Contoh Artikel Deskripsi

Diposting pada

Contoh Artikel Deskripsi

Artikel pada dasarnya haruslah ditulis dengan sistematis, artinya komposisi kontennya dimulai dengan judul, ringkasan, pengantar, metode penelitian, hasil penelitian, diskusi, dan kesimpulan. Begitipula untuk penyusunan deskripsi bab, sub bab, dan perbagiannya juga diberi nomornya.

Disisi lain, untuk salah satu jenis artikel yang familiar dikalangan masyarakat adalah artikel deskripsi dengan berbagai topik untuk kepenulisan. Misalnya saja tentang sekolah, kesehatan, pendidikan, wisata, pertanian, dan lain sebagainya.

Artikel Deskripsi

Definisi artikel deskripsi adalah karya tulis ilmiah yang menjelasakan tentang suatu problematika di masyarakat dengan memberikan penjelasan serta pengulasan solusi yang bisa dilakukan. Sehingga pembuatan dalam penulisannya dikembangkan dengan berdasarkan pada rujukan atau referensi.

Contoh Artikel Deskripsi

Sebagai penjelasan yang lebih mendalam. Untuk pembuatan dalam proses penulisan untuk jenis artikel deskripsi seperti pada contoh di bawah ini.

Penulisan Artikel Deskripsi

Batik Cerita Rakyat Kembalikan Eksistensi Sejarah

Batik merupakan harta berharga yang dimiliki oleh Indonesia. Bahkan batik termasuk salah satu maskot Indonesia. Kalau berbicara tentang Indonesia, berbicara pula tentang batik. Begitu pula sebaliknya. Sangkin berharganya batik, pada beberapa tahun silam negara tetangga, Malaysia sempat mengklaim batik sebagai miliknya. Namun dengan perjuangan keras pemerintah Indonesia mendaftarkan Batik ke dalam jajaran daftar representatif budaya tak benda
warisan manusia Unesco atau Representative List of Intangible Cultural Heritage Unesco.

Akhirnya pada tanggal 2 Oktober 2009 Unesco mengukuhkan batik Indonesia dalam daftar representatif Budaya Tak Benda Warisan Manusia yang dilaksanakan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Tanggal 2 Oktober juga diperingati sebagai Hari Batik Nasional (Andwika: 2014).

Seperti halnya batik, cerita rakyat juga merupakan harta berharga yang dimiliki Indonesia. Lewat cerita rakyat, sejarah-sejarah berkembang. Pada tahun 2014 tercatat ada 4.000 cerita rakyat di Indonesia. Sebagian cerita itu adalah cerita yang telah cukup dikenal oleh masyarakat seperti cerita Malin Kundang dari Sumatera Barat (Pambudi: 2014). Jumlah tersebut merupakan jumlah yang sudah ditemukan, belum lagi untuk cerita rakyat yang belum ditemukan.

Hal ini mengindikasi bahwa hampir setiap daerah memiliki cerita rakyat masing-masing. Sejak zaman dahulu cerita rakyat diceritakan turun temurun melalui lisan. Tradisi ini terus dilakukan karena banyak pesan moral yang dapat diambil dari cerita rakyat nusantara. Misalnya, dari kisah Malin Kundang. Kisah tersebut mengajarkan kepada anak untuk tidak durhaka kepada orang tuanya.

Ibarat keping mata uang, antara batik dan cerita rakyat seperti dua sisi keping mata uang yang kelihatannya berbeda namun mempunyai nilai sama. Dua hal tersebut merupakan khazanah budaya nusantara yang sama-sama memiliki nilai berharga. Namun dalam aplikasinya cerita rakyat tidak lebih populer dari batik. Tradisi lisan untuk menceritakan cerita rakyat nampaknya semakin hari semakin menghilang. Tidak kecil kemungkinan pada masa yang akan datang anak-anak tidak tahu lagi mengenai cerita Timun Mas, Lutung Kasarung, bahkan Keong Mas.

Bagaimana mungkin seorang generasi penerus bangsa tidak mengetahui cerita rakyat yang minimal ada di daerahnya sendiri?. Berangkat dari permasalahan tersebut, maka tulisan ini berusaha mengangkat cerita rakyat sebagai desain pada motif batik. Hal ini dimaksudkan untuk mengingatkan kembali masyarakat terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang tersirat pada cerita dan tokoh-tokoh cerita rakyat. Di samping itu juga menjaga eksistensi batik di Indonesia agar tidak diklaim kembali oleh negara tetangga.

Batik Cerita Rakyat

Seperti diketahui, batik di Indonesia memiliki banyak motif. Keragaman motif batik tersebut bersumber dari kekayaan seni budaya Indonesia. Di Jawa, misalnya Kota Surakarta, memiliki motif batik yang digolongkan menjadi: (1) motif batik klasik; (2) motif batik pengembangan; dan (3) motif batik campuran antara klasik dan pengembangan (Nugroho 2013:246). Lain di Jawa, lain di luar Jawa. Sumatera Barat, misalnya. Di daerah ini terdapat beberapa jenis batik yang memiliki motif yang berbeda. Batik-batik tersebut yaitu batik Tanah Liek, batik Arang, dan batik Sulam Bayang dan Sulam Aplikasi. Batik Tanah Liek memiliki motif kuda laut, burung hong, dan sejumlah motif-motif Cina.

Saat ini diperkanalkan kembali motif-motif tradisi Minangkbau seperti motif Siriah dalam carano, kaluak paku, kuciang lalok, patuang kayu, tari piring, kipas. Motif batik Arang dikembangkan dari filosofi hiasan Minangkabau yang berwarna hitam. Batik Sulam Bayang dan Sulam Aplikasi menggunakan motifmotif tradisional, motif tumbuhan dan binatang laut seperti motif terumbu karang, rumputan laut dan sejenis ikan (Herwandi 2016:600-614).

Motif-motif batik yang ada di daerah-daerah tersebut kemudian ditambahkan dengan motif cerita rakyat. Pada pengaplikasinnya, semua cerita rakyat dapat dijadikan motif batik, namun dalam tulisan ini hanya dibahas tentang contoh motif batik cerita rakyat dari Jawa Tengah dan Sumatera Barat, cerita yang terkandung di dalamnya, dan pesan moral yang dapat diambil dari cerita tersebut.

Motif Batik Cerita Rakyat Jawa Tengah

Ada beragam cerita rakyat di Jawa Tengah. Dalam kesempatan ini, salah satu contoh yang akan dijadikan objek batik cerita rakyat adalah cerita Jaka Tarub. Tentunya cerita tentang Jaka Tarub tidak asing lagi di kalangan masyarakat, tapi siapa yang bisa menebak seberapa panjang umur cerita Jaka Tarub apabila tidak dilestarikan. Maka dari itu melalui batik cerita rakyat ini sejarah-sejarah Jaka Tarub akan terlestarikan kembali.

Setelah mengetahui rangkaian cerita Jaka Tarub, diambillah satu adegan yang menjadi inti lakon dan yang menjadi ciri khas cerita tersebut. Dalam cerita ini yang dapat dijaikan motif batik adalah adegan saat tujuh bidadari mandi di
sungai.

Motif Batik Cerita Jaka Tarub
Motif Batik Cerita Jaka Tarub

Cerita rakyat tersebut memiliki nilai moral utama yaitu kejujuran. Setiap hubungan harus dilandasi dengan kejujuran. Apabila jujur tidak dimiliki oleh seseorang, maka bisa saja seseorang atau sesuatu yang kita miliki akan hilang oleh karena ketidakjujuran yang kita lakukan.

Motif Batik Cerita Rakyat Sumatera Barat

Cerita rakyat di daerah Sumatera Barat tidak kalah menarik dengan cerita rakyat yang ada di Jawa Tengah. Satu cerita yang amat dikenal adalah cerita Malin Kundang.

Motif batik yang dapat digambarkan dari cerita rakyat Malin Kundang yaitu adegan saat Malin Kundang kembali dari tanah perantauan dan tidak mengakui ibunya sendiri.

Motif Batik Cerita Malin Kundang
Motif Batik Cerita Malin Kundang

Kisah tragis Malin Kundang dalam motif batik cerita rakyat tersebut memiliki pesan moral yang amat dalam. Bahwa sejatinya manusia yang terlahir dari rahim seorang ibu tidak sepantasnya durhaka kepada orang tuanya, terutama
sang ibu.

Simpulan

Batik dan cerita rakyat adalah harta berharga yang dimiliki oleh Indonesia. Keduanya bagaikan kepingan mata uang, sama-sama memiliki nilai budaya yang patut dilestarikan. Batik semakin dibanggakan oleh masyarakat Indonesia, namun berbeda dengan cerita rakyat. Semakin lama hanya sedikit cerita rakyat yang diturunkan melalui lisan. Maka dengan adanya batik cerita rakyat menjadi solusi yang tepat untuk melestarikan kembali cerita rakyat di Indonesia.

Saran

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk tetap melestarikan budaya lokal, tapi tanpa adanya kreativitas budaya lokal tersebut akan semakin menghilang seiring perkembangan zaman. Maka, diperlukan adanya kreativitas anak muda dan dukungan dari berbagai pihak agar warisan budaya yang dimiliki oleh Indonesia tetap dapat terlestarikan dengan baik dan dapat dinikmati oleh anak, cucu kita kelak.

Daftar Pustaka

Herwandi, L. 2016. “Industri Batik di Sumatera Barat (Perspektif Sejarah): Kebutuhan Pasar Besar namun Kemampuan Produksi Kecil”. Prosiding Seminar Nasional. 1(1): 600-614

Nugroho, S., Muhammad, A. J. P., Kuwato. 2013. “Desain Wayang pada Batik Rakyat Eks-Karesidenan Surakarta yang Bernilai Jual dan bermuatan Edukatif”. Jurnal Seni Budaya.

Dari tulisan yang dikemukakan, setidaknya perlu dipahami bahwa untuk penulisan karangan deskripsi diperlukan struktur yang jelas. Mulai dari bahwan pembukaan, latar belakang permasalahan, isi dan pembahasan, penutup, serta saran. Hal ini dilakukan agar para pembaca menjadi paham terkait dengan deskripsi permasalahan serta solusi yang kemudian bisa di tawarkan.

Itulah tadi penjelasan yang bisa dikemukakan pada semua pembaca berkenaan dengan beragam contoh penulisan artikel deskripsi. Semoga memberi wawasan dan edukasi.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *