Contoh Artikel Eksploratif

Diposting pada

Contoh Artikel Eksploratif

Artikel adalah serangkaian bentuk gagasan ilmiah yang diangkat menyangkut kebutuhan para pembaca atau khalayak umum. Dimana untuk intisari dalam isi artikel ini bisa berupa pemaparan hasil mengenai biografi seorang tokoh, peristiwa, kisah perjalanan seseorang, argumentasi, hasil penelitian, berita terkini, dan lain sebagainya. Salah satu jenis artikel yang memang banyak ditemukan adalah artikel eksploratif.

Eksploratif dalam artikel bisanya memuat unsur tulisan ilmiah yang dipergunakan untuk keperluan pendidikan. Misalnya saja terkait dengan psikologi yang membahas tentang perkembangan manusia, dalam arti makalah sosiologi yang memberikan bahasan perubahan sosial, dan kajian lainnya.

Artikel Eksploratif

Pengertian artikel eksploratif adalah tulisan ilmiah yang berusaha mengungkapkan realitas sosial berdasarkan landasan teori yang kemudian dijadikan kajian oleh si penulis itu sendiri dalam menyikapi berbagai permasalahan yang terjadi.

Contoh Artikel Eksploratif

Adapun untuk memberikan keterangan yang lebih mendalam. Pada tulisan ini akan menguraikan tentang contoh kepenulisan untuk artikel eksploratif.

Penulisan Artikel Eksploratif

Film Berbasis Cerita Rakyat Nusantara dalam Budaya Nasional

Indonesia patut berbangga memiliki kebudayaan yang beraneka ragam dengan kualitas tinggi dan kuantitas melimpah di atas bonus demografi yang menjanjikan. Tiga belas diantara kebudayaannya diakui oleh UNESCO sebagai warisan dunia, memiliki sekitar 700 suku bangsa, sekitar 3000 tarian asli, hingga ribuan cerita rakyat yang tersebar di seluruh penjuru nusantara, Indonesia benarbenar kaya akan kebudayaan.

Dengan memegang peringkat ke 39 di tingkat dunia atas keanekaragaman budaya yang tinggi, tak berarti semua budaya Indonesia telah terdokumentasi dengan baik. Masih ada sekitar 4000 budaya Indonesia yang belum tercatat di Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya.

Masyarakat Indonesia perlu sadar, menjaga dan melestarikan kebudayaannya adalah harga mati bentuk kepeduliaan akan sumber daya ibu pertiwi. Berusaha agar budaya dalam negeri tetap eksis, mengandung originalitas makna serta senantiasa terpelihara dengan baik merupakan sikap yang sudah seyogyanya mendarah daging di urat nadi para pemuda Indonesia. Semangat menjunjung tinggi kebudayaan lokal adalah langkah strategis untuk survive di tengah derasnya arus globalisasi yang berpotensi menggerus nilai-nilai budaya lokal di tanah air.

Mari kita perhatikan bagaimana negara-negara di dunia yang maju tanpa lengah dalam menjaga kebudayaannya. Yunani yang dikenal akan mitologi Yunani Kunonya melalui buku, lukisan, hingga sejarah dewa-dewa yang difilmkan. Negara Korea dengan serial dramanya yang merepresentatifkan kehidupan masyarakatnya, promosi budaya hingga sejarah kerajaan-kerajaan yang berdiri di Negeri Ginseng tersebut. Film China yang sarat akan history dinastinya, hingga Jepang yang tak luput menyelipkan norma-norma kehidupan masyarakat dan budaya turun temurun dalam serial tv mereka. Sudah tak dapat dipungkiri film animasi dan manga dari negara Sakura tersebut menghiasi industri perfilman animasi di dunia selama bertahun-tahun lamanya.

Terdapat satu kesimpulan yang bisa ditarik berdasarkan realitas di atas. Yakni, negara-negara tersebut memanfaatkan media yang dapat menarik minat masyarakat dunia untuk tidak hanya sekedar menikmati kreatifitas mereka dalam menyajikan hiburan, tetapi juga dapat menyentuh emosional masyarakat untuk peka akan kekayaan budaya negara mereka. Media terbaik yang digunakan oleh negara-negara tersebut yakni media film. Menurut Effendi (1986;239) film diartikan sebagai hasil budaya dan alat ekspresi kesenian. Film sebagai komunikasi massa merupakan gabungan dari berbagai tekhnologi seperti fotografi dan rekaman suara, kesenian baik seni rupa dan seni teater sastra dan arsitektur serta seni musik. Film merupakan gambar yang bergerak (Moving Picture).

Film dikelompokkan ke dalam berbagai jenis, yakni berupa film cerita, film berita, film dokumenter dan film kartun (Effendy, 2003:210). Film cerita (story film) adalah jenis film yang mengandung suatu cerita yang lazim dipertunjukkan di gedung-gedung bioskop dengan bintang film tenar dan didistribusikan sebagai barang dagangan. Cerita yang diangkat menjadi topik film bisa berupa cerita fiktif atau berdasarkan kisah nyata yang dimodifikasi, sehingga ada unsur menarik, baik dari jalan ceritanya maupun dari segi artistiknya.

Salah satu kebudayaan Indonesia yang layak untuk diangkat ke dalam sebuah film layar lebar yakni cerita rakyat. Kronologis sejarah dan budaya yang panjang dalam cerita rakyat akan lebih mudah diserap oleh masyarakat Indonesia saat divisualisasikan ke dalam sebuah film. Hal ini karena film merupakan gambar bergerak yang mengandung unsur visual-audio yang lebih kuat dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat. Pertanyaannya, mengapa harus berbasis cerita rakyat?

Kenapa Harus Cerita Rakyat?

  1. Salah Satu Kebudayaan Nasional, Aset Bangsa

Cerita rakyat merupakan salah satu kebudayaan bangsa Indonesia. Dikatakan dalam sebuah pepatah, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah terbentuknya bangsa. Oleh karena itulah, sangat penting untuk dilakukan pendataan dan pelestarian cerita rakyat yang merupakan salah satu kekayaan negara Indonesia, jangan sampai cerita rakyat kurang mendapat perhatian dari berbagai pihak sehingga mudah terlupakan, hilang dari peradaban atau bahkan diklaim oleh negara lain.

  1. Memiliki Nilai Sejarah

Beberapa cerita rakyat yang beredar di bumi Nusantara dipercaya sebagai kronologis terbentuknya suatu wilayah maupun asal usul terjadinya suatu kejadian di Indonesia. Misalkan cerita rakyat “Asal Mula Nama Nagari Minangkabau” dari Sumatera Barat, yang dikisahkan mengenai peperangan antara pasukan Majapahit dengan Pasukan Pagaruyung menggunakan kerbau yang disebut manang kabau. Cerita ini dipercaya sebagai asal usul nama kota Minangkabau.

Selain itu terdapat cerita rakyat dari Jawa Timur mengenai asal mula nama kota Banyuwangi. Cerita rakyat ini mengisahkan seorang istri setia bernama Sri Tanjung yang harus menghadapi fitnah yang keji. Ia kemudian wafat dengan meninggalkan aroma wangi. Aroma wangi dari Sri Tanjung tersebut kemudian dipercaya menjadi asal mula nama dari Banyuwangi yang dikenal juga sebagai ibukota kerajaan Blambangan.

  1. Mengandung Hikmah Kehidupan, Esensi Nilai

Sangat banyak hikmah kehidupan dalam cerita rakyat yang dapat dijadikan pembelajaran dalam menjalani kehidupan di dunia. Karena pada dasarnya cerita rakyat merupakan rangkaian kronologis yang dikisahkan dialami oleh makhluk-makhluk hidup di dunia, utamanya masyarakat dalam menjalani kehidupan mereka yang menemui berbagai tantangan, dan para tokohnya mendapatkan ganjaran sesuai cara mereka dalam menghadapi persoalan dalam kehidupan mereka. Jika mereka mampu menghadapi persoalan dengan tabah, jujur dan dengan usaha yang benar, maka mereka akan mendapatkan balasan kebaikan. Begitu pun sebaliknya, mereka yang menghadapi persoalan dengan cara yang salah, maka akan mendapatkan ganjaran yang buruk.

  1. Pembentukan Identitas Karakter Masyarakat (Character Building for Indonesia Nation)

Dalam cerita rakyat dapat diperoleh esensi untuk penguatan pembinaan generasi muda dalam rangka nation dan character bulding. Pembentukan karakter masyarakat yang beridentitas baik dan berbudi luhur juga dapat terwujud apabila masyarakat nusantara mampu menyerap makna dan mengaplikasikan sikap-sikap baik dalam cerita rakyat yang tersebar di Indonesia.

Pemahaman dan nilai-nilai karakter lebih mudah terinternalisasi ke jiwa masyarakat Indonesia jika melalui media audio-visual, yakni media film, Misalkan saja sikap berani dalam menghadapi tantangan, kritis, jujur dan tabah dalam menghadapi persoalan hidup yang dapat kita lihat pada cerita rakyat “Sawerigading” dari daerah Sulawesi Selatan. Sementara sikap yang senantiasa mengembangkan ide, gagasan, memberi solusi dan sifat yang mengutamakan musyawarah untuk memperoleh mufakat dapat kita peroleh dari cerita rakyat “Legenda Bukit Kelam” dari Kalimantan Barat.

Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari pengaplikasian “Film Indonesia berbasis Ceita Rakyat” yakni:

  1. Informatif, Edukatif, bahkan Persuasif

Suatu film berbasis cerita rakyat akan memuat unsur informatif, edukatif bahkan persuasif jika digarap seoptimal mungkin dengan kerjasama berbagai pihak. Informatif berarti akan diperoleh berbagai macam informasi bermakna akan suatu hal. Informasi ini akan memperkuat pengetahuan masyarakat mengenai kondisi lingkungan, kekayaan alam dan budaya Indonesia maupun lebih mengenal negara mereka sendiri. Edukatif, berarti mangandung makna pembelajaran, baik pembelajaran dalam peningkatan kualitas hidup, pembangunan karakter diri (self-character building) hingga dalam menjalani kehidupan sosial dengan masyarakat. Dan yang terakhir persuasif yang bermakna ajakan bagi masyarakat Indonesia agar menyadari begitu penting dalam menjaga kekayaan alam dan budaya negara sendiri.

  1. Sarana Pelestarian Budaya Indonesia

Dengan pelestarian cerita rakyat melalui film, maka berbagai cerita rakyat Nusantara akan lebih awet karena Indonesia memiliki peningkatan sarana dalam melestarikannya serta sumber daya yang kompeten untuk menjaga esensinya.

  1. Media Ekpresi dan Pengembangan Seni

Disini lah keahlian seni dan artistik manusia diolah dan dieksplor sedemikian rupa sehingga menghasilkan karya-karya yang mengandung makna dan berkualitas tinggi. Dalam pembuatan film, penemuan kreatifitas, pengembangan ide cerita tanpa menggeser esensi/makna kehidupan yang terkandung dalam suatu cerita rakyat, pengoptimalan berbagai pemeran, staff maupun kru, hasil editing hingga kemampuan promosi adalah hal mutlak yang harus ada demi mencapai kesuksesan suatu karya film. Keanekaragaman budaya Indonesia bukanlah hal ringan untuk sekedar jadi sumber sejarah, budaya Indonesia, butuh perhatian lebih dari berbagai pihak dalam rangka mendongkrak eksistensi dan penguatan nilai budaya lokal yang terkandung di dalamnya.

  1. Pemberdayaan Sumber Daya Manusia, Terutama Seniman Indonesia

Animo para penggiat seni atau yang lebih dikenal dengan sebutan seniman maupun sineas di Indonesia akan lebih termotivasi dalam berdedikasi untuk penciptaan karya berbasis cerita rakyat. Selain itu, akan tercipta pemberdayaan terhadap sumber daya manusia yang terlibat dalam pembuatan karya film ini.

  1. Peningkatan Kualitas Industri Perfilman Indonesia

Industri perfilman merupakan salah satu industri kreatif yang bernilai jual tinggi di era modern ini. Pengoptimalan produksi, distribusi, maupun kualitas film nasional yang tinggi dapat menunjang devisa negara Indonesia. Oleh karena itu sudah seyogyanya pembuatan film-film berbasis cerita rakyat dimaksimalkan oleh berbagai pihak. Selain mengkatalis eksistensi di kancah global juga dapat menjadi kebanggaan bangsa dengan memperkenalkan budaya masyarakat Indonesia di kancah internasional.

“Masa lalu adalah pelajaran dan masa depan adalah harapan” merupakan pepatah yang tepat dalam merefleksikan kepedulian pemuda akan kebudayaan negeri saat ini. Mari berkaca dengan melihat kekayaan budaya sendiri untuk dicintai dan dilestarikan keberadaan dan maknanya. Besarnya kecintaan masyarakat Indonesia terhadap budaya bangsa dapat dilihat dari seberapa besar semangat dan aktualisasi mereka dalam menunjukkan aplikasi cinta dan penghargaan terhadap budaya sendiri.

Berdayakan cerita rakyat Indonesia, budayakan budaya negeri tercinta, sehingga menjadi daya tarik masyarakat dan
dunia. Karena pemberdayaan cerita rakyat yang benar dan optimal terutama dari pemuda-pemuda Indonesia, merupakan kontribusi nyata generasi muda yang dapat menginvasi kemajuan di segala sektor kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.

Itulah tadi penjelasan dan beragam contoh pembuatan artikel eksploratif yang bisa kami sajikan. Semoga memberi wawasan bagi semua pembaca yang sedang membutuhkannya.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *