Pengertian Tinjauan Teoritis dan Empiris Beserta Contohnya

Diposting pada

Tinjauan Teoritis dan Tinjauan Empiris

Penulisan tinjauan teoritis dan empiris dalam setiap jenis karya ilmiah sejatinya merepresentasikan tingkat pemahaman penulis terhadap landasan teori dan kerangka konsep penelitian. Oleh karena itulah, pembuatannya bertujuan untuk mencari berbagai informasi sekaligus mengorganisasaikan teori yang relevan sehingga nantinya berguna untuk mencari solusi dari rumusan masalah penelitian yang akan dilakukan.

Disisi lainnya, untuk membuat suatu literature review yang baik seseorang dituntut untuk banyak membaca, terlebih materi yang berhubungan dengan topik penelitiannya dan tidak dianjurkan melakukan copy-paste dari hasil karya orang lain karna belum tentu semu informasi yang berada dalam satu karya relevan dengan penelitian yang akan kita lakukan.

Tinjauan Teoritis dan Empiris

Untuk memperjelasnya berikut ini adalah definisi atas adanya tinjauan pustaka dalam teoritis dan empiris. Yakni;

  1. Pengertian Tinjauan Teoritis

Tinjauan teoritis adalah sebuah tulisan  yang mencangkup pada bagian-bagian dalam variabel penelitian berkenaan dengan subjek penelitian dan objek penelitian yang menjadi fokus bahasan. Sehingga sumbernya bisa didapatkan dari buku ilmiah yang serumpun dengan ilmu pengetahuan yang berkaitan.

  1. Pengertian Tinjauan Empiris

Tinjauan empiris adalah bagian bab yang memberikan bahasan tentang adanya dasar teori terhadap judul tulisan atau makalah yang ingin peneliti lakukan dengan sumber penelitian terdahulu, tentusaja haruslah dihubungkan dengan riset yang berkenaan dengan topik penelitian.

Contoh Tinjauan Teoritis dan Empiris

Sedangkan kepenulisan tentang adanya contoh tinjauan teoritis dan empiris dalam penelitian ilmiah. Misalnya saja riset tentang pembuatan superkapassitor dari tanaman nangka. Maka, kepenulisannya;

  1. Contoh Tinjauan Teoritis

Tinjauan Teoritis

Tanaman Nangka

Tanaman nangka adalah tanaman yang tergolong ke dalam jenis buah tahunan. Tanaman nangka tersebar luas di Indonesia. Tanaman Nangka memiliki tinggi 10-15 meter. Batangnya tegak, berkayu, bulat, kasar dan berwarna hijau kotor (Candra, 2008). Tanaman nangka dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik di daerah yang beriklim panas dan tropis. Di indonesia, tanaman nangka tumbuh di daerah dataran rendah. (Asriani, 2010). Permukaan dan warna daun bagian atas berbeda dengan bagian bawah. Daun bagian atas licin dan berwarna hijau cerah, sedangkan permukaan bawahnya kasar dan berwarna hijau tua.

Pangkal daunnya terdapat daun penumpu yang berbentuk segitiga panjang dan warna kuning kecoklatan (Krisnaindra,2016). Hasil skrining fitokimia pada daun nangka yang telah dilakukan menunjukkan hasil positif terhadap senyawa flavonoid, saponin, dan tanin (Dyta, 2012). Daun Nangka memiliki kandungan selulosa yaitu sebesar 21,45%. Selulosa merupakan molekul gula linear yang berantai panjang yang tersusun oleh karbon, sehingga makin tinggi selulosa maka kandungan karbon akan semakin tinggi (Laengge, dkk. 2013).

Superkapasitor

Superkapassitor dikenal juga sebagai ultrakapasitor atau double-layer capacitor. Superkapasitor memiliki kapasitansi dan kerapatan energi yang lebih tinggi dibanding kapasitor biasa. Superkapasitor juga memiliki waktu pengisian yang cepat, serta umur yang panjang.

Menurut Murata (2016) dalam Sani (2017), superkapasitor memiliki sifat yang melengkapi kekurangan dari baterai dan kapasitor konvensional. Superkapasitor memiliki beberapa keunggulan dalam proses penyimpanan energi dibandingkan dengan kapasitor konvensional, diantaranya adalah waktu hidup yang lebih lama, prinsip kerja dan modelnya yang sederhana, waktu me-recharge yang singkat serta aman dalam penggunaannya (Kötz et al, 2000).

  1. Contoh Tinjauan Empiris

Tinjauan Teoritis

Penelitian terdahulu terkait superkapasitor adalah “Potensi Limbah Kotoran Sapi Sebagai Material Superkapasitor” oleh Mirah Putri pada tahun 2018, menyatakan bahwa limbah Kotoran sapi berpotensi sebagai material superkapasitor karena mengandung karbon yang berasal dari selulosa.

Menurut Sasongko (2010) daun tanaman nangka kering mengandung selulosa sebesar 21,45%. Selain mengandung selulosa, kandungan lainnya adalah flavonoid, saponin dan tanin (Dyta, 2012). Selulosa merupakan molekul gula linear yang berantai panjang yang tersusun oleh karbon, sehingga makin tinggi selulosa maka kandungan karbon akan semakin tinggi (Laengge, dkk. 2013).

Sampah daun nangka biasanya hanya dibuang atau dibakar saja karena menjadi limbah bagi lingkungan sekitarnya. Pemanfaatan yang tidak optimal ini menyebabkan banyaknya sampah daun nangka yang terbuang percuma. Terkait hal tersebut peneliti tertarik meneliti tentang pemanfaatan karbon pada sampah daun tanaman Nangka (Artocarpus heterophyllus) sebagai material komponen elektroda pada superkapasitor.

Manfaat Tinjauan Teoritis dan Empiris

Adapun manfaat dari menuliskan tinjauan teoritis dan empiris. Antara lain;

  1. Menguraikan Variable

Secara langsung, manfaat yang didapatkan dan diperoleh dari pembuatan tinjauan teoritis dan empiris adalah dapat menguraikan sejumlah variabel umum dalam penulisan. Keadaan ini tentu saja akan dapat mendorong seseorang untuk mendapatkan hasil penelitian yang labih baik.

  1. Memberikan Batasan

Manfaat yang selanjutnya yaitu memberikan batasan penulisan. Secara langsung dalam proses pembuatan tinjauan teoritis dan empiris yang baik, tentu saja akan mampu memberikan batasan terhadap tulisan yang disampaikan, sehingga demikian bagi siapapun yang akan melakukan penelitian haruslah membuat bagian tinjauan pustaka.

  1. Mempercepat Proses Analisis Data

Kebermanfaatan yang lain di dalam pembuatan tinjauan teoritis dan empiris yaitu mampu mempermudah analisisi data dengan tempat. Baik menggunakan metode penelitian kualitatif ataupun metode penelitian kuantitatif dalam pembuatannya diperlukan panduan utuh, salah satunya dengan melihat pada bagian tinjauan pustaka.

  1. Meningkatkan Kepercayaan

Manfaat yang lain bagi pembuatan tinjauan teoritis dan empiris yaitu bagian tinjauan pustaka akan mempu meningkatkan kepercayaan pembaca, hal ini lantaran apa yang dituliskan selalu berdasarkan pada teori-teori yang terpercaya serta refrenesi dari penulis-penulis sebelumnya yang tentu saja kondisi ini menghilangkan kefiktifaan penulisan karya ilmiah.

Unsur Tinjauan Tinjauan Teoritis dan Empiris

Setidaknya penting diketahui bahwasanya tinjauan pustaka yang memadai harus memiliki unsur. Diantarnya;

  1. Evaluasi dan kutipan tentang bidang yang diteliti
  2. Banyak ahli mengatakan bahwa kutipan merupakan petunjuk apakah satu tulisan merupakan tulisan akademis atau populer dan merupakan bukti bahwa apakah penulis layak menjadi salah satu anggota komunitas akademi tertentu atau tidak. Ahli lain juga mengatakan bahwa dari tinjauan teori literasi kritis dan berpikir kritis, tinjauan pustaka merupakan indikasi apakah teks yang ditulis oleh peneliti bersifat analitis dan apakah argumen yang dibangun peneliti dalam teks tersebut sudah sangat kritis.

Cara Membuat Tinjauan Teoritis dan Empiris

Adapun teknik dalam membuat bagian tinjauan teoritis dan empiris dalam penelitian. Antara lain;

  1. Membuat Outline

Pembuatan outline bisa dilakukan dengan mencari intisari bagian penulisan karya tulis yang berisi mengenai hal-hal yang umum atau pendapat umum terhadap masalah-masalah yang berkaitan.

Misalnya, ketika membuat suatu karya tulis berisi mengenai pengaruh penggunaan handphone terhadap kesehatan anak, maka seyogyanya kata “handphone” “kesehatan” dan “anak” adalah bagian umum yang perlu dan harus dituliskan dalam tinjauan teoroitis. Sedangkan penelitian terdahulu berhubungan dengan kesehatan anak dalam penggunaan henphone bisa dimasukan dalam tinjauan empiris.

  1. Mencari Literatur

Hal kedua yang bisa dilakukan dalam upaya membuat studi keputakaan yaitu dengan mencari berbagai macam literatur.

Langkah ini tentu saja bisa dikerjakan setelah mengetahui outline yang telah dicari sebelumya. Pencarian literature bisa dilakukan dengan pergi ke perpustakaan, ke internet, majalah, koran, ataupun bisa juga dengan membaca jurnal-jurnal baik jurnal nasional maupun internasional. Agar apa yang telah dituliskan nantinya bisa dipertanggungjawabkan.

  1. Menyusun dengan Bahasa Sendiri

Menuliskan tinjauan empiris dan teoritis dengan cara menyusun menggunakan bahasa sendiri agar tidak dianggap plagiat dari hasil karya orang lain.

Penting bagi siapapun untuk membuat tinjauan pustaka dengan cara menulis ulang bahasa, serta susunan kata yang telah diperoleh dari berbagai literatur. Sederhannya, tentu saja bisa dengan mempergunakan kutipan langsung ataupun tidak langsung. 

  1. Melihat Umum Bagian Judul

Tahapan terakhir, dalam pembuatan tinjauan pustaka yang mudah dilakukan yaitu dengan melihat bagian umum pada judul.

Bagian ini tentu saja hal-hal yang terdapat “dalam judul” yang bisa didefinisikan secara teoritis dan secara lebih luas lagi, misalnya saja kata-kata seperti “makanan, pertanian, kelapa muda, asam lambung” tentu saja dapat dijelaskan lebih mendalam dalam bagian tinjauan pustaka tersebut.

Nah, demikinalah penjelasan yang bisa dibagikan pada semua kalangan berkenaan dengan pengertian tinjauan teoritis dan tinjauan empiris beserta contoh, unsur, manfaat, sekaligus cara membuatnya. Semoga saja bisa memberikan wawasan bagi kalian.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.