Contoh Penelitian Eksploratif

Diposting pada

Contoh Eksplorasi
Penelitian eksploratif adalah proses menyelidiki masalah yang belum diteliti atau bahkan diselidiki secara menyeluruh di masa lalu. Jenis metode penelitian eksplorasi ini biasanya dilakukan untuk memiliki pemahaman yang lebih baik tentang masalah yang ada, tetapi biasanya tidak mengarah pada hasil yang konklusif. Oleh karena itulah terbagi menjadi dua, yakni deskriptif dan eksplanatif.

Penelitian Eksploratif

Penelitian eksplorasi bisa dikatakan sebagai proses penelitian bervariasi sesuai dengan temuan data baru atau wawasan. Juga disebut sebagai penelitian interpretatif dengan pendekatan grounded theory, hasil penelitian ini memberikan jawaban atas pertanyaan seperti apa, bagaimana dan mengapa.

Bahkan si peneliti menggunakan penelitian eksplorasi dapat mencoba untuk mendapatkan keakraban dengan fenomena yang ada dan memperoleh wawasan baru ke dalamnya untuk membentuk masalah yang lebih tepat. Hal ini dimulai berdasarkan ide umum dan hasil penelitian digunakan untuk mencari tahu masalah terkait dengan topik penelitian.

Penelitian Eksploratif Menurut Para Ahli

Adapun definisi penelitian eksploratif menurut para ahli, antara lai:

  1. Yusuf (2017), Penelitian eksploratif adalah sebagai penelitian yang dilakukan melalui penelusuran, terutama dalam pemantapan konsep yang akan digunakan dalam ruang lingkup yang penelitian yang lebih luas dengan jangakauan konseptual yang lebih besar. Dalam melakukan eksplorasi, konsep yang matang menjadi goal (tujuan) dalam penelitian dan jangakauan konseptual yang lebih luas.
  2. Morissan (2017), Definisi eksplorasi adalah sebagai penelitian awal yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai suatu topik penelitian yang akan diteliti lebih jauh.

Contoh Penelitian Eksploratif

Contoh Penelitian Eksploratif
Penelitian Eksploratif

Dalam upaya memberikan gambaran secara luas berkaitan dengan penggunaan dalam metode penelitian eksploratif yang bisa dibuat dalam menyusun makalah, karya tulis ilmiah, bahkan tugas akhir seperti skripsi. Maka berikut ini topik kajian yang bisa dilakukan. Misalnya saja mengangkat tema terkait dengan topik penelitian;

Papan Partikel Berbahan Dasar Limbah Kulit Buah Nangka

Setelah kalian membuat latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, tinjauan pusataka, dan metodologi penelitian. Maka selanjutnya mengangkapkan hasil dengan menggunakan metode dalam ciri penelitian eksploratif. Contoh kepenulisannya sebagai berikut;

Contoh Penulisan Penelitian Eksploratif

Potensi Kulit Buah Nangka sebagai Papan Partikel

Pengolahan buah nangka selama ini banyak diolah menjadi keripik buah, sari buah, dodol, manisan, sirup, selai, dan pasta. Buah nangka tersebut menghasilkan limbah yang nilainya mencapai 65-80% dari berat keseluruhannya. Kulit buah nangka memiliki kandungan selulosa yang cukup tinggi. Menurut Wulandari (2015), kulit buah nangka memiliki kandungan selulosa ± sebesar 40 %.

Selulosa merupakan komponen utama penyusun dinding sel tanaman dan hampir tidak pernah ditemui dalam keadaan murni di alam melainkan berikatan dengan lignin dan hemiselulosa membentuk lignoselulosa (Lynd.L.R. 2002).

Bahan lignoselulosa yang ada pada bagian tanaman merupakan bahan baku dalam pembuatan papan partikel. Dengan kadar selulosanya yang cukup tinggi, kulit buah nangka sangat berpotensi digunakan sebagai bahan baku alternatif pembuatan papan partikel

Proses Pembuatan Papan Partikel dari Kulit Buah Nangka

Proses pembuatan papan partikel dari kulit buah nangka dilakukan dengan tahapan sebagai berikut :

  1. Persiapan Partikel

Bagian dari buah nangka yang akan digunakan sebagai bahan dasar pembuatan papan partikel yakni kulit luar buah Artocarpus heterophyllus, atau yang dikenal dengan istilah exocarpium atau epicarpium. Yakni berupa lapisan kulit terluar buah yang tipis, tetapi kuat atau kaku seperti kulit dengan permukaan yang licin (Rifai,1976).

Kulit buah nangka sebagai bahan baku dibersihkan dari kotoran. Kulit buah nangka kemudian dimasukkan ke alat pencacah untuk dihancurkan hingga berbentuk partikel-partikel. Partikel yang dihasilkan kemudian diberi perlakuan dengan perendaman didalam air selama 24 jam. Setelah direndam partikel dikeringkan sampai kadar air sesuai standar.

Partikel dikeringkan hingga kadar air yang terdapat pada kulit buah nangka menjadi sedikit sehingga tekstur kulit buah tersebut kaku, kering dan cocok untuk proses pengempaan bahan dasar papan partikel (kadar air maksimal ± 13%).

Semakin sedikit kadar air yang terkandung pada bahan dasar, maka semakin efektif proses pengempaan papan partikel, hal ini dikarenakan minimnya faktor penghalang (kuantitas air yang terkandung) dalam penyatuan partikel-partikel menjadi ikatan yang lebih erat dan kuat.

  1. Pencampuran Partikel dengan Perekat

Partikel yang telah dikeringkan dicampur dengan perekat Isosianat (jenis H3M ataupun jenis H7) sesuai dengan perbandingan berat jenis yang di inginkan. Perekat isosianat merupakan perekat yang disarankan karena memiliki sifat yang ramah lingkungan, curing (memadat) pada suhu rendah serta tidak mengeluarkan gas emisi formaldehida.

Semakin tinggi kadar perekat yang digunakan maka kualitas papan komposit yang dihasilkan semakin baik. Namun karena pertimbangan biaya produksi, biasanya kadar perekat yang digunakan pada industri papan komposit tidak lebih dari 12% (Massijaya 1997).

Pembuatan Papan Partikel

Papan partikel dibuat sesuai ukuran yang ditentukan, melalui tahapan kegiatan sebagai berikut :

  1. Pencampuran Perekat dan Partikel

Partikel-partikel kulit buah nangka yang telah diberi perlakuan dan memenuhi standar kemudian dicampur dengan perekat dalam blender drum pencampur. Perekat Isosianat disemprotkan ke dalam blender dengan menggunakan spray gun sesuai dengan perbandingan berat jenis dan volume dari bahan dasar (partikel-partikel kulit buah nangka) yangakan digunakan.

  1. Pembentukan Lembaran (Mat Forming)

Pembentukan lembaran dilakukan dengan menghamparkan partikel yang sudah dicampur dengan perekat pada cetakan yang telah ditentukan besarannya terlebih dahulu. Penghamparan dilakukan secara merata pada setiap sisi pada wadah cetakan.

  1. Pengempaan

Sesudah lembaran terbentuk langkah selanjuntnya yakni memasukkan wadah yang berisi partikel-partikel tersebut ke dalam mesin kempa panas (hot press) dan dilakukan pengempaan. Lama waktu dan besar tekanan yang digunakan pada proses pengempaan bergantung dari kerapatan dari papan partikel yang dikendaki.

  1. Pengkondisian

Setelah pengempaan, keluarkan papan partikel dan diamkan pada suhu ruangan sampai papan menjadi dingin dengan sendirinya. Pengkondisian biasanya berlangsung selama 10 hari, lama pengkondisian dapat pula dipengaruhi oleh kuantitas dari bahan-bahan dasar yang digunakan.

Pengkondisian ini bertujuan agar partikel-partikel yang mengalami pengempaan dapat beradaptasi pada suhu ruang, menetralkan ikatanikatan antar partikel hingga memberikan kesempatan kepada partikelpartikel untuk terjaga dari perubahan suhu ruang yang tak menentu setelah proses pengempaan sebelum akhirnya papan partikel diberi perlakuan terakhir berupa pengolahan sekunder.

Pengolahan sekunder adalah tahap dimana papan partikel yang telah jadi dapat diberi material tambahan yang berfungsi sebagai pelapis papan partikel yang dapat melindungi papan partikel tersebut dari berbagai macam tekanan dan gangguan (seperti goresan, jamur hingga air), selain itu dapat pula meningkatkan nilai estetika dari produk papan partikel.

Setelah itu papan kemudian ditumpuk menggunakan sticker. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan tegangan-tegangan dalam papan sesudah pengempaan dan memberikan waktu tambahan untuk pengerasan perekat Adapun skema proses pembuatan papan partikel dari kulit buah nangka dapat dilihat pada gambar berikut:

Keunggulan Papan Partikel dari Kulit Buah Nangka

Nangka merupakan salah satu buah yang banyak ditanam di daerah tropis khususnya di Indonesia. Tanaman nangka berbuah sepanjang tahun sehingga mampu menghasilkan buah yang sangat banyak. Menurut Kementerian Pertanian Indonesia (2014) produksi nangka di Indonesia dalam tiga tahun terakhir dari 2011-2013 berturut-turut mencapai 654.808, 663.930, dan 586.356 ton.

Daging buah dan biji buah nangka muda maupun matang, semuanya dapat dikonsumsi atau dimanfaatkan, kecuali kulit buah nangka. Sehingga kulit buah nangka selama ini menghasilkan limbah yang cukup banyak.

Papan partikel dari kulit buah nangka adalah sebuah inovasi dalam upaya memanfaatkan limbah kulit buah nangka. Limbah kulit buah nangka digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan papan partikel sehingga diharapkan inovasi tersebut mampu mengurangi limbah kulit buah nangka yang dapat mencemari lingkungan.

Produksi papan partikel dari kulit buah nangka memiliki keunggulan yaitu dapat meningkatkan nilai ekonomi dan ekologi dari papan partikel itu sendiri karena bahan bakunya melimpah yang berupa limbah sehingga dapat mengurangi biaya pembelian bahan baku dan penggunaan kayu.

Buah nangka mengandung banyak getah (latek) yang berwarna putih dan bersifat sangat lengket (Rukmana, 1997). Masyarakat umumnya menggunakan getah nangka sebagai alat perekat karena dalam getah nangka terdapat kandungan resin.

Bahan kimia yang berpengaruh terhadap papan partikel yang dihasilkan adalah zat ekstraktif. Zat ekstraktif berupa resin berpengaruh positif terhadap perekatan papan partikel karena dapat menambah kekuatan ikatan lembaran sehingga dapat mengurangi penggunaan bahan perekat (Silitonga et al. Dalam Kemal Idris, 1994).

Dengan adanya kandungan resin yang terdapat dalam kulit buah nangka sehingga memberikan keunggulan pada papan partikel yang dihasilkan karena dapat menjadi bahan perekat pada produksi papan partikel.

Judul Penelitian Eksploratif

Sebagai ulasan tambahan, berikut ini adalah serangkaian contoh judul yang bisa dipergunakan dalam penelitian eksploratif, antara lain;

Contoh Judul Eksploratif
Judul Disiplin Ilmu
Etos kerja masyarakat Baduy di Provinsi Banten Sosial/Sosiologi
Penelitian Eksploratif Perilaku Social Distancing di Kalangan Ojek Online Dalam Pencegahan Covid 19 (Studi Kasus: Jakarta Barat, Ibukota Jakarta) Kesehatan
Pendekatan Eksploratif untuk Meningkatkan kemampuan Pelajaran Fisika dalam Memotivasi Belajar SMA Negeri 1 Surakarta Pendidikan
Eksploratif Kesehatan Masyarakat Desa Banjar Rejo, Kecamatan Sungai Menang, Provinsi Sumatra Selatan Pasca Melahirkan Kebidanan

Cara Membuat Penelitian Eksploratif

Berikut ini langkah-langkah yang bisa kita lakukan dalam penelitian eksploratif yang ada dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan, antara lain:

  1. Identifikasi masalahnya

Prosedur ini dijalnakan guna mencari tahu akar rumusan permasalah yang apa ingin kita atasi. Identifikasi ini bisa dilakukan dengan terlebih dahulu memahami project penelitian yang akan di jalankan. Misalnya saja dengan terlebih dahulu melakukan pra survai penelitian.

  1. Buatlah hipotesis

Selanjutnya, ialah langkah dalam membuat hipotesis penelitian, prosedur ini sejatinya akan memberikan arahan untuk penelitian kita. Kemudian kita dapat menyangkal atau membuktikan hipotesis berdasarkan hasil dari studi kita.

  1. Pilih metode penelitian

Kita dapat menggunakan satu atau lebih dari satu metode (dijelaskan di depan) untuk melakukan penelitian. Misalnya saja bisa menggunakan eksploratif dengan pendekatan penelitian kuantitatif atau bahkan dengan pendekatan penelitian kualitatif, dalam contoh judul diatas ada yang menggabungkan dengan studi kasus.

  1. Melakukan Penelitian

Tapan selanjutnya ialah meluangkan waktu yang baik untuk menjelajahi berbagai sumber penelitian yang akan di ambil selain itupula penelitian haruslah memastikan dan tidak melewatkan aspek penelitian yang akan dilakukan.

  1. Analisis hasilnya

Setelah melakukan penelitian, kita harus menganalisis hasilnya untuk mendapatkan jawaban apakah hipotesis kita diterima atau ditolak, atau dengan kata lain, hasil analisis berguna untuk menunjukkan hasil hipotesis kita benar atau salah.

Nah, itulah artikel yang bisa kami sajikan pada segenap pembaca berkenaan dengan ragam contoh kepenulisan penelitian eksploratif dan cara menuliskannya. Semoga bisa memberi pemahaman bagi kalian yang membutuhkannya.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *