Pengertian Studi Pendahuluan, Tujuan, Manfaat, Cara Membuat, dan Contohnya

Diposting pada

Studi Pendahuluan Adalah

Setiap kali seseorang ingin mengembangkan proyek penelitian senantisa melibatkan banyak perencanaan dan persiapan. Salah satu persiapan yang dapat dilakukan adalah melaksanakan studi pendahuluan. Sebuah studi pendahuluan akan menjelaskan secara spesifik terkait dengan proyek yang direncanakan dan harus membahas tujuan dari studi yang diusulkan, disertai rincian tentang bagaimana studi akan dilakukan.

Oleh karena itulah istilah studi pendahuluan disebut juga pilot studi atau preliminary study yang berarti eksplorasi awal terhadap isu-isu yang terkait dengan topik penelitian yang akan dikaji. Tujuan dilakukannya studi pendahuluan ini tak lain ialah untuk membantu peneliti mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang jenis sumber apa yang tersedia dan apa yang harus dieksplorasi tentang suatu topik. Sehingga melalui studi pendahuluan inilah peneliti dapat terbantu untuk memperkuat topik yang dipilih dengan memperluas atau mempersempitnya.

Studi Pendahuluan

Desain studi pendahuluan sejatinya harus memperkenalkan penelitian yang diusulkan dengan menyatakan apa yang akan diselidiki berupa hipotesis penelitian dan signifikansi subjek penelitian.

Oleh karena itulah dengan menyelesaikan tinjauan pustaka, meringkas temuan utama dari studi pendahuluan, dan menghubungkannya dengan proyek saat ini, seorang peneliti dapat menjelaskan bagaimana studi mereka menambah pengetahuan pada bidang ilmu yang didalaminya.

Pengertian Studi Pendahuluan

Studi pendahuluan adalah kajian  yang dilakukan untuk mempertajam arah studi utama dengan sebab alasan pembuatannya tidak terlepas daripada kelayakan arti penelitian berkaitan dengan prosedur penelitian dan hal lainnya yang masih belum jelas.

Pengertian Studi Pendahuluan Menurut Para Ahli

Adapun definisi studi pendahuluan menurut para ahli, antara lain;

  1. N. Basfain, Studi pendahuluan adalah rangkaian gambaran tentang metodologi penelitian yang digunakan, yang setidaknya mencakup penjelasan tentang variabel penelitian yang akan diukur dan bagaimana cara pengukurannya, di mana penelitian akan dilakukan, alat atau teknik apa yang akan digunakan, dan informasi lain mengenai bagaimana penelitian akan dilakukan.
  2. Suharsimi Arikunto, Studi pendahuluan adalah rancangan riset yang mendorong untuk mengetahui dengan pasti apa yang akan dikaji atau diteliti, mengetahui dimana atau kepada siapakah informasi bisa didapatkan, mengatahui cara mendapatkan data atau informasi, mampu menentukan cara yang tepat untuk melakukan analisis data, dan mengetahui cara menentukan kesimpulan dan memanfaatkan hasil penelitian

Tujuan Studi Pendahuluan

Studi pendahuluan dilakukan karena beberapa tujuan, diantaranya:

  1. Menghimpun berbagai macam informasi yang dibutuhkan dalam pelaksanaan penelitian. Hal tersebut menjadi penting untuk dilakukan karena informasi yang relevan bisa menunjang keberhasilan penelitian utama, terutama karena hasil studi pendahuluan tersebut bisa menjadi acuan dalam pengenalan suatu topik.
  2. Menghimpun informasi teoritis dan fakta, baik yang bersifat umum maupun fakta ilmiah. Informasi tersebut penting untuk mendukung dalam perumusan hipotesis.
  3. Membantu peneliti untuk mempersempit topik penelitian yang dipilih dengan mencari tahu seberapa banyak informasi di luar sana yang dapat dijadikan sebagai data penelitian.
  4. Membantu peneliti mendapatkan gagasan tentang aspek spesifik tentang topik yang akan dikaji. Studi pendahuluan merupakan penelitian tentang suatu topik yang akan membantu kita dalam mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang jenis sumber apa yang tersedia dan apa yang dikatakan tentang suatu topik.
  5. Membantu peneliti dalam meluruskan niat penelitian yang akan dilakukan, mempertajam arah penelitiannya, serta bisa juga mencari jalan lain yang belum dilalui orang lain yang telah meneliti hal itu.

Manfaat Studi Pendahuluan

Manfaat melakukan studi pendahuluan bagi seorang peneliti, diantaranya:

  1. Menghindari penelitian berulang

Manfaat pertama yang dapat diperoleh seorang peneliti dengan melakukan studi pendahuluan yaitu untuk menghindari penelitian berulang. Hal tersebut disebabkan karena melalui studi pendahuluan peneliti dapat mengetahui bahwa suatu permasalahan sudah pernah diteliti atau dikaji sebelumnya.

Sehingga peneliti tidak akan melakukan penelitian yang sama persis, melainkan bisa memodifikasi penelitian yang telah ada dengan menambahkan variabel atau menggunakan teori lain, atau bahkan penelitian yang sama sekali berbeda dengan yang sudah ada.

  1. Memperkuat keinginan peneliti terkait suatu permasalahan tertentu

Studi pendahuluan dapat bermanfaat dalam memperkuat keinginan peneliti untuk mengkaji suatu permasalahan karena adanya penelitian-penelitian lain yang relevan dengan penelitian yang akan dilakukan.

  1. Menghemat tenaga dan biaya

Studi pendahuluan bermanfaat dalam menghemat tenaga dan biaya dengan cara menjadikan penelitian terdahulu yang relevan dengan topik penelitian yang dipilih sebagai sumber dokumen penelitian, atau dengan kata lain dokumen-dokumen tersebut menjadi sumber data sekunder.

  1. Mengetahui kemampuan maupun kesulitan penelitian

Studi pendahuluan dapat menunjukkan kepada peneliti terkait apakah penelitian sesuai topik yang dipilih mampu untuk dilakukan ataukah sebaliknya justru topik yang dipilih tersebut sulit untuk dilaksanakan karena adanya berbagai kendala, termasuk biaya yang mahal, waktu yang lama, tidak adanya data, dan berbagai kesulitan lainnya.

Cara Membuat Studi Pendahuluan

Seperti halnya dalam pengumpulan data pada penelitian secara umum, dalam studi pendahuluan pengumpulan data atau informasinya pun harus mencakup tiga objek utama, yaitu siapa/apa yang harus dihubungi, dilihat, diteliti atau dikunjungi yang sekiranya dapat memberikan informasi terkait topik penelitian yang dipilih.

  1. Paper, yaitu objek yang berupa dokumen, buku, majalah atau bahan tertulis lainnya, baik yang berisi teori, laporan penelitian atau penemuan sebelumnya (findings). Studi yang dilakukan dengan menggunakan objek paper tersebut disebut juga studi kepustakaan atau studi literatur.
  2. Person; yaitu objek yang berupa manusia, sehingga studi pendahuluan bias dilakukan dengan cara bertemu, bertanya, dan berkonsultasi dengan para ahl’i atau informan kunci yang dapat menjadi sumber data.
  3. Place; yaitu objek yang berupa tempat, lokasi atau benda-benda yang ada di tempat penelitian tersebut. Misalnya, seseorang yang pada awalnya memiliki keinginan besar untuk mengadakan penelitian ke daerah pedalaman, mungkin saja akan mengurungkan niatnya setelah mengadakan penelitian pendahuluan.

Hal itu disebabkan karena ternyata daerah yang akan dikaji terlalu sulit untuk dicapai, sebagai contoh dari segi aksesbilitas jalannya, dan lain sebagainya, sehingga orang tersebut mempertimbangkan bahwa tidak akan seimbang antara biaya yang dikeluarkan dengan hasil yang akan dicapai.

Selain ketiga objek penting tersebut yang harus kita ketahui, perlu juga kita pahami langkah-langkah dalam melakukan proses penelitian yang baik, yaitu sebagai berikut:

  1. Menentukan topik terlebih dahulu

Ketika akan melakukan penelitian, langkah pertama yang harus kita lakukan adalah menentukan topiknya terlebih dahulu. Topik tersebut tentunya harus sesuai dengan bidang ilmu yang kita tekuni.

  1. Mempersempit/memperluas topik

Pada langkah inilah studi pendahuluan memainkan peran pentingnya, yaitu untuk mempersempit topik yang dipilih atau bahkan bisa justru topik tersebut diperluas. Akan tetapi, tujuan mempersempit topik tersebut adalah agar parameter atau indikator yang digunakan dalam penelitian juga lebih spesifik.

  1. Membuat pertanyaan penelitian

Setelah kita menentukan topik yang spesifik beserta parameternya, selanjutnya kita harus membuat pertanyaan yang nantinya akan terjawab melalui penelitian kita.

  1. Membuat sub-pertanyaan dari pertanyaan utama

Saat pertanyaan utama penelitian telah kita buat, maka langkah selanjutnya adalah membuat sub-pertanyaan dari pertanyaan utama tersebut. Hal itu dilakukan agar kita bisa mengetahui dengan lebih spesifik apa yang harus kita kaji.

  1. Menantukan sumber terbaik untuk argumen kita

Setelah sub-pertanyaan yang lebih spesifik kita buat, maka langkah selanjutnya adalah menentukan sumber seperti apa yang terbaik untuk mendukung argumen penelitian kita.

Contoh Studi Pendahuluan

Salah satu contoh studi pendahuluan misalnya saja;

  1. Penelitian

Studi pendahuluan pada pemahaman mahasiswa tentang kelistrikan dan kemagnetan untuk pengembangan instrumen diagnostik berbasis model” dengan judul asli Preliminary  studies  on  students’ understanding  of  electricity  and magnetism for the development of a model based diagnostic instrument.

Tujuan dilakukannya studi pendahuluan tersebut untuk penelitian di masa mendatang adalah mencoba untuk mengidentifikasi dan menyelidiki lebih banyak topik tentang konsep seperti energi potensial, beda potensial, “muatan magnet”, superposisi, dan lain-lain.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa proses pembuatan studi pendahuluan bisa saja mengubah arah penelitian yang telah disusun dalam proposal penelitian. Oleh sebab itu, studi pendahuluan bisa saja merubah prosedur penelitian yang telah ditetapkan, meningkatkan pengukuran, meningkatkan kepercayaan asumsi, dan desain yang lebih baik dari studi utama.

Bahkan, seringkali studi pendahuluan merupakan miniatur dari studi utama. Bahkan tak jarang dalam studi pendahuluan juga dilakukan sejumlah pengujian instrumen yang nantinya akan digunakan dalam studi utama.

Nah, itulah saja artikel yang bisa dikemukakan pada semua kalangan berkenaan dengan pengertian studi pendahuluan menurut para ahli, tujuan, manfaat, cara membuat, dan contohnya yang ada dalam penelitian. Semoga bisa memberi wawasan.

Gambar Gravatar
Saya mencintai dan suka menulis terkait pendidikan dan penelitian. Semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat untuk kalian yang membutuhkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *