Contoh Penelitian Dasar

Diposting pada

Contoh Metode Penelitian Dasar

Pengetahuan atas beragam ilmu yang sudah diperoleh dalam studi, hakekatnya senantiasa dipergunakan untuk memberikan perluasan melalui riset secara mendasar dengan menggunakan landasan teori dari topik penelitian terntentu.

Meski demkian, tak khayal diantara kita kurang kadangkala kurang begitu memahami bagimana contoh penelitian dasar yang melibatkan proses mengumpulkan guna mengembangkan dan meningkatkan teori. Oleh karena itulah artikel ini akan mencoba menjelaskannya.

Penelitian Dasar

Penelitian dasar (basic research) juga disebut penelitian murni (pure research ) dan penelitian fundamental merupakan jenis metode penelitian yang dilakukan untuk memperoleh pengetahuan yang lebih baik tentang fenomena alam yang aplikasinya memiliki manfaat dalam waktu dekat atau bahkan setelah waktu yang lama.

Alasannya karena sifatnya dikatakan mendasar memiliki beberapa ciri-ciri sebagai berikut;

  1. Mencari generalisasi
  2. Bertujuan untuk proses dasar
  3. Berusaha menjelaskan mengapa sesuatu terjadi
  4. Berusaha mendapatkan semua fakta
  5. Laporan dalam bahasa teknis topik

Penelitian Dasar Menurut Para Ahli

Adapun definisi dalam jenis penelitian dasar menurut para ahli, yaitu;

  1. LIPI, Pengertian penelitian dasar adalah penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan ilmiah atau untuk menemukan bidang penelitian baru tanpa tujuan praktis tertentu. Hal itu berarti bahwa kegunaan hasil penelitian tidak segera digunakan, tapi untuk waktu jangka panjang akan digunakan.
  2. Legal Information Institute, Penelitian dasar ialah studi sistematis yang diarahkan pada pengetahuan atau pemahaman yang lebih besar tentang aspek-aspek fundamental dari fenomena dan fakta-fakta yang dapat diamati tanpa penerapan spesifik terhadap proses atau produk tertentu.

Contoh Penelitian Dasar

Adapun untuk contoh kepenulisan dalam penelitian dasar misalnya saja terkait dengan topik penelitian dalam menemukan pendidikan yang keratif. Penemuan atas kreatifitasan edukasi ini bisa menjadi dasar penyusunan kurikulum yang sesuai dengan kondisi dan perkembangan masyarakat.

Topik penelitian yang diambil ialah EDUKASI KREATIF dengan lebih mengangkat pada kondisi sosial dan budaya yang ada dalam masyarakat. Maka, hasil penelitian atas landasan teori dalam penulisan riset ini antara lain;

Penelitian Dasar

Salah satu kesenian menarik adalah seni musik yang dimiliki Indonesia sebagai negeri yang kaya akan seni dan kreatifitas. Perkembangan dunia musik pun sudah tidak kalah dengan perkembangan teknologi. Banyak masyarakat luas yang berlomba-lomba membuat alat musik buatan mereka sendiri. Mulai dari aplikasi alat musik di smartphone dan lain sebagainya. Surabaya menjadi salah satu kota dengan penduduk terpadat se-Indonesia pada tahun 2015 sebesar 2.923.389 jiwa (Dinas Pendidikan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya: 2015). Jumlah anak-anak yang terdata sebesar 2.310 anak. (Suyanto 2003:57). Mereka adalah anak-anak putus sekolah karena faktor ekonomi.

Sebagian besar dari mereka lebih memilih bekerja daripada sekolah, karena uang jauh lebih penting daripada ilmu. Anak-anak jalanan mempergunakan waktunya untuk bekerja, mengamen kesana-kemari. Padahal, membiarkan anak jalanan sebagai bagian dari komunitas anak rawan yang bekerja, dalam rentang waktu yang cukup panjang di jalanan dengan kondisi lingkungan yang keras, tanpa perlindungan memadai, sesungguhnya adalah melanggar hak-hak dasar anak (Imam Zaini: 2008)

Pada contoh kepenulisan dalam penelitian dasar yang telah disebutkan, menunjukan bahwa terdapat studi kasus yang lebih mendekatkan pada pertumbuh kembangan anak-anak di wilayah Kota Surabaya dalam menemukan musik sebagai pendidikan keratif yang harus dilakukan pemerintah.

Selain menunjukan hasil penelitian tentang pendidikan keratif juga disertakan teknik analisis data yang apik dengan mengambil dari berbagai sumber-sumber skunder. Sehingga bagi siapapun yang akan melakukan riset ini sejatinya pula harus menyertakan data.

Judul Penelitian Dasar

Meski dalam struktur kepenulisan penelitian dasar mengerucut pada pendidikan, tak dipungkiri bahwa riset ini juga penting dilakukan dalam disiplin ilmu pengetahuan. Baik kesehatan, sosial, pertanian, psikologi, dan lain sebaginya. Oleh karena itulah berikut contoh judul-judul yang bisa menjadi panduan;

No Judul Penelitian Dasar Disiplin Ilmu
1 Faktor yang Mempengaruhi Kecerdasan Setiap Siswa di SMA 01 Semarang Pendidikan
2 Strategi Pengemis dan Pengamen dalam Pempertahankan hidup Sosiologi
3 Kesadaran Hukum Anak Jalanan dalam Membuang Sampah Hukum
4 Faktor yang Mempengaruhi Perokok Kesehatan
5 Keanekaragaman Genetik Durian di Jawa Barat Biologi
6 Pembayaran Jasa Lingkungan Wisata Alam Sebagai Alternatif Pemberdayaan Ekonomi Ekonomi
7 Studi Pemetaan untuk Pengentasan Kemiskinan pada Level Pedesaan Statistika
8 Transfer Kemiskinan Antargenerasi di Wilayah Jawa Tengah Sosial
9 Model Pendidikan Konsumen dalam Upaya Meningkatkan Keberdayaan Masyarakat Pendidikan
10 Kombinasi Antara Olahraga, Konsumsi Teh Hijau dan Buah Tin Ekologi
11 Sagon Multigizi dari Tepung Komposit Berbasis Sukun, Kacang Hijau, dan Beras Ilmu Gizi
12 Pengaruh Pertanian Padi Organik terhadap Sawah Pertanian
13 Pengembangan Agribisnis Sapi Perah Agribisnis
14 Kreasi Pengetahuan Kontekstual untuk Inovasi Agroindustri Pertanian
15 Karakteristik Biofisik Agroforestry Di Hutan Rakyat Pertanian

Dari judul-judul yang telah disbutkan dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan dapatlah dikatakan jikalau sejatinya pada proses pembuatannya selalu lebih basic di bandingkan aplikasi lebih lanjut. Hal inilah sejatinya untuk menjadi penjelas sekaligus pembeda antara penelitian dasar dan terapan.

Jika basic dibuat secara dasar yang menjadi pondasi dalam penelitian terapan

Cara Membuat Penelitian Dasar

Berikut ini langkah-langkah mendasar dalam proses penelitian, yaitu:

  1. Menentukan Masalah penelitian

Rumusan masalah penelitian adalah pernyataan tentang bidang yang menjadi perhatian dan pertanyaan untuk perbaikan kondisi, penghapusan kesulitan, atau pertanyaan ilmiah yang ada dalam literatur, teori, atau praktik ilmiah, yang mengarah pada pemahaman yang bermakna dan kebutuhan yang disengaja.

Fungsi rumusan masalah penelitian adalah pertanyaan yang menjawab masalah tertentu. Memilih masalah atau pertanyaan penelitian adalah komponen penting dari penelitian kuantitatif dan kualitatif. Masalah dalam penelitian secara umum merupakan fakta bahwa kitaa ingin belajar secara mendalam untuk mengetahui lebih banyak tentang hal itu.

  1. Membuat Layout Proyek Penelitian

Langkah ini berfokus pada pembuatan rencana penelitian atau pendekatan komprehensif tentang bagaimana kita akan menyelesaikan masalah penelitian yang diidentifikasi dengan membuat kerangka kerja atau cetak biru (blue print) rencana penelitian atau metodologi untuk melakukan proyek penelitian tersebut.

Ini menguraikan proses yang diperlukan untuk mendapatkan informasi yang diperlukan, dan tujuannya adalah untuk membuat studi yang menguji hipotesis yang menarik, menentukan jawaban yang mungkin untuk pertanyaan penelitian, dan menyediakan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan.

Layout Proyek Penelitian ini melibatkan langkah-langkah berikut:

  • Mempelajari literatur yang ada atau analisis data sekunder.
  • Memutuskan penelitian Kualitatif atau Kuantitatif.
  • Menentukan informasi yang diperlukan untuk penelitian.
  • Mengukur dan menskalakan metode penelitian.
  • Desain kuesioner.
  • Proses sampel dan ukuran sampel.
  • Rencana analisis data.
  1. Pengumpulan Data

Ketika Layout proyek penelitian telah disusun, studi yang sebenarnya dimulai dengan metode pengumpulan data. Pengumpulan data merupakan langkah penting dalam memberikan informasi yang dibutuhkan untuk menjawab pertanyaan penelitian.

Setiap studi mengumpulkan beberapa jenis data untuk menjawab pertanyaan penelitian, apakah itu dari literatur yang ada atau data dapat dikumpulkan dalam bentuk metode survei, menggunakan kuesioner, observasi atau literatur.

Peneliti akan mengumpulkan data dua kali atau lebih dalam program penelitian. Setelah data terkumpul, peneliti siap melakukan langkah selanjutnya dari proses penelitian, yaitu analisis data.

  1. Analisis Data

Setelah mengumpulkan cukup data dan informasi untuk studi penelitian, peneliti akhirnya memiliki data untuk dianalisis sehingga pertanyaan penelitian dapat dijawab. Dalam perencanaan operasional, peneliti menentukan bagaimana data akan dianalisis.

Hasil teknik analisis data ini kemudian ditinjau dan diringkas dengan cara yang berkaitan langsung dengan menjawab pertanyaan penelitian.

  1. Melaporkan Temuan Penelitian

Laporan penelitian adalah makalah tertulis atau pidato persiapan yang menggambarkan hasil penelitian kualitatif atau kuantitatif atau keduanya. Laporan penelitian adalah hasil penyelidikan ilmiah, penjelasan singkat tentang penelitian yang dilakukan. Badan utama pelaporan temuan penelitian pada dasarnya meliputi:

  1. Pendahuluan
  2. Temuan
  3. Kesimpulan
  4. Rekomendasi

Itulah tadi uraian yang bisa kami bagikan pada segenap pembaca. Berkenaan dengan contoh penelitian dasar dan cara membuatnya. Semoga bisa memberikan edukasi serta referensi bagi kalian yang saat ini sedang membutuhkannya.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *