Pengertian Validitas Prediktif dan Contohnya

Diposting pada

Validitas Prediktif Adalah

Validitas memiliki peranan penting dalam arti penelitian, lantaran dapat membantu menentukan jenis tes yang akan dipergunakan oleh si peneliti serta mampu membantu memastikan peneliti menggunakan metode penelitian yang tidak hanya etis, dan hemat biaya, tetapi juga metode yang benar-benar mengukur ide atau konstruksi yang dimaksud.

Oleh karena itulah jenis validitas yang basanya dipergunakan dalam penelitian kuantitatif, salah satunya ialah validitas prediktif yang termasuk validitas kriteria.

Validitas Prediktif

Dalam telaah ilmu statistik dan statistika istilah validitas prediktif yang dalam Bahasa Inggris dikenal dengan predictive validity senantisa mengacu pada sejauh mana validitas menggunakan skor pada beberapa skala data atau arti tes untuk memprediksi nilai variabel penelitian lain di masa mendatang, sehingga mampu memberikan definisi terkait dengan prediksi perilaku masa depan.

Pengertian Validitas Prediktif

Validitas prediktif adalah jenis validitas khusus dipergunakan menjawab pertanyaan terkait dengan penilaian tentang alat pengukuran apa yang dimaksudkan untuk diukur dan dapatkah hasilnya digunakan untuk memprediksi hal-hal tentang topik penelitian tertentu.

Sehingga atas dasar inilah validitas prediksi ditentukan dengan menghitung koefisien korelasi antara hasil penilaian dan perilaku yang ditargetkan selanjutnya. Artinya jikalau semakin kuat korelasi antara data penilaian dan perilaku target, semakin tinggi tingkat validitas prediksi yang dimiliki penilaian tersebut. Sebaliknya, korelasi yang lemah antara data penilaian dan perilaku target menunjukkan rendahnya tingkat validitas prediktif.

Contoh Validitas Prediktif

Adapun untuk contoh validitas prediktif, diantaranya yaitu;

  1. Riset Pasar

Prihal ini misalnya saja ada sebuah perusahaan melakukan tes pra-kerja dengan mengajukan 40 pertanyaan untuk semua individu yang mereka pekerjakan dan kemudian menilai produktivitas karyawan satu tahun kemudian. Jika ada tingkat korelasi yang tinggi antara skor pada tes dan produktivitas karyawan, maka kita dapat mengatakan bahwa tes tersebut valid untuk memprediksi produktivitas individu di masa depan.

  1. Psikologi

Misalnya saja ada peneliti melakukan tes IQ kepada 100 individu dan kemudian melacak pendapatan tahunan individu tersebut 10 tahun kemudian.

Artinya jikalau ada tingkat korelasi yang tinggi antara skor pada tes IQ dan pendapatan tahunan individu, maka peneliti dapat mengatakan bahwa menggunakan tes tersebut untuk memprediksi pendapatan individu di masa depan adalah sah.

  1. Penelitian

Adanya seorang pelatih pribadi dapat melakukan tes kebugaran untuk pemula NBA dan kemudian mencatat poin rata-rata per game yang dicetak oleh para pemain selama lima tahun berikutnya di liga.

Jika ada korelasi tingkat tinggi antara skor pada tes kebugaran dan poin rata-rata per game yang dicetak oleh para pemain, maka pelatih pribadi dapat mengatakan bahwa menggunakan tes tersebut untuk memprediksi poin masa depan per permainan pemain adalah sah.

  1. Pekerjaan

Prihal ini misalnya saja sangat umum bagi pemberi kerja untuk meminta pelamar menyelesaikan penilaian kepribadian sebagai bagian dari proses lamaran kerja. Ini mungkin tidak selalu tampak jelas bagi pelamar, tetapi banyak lamaran online akan menyertakan serangkaian pertanyaan yang dirancang untuk menilai berbagai ciri kepribadian.

Mari kita gunakan ciri kepribadian conscientiousness (kesadaran) sebagai contoh. Karena kesadaran berkorelasi positif dengan hal-hal seperti kejujuran, ketepatan waktu, dan keterampilan organisasi yang baik, masuk akal jika pemberi kerja ingin mempekerjakan orang dengan sifat-sifat tersebut.

Jika penilaian kepribadian yang digunakan dalam proses lamaran tidak secara akurat mengukur kesadaran pelamar, maka hasil penilaian tidak akan memberikan informasi yang memiliki nilai prediksi bagi manajer perekrutan.

  1. Pendidikan

Contohnya saja seperti seorang peneliti ingin mengetahui seberapa baik beberapa ujian masuk perguruan tinggi dapat memprediksi nilai rata-rata nilai siswa semester pertama. Jika ada korelasi yang tinggi antara skor ujian masuk dan IPK semester pertama, kemungkinan ada validitas prediktif antara kedua variabel ini.

Dengan kata lain, skor yang diterima siswa pada ujian masuk perguruan tinggi tertentu ini merupakan prediksi terhadap IPK yang kemungkinan akan mereka terima selama semester pertama di perguruan tinggi.

Misalnya, siswa yang mendapat nilai tinggi pada ujian masuk juga cenderung mendapatkan IPK tinggi selama semester pertama mereka. Sebaliknya, siswa yang mendapat nilai rendah pada ujian masuk cenderung mendapatkan IPK rendah selama semester pertama mereka.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa validitas prediktif menjadi salah satu bentuk validitas kriteria yang mampu mengukur sejauh mana konsep, kesimpulan, atau pengukuran beralasan dan kemungkinan sesuai secara akurat dengan dunia nyata.

Sehingga penggunaan untuk validitas prediktif ini untuk alat ukur mempergunakan instrumen penelitian tes dalam pendidikan. Lantaran mengacu pada sejauh mana alat ukur tersebut mampu mengukur apa yang diklaim untuk diukur.

Nah, itulah saja artikel yang bisa dibagikan pada semua pembaca berkenaan dengan pengertian validitas prediktif dan contohnya dalam penelitian.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *