosial bernilai sangat tepat karena memenuhi satu tujuan utama, untuk menjelaskan makna, sifat, dan tantangan dari suatu fenomena, sering dialami tetapi tidak dijelaskan di dunia di mana kita hidup, jadi agar kita dapat menggunakan pengetahuan dan pemahaman itu untuk bertindak dengan cara yang lebih terinformasi dan efektif.

Cara Membuat Landasan Teori

Berikut ini beberapa strategi untuk mengembangkan kerangka teori yang efektif:

  1. Periksa judul tesis yang akan kita susun dan masalah penelitian yang kita rumuskan. Masalah penelitian menjangkar pada seluruh penelitian kita dan membentuk dasar dari mana kita membangun kerangka teori kita.
  2. Pikirkan apa yang kita anggap sebagai variabel kunci dalam penelitian kita. Jawab pertanyaannya, faktor-faktor apa yang berkontribusi terhadap efek yang diperkirakan?
  3. Tinjau literatur terkait untuk menemukan jawaban atas pertanyaan penelitian kita.
  4. Buat daftar konstruk dan variabel yang mungkin relevan dengan penelitian kita. Kelompokkan variabel-variabel ini ke dalam kategori independen dan dependen.
  5. Tinjau teori-teori ilmu sosial utama yang kita jadikan sebagai referensi dan teori-teori yang paling dapat menjelaskan hubungan antara variabel-variabel kunci dalam penelitian kita.
  6. Diskusikan asumsi atau proposisi teori ini dan tunjukkan relevansinya dengan penelitian kita.
  7. Kerangka kerja teoritis digunakan untuk membatasi ruang lingkup data yang relevan dengan memfokuskan pada variabel-variabel spesifik dan mendefinisikan sudut pandang spesifik (kerangka kerja) yang akan diambil oleh peneliti dalam menganalisis dan menafsirkan data yang akan dikumpulkan, memahami konsep dan variabel sesuai dengan definisi yang diberikan , dan membangun pengetahuan dengan memvalidasi atau menantang asumsi teoritis.

Nah, demikianlah penjelasan yang bisa kami bagikan kepada semua pembaca berkaitan dengan contoh penulisan landasan teori dalam penelitian, makalah, karya ilmiah, skripsi, dan cara membuatnya. Semoga bisa memberikan pemahaman.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *